Contoh proposal bisnis plan

Contoh proposal bisnis plan



Contoh proposal usaha yang baik tentu harus memiliki banyak aspek, agar yang membaca proposal ini bisa mengerti dan yang paling penting adalah mau memberikan dananya untuk perkembangan usaha. Selain itu proposal usaha yang baik juga akan memudahkan kita dalam menjalankan usaha yang baru dibuka, karena langkah serta resiko yang akan dihadapi sudah dipetakan dengan baik. Banyak orang yang ingin memulai sebuah usaha, tetapi banyak dari mereka tidak tahu harus membuka usaha apa, dan dari mana memulainya.

Banyak sekali orang diluar sana yang ingin membuka usaha, tetapi mereka tidak bisa membuka usaha karena terkendala dengan modal. Hal seperti ini seharusnya tidak akan menghalangi bila Anda bisa menyampaikan ide usaha Anda ke dalam sebuah proposal usaha. Sehingga menarik orang yang memiliki modal besar mau untuk melakukan kerja sama dengan Anda.

Proposal usaha yang baik harus mengandung tentang penjelasan bisnis atau usaha yang di jalankan. Seperti tujuan dari usaha, visi dan misi perusahaan, sejarah, struktur organisasi di dalam usaha, produk yang dijual dan yang penting adalah strategi marketing yang akan digunakan. Selain itu laporan keuangan serta analisis pasar juga tidak kalah penting dalam sebuah proposal usaha. Berikut ini adalah salah satu format proposal usaha yang bisa Anda contoh.
Contoh proposal bisnis plan

Cover depan proposal

Bagian ini berisi tentang sekilas judul proposal, nama usaha, dan juga nama yang membuat proposal. Buatlah sebaik mungkin cover proposal Anda, karena cover yang baik akan memberikan kesan lebih dari pembacanya. Bila ada istilah Don’t judge the book by its cover, maka istilah itu tidak berlaku untuk proposal usaha karena tampilan serta cara Anda presentasi akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan Anda mempengaruhi investor.

Bila Anda tidak memiliki kemampuan mendesain cover, kami sarankan untuk menggunakan jasa orang lain yang memiliki kemampuan desain. Hal ini akan menjadi nilai tambah pada proposal usaha yang Anda buat. Sehingga hanya dengan melihat cover-nya akan lebih membuat orang percaya terhadap usaha yang akan Anda jalankan.

Daftar isi proposal

Daftar isi berisi tentang judul setiap bab serta nomor halaman tersebut. Hal ini bisa memudahkan seseorang untuk melihat apa saja yang ada di dalam proposal usaha tersebut. Daftar isi pada sebuah proposal ibarat sebuah peta yang akan memberikan Anda informasi sepintas tentang sebuah proposal usaha.

Salah satu tolak ukur dalam membuat daftar isi yang baik adalah adanya kesesuain daftar isi dengan isi proposal tersebut. Selain itu hal penting lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah adanya alur yang baik dalam menyusun daftar isi. Hal ini akan memudahkan orang untuk memahami setiap bagian dalam proposal usaha.
Latar Belakang Perusahaan

Latar belakang perusahaan sangat penting, hal ini berkaitan dengan sejarah serta rekam jejak perusahaan. Pada bagian ini Anda bisa mengisi tentang berbagai informasi tentang perusahaan mulai dari nama perusahaan, bidang usaha, produk yang dijual, struktur organisasi, biodata pemilik perusahaan, konsultan dan lain sebagainya. Semakin detail semakin baik sehingga para penanam modal yang akan percaya dengan perusahaan Anda.

Dengan memberikan semua riwayat prestasi yang sudah diraih ke dalam sebuah proposal akan meningkatkan kepercayaan orang lain pada bisnis yang sedang Anda bangun. Dengan begitu akan mudah mendapatkan investor untuk diajak bekerja sama dalam membangun sebuah bisnis.
Analisa Pasar dan Pemasaran

Analisa pasar merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah usaha, karena hal ini merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan apakah usaha yang akan kita dijalankan bisa bersaing dan berkembang atau malah sebaliknya. Secara pastinya dengan melakukan analisa pasar Anda bisa melihat seberapa besar prosentase keberhasilan produk yang akan Anda jual.

