Keanekaragaman Mikrobiota Indonesia


Berapakah sebenarnya jumlah jenis mikrobiota atau jasad renik yang ada
di Indonesia? Tidak ada yang dapat mengatakan dengan pasti karena
penelitian pencacahannya belum pernah dilakukan secara menyeluruh. Akan
tetapi, berdasarkan data yang terpencar-pencar dan berpegang pada pola
yang diperlihatkan kelompok makhluk lain yang sudah tersusun jumlah
jenisnya maka dapat diduga mikrobiota yang berasosiasi bersama makhluk
lainnya dalam ekosistem di sekitar kita melebihi 10% dari mikrobiota
yang diperkirakan ada di dunia.

 

Berpegang pada hipotesis tersebut maka dunia monera atau mikroba yang
tidak memiliki inti sel sejati atau prokariota, seperti bakteri dan
ganggang biru di Indonesia diperhitungkan diwakili oleh sekitar 300
jenis. Contoh kelompok ini diantaranya jenis bakteri pembusuk misalnya
jenis yang menyebabkan terjadinya fermentasi terasi ataupun yang
membasikan makanan, bakteri Rhizobium yang mampu menambat nitrogen
bebas, bakteri Pseudomonas cocovenans yang menyebabkan keracunan
mematikan bila mengontaminasi tempe bongkrek, bakteri Escherichia coli
yang mencemari air, dan ganggang Anabaena azollae dimanipulasi untuk
dimanfaatkan sebagai pupuk hijau karena kemampuannya memfiksasi nitrogen
bebas bila bersimbiosis dengan tumbuhan paku air (Azolla pinata)
Dugaan konservatif jumlah jenis fungi atau jamur yang ada di kawasan
kita, sekitar 12.000 jenis. Dalam jumlah ini, juga termasuk lumut kerak
(Lichenes), jamur lendir (Mycomycota), jamur air (Oomycota). Di negara
kita sering dapat disaksikan berbagai fenomena jamur tropik yang tidak
ada duanya di dunia. Misalnya terjadinya sapu setan pada bambu yang
disebarkan oleh serangan jamur Epichole bambusae, padahal di kawasan
bumi lain, sapu setan disebabkan oleh gangguan mikroplasma. Jamur jelaga
ditemukan dalam frekuensi yang tinggi pada berbagai daun-daunan, suatu
bentuk simbiosis khusus antara jamur dan serangga juga menyerang
tumbuhan tropik yang menjadi inangnya. Panu dan kadas serta penyimpul
rambut adalah penyakit manusia tropik yang disebabkan oleh jamur. Embun
hitam serta jamur parasit daun lainnya terdapat dalam jumlah ribuan
karena besarnya jumlah jumlah jenis tumbuhan yang dapat menjadi
inangnya. Kekayaan Indonesia akan jenis cendawan (seperti kerabat jamur
merang, jamur busut dan jamur jantung) juga sangatlah luar biasa.

 

Mikrobiota yang tergolong dunia tumbuhan (Plantae) diwakili oleh
kelompok ganggang (Algae) dan lumut (Bryophyta). Menurut dugaan, jumlah
jenis ganggang meliputi ganggang hijau/Chlorophyta, ganggang
kemasan/Chrysophyta, ganggang pirang-coklat/Phaeophyta, dan ganggang
merah/Rhodophyta, yang ditemukan di negara kita ada 1.800 jenis.

 

Adapun keanekaragaman jenis-jenis lumut (Bryophyta) juga tergolong
sangat tinggi karena negara kita memiliki tipe habitat yang sangat cocok
sebagai tingkat berevolusinya tumbuhan ini. Ada ahli yang menyatakan
bahwalembah diantara punggung gunung Gede dan Pangrango di Jawa Barat
merupakan satu surga bagi peminat lumut, disamping gudang jenis lumut
yang terdapat di Snowdonia (Inggris Raya dn lembah Amazon di Brazilia.
Diduga di negara kita terdapat lebih dari 1.500 jenis lumut daunj
(Musci) lumut hati (Hepaticae), dan lumut tanduk (Anthocerotae).
Keanekaragaman Mikrobiota Indonesia | jati | 4.5