Makalah Hakekat kemauan,hasrat, dan motif perkembanganya

Makalah Hakekat kemauan,hasrat, dan motif perkembanganya



Makalah Hakekat kemauan,hasrat, dan motif perkembanganya -BAB I PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Belajar Psikologi merupakan langkah untuk kita bisa memahami tentang kondisi jiwa seseorang baik sikap maupun tingkah laku, supaya kita bisa memahami pola dan tingkah laku seseorang agar kita lebih berskap hati-hati dalam bertindak.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia pasti mempunyai kemauan atau hasrat, kemauan tersebut ada yang positif dan ada pula yang negatif tergantung dari tingkat keimanan kita, karena hanya diri kita sendiri yang melakukan dan merasakan kemauan maupun hasrat tersebut.
Dalam makalah ini mari kita belajar dan mengupas secara tajam tentang hakekat kemauan,hakekat hasrat dan juga hakekat motif dan perkembanganya, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.
B.Rumusan masalah
a.apa yang dimaksud dengan hakekat kemauan?
b.apa yang dimaksud dengan hakekat hasrat?
c.apa yang dimaksud hakekat motif dan perkembanganya?


C.Tujuan
1.      Memenuhi tugas psikologi
2.      Bisa belajar tentang psikologi
3.      Dapat mengetahui tentang hakekat kemauan,hakekat hasrat dan hakekat motif dan perkembanganya




(1)

BAB II
PEMBAHASAN
A.HAKEKAT KEMAUAN
Kemauan adalah bukan aktifitas ataupun usaha kejiawaan, kemauan yang juga disebut kehendak,kekuatan. Dapat diartikan sebagai kekuatan untuk memilih suatu tujuan yang merupakan pilihan diantara berbagai tujuan yang bertentangan.
Tujuan adalah titik sasaran dari dari pengarahan yang perfektif atau kondisi akhir dari gerakan yang mengikuti suatu arah. Pemilihan realisasi tujuan memerlukan suatu kekuatan disebut kemauan.
Kemauan itu bukan keinginan, orang yang ingin belum tentu mau, dan sebaliknya orang yang mau belum tentu ingin, menurut Augustine, kemauan merupaka pengendali dari keinginan kemauan tidak selamanya bebas, kemauan dapat bekerja , baik secara paksaan maupun keinginan sendiri kemauan yang bebas adalah kemauan yang sesuai dengan keinginan sendiri. Sedangkan kemauan yang terikat adalah kemauan yang ditimbulkan oleh kondisi kebutuhan yang terbatasi oleh norma sosial ataupun kondisi lingkungan.
Kekuatan kemauan beraksi apabila dipandan adanya usaha memenuhi kebutuhan bila ditekankan pada kepentingan pribadi maka kemauan mengaktualisasikan diri sebagai kekuatan yang mendorong perbuatan mencapai tujuan. Bila ditekankan pada segi lainya maka kemauan mengaktualisasikan diri sebagai kekuatan yang menaik kekuatan mencapai tujuan. Kekuatan kemauan dapat diterangkan berupa dorongan-dorongan pemilihan  yang dilatar belakangi oleh nilai-nilai kebutuhan-kebutuhan pengetahuan,ketrampilan,sikap dan bahkan kebiasaan yang dimiliki oleh pribadi dengan perkataan lain kuat atau lemahnya kemauan seseorang dilatarbelakangi oleh pengalaman atau hasil belajarnya.
Oleh karena itu, kemauan kecerdasarkan hasil belajar maka pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam mengendalikan kemauan anak didik untuk belajar lebih lanjut. Untuk itu hendaknya mampu memberikan pengalaman belajar  sedemikian rupa, sehingga pengalaman itu memperkuat kemauan anak didik untuk belajar lebih lanjut.
          1.Ciri-ciri kemuan
·         Gejala Kemauan merupakan dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
·         Gejala Kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan. Kemauan mendorong timbulnya perhatian dan minat, serta merndorong gerak aktifitas kearah tercapainya tujuan.
·         Gejala Kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang didasarkan atas pertimbangan, baik pertimbangan akal atau  (2)


pikiran, yang menentukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun pertimbangan perasaan yang menentukan baik buruknya atau halus tidaknya perbuatan kemauan.