Pada halaman ini Anda bisa mengisi produk yang akan dijual, target atau segmen pasar yang akan dibidik, analisa pesaing dengan metode SWOT, strategi pemasaran serta media apa saja yang akan digunakan untuk menjual produk. Selain itu dengan menyertakan analisa yang mendalam dan proses penyampaian dalam bentuk diagram akan memudahkan orang lain dalam memahami peluang usaha yang ditawarkan.

Analisa Produksi Produk

Jika pada halaman sebelumnya membahas analisa pasar pada halaman ini Anda bisa mengisi tentang analisa produksi. Analisa produksi merupakan hal vital juga, karena pada tahap ini produk yang akan dijual dihasilkan. Pada halaman yang membahas analisa produk, Anda bisa mengisi tentang proses produksi produk, bahan baku yang digunakan, berapa orang yang diperlukan untuk memproduksi produk pada jumlah tertentu dan masih banyak lagi.

Dengan melakukan perhitungan yang matang mengenai bahan baku produk, peralatan apa saja yang akan digunakan, serta banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan akan memudahkan dalam menghitung biaya produksi. Semakin detail data yang ditampilkan semakin bagus sehingga meminimalisir kegagalan dalam proses produksi.

Analisa Sumber Daya Manusia (SDM)

Untuk mengelola sebuah usaha yang besar tentu diperlukan banyak tenaga yang diperlukan dalam proses produksi, pemasaran serta hal lainnya. Dan mengelola sumber daya manusia tidaklah mudah. Anda harus menempatkan seseorang pada posisi yang tepat sehingga bisa maksimal dalam melakukan tugas yang diberikan.

Pada halaman ini anda bisa mencantumkan berapa banyak SDM yang dibutuhkan, kemampuan serta tingkat pendidikan yang harus dipenuhi, dan yang terakhir rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM. Satu hal lagi yang tidak kalah penting yaitu proses pemilihan karyawan sesuai dengan dengan ketrampilan. Untuk menempatkan tenaga kerja pada bidangnya maka perlu diadakan tes DISC sehingga bisa diketahui karakter dari orang tersebut.

Rencana Pengembangan Usaha

Dalam membuka usaha tentu harus selalu berkembang dan melakukan inovasi agar bisa bertahan dalam persaingan yang sangat ketat. Dalam mengembangkan usaha banyak faktor yang harus diperhatikan agar tidak saling tumpang tindih. Pada bab ini tulislah hal mengenai strategi untuk mengembangkan pemasaran, pengembangan produksi, pengembangan keuangan serta SDM.

Salah satu contoh adalah menulis strategi yang akan digunakan untuk mengembangkan usaha misal dengan cara membuka business opportunity, franchise, atau memperbanyak chanel distribusi dengan cara yang lain.

Laporan Keuangan Perusahaan
Dalam menyusun sebuah proposal laporan keuangan menjadi hal yang mutlak selalu ada. Dengan adanya laporan keuangan ini akan mempermudah orang lain untuk menilai apakah usaha Anda layak untuk diberikan dana investasi atau tidak. Tulislah laporan pemasukan dan pengeluaran harian ataupun bulanan, laporan cash flow harian, laporan laba rugi, dan juga dana yang dibutuhkan untuk investasi pengembangan usaha.

Laporan keuangan merupakan hal yang sangat vital dalam sebuah usaha. Dengan membuat laporan usaha yang baik akan memudahkan dalam mengontrol pengeluaran dan pemasukan cash flow perusahaan. Saat ini banyak sekali software yang tersedia untuk membuat sebuah laporan keuangan, hal ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memperbaiki kinerja.

