Pengembangan Geometri pada Anak Usia Dini

Pengembangan Geometri pada Anak Usia Dini


Pengembangan Geometri pada Anak Usia Dini -Dengan pengetahuan pengembangan kognitif akan lebih mudah bagi kita orangtua dan para pendidik PAUD dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak sehingga akan tercapai optimalisasi potensi pada masing-masing anak. Adapun tujuan pengembangan kognitif diarahkan pada pengembangan kemampuan auditory, visual, taktil, kinestetik, aritmatika, geometri dan sains permulaan. Ke-7 bidang pengembang tersebut bukanlah sesuatu yang baru artinya dengan semakin banyaknya penelitian dan pengembangan pada Pendidikan Anak Usia Dini maka akan semakin berkembang pula berbagai kajian dalam rangka mengoptimalkan potensi anak, khususnya pada pengembangan kognitif.

Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan saraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne dalam Jamaris, 2006). Secara lebih luas, cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976).  
 
Pengembangan Geometri pada Pendidikan Anak Usia Dini 
Geometri adalah ilmu tentang bangun-bangun yang ada hubugannya antara titik, garis dan bidang. Mengenal bentuk geometri anak usia dini adalah kemampuan anak mengenal, menunjuk, menyebutkan serta mengumpulkan benda-benda di sekitar berdasarkan bentuk geometri. Kemampuan ini berhubungan dengan pengembangan konsep bentuk dan ukuran. Adapun kemampuan yang akan dikembangkan, antara lain :
  1. memilih benda menurut warna, bentuk dan ukurannya;
  2. mencocokkan benda menurut warna, bentuk dan ukurannya;
  3. membandingkan benda menurut ukurannya besar, kecil, panjang, lebar, tinggi, rendah;
  4. mengukur benda secara sederhana;
  5. mengerti dan menggunakan bahasa ukuran seperti besar-kecil, tinggi-rendah , panjang-pendek;
  6. menciptakan bentuk dari kepingan geometri;
  7. menyebut benda-benda yang ada di kelas sesuai dengan bentuk geometri;
  8. mencontoh bentuk bentuk geometri;
  9. menyebut menunjukkan dan mengelompokkan segi empat;
  10. menyusun menara dari 8 kubus;
  11. mengenal ukuran panjang, berat dan isi;
  12. meniru pola dengan 4 kubus;
Kali ini kita akan membahas tentang  pembelajaran untuk pengembangan geometri pada anak usia dini point 6 yaitu menciptakan bentuk dari kepingan geometri. Adapun alat dan bahan yang diperlukan, serta cara membuatnya antara lain sbb :
Alat dan bahan :
  1. Kertas lipat atau kertas origami
  2. Lem dan gunting
  3. Kertas HVS putih
Cara membuat :
  1. Gunting kertas origami membentuk lingkaran persegi panjang trapesium dan huruf L
  2. Berikanlah sedikit demi sedikit lem untuk lingkaran sebagai kepala, persegi panjang sebagai badan, trapesium sebagai tangan dan huruf L sebagai kaki, lalu tempel diatas kertas HVS yang telah disediakan membentuk anggota tubuh.
Mudah bukan cara membuatnya? Dan dibawah ini contoh menciptakan bentuk dari kepingan geometri anak PAUD yang sudah jadi.
Dalam belajar geometri, ada beberapa tahap yang dialui. Tahap pertama anak belajar geometri adalah topologis. Mereka belum mengenal jarak, kelulusan dan yang lainnya, karena itu mulai belajar geometri supaya tidak mulai dengan lurus- lurus, tetapi denga lengkung, misalnya lengkungan tertutup, lengkungan terbuka daerah lengkungan, lengkungan sederhana dan lainnya. Van Hiele dalam Ruseffendi, (1991 : 161-163) berpendapat bahwa ada lima tahapan anak belajar geometri, yaitu sebagai berikut.
Tahap Pengenalan
Pada tahap ini siswa sudah mengenal bentuk- bentuk geometri, seperti segitiga, kubus, bola, lingkaran, dan lian-lain, tetapi ia belum memehami sifat- sifatnya.

Tahap Analisis
Pada tahap ini, siswa sudah dapat memahami sifat- sifat konsep atau bentuk geometri. Misalnya, siswa mengetahui dan mengenal bahwa sisi panjang yang berhadapan itu sama panjang, bahwa panjang kedua diagonalnya sama panjang dan memotong satu sama lain sama panjang dan lain- lain.

Tahap Pengurutan
Pada tahap ini, siswa sudah dapat mengenal bentuk- bentuk geometri dan memahami sifat- sifat dan ia sudah dapat mengurutkan bentuk- bentuk geometri yang satu sama lain berhubungan

Tahap Dedukasi
Pada tahap ini, berpikir deduktifnya sudah mulai tumbuh, tetapi belum berkembang dengan baik. Matematika adalah ilmu deduktif, karena pengambilan kesimpulan, pembuktian dalil yang harus dilakukan secara deduktif. Pada tahap ini, siswa sudah dapat memehami pentingnya pengambilan kesimpulan secara deduktif itu, karena misalnya ia dapat melihat bahwa kwsimpulan yang diambil secara induktif itu mungkin bisa keliru.

Tahap Kakuratan (Ringor)
Pada tahap ini, siswa dapat memahami bahwa adanya ketepatan (presisi) dari yang mendasar itu penting. Van Hiele (Rueefendi, 1991: 163- 164) berpendapat mengenai pengajaran geometri ada tiga dalil,  yaitu: Kombinasi yang baik antar waktu, materi pelajaran, dan metode mengajar yang dipergunakan untuk tahap tertentu dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa kepada tahap yang lebih tinggi. Dua orang yang tahap berpikirnya berbeda dan bertukaran pikiran, satu sam lain tidak akan mengerti. Kegiatan belajar siswa harus memahami dengan pengertian untuk memperluas pengalaman dan berpikir siswa, untuk meningkatkan berpikir ke tahap yang lebih baik.

Advertisements
Back To Top