Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian



Contoh Proposal Penelitian -
BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab ini dibahas mengenai (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, dan (3) tujuan penelitian, (4) hipotesis penelitian, (5) manfaat penelitian, (6) batasan masalah yang dipaparkan sebagai berikut.

1.1         Latar Belakang Masalah

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Penyakit ini sangat sulit untuk ditemukan obatnya, dan kebanyakan penyakit ini menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Sampai saat ini, berbagai ilmuwan dan peneliti dari penjuru dunia masih bekerja keras untuk menemukan obat untuk menanggulangi penyakit mematikan ini.
Berbagai bahan-bahan dari alam telah dicoba oleh peneliti untuk membuat obat penyembuh maupun pencegah kanker. Namun, bahan yang sesuai untuk penyakit ini susah untuk ditemukan sehingga memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam keanekaragaman hayati. Di antaranya adalah keladi tikus, temu lawak, temu putih, dan lainnya. Menurut informasi yang beredar di masyarakat, salah satu bahan yang dapat menjadi alternatif obat kanker adalah daun buah sirsak. Daun buah sirsak dikatakan dapat menjadi obat kanker karena memiliki kandungan yang dapat digunakan sebagai obat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.
Oleh karena itu, penulis berusaha untuk mencoba membedah dan merangkum apa saja kandungan dalam daun buah sirsak untuk menyimpulkan bisa atau tidaknya daun buah sirsak dijadikan sebagai obat kanker.

http://www.jatikom.com/2016/03/contoh-proposal-penelitian.html
1.2         Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam proposal penelitian ini dipaparkan sebagai berikut.
(1)          Apa yang dimaksud dengan kanker?
(2)          Apa saja kandungan dalam daun buah sirsak?
(3)          Apa saja manfaat dari daun buah sirsak?
(4)          Mengapa daun buah sirsak dapat menjadi obat penyakit kanker?
(5)          Bagaimana cara untuk mengonsumsi daun buah sirsak sebagai obat?



1.3         Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan proposal penelitian ini dipaparkan sebagai berikut.
(1)          Untuk mendeskripsikan penyakit kanker.
(2)          Untuk memaparkan kandungan dalam daun buah sirsak, sehingga dapat dikatakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan obat-obatan untuk beberapa penyakit.
(3)          Untuk menjelaskan manfaat dari daun buah sirsak, berdasarkan zat-zat yang terkandung di dalam daun buah sirsak tersebut.
(4)          Untuk menjelaskan daun buah sirsak dapat dikategorikan menjadi obat penyakit kanker.
(5)          Untuk memaparkan cara mengonsumsi daun buah sirsak sebagai obat.


1.4         Hipotesis Penelitian

(1)          Kanker adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang menyerang jaringan tubuh manusia.
(2)          Daun buah sirsak mengandung zat-zat antioksidan dan imun atau kekebalan tubuh.
(3)          Manfaat dari daun sirsak antara lain dapat digunakan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh.
(4)          Karena daun sirsak mengandung antioksidan yang dapat menangkal kanker serta mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh.
(5)          Dengan cara merebus daun buah sirsak lalu mengambil hasil rebusan dan meminumnya.


1.5         Manfaat Penelitian

Manfaat yang ingin diambil dari penulisan proposal penelitian ini adalah untuk memastikan benar atau tidaknya daun buah sirsak dapat dijadikan sebagai obat kanker. Selain itu juga untuk membantu dunia medis dan penderita kanker agar dapat mengetahui bahwa daun buah sirsak bisa menjadi alternatif pengobatan kanker dan membantu mengurangi penderita penyakit kanker di dunia.


1.6         Batasan Masalah

Buah sirsak merupakan buah yang telah terkenal khasiatnya di bidang kesehatan. Kandungan gizi dalam buahnya membantu manusia untuk menjaga kesehatannya dengan digunakan sebagai obat dan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bahwa tidak hanya buahnya saja yang bermanfaat di dunia kesehatan namun daun dari buah sirsak tersebut juga bermanfaat di dunia kesehatan terutama untuk menangani penyakit kanker.
Dalam proposal penelitian ini, penulis akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari daun buah sirsak serta kandungan yang terdapat di dalam daun buah sirsak tersebut. Selain itu, juga mengungkap alasan kenapa daun buah sirsak dapat dijadikan sebagai obat penyakit kanker.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Tinjauan pustaka menyajikan tentang (1) kanker, (2) kandungan daun buah sirsak, (3) manfaat daun buah sirsak, (4) daun buah sirsak sebagai obat kanker, (5) cara mengonsumsi daun buah sirsak sebagai obat kanker yang akan dipaparkan sebagai berikut.