Analisa Dampak dan Resiko Usaha

Sebuah usaha selalu memiliki sisi positif serta sisi negatif, oleh karena itu seorang pengusaha harus bisa memperkirakan tingkat keberhasilan usaha yang akan dijalankan. Selain itu apa dampak yang terjadi dengan adanya usaha Anda pada masyarakat serta di lingkungan lokasi tersebut. Selain itu harus mempersiapkan hal yang akan dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi sebuah kegagalan.
Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif biasanya dibuat untuk orang yang super sibuk, sehingga mereka bisa membaca dengan cepat proposal usaha yang berikan. Ringkasan ini berisi semua hal yang ada di dalam proposal usaha tetapi dibuat lebih ringkas dan padat sehingga lebih cepat dalam mengetahui semua isi proposal. Biasanya pada halaman ini diisi dengan bentuk diagram ataupun gambar yang mewakili isi proposal secara keseluruhan.

Untuk membuat ringkasan eksekutif mungkin Anda bisa membuatnya dalam bentuk business model canvas. Sehingga untuk mengetahui bisnis yang akan dijalankan cukup dengan beberapa halaman saja. Dengan begitu akan mempersingkat waktu dalam memaparkan rencana bisnis yang akan dijalankan.

Lampiran

Lampiran bisa diisi hal-hal tambahan yang perlu diketahui oleh para investor seperti detail strategi marketing yang digunakan, saluran distribusi produk, analisa SWOT dan lain sebagainya.

Berikut Contoh nya 



BAB I
PENDAHULUAN

Nama Perusahaan                    :  #jatikom
Bidang Usaha                         :  Produk Makanan
Jenis Produk                            :  Nugget Tahu
Alamat Perusahaan                 :  warnet jatikom
Nomor Telepon                       :  08578xxxxxx

A.       Identifikasi Peluang Bisnis
Dewasa ini, bisnis kuliner menjadi salah satu bentuk bisnis yang menjanjikan. Berbagai macam jenis makanan bermunculan dengan ragam kreatifitas yang menarik. Makanan biasa dikreasikan menjadi makanan yang memiliki cita rasa dan nilai jual tinggi. Salah satu makanan biasa yang sering kita temui adalah tahu dengan kandungan protein yang tinggi. Namun, masyarakat mulai jenuh dengan bentuk dan rasa tahu yang biasa-biasa saja, tidak adanya inovasi.
Untuk itu, diperlukan inovasi baru dalam mengolah tahu tersebut sehingga penyajian tahu tidak monoton. Kami mencoba mengkreasikan tahu tersebut dengan mengolah tahu menjadi nugget yang sehat, bergizi, serta bentuk yang mampu mengundang selera. Kelebihan nugget yang kami buat adalah bentuk yang bervariasi terdiri dari tiga bentuk yaitu, bulat, hati, bintang dan rasa tahu yang unik dikemas dalam bentuk nugget.

B.        Penjelasan Produk
Cara membuat produk kami tidak berbeda jauh dengan membuat nugget pada umumnya, yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:
1.      Campur daging ayam cincang dengan susu cair, telur, tepung sagu, tepung maizena, bawang merah, bawang putih, garam, merica, gula pasir, kaldu bubuk, dan margarine. Diaduk hingga rata.
2.      Siapkan Loyang atau pinggan tahan panas, olesi minyak goreng. Kukus adonan selama 20 menit hingga matang, angkat dan diinginkan.
3.      Setelah dingin, masukkan adonan ke kocokan telur, lalu lumuri adonan ke tepung panir, disimpan dalam lemari pendingin selama 2 jam/beku.
4.      Panaskan minyak dan goreng hingga kecokletan, angkat.
5.      Sajikan panas dengan saus.