·         Dalam Kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikir dan perasaan saja, melainkan seluruh pribadi memberikan pertimbangan, memberikan pengaruh dan memberikan corak pada perbuatan kemauan.
·         Pada perbuatan kemauan bukanlah tindakan yang bersifat kebetulan, melinkan tindakan yang di sengaja dan terarah pada tercapainya suatu tujuan.
·         Kemuan menjadi pemersatu dari semua tingkah laku manusia dan mengkoordinasikan segenap fungsi kejiwaan menjadi bentuk kerjasama yang supel harmonis.
          2. Momen-momen yang muncul dalam kemauan
1.      Momen "rangsang-rangsang" atau saat penerimaan pada saat ini individu menerima kesan-kesan dengan melalui proses pengindraan yang kuat, disertai dengan gerakan-gerakan misalnya mengerutkan kening, tangan dikepal-kepalkan, meleletkan lidah dll.
2.      Momen Objektif; pada saat ini individu menyadari akan peristiwa dalam psikisnya, kesadaran yang menimbulkan gambaran ke arah yang akan dituju.
3.      Momen Aktul; pada saat ini individu menyadari benar, bahwa dirinya sedang mengarahkan pikirannya terhadap perbuatan yang akan dilakukan.
4.      Momen Subjektif; pada saat ini individu menyadari benar tentang arah tujuannya, sehingga terbentuk kemauan yang sesungguhnya. Inilah saat individu mengambil keputus
        3. Hal-hal yang mempengaruhi kemuan:

    Keadaan Fisik: adalah pengaruh yang berhubungan dengan kondisi jasmani, yakni; sanggup tidaknya, kuat tidaknya untuk melaksankan keputusan kemauan.
    Keadaan materi: yaitu bahan-bahan, syarat-syarat dan alat-alat yang digunakan untuk melaksankn keputusan kemauan.

(3)

B.HAKEKAT HASRAT
            Hasrat merupakan tenaga-tenaga yang menjelma didalam kelakuan atau perbuatan manusia . tenaga-tenaga atau daya – daya itu disebut konari,kehendak atau hasrat. Tenaga-tenaga yang kita rangkumkan dalam istilah konasi itu disebut dengan suatu tenaga , sesuatu kekuatan yang mendorong kita supaya bergerak dan berbuat sesuatu.
1.Ciri-ciri hasrat
   a.  Hasrat merupakan “motor” penggerak perbuatan dan kelakuan manusia
  b.Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu,baik positif maupun negatif. Positif                berarti mencapai barang sesuatu yang dianggap berharga atau berguna baginya . sedangkan negatif berarti menghindari sesuatu yang dianggap tidak mempunyai harga/guna baginya.
    c .Hasrat selamanya tidak terpisah dari gejala mengenal (kognisi) dan perasaan (emosi)
   d .Hasrat diarahkan pada penyelenggaraan suatu tujuan, maka didalam hasrat terdapat bibit-bibit penjelmaan kegiatan.
2.Pembagian gejala hasrat
            Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat gerak-gerik pada tumbuh-tumbuhan,binatang dan manusia. Gerak-gerik pada binatang dan tumbuhan tidak mengalami perubahan. Sedang gerak-gerik pada manusia mempunyai bermacam-macam bentuk dan tingkatanya.
A.    HASRAT YANG BERPUSAT PADA KEJASMANIAN
1.      Tropisme
Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak suatu arah tertentu
gejala tropisme terdapat pada barang-barang tingkat vegetatif (tumbuh-tumbuhan) dan binatang. Misalnya, bunga menghadap mengarah kesinar matahari,laron terbang menyongsong sinar dan sebagainya. Tropisme terjadi kalau mendapat perangsang dari luar semata-mata, jadi tidak ada pendorong dari dalam untuk tujuan tertentu.
(4)
            Dengan adanyajenis perangsang ang berbeda , maka trapisme dapat dibedakan menurut jenis perangsangnya, antara lain:                       

a)      Foto-tropisme (fotos=cahaya). Yaitu tropisme yang timbul karena adanya perangsang cahaya menurut geraknya, fototropisme dibedakan atas

Ø  Foto tropisme positif yaitu gerak mengarah cahaya, misalnya tunbuhan mengarah sinar matahari, laron mengarah pada cahaya lampu.
Ø  Fototropisme negatif yaitu bergerak menghindari cahaya. Misalnya jenis ikan laut tertentu yang selalu menjauhi sinar
b)      Helio-tropisme (helios=matahari)
Ø  Helio tropisme positif yaitu bergerak mengarah matahari misalnya bunga matahari
Ø  Heliotropirme negatif yaitu bergerak menghindari matahari misalnya kelelawar
       2.Refleks
                        Refleks adalah gerak reaksi yang tidak didasari terhadap perangsang. Reflek ini berhubungan gejala hasrat yang rendah tingkatanya, maka refleks hanya boleh dikatakan gerak refleks ,bukan perbuatan refleks.
a)      Ciri-ciri refleks
1.      Pada gerak reflek terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
2.      Gerak refleks berlangsung diluar kesadaran (tidak disadari).
3.      Gerak refleks bersifat mekanis (bergerak dengan sendirinya) dan tidak mempunyai tujuan tertentu.
4.      Sangat terikat oleh perangsang tertentu , boleh dikatakan bahwa setiap jenis perangasang tertentu menimbulkan gerak refleks tertentu.
5.      Tidak terhubung dengan pusat susunan saraf dan bertalian dengan susunan saraf , yakni sumsum tulang belakang.
6.      Gerak refleks merupakan cara bertindak
b)       Proses terjadinya gerak refleks
Gerak refkels adalah gerak diluar kesadaran ,jadi reaksi-reaksi yang ditimbulkan tidak bersumber pada pusat susunan saraf (otak) tanpa suatu (5)
pertimbangan . proses terjadinya  gerak refleks : perangsang panca indra-sel-sel saraf sensoris –urat saraf motoris-reaksi.            

