Kualitas, Suhu dan Temperatur Air Laut serta Manfaat laut Bagi Kehidupan

Kualitas, Suhu dan Temperatur Air Laut serta Manfaat laut Bagi Kehidupan


Kualitas, Suhu dan Temperatur Air Laut serta Manfaat laut Bagi Kehidupan -Kita pasti tahu betul kalau air laut itu rasanya asin. Ya, memang rasanya asin dan agak kepahit-pahitan. Hal ini disebabkan karena air laut kaya akan kandungan garam. Berdasarkan pada susunan kimiawi dan salinitasnya, susunan garam-garaman air laut terdiri dari NaCl : 77,75%, K2SO4 : 2,46%, MgCl2 : 10,78% Mg Br2 : 0,21%, Mg SO4 : 4,73%, Ca SO4 : 3,69%, CaCO3 dan garam-garaman lain : 0,34%. Jika rata-rata kadar garam air laut 3,5%, artinya setiap 1 kg air laut mengandung garam 35 gram.
Menurut perkiraan volume air laut adalah 1.500.000.000 km3, maka volume garam padatnya adalah 20.000.000 km3, dan beratnya lebih dari 40.000.000.000.000.000 ton. Setiap tahun kadar garam air laut terus bertambah karena sungai-sungai di seluruh dunia setiap tahunnya mengangkut garam sebanyak 40.000.000 ton.
Kadar garam air laut tidak sama di setiap daerah, sebab tergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhinya, sebagai berikut:
1) Besar kecilnya penguapan
Makin besar penguapan air laut, kadar garamnya makin tinggi. Contoh: Laut Kaspia.
2) Banyak sedikitnya curah hujan
Makin banyak curah hujan, makin rendah kadar garamnya. Contohnya: Laut-laut di Indonesia.
3) Banyak sedikitnya air tawar dari sungai yang masuk
Masuknya air tawar menyebabkan rendahnya salinitas. Contohnya: Laut Jawa, banyak sungai-sungai yang bermuara di laut ini seperti Sungai Asahan, Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Indragiri, Sungai Batanghari, Sungai Musi, Sungai Kapuas, Sungai Barito, Sungai Citarum, Sungai Cimanuk, Sungai Ciliwung, Kali Solo.
4) Banyak sedikitnya cairan es yang masuk ke dalam laut
Ini terjadi di daerah yang mengalami musim dingin. Contohnya: Laut Baltik di Eropa Utara.
5) Arus laut
Dengan adanya arus laut terjadi percampuran kandungan garam, sehingga kadar garamnya lebih merata.