C.    Latar Belakang Bisnis
Alasan kami menawarkan produk ini adalah karena saat ini semakin banyak masyarakat yang menderita kolesterol, kolesterol merupakan salah satu  penyebab kematian terbesar saat ini. Oleh karena  itu masyarakat  beralih pada makanan yang rendah kolesterol seperti tahu. Namun masyarakat  memandang tahu  itu sebagai makanan yang tidak menarik dari rasa maupun bentuknya. Padahal, begitu banyak manfaat yang dikandung oleh tahu seperti menghambat proses penuaan dini, mengandung protein nabati, dan mencegah kanker payudara. Disini kami membantu masyarakat untuk mencegah maupun menimalisir resiko penyakit kolesterol.

D.     Tujuan
a.       Mendapatkan keuntungan dari produk ini
b.      Membudayakan makanan sehat
c.       Membuat produk makanan yang mempunyai inovasi baru dan disukai seluruh kalangan masyarakat

E.     Potensi Bisnis
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena makanan ini sangat dikenal dan harganya yang ekonomis serta dapat dinikmati oleh semua kalangan. Nugget tahu ini mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan (disimpan di freezer).



BAB  II
PEMBAHASAN
A.    ANALISIS SWOT
1. Faktor Internal
1)  Strength (Kekuatan)
a.       Keunggulan produk
Kami menawarkan suatu produk makanan sehat dengan harga yang ekonomis dan rasa yang lezat.
b.      Kreativitas
Kami menawarkan kreativitas baru dalam mengolah tahu dengan mengabungkan berbagai rasa nuggettahu yang menarik, yaitu rasa ayam, daging dan sayuran.
c.       Bahan baku mudah di dapat
Bahan baku pembuatan nugget tahu ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta harganya terjangkau. Serta jenisnya beraneka ragam sehingga dapat meningkatkan pilihan rasa.
2)  Weakness (Kelemahan)
a.       Belum memiliki cukup pengalaman
Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.
b.      Kurangnya Sumber Daya Manusia
Keterbatasan sumber daya manusia sebagi produsen atau pembuat nugget tahu. Kurangnya keterampilan kami dalam proses pembuatan nugget tahu itu sendiri.

 2. Faktor Eksternal
1)  Opportunities (Peluang)
a.       Banyaknya konsumen
Banyaknya masyarakat yang menggemari berbagai macam variasi nugget, karena nugget merupakan makanan yang sudah siap dan mudah diolah. Dengan adanya nugget tahu ini akan menambah variasi nugget dan menawarkan cita rasa baru bagi masyarakat pada umumnya.
b.      Sistem pemasaran
Pemasaran yang akan kami lakukan cukup mudah. Kami akan memasarkannya dilingkungan kampus dan tempat tinggal.
2)   Threats (Ancaman)
Salah satu bentuk ancaman yang dikhawatirkan bias terjadi adalah keacuhan konsumen.
Terkadang masyarakat kurang tertarik terhadap makanan yang di buat dari bahan sederhana seperti tahu dan gaya konsumsi masyarakat saat ini di kuasai oleh makanan-makanan modern, siap saji, dan dari bahan-bahan import.

STRATEGI SWOT
Strength
a.  Keunggulan produk
b.   Keterampilan dan keahlian
c.   Bahan baku mudah di dapat
Weakness
a. Belum memiliki cukup pengalaman
b. Kurangnya Sumber Daya Manusia
Opportunity
a. Banyaknya konsumen
b. Sistem pemasaran
a. Melakukan program promosi jitu
b. Meningkatkan produksi
c. Melakukan latihan terus-menerus
d. Belajar berbisnis dengan segala fasilitas yang ada dan menjalin koneksi seluas-luasnya.
Threat
a. Keacuhan konsumen
a. Melakukan promosi kepada konsumen yang sekiranya tertarik dengan produk kami.
b. Menawarkan keuntungan yang didapat dengan membeli produk kami
a.  Memperbaiki sistem manajemen
b. Meningkatkan promosi
c. Menjaga kualitas produk

B.     PERENCANAAN BISNIS
1.      Sasaran dan Target Pasar
            Sasaran kami adalah seluruh masyarakat dari segala usia. Untuk itu kami memulai promosi dari daerah sekitar tempat tinggal kami serta melakukan promosi pada rekan mahasiswa di kampus, karena kami menganggap promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam suatu kelompok. Selain itu kami juga mempunyai rumah produksi yang siap didatangi siapa saja dan siap melayani pemesanan.
Untuk itu, kami menggalakkan promosi di berbagai media social, seperti facebook, twitter, blog, dll. Hal ini kami maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan pembelian produk kami.

2.      Pembiayaan
1.        Biaya Tetap (Fixed cost)
Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan:
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Kompor gas
1 buah
Rp.100.000
Rp.100.000
2
Tabung gas
1 buah
Rp.150.000
Rp. 150.000
3
Kukusan
1 buah
Rp. 75.000
Rp. 75.000
4
Mesin giling
1 buah
Rp.120.000
Rp. 120.000
TOTAL
Rp. 445.000

2.      Biaya Variabel (Variable cost) - Per Produksi
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga
Tahu
500gr
10000
Susu cair
2 sdm
1000
Telur ayam
3 butir
4500
Tepung sagu
50 gr
3000
Tepung maizena
50 gr
3000
Bawang merah (haluskan)
10 siung
3000
Garam
1 sdm
500
Merica bubuk
1 sdt
500
Gula pasir
1 sdt
2500
Kaldu bubuk rasa ayam
1 bks
500
Margarine
2 sdm
1500
Sasa
½ sdt
500
Bawang putih (haluskan)
5 siung
1000
Panir


Telur
1 butir
1500
Tepung roti
200 gr
5000
Minyak goreng
½ ltr
3000
Saus tomat
Secukupnya
1500
Jumlah Harga

Rp. 42.500

3.      Biaya Total
§  Biaya total          = Variable cost + Fixed cost
= Rp. 42.500 + Rp. 445.000
= Rp. 487.500                             
4.        Biaya dan Harga Per Unit
§  Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 kali produksi adalah Rp. 445.000 : 8 Kali = Rp. 56.000
§  Total biaya produksi yang dikeluarkan per produksi = Rp 56.000 + Rp 42.500 = Rp 98.500
§  Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : jumlah produk yang dihasilkan per bulan Rp. 98.500 : 60 buah = Rp. 1.700
§  Harga jual per buah Rp 2.000
5.        Modal Awal
§  Modal awal        = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel untuk 1 kali produksi
                                    = Rp  445.000 + Rp 42.500
                                    = Rp 487.500
6.        Analisis Titik Impas (Break Even Point)
§  BEP harga          = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Produksi
= 42.500 : 60 buah = Rp. 1.700
§  Harga jual per unit Rp 2.000
BEP produksi  = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Harga per unit
= Rp 42.500 : 2.000 = 22 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 buah nugget yang harus terjual adalah 22 buah dengan harga per buah adalah Rp 2.000
7.        Analisis Keuntungan
§  Pendapatan : Nugget yang terjual x harga jual  = 60 x Rp 2.000
= Rp. 120.000
§  Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : Rp. 42.500
§  Keuntungan        = Pendapatan –Total biaya produksi
= Rp 120.000  – Rp 42.500
= Rp 77.500
Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 60 buah nugget dengan harga Rp 2.000 per buah dalam 1 kali produksi adalah Rp 77.500
8.        Pengembalian Modal   
Total biaya Produksi : Laba usaha      = Rp 487.500: Rp 77.500
= 6 kali produksi      
Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 6 kali produksi.

C.    STUDI KELAYAKAN
1.      Lokasi
Pembuatan nugget tahu ini dilakukan di Jalan Pemuda III, Rawamangun-Jakarta Timur. Lokasi ini cukup strategis karena berdekatan dengan kampus A Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, pembeli bisa datang langsung melihat-lihat proses produksi dan dapat memesan langsung.

2.      Sarana dan Prasarana
Selain menggunakan rumah produksi, kami juga memanfaatkan berbagi media soaial seperti, blog, facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan prosedur atau tata cara membuat nugget tahu.