2.1         Kanker

Kanker atau puru ayal atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak terkendali atau pembelahan sel melebihi batas normal, menyerang jaringan biologis di dekatnya, dan bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik disebut dengan metastasis, (Anonim, 2014).
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.
Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker.
Pada pria dewasa di Amerika Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker), kanker paru-paru(13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%), (Jemal, A, 2005).
Menurut Jemal, A (2005:55), untuk dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).
Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat. Pada tanaman, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertentu. Pola invasi kanker tanaman dan kanker pada manusia sangat berbeda. Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Biasanya kanker disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.


2.2         Kandungan Daun Buah Sirsak

Hingga saat ini bentuk penanganan bagi penyakit kanker ini baru sebatas riset kanker guna menemukan terapi yang tepat. Terapi untuk penyakit ini cukup susah untuk ditemukan. Untuk menemukan terapi yang tepat, dibutuhkan banyak penelitian dengan berbagai jenis bahan. Keanekaragaman hayati di Indonesia sangat menjanjikan bagi penelitian kanker ini.
Salah satu tanaman yang termasuk dalam keanekaragaman hayati di Indonesia adalah buah sirsak. Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian Betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembnag). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindi Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda ‘Zuurzak’ yang berarti kantung yang asam.
Tanaman ini ditanam secara komersial atau sambilan untuk diambil buahnya. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut.
Buah sirsak bukan buah sejati, yang ukurannya cukup besar hingga 20-30cm dengan berat mencapai 2,5 kg. Yang dinamakan "buah" sebenarnya adalah kumpulan buah-buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini sering digunakan untuk bahan baku jus minuman serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Bijinya beracun, dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, sebagaimana biji srikaya.
Buah sirsak memang menawarkan berbagai kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai dari buahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah banyak diketahui bahwa buah sirsak banyak mengandung vitamin C, kandungan serat dan nutrisi penting lainnya banyak terkandung dalam buah yang banyak ditemui di negara Tropis ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai pohon sirsak yang banyak. Tapi ternyata pemanfaatannya hanya sebatas pada buahnya saja, ini karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat daun sirsak.
Daun sirsak ternyata mengandung banyak manfaat untuk bahan pengobatan herbal, dan untuk menjaga kondisi tubuh. Dibalik manfaatnya ternyata tak lepas dari kandungannya yang banyak mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetrinon, muricapentoncin. Kandungan senyawa ini merupakan senyawa yang banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, bisa sebagai obat penyakit atau untuk meningkatkan kekebalan tubuh.


2.3         Manfaat Daun Buah Sirsak

Manfaat daun sirsak ternyata 10.000 kali lebih kuat kandungan dan kemampuannya dari kemoterapi dalam mengobati kanker. Ini berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, pada masyarakat kuno daun sirsak sudah diketahui manfaatnya dan banyak digunakan untuk mengobati penyakit. Sekitar tahun 1965, berbagai studi para ilmuwan membuktikan ekstrak daun sirsak memiliki khasiat yang lebih baik dari kemoterapi, bahkan ekstrak tersebut bisa memperlambat pertumbuhan kanker. Pada tahun 1976, National Cancer Institute telah melakukan penelitian ilmiah dan hasilnya menyatakan batang dan daun sirsak efektif menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Ini karena kandungannya yang sangat tinggi senyawa proaktif bagi tubuh, ini jarang ditemukan pada buah lainnya.
Negeri Ginseng Korea juga tak kalah dalam masalah penelitian, setelah melakukan penelitian mereka menemukan bahwa ada satu senyawa kimia yang berperan selektif membunuh sel kanker usus besar serta 10.000 kali lebih berpotensi sebagai obat kemoterapi yang ditemukan dalam sirsak. Namun dibalik khasiatnya itu ternyata senyawa ini selektif memilih sel target kanker sehingga tidak merusak sel-sel yang sehat.
Manfaat daun sirsak telah diteliti juga baru-baru ini dalam sebuah studi, bahwa daun pohon sirsak sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru. Hasil penelitian ini ternyata sudah disimpan selama bertahun-tahun sejak zaman dulu, tapi banyak orang yang tidak mengetahuinya, entah karena faktor apa. Bahkan berdasarkan 20 tes laboratorium tentang manfaat daun sirsak yang dilakukan sejak tahun 1970 menunjukkan hasil yang luar biasa, daun sirsak memiliki khasiat yang sangat baik, seperti:
(1)          Menyerang sel-sel kanker secara efektif karena tidak membahayakan sel yang sehat, serta tidak menyebabkan rasa mual ekstrim, kehilangan berat badan dan rambut rontok.
(2)          Daun sirsak memiliki target yang efektif dan bisa membunuh sel-sel ganas bagi 12 jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan kanker pankreas.
(3)          Mampu meningkatkan energi di dalam tubuh.
(4)          Menambah stamina dan fitness.
(5)          Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menghindari infeksi yang mematikan.
(6)          Mampu mencegah radikal bebas, dan masih banyak lagi khasiat lainnya.
Daun sirsak telah dimanfaatkan oleh dunia medis sejak lama karena banyaknya manfaat yang bisa diambil dari daun buah sirsak ini. Menurut Gunawan (2014), beberapa manfaat daun sirsak yang bisa diambil untuk kesehatan tubuh antara lain.
(1)          Menghambat mutasi gen, pertumbuhan bakteri, perkembangan virus, perkembangan parasit, dan pertumbuhan tumor.
(2)          Menurunkan kadar gula, demam, dan tekanan darah tinggi.
(3)          Membantu menguatkan syaraf, meningkatkan produksi asi pada ibu hamil, melebarkan pembuluh darah, menyehatkan jantung, meredakan nyeri, mengurangi stres, serta merileksasi otot.
(4)          Menguatkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan.
(5)          Dapat menekan peradangan.
(6)          Membunuh cacing parasit dan sebagai anti kejang.



2.4         Daun Buah Sirsak Sebagai Obat Kanker
Daun buah sirsak berguna untuk melawan kanker karena di dalam daun sirsak banyak terkandung zat aktif di mana salah satunya bersifat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker. Daun sirsak juga dapat menaikkan sistem imun tubuh serta mengurangi efek yang ditimbulkan dari penyakit kanker pada tubuh.
Salah satu kandungan dalam daun buah sirsak yang berguna untuk melawan kanker dikarenakan senyawa aktifnya yaitu acetogenins. Acetogenins hanya menyerang sel kanker dengan menghambat ATP (Adenonsina Trifosfat) yang memberi energi pada sel kanker. Dampaknya, mitosis atau pembelahan sel kanker terhambat. Sel kanker membelah sangat cepat yakni setiap 2-5 jam, sedangkan sel normal 7-14 hari. Pembelahan cepat memerlukan energi besar dari ATP. Jika pasokan energi berkurang akibat ATP terhambat, maka aktivitas sel kanker melamban dan terjadi apoptosis alias program bunuh diri sel. Acetogenins dalam daun sirsak mengendalikan mitokondria yang berlebihan. Bila mitokondria normal, maka pertumbuhan sel kanker dapat terkendali, (Magdalena, 2006).


2.5         Cara Mengonsumsi Daun Buah Sirsak Sebagai Obat Kanker
Cara untuk bisa mendapatkan manfaat dari daun buah sirsak ini sangat mudah. Dapat dilakukan secara tradisional dengan merebus daun buah sirsak tersebut maupun dengan cara modern yaitu dengan mengambil ekstrak dari daun. Manfaatnya akan terasa apabila dikonsumsi secara rutin dan teratur.
Bagian tanaman sirsak yang digunakan untuk membuat ramuan daun sirsak dan menumpas kanker adalah daunnya. Caranya adalah dengan merebus 21 helai daun sirsak dengan 3 gelas air kemudian mengonsumsinya dua kali sehari, yaitu dapat  mengobati maag dan ambeien. Caranya hanya cukup mengonsumsi buah sirsak sebanyak 1 buah pada pagi dan sore hari, (Wahyudi, 2008).
Sudah banyak orang yang membuktikan keampuhan ramuan daun sirsak. Seorang wanita yang berdomisili di Jakarta, didiagnosis menderita kanker payudara stadium II. Dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi. Spontan wanita ini menolak. Dan ia mendapat informasi berharga bahwa daun sirsak dapat mengatasi masalah kanker payudaranya. Usahanya pun membuahkan hasil. Dengan mengonsumsi rebusan daun sirsak dan melakukan hipnoterapi selama dua bulan, sakit di payudaranya berangsur-angsur menghilang. Sudah sembuh sekitar 60-70%,tinggal memasuki masa pemulihan payudara yang kulitnya masih berkerut seperti kulit jeruk.
Kadang pasien yang memiliki uang lebih memilih melakukan pengobatan kemoterapi untuk mengatasi penyakit kankernya ketimbang meminum ramuan daun sirsak, karena konon lebih ilmiah walaupun sangat sakit dan menderita dan mereka mampu membayar mahal. Tapi bagi rakyat kecil yang tidak mampu membayar biaya pengobatan yang mahal, kini ada alternatif pengobatan yang tidak ada ruginya dicoba selain murah juga mudah di dapat. Dosis yang pernah dicoba adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua, direbus dengan 3 gelas air (600 cc) dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah dingin, lalu disaring dan diminum setiap pagi, ada beberapa pasien yang minum pagi dan sore.
Efeknya perut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras. Perlu diingat bahwa obat herbal ini tidak ‘ces-pleng’ artinya setelah diminum rutin selama 3-4 minggu efeknya baru kelihatan. Kondisi pasien membaik, bisa beraktivitas kembali, dan setelah diperiksa lab/dokter ternyata sel-sel kankernya mengering, sementara sel-sel lain yang tumbuh (rambut, kuku, dll) sama sekali tidak terganggu.
Di internet sudah banyak testimoni tentang para pasien yang mencoba pengobatan alternatif ini. Selain itu, sudah ada beberapa perusahaan yang menjual obat Graviola ini dalam bentuk kapsul, sehingga lebih mudah dan praktis dipakai.
Untuk pencegahan kanker disarankan makan atau minum jus buah sirsak. Untuk penyembuhan disarankan :
1.      Rebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja
2.      Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


Metodologi penelitian  akan membahas tentang, (1) waktu dan tempat penelitian,(2) desain/rancangan penelitian, (3) populasi, sampel,  dan teknik sampling, (4) variabel penelitian, (5) pengumpulan data dan teknik analisis data, (6) keterbatasan penelitian yang akan dipaparkan sebagai berikut.


3.1         Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian mulai tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 30 April 2015. Penelitian akan dilakukan di Jl. Gajayana, No. 50 Malang, tempatnya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan fasilitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Farmasi berupa Laboratorium Kimia.


3.2         Desain/Rancangan Penelitian

Penelitian akan dilakukan dengan penelitian kandungan kimia di dalam daun buah sirsak. Akan dilakukan percobaan terhadap daun buah sirsak untuk menemukan kandungan kimianya lalu diteliti apakah kandungan di dalam daun buah sirsak dapat melawan sel kanker.


3.3         Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

Daun buah sirsak yang ada di sekitar lingkungan peneliti akan menjadi populasi penelitian. Sampel penelitian adalah daun buah sirsak. Teknik sampling adalah dengan mengambil secara sak daun buah sirsak yang akan digunakan dalam penelitian.



3.4         Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah data dari hasil penelitian kandungan zat kimia pada daun buah sirsak.


3.5         Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data

Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian laboratorium terhadap kandungan kimia di dalam daun buah sirsak. Teknik analisis data akan dilakukan dengan konfirmasi tentang kandungan zat kimia di dalam daun buah sirsak bisa atau tidak dapat menjadi obat kanker.


3.6         Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ada pada sampel yang cukup susah dicari. Selain itu, waktu yang tepat untuk bisa memakai laboratorium kimia Jurusan Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang juga mengalami kendala. Untuk melakukan penelitian dan analisa data juga memerlukan waktu yang cukup lama.


JADWAL KEGIATAN PENELITIAN


Waktu pelaksanaan penelitian mulai tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 30 April 2015. Penelitian akan dilakukan di Jl. Gajayana, No. 50 Malang, tempatnya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan fasilitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Farmasi berupa Laboratorium Kimia. Jadwal Kegiatan Penulisan Hasil Penelitian Manfaat Daun Buah Sirsak Sebagai Obat Kanker meliputi (1) penyusunan proposal penelitian, (2) pengumpulan data, (3) analisis data, (4) penyusunan laboran yang akan dipaparkan sebagai berikut.

Jadwal Kegiatan Penulisan Hasil Penelitian Manfaat Daun Buah Sirsak Sebagai Obat Kanker
Kegiatan
Tahun 2015
Januari
Februari
Maret
April
Penyusunan Proposal Penelitian
V
Pengumpulan Data
V
Analisis Data
V
Penyusunan Laporan
V

PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian karya ilmiah untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) pada Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, maka semua biaya ditanggung oleh penulis. Rincian biaya akan dipaparkan sebagai berikut.


Rincian Biaya Penelitian Manfaat Daun Buah Sirsak Sebagai Obat Kanker
Jenis Bahan dan Alat Penelitian
Biaya yang Diperlukan
Pembelian Bahan Kimia
Rp 750.000,-
Sewa Alat di Laboratorium
Rp 1.500.000,-
Pembelian Alat Tulis
Rp 150.000,-
Biaya Pembuatan Skripsi
Rp 250.000,-
Biaya Penggandaan Skripsi
Rp 150.000,-
Biaya Perjalanan
Rp 250.000,-
Total
Rp 3.050.000,-

 DAFTAR PUSTAKA


Anonim,  Kanker: wikipedia diakses pada 10 Desember 2014 pukul 12:46 WIB
Jatikom,  Kandungan Kimia dan Manfaat Daun Sirsak: http://www.jatikom.com diakses pada 10 Desember 2014 pukul 16.06 WIB
Jemal A, Murray T, Ward E, Samuels A, Tiwari RC, Ghafoor A, Feuer EJ, Thun MJ. Cancer statistics, 2005. CA Cancer J Clin 2005;55:10-30.
Magdalena, Maureen M., 2006. Kombinasikan Khasiat Daun Sirsak untuk Kanker. Solo: Deherba Press
Wahyudi. 2008. Khasiat Daun Sirsak Untuk Kanker. Semarang: TOGA Press
Advertisements
Back To Top