Cara-cara Pengendalian Sosial

Cara-cara Pengendalian Sosial


Cara-cara Pengendalian Sosial -Bagaimana cara pengendalian sosial bisa dilakukan mengingat ketertiban dan keteraturan sosial dalam masyarakat kadangkala sulit tercapai. Fenomena-fenomena sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat semakin banyak menimbulkan ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan dalam berkehidupan kelompok. Fenomena-fenomena sosial tersebut merupakan contoh ketidakberhasilan lembaga pengendalian sosial menjalankan fungsinya. Secara umum, pengendalian sosial dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu:
  1. Melalui proses sosialisasi, masyarakat menerima nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat tanpa paksaan. Usaha ini dapat dilakukan melalui lembaga baik formal maupun nonformal kepada anggota masyarakat secara terus menerus. 
  2. Melalui tekanan sosial masyarakat menimbulkan keseganan melalui penekanan kelompok terhadap orang-perorangan sehingga tergugah untuk menyesuaikan diri dengan aturan kelompok atau memberi sanksi terhadap orang yang melanggar aturan kelompok.
  3. Pengendalian sosial melalui kekuatan dan kekuasaan. Ini digunakan jika bentuk pengendalian sosial lainnya gagal untuk mengarahkan tingkah laku orang per orang dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial.
Menurut Koentjaraningrat, pengendalian sosial dapat dilakukan melalui empat cara, yaitu:
a. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
Proses penanaman keyakinan terhadap norma sosial yang baik sangat diperlukan dalam rangka keberlangsungan tatanan bermasyarakat yang dapat dilakukan melalui lembaga-lembaga pengendalian sosial yang ada di masyarakat.
b. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma
Dengan pemberian imbalan kepada warga yang menaati norma maka dapat mendorong seorang individu untuk melakukan tindakan yang baik dan sesuai dengan norma. Imbalan dapat berupa materi maupun pujian.
c. Mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang menyeleweng dari aturan atau nilai yang berlaku
Perasaan malu akan menghinggapi seseorang individu apabila melakukan pelanggara.
d. Mengembangkan rasa takut dalam jiwa warga yang hendak melanggar dengan ancaman dan kekuasaan
Perasaan takut seorang manusia akan mengarahkan seorang individu untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap norma. Ketakutan seorang individu menggugah kesadaran bahwa perilakunya akan menghasilkan keadaan yang tidak baik.

Untuk menjalankan pengendalian sosial melalui cara-cara tersebut maka perlu adanya lembaga pengendalian sosial sebagai pelaksana. Lembaga pengendalian sosial ini berfungsi sebagai lembaga pengontrol dan pengawas terciptanya stabilitas masyarakat. Ada banyak lembaga pengendalian sosial yang ada di masyarakat yang terbentuk secara sengaja untuk mengendalikan perilaku anggota masyarakat. Lembaga pengendalian sosial tersebut antara lain: 
a. Lembaga Kepolisian
Polisi adalah penegak hukum yang bertugas untuk memelihara dan meningkatkan tertib hukum guna mewujudkan ketertiban, keamanan, dan ketenteraman masyarakat. Untuk menjalankan tugasnya tersebut polisi diberikan kewenangan untuk melakukan penyelidikan terhadap berbagai kasus serta menerima laporan tindakan melanggar hukum dari masyarakat. Selain itu polisi juga bertugas untuk membimbing masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum dan partisipasi aktif untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Hal ini jelas bahwa polisi adalah lembaga pengendalian sosial.
b. Lembaga Kejaksaan
Pada hakikatnya Lembaga Kejaksaan adalah lembaga resmi yang bertugas sebagai penuntut umum yaitu pihak-pihak yang melakukan penuntutan terhadap mereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. Lembaga ini merupakan lembaga tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang telah menangkap dan menyelidiki pelanggaran yang telah dilakukan. Diharapkan lembaga ini merupakan lembaga yang independen tidak terpengaruh dari berbagai macam intervensi sehingga apa yang menjadi tuntutan dapat dinilai secara objektif.
c. Lembaga Pengadilan
 
Pengadilan adalah lembaga yang resmi dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan proses peradilan terhadap orang-orang yang dituduh melanggar hukum. Tugas pentingnya adalah memeriksa dan memutuskan perkara dengan seadil-adilnya melalui proses persidangan. 
d. Lembaga Adat
Lembaga adat biasanya berisi tentang nilai, pandangan hidup, cita-cita, pengetahuan, keyakinan serta norma yang saling berkaitan satu sama lain. Fungsinya sebagai pedoman tertinggi bagi masyarakat untuk bersikap dan berperilaku. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh lembaga adat biasanya terkait dengan tradisi budaya atau perilaku budaya yang ada di suatu masyarakat yang tentu saja berbeda dengan masyarakat lainnya. Lembaga adat biasanya ada di masyarakat tradisional yang masih kental menerapkan nilai-nilai budaya warisan nenek moyang. Sedangkan masyarakat modern atau masyarakat perkotaan sudah banyak meninggalkan lembaga adat dan lebih banyak berpegang pada lembaga sah yang ditetapkan pemerintah untuk memberikan sanksi.
e. Tokoh Masyarakat
Adalah orang yang memiliki kelebihan tertentu sehingga ucapan, sikap dan perilakunya bisa diteladani oleh orang banyak. Nasihat atau pemikirannya banyak digunakan dan mampu memengaruhi serta mengendalikan perilaku orang sekitarnya. Dengan demikian sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat tersebut sangat ditentukan oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat.

Advertisements
Back To Top