3.      Sumber Daya Manusia
Untuk usaha awal, sumber daya manusia yang tersedia terdiri dari Sembilan orang yang bertanggung jawab sebagai manager, bendahara, penanggung jawab produksi, dan bagian pemasaran. Setiap sumber daya manusia yang kami miliki memeliki keahlian d bidangnya masing. Sehinga diharapakan dapat menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, dan mampu bersaing di pasaran.

D.    REAL BUSINESS PLAN
1. Rencana Manajemen
1.      Strategi pemasaran
Telah banyak jenis nugget yang bisa dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan, seperti pasar, departement store dan mall. Namun dari sekian banyak tempat perbelanjaan seperti itu membuat lebih banyak pilihan dan kurang real karena tidak bisa mencoba dan memadupadankan dengan selera yang sesuai dengan konsumen. Oleh sebab itu, masyarakat harus tau tentang keberadaan produk kami. Untuk itu, kami telah menyusun strategi pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai berikut:
a.       Pengembangan produk
Nugget memang telah banyak dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan. Namun kami memberikan rasa yang berbeda dan tampak lebih menarik serta lebih unik dengan bahan-bahan yang baru. Nugget tahu ini akan menambah cita rasa baru di dunia kuliner. Dengan adanya nugget tahu, diharapkan akan menambah variasi nugget baru.
b.      Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah di sekitar daerah tempat tinggal kami. Contohnya di kampus A Universitas Negeri Jakarta. Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil sampai pada tingkat yang lebih tinggi.
c.       Kegiatan promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami pada tahap awal melalui mulut ke mulut. Selanjutnya dilakukan juga promosi melalui media sosial yang kini marak di dunia maya.

2.      Strategi Produksi
Kami memproduksi nugget yang belum ada dipasaran. Kami juga memberikan pilihan bentuk nugget tahu yang menarik kepada konsumen. Kami berusaha menciptakan suatu pembaharuan di dunia makanan khususnya nugget. Proses produksi kami tidak dilakukan sewaktu-waktu saja. Namun berjalan terus menerus selama ada waktu luang.

3.      Strategi Penetapan Harga
Harga merupakan suatu variabel yang mempunyai peranan penting dalam dunia bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang kami tawarkan di sini, kami sesuaikan dengan sasaran kami yaitu para masyarkat menengah ke bawah. Harga kami sesuaikan dengan bahan dan berbagai variable lain. Kami akan mengutamakan kualitas makanan, dan tidak hanya berfokus mengambil keuntungan semata.

4.      Rencana Pengembangan Produksi
Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain:
a.       Memperluas wawasan dibidang makanan khususnya nugget
b.      Menemukan dan menciptakan cara terbaru dalam membuat nugget
c.       Memperluas berbagai cita rasa nugget
d.      Meningkatkan produksi
6.      Analisis resiko usaha dan antisipasinya

B.     Struktur Organisasi




 BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Nugget tahu merupakan suatu jenis makanan yang kami buat dengan memberikan variasi rasa dan bentuk yang unik serta baru. Produk kami ini bertujuan membantu masyarakat untuk lebih sering mengonsumsi tahu dalam sehari-hari. Karena, tahu dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker payudara, serta mencegah penuaan dini pada masyarakat. Proses pemasaran pada tahap awal kami lakukan melalui mulut ke mulut, lalu tahap selanjutnya dilakukan melalui media sosial seperti blog, facebook, twitter. Harga yang kami tetapkan cukup terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Kami juga menyediakan pelayanan pemesanan nugget.

B.     Saran
Produk kami mengutamakan kepada unsur kesehatan yang terkandung di dalamnya. Sehingga membedakan nugget yang sudah ada dipasaran dengan nugget produk kami. Oleh karena itu, keterampilan dan keahlian menjadi sangat penting dalam produksi kami.


Advertisements
Back To Top