Tips Komputer Cara Mengamankan Komputer dari Virus yang Paling Ampuh

By |

Tips Komputer Cara Mengamankan Komputer dari Virus yang Paling Ampuh – Setelah sebelumnya Saya Memberikan Tips Membeli Android Bekas kali ini aku mau share Cara Mengamankan Komputer dari Virus yang Paling Ampuh , menurut anda bagaimanakah cara menjadikan komputer 100% Bebas Virus ? jawaban saya hanyalah dengan Sistem Proteksi secara hardware dengan menggunakan Deep Recovery Card
, cara ini adalah yang paling ampuh karena dapat mengamankan komputer
sampai 100% bebas dari virus , jadi komputer sudah tidak perlu
dimaintenance lagi ,

Karena program virus di komputer serta keluarga besar program malware
lainnya tidak akan mampu menembus batas ruang yang diciptakan secara
virtual oleh DeepRecovery Card , sehingga seperti tak berguna dan
tak berdaya 🙂 , Cara penggunaannya juga mudah , kita hanya perlu
me-restart atau mematikan komputer , lihat gambar :

Cara Mengamankan Komputer dari Virus yang Paling Ampuh
dan untuk dibawah ini beberapa kelebihan dari Deep Recovery Card  , yang
mungkin lebih baik dari pada Proteksi secara Software , Misal dengan : DeepFreeze , Shadow Defender , Rollback RX dan 1st Defenced
  1. Tidak membebani Komputer anda atau performa Windows
  2. Mendukung OS Windows ( 2000 , XP , 2003 , Vista )
  3. Tidak ada program Antinya Mis. untuk mematikkan Hardware ini ( karena bekerja sebelum windows berjalan )
  4. Tidak perlu di Update , tidak seperti software
  5. dapat memproteksi BIOS
  6. Mendukung Multi-boot
Sistem Proteksi Komputer Dengan Cara yang Paling Aman yaitu dengan cara
Pemasangan Hardware , sangat di Recomendasikan . untuk Komputer Pribadi ,
Kantor , Pelayanan Umum , Warnet dsb .
Dengan menggunakan Hardware Deep Recovery Card , ini kita bukan hanya
dapat bebas dari infeksi virus , vorm , trojan , spyware dsb , tetapi
akan bebas juga dari kerusakan sistem windows , dan kehilangan data
karena terhapus maupun di-format , serta komputer tidak perlu di
maintenance lagi 🙂

 

Kelebihan Utama Deep Recovery Card :

 


  • Sama sekali tidak membebani kinerja Windows dan performa komputer
    karena kerjanya sebelum sistem operasi Windows (level hardware).
  • – Mengembalikan kehilangan data 100% tanpa waktu tunda.
  • – Mendukung sistem operasi Windows 2000/2003/NT/Me/XP/Vista/Win7
  • – Mendukung harddisk IDE,SATA,SCSI,EIDE hard disk
  • – Mendukung partisi harddisk FAT12,16,BIGDOS,FAT32,NTFS etc
  • – Mendukung hardisk dengan kapasitas sampai 800GB
  • – Mendukung 99% motherboards yang ada dipasaran
  • – Tidak bisa di-hack atau di-krack karena alat ini kerja dulu sebelum sistem operasi di loading.
  • – Password aman karena mengenali semua karakter yang ada di keyboard.
  • – Dapat memproteksi BIOS
  • – Restorasi data atau sistem adapat dilakukan secara otomatis atau manual berdasarkan waktu sampai 255 hari.
  • – Mendukung sistem maintenance lewat jaringan (LAN). – Windows bebas blue screen dan kehilangan data.
  • – Komputer sudah tidak perlu di maintenance.
  • – Mendukung semua jenis, merk dan kapasitas harddisk.

Fungsi Menu Utama DeepRecoveryCard

Cara Mengamankan Komputer dari Virus yang Paling Ampuh
Recovery == Do instant data recovery

Setting == Change protect disk and recovery mode(Auto/Manual/Reserve/Timing/Fully open)
Password == Administrator`s password Backup
CMOS == Backup CMOS
Update == Save the operation in protected disks, do data update
Netcopy == Net copy between 8139 network cards Disc
Copy == Copy the whole disk
Uninstall == Uninstall recovery card Normal
Start == Start computer without recovery card working

Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum installasi Recovery Card : 
1. Cek setting parameter harddisk di BIOS tidak salah, karena Recovery Card hanya mendukung proteksi satu fisik harddisk saja.
2. Pastikan setting untuk cek virus dari BIOS dinon-aktifkan
3. Jika BIOS mempunyai fasilitas “LAN SETUP FIRST” atau menu sejenisnya, settinglah ke pilihan ENABLE.
4. Pastikan komputer yang akan diinstall dengan Recovery Card sudah 100% bebas virus terlebih dulu.
5.
Sebaiknya komputer dilakukan proses maintenance dulu, misalnya
dilakukan proses Disk Cleanup, Scandisk dan Defragment agar performa
Windows dan kinerja komputer dalam kondisi maksimal sebelum diinstall
Recovery Card. Karena kondisi yang paling akhir itulah yang akan diambil
serta diproteksi oleh Recovery Card selamanya.
6.
Sebaiknya di non-aktifkan program untuk memonitor aktifitas virus
secara real-time serta program untuk sistem recovery lainnya seperti
Norton Ghost, Deep Freeze, dan lain-lain. 7. Disarankan untuk menyimpan
hasil Virtual Memory (swap file) pada partisi harddisk yang tidak
terproteksi, berikut langkah-langkah merubah swap file : * Menyimpan
hasil Virtual Memory (swap file) Windows pada partisi yang tidak
terproteksi ( selain C: ) : Start = > Setting = > Control Panel =
> System => Advanced => Performance = > Settings = >
Advanced => Virtual Memory => Change => OK
7.
Disarankan untuk menyimpan hasil Virtual Memory (swap file) pada
partisi harddisk yang tidak terproteksi, berikut langkah-langkah merubah
swap file : * Menyimpan hasil Virtual Memory (swap file) Windows pada
partisi yang tidak terproteksi ( selain C: ) : Start = > Setting =
> Control Panel = > System => Advanced => Performance = >
Settings = > Advanced => Virtual Memory => Change => OK
8.
Disarankan juga untuk menyimpan temporary Internet Files dari Internet
Explorer ke partisi yang tidak terproteksi, adapun langkah-langkahnya
sebagai berikut : * Merubah temporary Internet, hanya apabila komputer
Anda terkoneksi dengan internet. Start => Setting => Control Panel
=> Internet Option => Temporary Internet Files => Settings
=> Move Folder (pilih folder / partisi di luar C: ) => OK

Keterangan : 


1. Windows 95, 98, ME, NT tidak perlu install driver, Card langsung dipasang
2. Windows 2000 / XP driver harus diinstall
3. Tombol keyboard PgDn/PgUp (merubah pilihan data), Tab (pindah menu pilihan data)
4. Enter (memilih pilihan data)

Langkah – langkag Pemasangan :

1.
Silahkan komputer di-ON-kan, tunggu beberapa saat maka program Windows
XP akan di loading, kemudian login sebagai Administrator.
2. Ambil dan masukkan disket (CD) driver bawaan dari Recovery Card, lihat isinya melalui Windows Explorer.
3.
Klik ganda tombol kiri mouse pada file SETUP.EXE, untuk melakukan
installasi driver Recovery Card pada Windows XP dengan estimasi waktu
kira-kira 3 detik. Proses installasi driver Recovery Card ini hanya
untuk Windows 2000 dan XP sedangkan untuk Windows 98, Windows ME dan NT
tidak diperlukan lagi karena driver tersebut secara otomatis sudah ada
pada sistem Windows.
4. Dari gambar diatas pilih gambar ikon sebelah kiri dengan keterangan kursor Install apabila disorot oleh penunjuk mouse.

5.
Setelah proses installasi driver selesai sebagaimana tampak pada
berikut, pilih menu Yes agar komputer reboot untuk menjalankan driver
yang telah di-install dapat di-loading secara sempurna oleh Windows.
6. Selanjutnya OFF-kan komputer, tancapkan Recovery Card ke slot PCI yang masih kosong.
7.
Komputer di-ON-kan kembali, maka akan muncul menu installasi dari
Recovery Card seperti pada gambar dibawah ini.6. Selanjutnya OFF-kan
komputer, tancapkan Recovery Card ke slot PCI yang masih kosong.
8. Komputer di-ON-kan kembali, maka akan muncul menu installasi dari Recovery Card seperti pada gambar dibawah ini.
 
9.
Pilih pilihan menu Install Recovery Card dari gambar di atas, tunggu
beberapa saat maka akan tampil Menu Utama dari Recovery Card seperti
pada gambar 8.
10.
Untuk men-setting serta meng-konfigurasi sistem proteksi dari Recovery
Card, semuanya ada di menu System Configuration (tekan F10).
11.
Setelah semua setting pada menu System Configuration sudah kita lakukan
maka untuk keluar dari sub-menu tersebut dan akan kembali ke Menu Utama
Recovery Card tekan tombol menu Exit.
12. Silahkan komputer di-restart dan siap untuk di uji-coba.

Semoga Cara Mengamankan Komputer d


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *