Hak-hak Anak Usia Dini

Hak-hak Anak Usia Dini


Hak-hak Anak Usia Dini -Anak adalah sosok yang luar biasa dan menakjubkan. Anak merupakan benih masa depan atau investasi, juga penuh potensi apalagi jika berada pada rentang usia dini dimana kapasitas untuk berkembang sangatlah dahsyat. Kondisi ini sering disebut dengan golden age atau usia emas perkembangan anak. Pertanyaan yang muncul adalah apakah hak-hak anak itu dijamin sejak usia dini? Pada post sebelumnya telah dibahas tentang Hakikat Hak Anak. Dan sekarang kita akan membahas tentang Hak-hak Anak Usia Dini.

Secara substansial, hak anak usia dini dengan usia lainnya adalah sama. Yang berbeda adalah tindak lanjut dan cara mmemfasilitasinya. Hal ini karena suatu upaya tindak lanjut dan cara memfasilitasi suatu hak harus berdasarkan pertimbangan objektif dari subjek yang dimaksudkan. Agar pemahaman tentang hak-hak anak usia dini beserta implikasinya menjadi lebih terfokus, mari kita bahas satu persatu dengan mengacu kepada hak-hak sebagaimana yang sudah disimpulkan sebelumnya;


1. Anak Usia Dini Behak untuk Dilahirkan, memiliki Nama dan Kewarganegaraan
Tidak ada seorangpun boleh dihalangi untuk lahir ke dunia secara selamat, lancar dan diberi nama. Seseorang yang baru lahir secara legal membutuhkan pengakuan sebagai bagian dari warga negara yang baru tiba dari dunia yang berbeda. Untuk itu anak yang baru lahir berhak mendapatkan kewarganegaraan sehingga secara hukum memiliki kesetaraan dengan warga negara lainnya.

2. Anak Usia Dini Berhak untuk Memiliki Keluarga yang Menyayangi dan Mengasihi
Kenapa anak usia dini berhak untuk memiliki keluarga yang menyayangi dan mengasihi? karena pada saat usia dini merupakan fase pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Dan agar pertumbuhan dan perkembangannya mencapai kematangan yang optimal, maka anak harus difasilitasi dengan rasa kasih sayang yang tulus. Disamping dia akan merasa bahagia, dia juga akan menjadi generasi yang berakhlak dan bermoral lebih baik. Keyakinan tersebut diperkuat oleh pesan Dorothy Law Nolte yang berbunyi;
Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan..
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang..
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas..
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya..
Jika anak dikelilingi olok olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu..
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah..
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar..
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri..
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai..
Jika anak diterime oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi..
Jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran..
Jika anak ditimang tanpa pilih kasih, ia akan terbiasa melihat keadilan..
Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian..
3. Anak Usia Dini Berhak untuk Hidup dalam Komunitas yang Aman, Damai, dan Lingkungan yang Sehat.
Diantara kondisi yang dapat mengantarkan anak-anak usia dini dapat berkembang dengan baik adalah tersedianya komunitas yang aman, damai dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu kondisi komunitas tersebut merupakan bagian hak dasar anak usia dini dalam mengembangkan dirinya. Lalu bagaimanakah kriteria komunitas yang aman, damai dan sehat? Terdapat beberapa hal yang menjadi ciri-cirinya, yaitu;
  1. Komunitas dan lingkungan tersebut menerima sepenuhnya keberadaan dan kondisi anak usia dini, baik secara fisik maupun non fisik.
  2. Komunitas dan lingkungan tersebut bersedia berinteraksi dengan anak usia dini tanpa terkecuali dan dengan tangan terbuka.
  3. Komunitas dan lingkungan tersebut memenuhi unsur-unsur yang mendidik, baik dari sisi interaksi maupun ketersediaan sarana dan prasarananya.
  4. Komunitas dan lingkungan tersebut menjamin bahwa hak-hak sosial-budaya anak usia dini tidak terabaikan dan dapat terpenuhi secara memadai.
  5. Komunitas dan lingkungan tersebut terbebas dari hal-hal yang akan membahayakan si anak. Baik itu secara fisik maupun non-fisik.
4. Anak Usia Dini Berhak untuk Mendapatkan Makanan yang Cukup dan Tubuh yang Sehat dan Aktif.
Makanan merupakan faktor yang mendukung terbentuknya badan sehat dan ketersediaan energi untuk beraktivitas. Oleh karena itu, kebutuhan makanan mutlak terpenuhi oleh setiap anak usia dini. Lantas bagaimanakan kriteria pemenuhan makanan yang sesuai kebutuhan anak usia dini? Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu;
  1. memenuhi asupan gizi sesua dengan yang dibutuhkan.
  2. berupa makanan yang sehat serta terbebas dari unsur yang membahayakan.
  3. pemberiannya sesuai dengan tata cara yang layak dan wajar dengan tidak mengabaikan hak anak serta bersifat mendidik.
5 Anak Usia Dini Berhak untuk Mendapatkan Pendidikan yang Baik dan Mengembangkan Potensinya
Pendidikan dan pengembangan potensi untuk siapapun merupakan hak yang mendasar, tidak terkecuali pada anak usia dini. Apalagi dengan diyakini bahwa masa usia dini akan berpengaruh besar pada kehidupan dewasanya nanti. Maka dari itu, hak pendidikan dan pengembangan potensi bagi anak usia dini menjadi sangat fundamental dan tidak dapat ditawar lagi. Lalu pendidikan dan pengembangan yang bagaimanakah yang sebaiknya dipenuhi? Secara umum adalah yang dapat mengembangkan fitrahnya secara optimal, yaitu yang dapat memfasilitasi seluruh dimensi kecerdasan baik itu kecerdasan bahasa, logika matematika, kecerdasan gerak, kecerdasan seni, kecerdasan alam dan sebagainya.