1.macam-macam reaksi
              a.refkeks bawaan : yakni refleks yang dibawa sejak lahir, disebut juga refleks   sewajarnya. Refleks ini merupakan suatu cara tertentu untuk bertindak yang dibawa sejak lahir , berfungsi menjamin hidupnya makhluk yang baru lahir yang harus menyesuaikan diri dengan lingkunganya.                  
             b. refleks latihan yaitu refleks yang diperoleh dari pengalaman. Refleks ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan hasil dari pada pengalaman dan perbuatan yang selalu di ulang . misalnya kecakapan mengendarai sepeda, ketrampilan nyetir mobil.
            c.refleks bersyarat (conditioned reflex)
Refleks ini tidak bergantung pada perangsang alam yang asli, tapi timbul karena rangsang lain yang ber asosiasi dengan rangsang alam tersebut , supaya timbul asosiasi dengan perangsang lain perlu adanya suatu perantara yang disebut syarat.
2.       Instink
Yaitu kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan dorongan-dorongan nafsu dan dorongan-dorongan lain. Disebut insting. Instink ini terjadi dan terdapat pada hewan dan juga pada manusia. Namun, fungsi perananya tidak sama.
a) Ciri-ciri insting
1) Insting lebih majemuk dari pada refleks.
2) Instink merupakan kemampuan untuk bergerak pada suatu tujuan dengan tidak memerlukan latiahan terlebih dahulu.
3) Gerak instinktif merupakan pembawaan, kemampuan alami yang dibawa sejak lahir, jadi bukan kecakaapan yang diperoleh dari pengalaman dan latihan.
4) Gerak instinktif berjalan secara mekanis (berjalan dengan sendirinya), berjalan tanpa menggunakan kesadaran dan pertimbangan.                                                  (6)
5) Instink sedikit banyak dapat dilatih atau diubah, disesuaikan dengan keadan-keadaan tertentu


6) Gerak instinktif berakar pada dorongan nafsu dan dorongan lain untuk mendapatkan kepuasan.
7) Gerak instinktif pada hewan sejak lahir tetap, tidak berubah, sedangka instink pada manusia berubah.


b) Macam-macam insting
Instink merupakan dorongan alami untuk berbuat tertentu demi tercapainya tujuan.
1) Dorongan untuk mempertahankan diri
2) Dorongan untuk mempertahankan jenis
3) Dorongan untuk mengmbangkan diri
Instink pada manusia
- Manusia mempunyai dorongan instink, tetapi perbuatan dan hidup manusia tidak dikuasai oleh doronga instink.
- Pada suatu kesempatan instink masih berfungsi, namun demikian pernyataan dorongan instink tersebut sudah dalam bentuk perbuatan yang dipengaruhi oleh batin manusia.

e. Kebiasaan
Gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya disebut kebiasaan
f. Nafsu
Dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan member kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu, disebut nafsu.                                                                                  (7)
a. Macam-macam nafsu
- Nafsu individu (perseorangan)
- Nafsu sosial (kemasyarakatan)                                             
b. Hubungan nafsu dengan persaaan
Perasaan yang hebat dapat menimbulkan bergeraknya suatu nafsu dan sebaliknya kadang-kadang nafsu kadang bisa menimbulkan perasaan yang hebat, dan adakalanya kemampuan berfikir dikesampingkan
c. Nafsu dan pendidikan


g. Keinginan
Nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu disebut dengan keinginan.

       h. Kecendrungan
Kinginan-keinginan yang sering munculaatu timbul disebut kecendrungan.
Kecendrungan dapat dibedakan menjadibeberapa golongan :
- Kecendrunag vital (hayat)
- Kecendrungan perseorangan
- Kecendrungan sosial
- Kecendrungan abstark

i. Hawa nafsu
Kecendrungan atau keinginan yang sangat kuat dan memndesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang disebut hawa nafsu.



(8)

B.HAKEKAT MOTIF DAN PERKEMBANGANYA
Motif adalah sesuatu yang orang pikirkan dan inginkan yang menyebabkan sesuatu. Contohnya, orang  yang termotivasi dengan prestasi akan mengatasi segala hambatan untuk mencapai tujuan, dan bertanggung jawab melaksanakan, Dorongan yang datang dari dalam dirinya untuk berbuat itu namanya motif. Karna itu motif diartikan sebagai suatu kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang menyebabkan organisme itu bertindak atau berbuat. Namun demikian, ada pula perbuatan yang tidak di dorong oleh motif, di mana perbuatan itu berlangsung secara otomatik. Perbuatan organisme itu dapat dibedakan: perbuatan yang refleksi dan perbuatan yang di sadari.
1)      Perbuatan yang refleksif, yaitu perbuatan yang terjadi tanpa disadarioleh individu yang bersangkutan. Dengan demikian reaksi refleksif dapat digambarkan sebagai berikut:
Stimulus à reseptor à efektor à respons
2)      Perbuatan yang disadari, yaitu perbuatan organisme atas dasar adanya motif dari individu yang bersangkutan. Jalan yang ditempuh stimulus sampai terjadinya reaksi ialah:
Stimulusàreseptorà pusatàefektor à respons
2.      Perkembangan Motif
Perkembangan ini berhubungan dengan masalah kematangan(maturation), latihan,dan proses belajar. Berhubungan dengan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa sewaktu inidividu dilahirkan telah membawa dorongan-dorongan atau motip-motip tertentu terutama motip yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu sebagai organisme. Ada motif alami(natural) yang merupakan
(9)

                                   motif dasar yang ada pada individu, dan ada motif yang diperoleh melalui pengalaman proses belajar, yaitu merupakan motif yang dipelajari (lernedsmotives). Motif dasar merupakan motif yang erat seakli hubungannya dengan motif untuk minum,motif untuk mencari udara segar, motif seksual. Tetapi dengan perkembangan individu, motif dasar akan mengalami perubahan, sesuai dengan keadaan norma-norma yang ada
3.      Macam-Macam Motif
Menurut Woodworth dan Marquis motif dibedakan menjadi
1.      Motif yang berhubungan dengan kebutuhan kejasmanian (organicneeds) yaitu merupakan motif yang berhubungan dengan kelangsungan individu atau organisme,misalnya motif minum,makan,kebutuhan pernapasan,seks,kebutuhan beristirahat.
2.      Motif darurat(emergenci motives) yaitu merupakan motif untuk tindakan-tindakan dengan segera karena keadaan sekitar menuntutnya,misalnya motif melepaskan diri dari bahaya, motif melawan, motif untuk mengatasi rintangan-rintangan, dan motif untuk bersaing.
3.      Motif objektif(objektive motives) yaitu merupakan motif untuk mengadakan hubungan dengan keadaan sekitarnya baik terhadap orang-orang, atau benda-benda,misalnya motof explorasi, motif manupulasi.





(10)
            Macam-macam motif pada beberapa kemungkinan respons yang dapat diambil, yaitu
1.      Pemilihan atau penolakan
Dalam menghadapi bermacam- macam motif individu dapat dapat
mengambil pemilihan  yang tegas. Dalam keadaan yang tegas individu harus memberikan salah satu respons ( pemilihan atau penolakan) dari beberapa objek atau situasi yang dihadapi.
2.      Kompromi
Jika idividu mengadapi dua macam objek atau situasi,  adanya kemungkinan individu dapat mengambil respons yang bersipat kompromis yaitu menggabungkan dua macam objek tersebut. Tetapi tidak semua objek atau situasi dapat direspons atau keputusan yang kompromis.
3.      Meragu-ragukan atau bimbang
Jika individu diharuskan mengadakan pemilihan atau penolakan diantara dua objek atau hal yang buruk maka timbul kebimbangan atau keragu-raguan pada individu. Rasa ingin mengambil atau melepaskan sesuatu,kebingungan terjadi karena masing-masing objek mempunyai nilai-nilai yang positipatau pun yang negatif,keduanya  mempunyai segi yang menguntungkan atau merugikan.
Kebimbangan atau keraguan umumnya tidak menyenangkan bagi individu,ada hambatan atau gangguan.  Adanya anggapan  suatu keputusan akan lebih baik dari pada tidak ada keputusan .


(11)
Sumber:
·         buku pengantar psikologi umum karya drs h. ahmad fauzi cv pustaka setia bandung tahun 1999.
·         Buku psikologi umumkaryadrs abu ahmadi-drs. M. umar m.a tahun 2004
·         http://www.jatikom.com


Advertisements
Back To Top