6. Anak Usia Dini Berhak untuk Diberikan Kesempatan Bermain dan Waktu Santai
Bermain dan waktu santai menjadi hak anak usia dini dan kedua hal tersebut sudah selakyanya terpenuhi dengan baik. Mengapa? Karena bermain dan waktu santai bagi anak merupakan kebutuhan mendasar yang dapat membantu bahkan memacu percepatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya secara lebih sehat. Dengan demikian, bermain dan waktu santai bagi anak usia dini hendaklah disediakan secara memadai serta dipersiapkan sebaik-baiknya sehingga dampak positif yang dicapai dapat lebih optimal.
7. Anak Usia Dini Berhak Untuk Dilindungi dari Berbagai Mara Bahaya
Ini sangat penting diperhatikan karena dari sisi fisik dan usia, anak usia dini belum mampu sepenuhnya melindungi dirinya dengan baik. Sehingga jika orang dewasa baik itu orang tua, guru atau lingkungan sekitar tidak membantu melindunginya maka anak usia dini dapat terancam bahaya.
Lalu dari segi dampak, sebuah tidakan menyimpang yang dilakukan pada anak usia dini akan membekas sangat kuat dan permanen hingga dewasa. Oleh karena itu jangan sampai hal tersebut terjasi. Hak pada poin ke-7 ini harus didukung penerapannya oleh seluruh orang atau lapisan masyarakat, pendidik dan pemerintah dengan sekuat tenaga. 
8. Anak Usia Dini Berhak untuk Dipertahankan dan Diberikan Bantuan oleh Pemerintah
Keberlangsungan hidup dan perkembangan anak usia dini merupakan tanggungjawab bersama terutama oleh pemerintah. Bahkan pemerintah harus dapat mempertahankan hak tersebut agar dapat terwujud dengan baik. Itu semua beralasan karena anak usia dini merupakan investasi, calon generasi penerus bangsa, dan penerus pemerintahan. Jika tidak, maka kita akan mengalami yang namanya lost generation atau kehilangan generasi yang akan berakibat pada kehidupan bangsa yang tidak terkendali bahkan berangsur akan menuju kehancuran.
9. anak Usia Dini Berhak agar Bisa Mengekspresikan Pendapat Sendiri
Akspresi adalah wujud dari gambaran isi dan kehendak seseorang, Isi dari kehendak seseorang sangatlah penting untuk diketahui dengan baik shingga kita dapat meresponnya dengan baik juga. Begitu pula dengan anak usia dini. Ekspresi dan pendapatnya harus diterima dengan terbuka karena dengan demikian mereka kita akan mengetahui segala yang diharapkan, dibutuhkan dan dirasakan anak. Kalau sudah begini maka orang tua dapat menentukan sikap yang paling tepat pada anak. Sikap yang baik dan bijak dalam merespon ekspresi anak tentulah dengan memberikan dukungan yang positif diikuti pijakan atau scaffolding atau langkah-langkah yang tepat dalam menindaklanjutinya. Dengan demikian, semua yang diekspresikan anak menjadi dasar atau bahan bagi pengembangan anak selanjutnya yaitu dapat mengantarkan anak memiliki kepribadian yang matang dan cerdas.

Advertisements
Back To Top