Suhu atau temperatur air laut
Suhu air laut adalah suatu faktor yang penting bagi kehidupan organisme di lautan, hal ini disebabkan karena suhu mempengaruhi perkembangan organisme-organisme tersebut. Suhu air laut di permukaan bumi menunjukkan ada perbedaan-perbedaan walupun tidak besar, seperti suhu air di Samudera Atlantik rata-rata
16,9° C; suhu air di Samudra Hindia rata-rata 17,0° C; dan suhu air di Samudra Pasifik rata-rata 19,1° C Rata suhu air laut di dunia 17,4°C. Suhu permukaan air laut di Indonesia sekitar 26,3° C. Hal ini menunjukkan bahwa suhunya lebih tinggi daripada suhu rata-rata air laut di dunia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di daerah tropika, sehingga kedudukan matahari selalu tinggi. Makin ke dalam, suhu air laut makin dingin karena pengaruh sinar matahari. Suhu yang lebih tinggi menyebabkan tumbuhan laut tumbuh dengan subur. Keberadaan tumbuhan ini jelas sangat penting sekali bagi kehidupan ikan-ikan.
Warna air laut
Apabila kita perhatikan, pada umumnya warna air laut pasti berwarna biru. Apakah memang seperti demikian halnya? Keadaan warna air laut bergantung pada beberapa faktor, sebagai berikut.
  1. Tergantung pada zat larutan organisme atau zat lain yang terdapat di dalam air. Contoh: Laut Merah airnya kadang-kadang kelihatan merah darah karena banyak ganggang laut (algen) yang sifatnya memantulkan warna merah dari sinar matahari. Laut kuning (RRC) warnanya kuning karena air lautnya mengandung butiran-butiran tanah loss yang warnanya kuning, yang terbawa oleh air sungai Hoang Ho di daratan Cina yang melalui Gurun Gobi.
  2. Bergantung pada warna dasar lautnya. Laut Hitam (sebelah utara Turki) air lautnya kelihatan hitam karena dasar laut itu warnanya hitam. Di laut dangkal (Zone literal), air laut warnanya hijau karena di daerah ini banyak tumbuh-tumbuhan laut yang berwarna hijau. Warna biru air laut disebabkan oleh pemantulan warna biru dari sinar matahari. Warna ini dipantulkan karena warna ini bergelombang pendek. Juga pantulan warna langit.
Mengukur kedalaman laut
Untuk mengukur kedalaman laut ada dua cara yaitu melalui metode batu
duga dan gema duga.  
a. Metode batu duga, yaitu dengan cara yang sederhana dan telah lama dipergunakan. Prinsip dari alat ini adalah sebuah tali yang dibebani dengan timah yang berat, lalu diturunkan ke dasar laut. Pengukuran dengan cara ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya adalah dapat mengetahui jenis organisma di dasar laut dan jenis sendimen dasar laut. Kerugiannya adalah memerlukan waktu lama, tidak dapat mengetahui dalamnya laut secara tepat karena tali tersebut tidak bisa berdiri tegak lurus akibat pengaruh air laut; dan tidak bisa mengetahui relief dasar laut.
b. Metode gema duga
Pengukuran kedalaman laut melalui metode gema duga sudah digunakan sejak tahun 1920. Prinsip kerjanya adalah menggunakan kecepatan rambat suara atau bunyi dalam air yaitu dengan menghitung waktu berangkat dan waktu kembalinya gema suara atau bunyi. Jika diketahui waktu berangkat dan kembalinya dan kecepatan rambat pada air maka kedalaman laut dapat ditentukan. Kecepatan rambat bunyi atau suara dalam air adalah 1500 m /detik. Cara gema duga ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, antara lain waktunya singkat (praktis), kapal tidak perlu berhenti, dapat mengetahui kedalaman laut secara tepat, dapat diketahui relief dasar laut. Kerugiannya adalah tidak dapat mengetahui endapan atau sedimen dasar laut, tidak dapat mengetahui temperatur air laut pada kedalaman tertentu, tidak dapat mengetahui perubahan temperatur atau suhu air laut, salinitas, dan tekanan air. Karena unsur-unsur tersebut di atas dapat mempengaruhi kecepatan rambat bunyi.
Manfaat laut bagi kehidupan
Laut banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia di antaranya;
1. Sebagai sumber bahan makanan dan mineral. Misalnya, garam untuk keperluan memasak, rumput laut dapat digunakan untuk pembuatan agar-agar, ikan laut merupakan sumber bahan makan dengan protein yang tinggi, karbonat diambil dari sebangsa lumut (potash), fosfat berasal dari tulang-tulang ikan dan kotoran burung yang makanannya ikan dapat dimanfaatkan untuk pupuk.
2. Sumber daya nabati dari tumbuhan laut yaitu plankton, nekton, phytopankton, dan benthos. Plankton adalah gabungan dari jasad-jasad hewan dan tumbuhan bersel satu, tidak dapat bergerak sendiri tetapi mengapung di permukaan atau dekat permukaan air laut. Phytoplankton adalah plankton jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup pada kedalaman tidak lebih dari 100 m, karena membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesa. Nekton adalah gabungan dari binatang-binatang yang dapat berenang terutama binatang laut, misalnya ikan, cumi-cumi, gurita, dan lain-lain. Benthos adalah organisme laut yang hidupnya terikat pada dasar laut. Ada yang hidup merangkak pada dasar laut, misalnya cacing laut, tiram, remis, dan lain-lain. Ada yang menempel pada dasar laut, misalnya rumput laut, ganggang, dan bunga karang.
3. Di tepian laut terdapat ekosistem pantai yang merupakan tatanan sebuah kesatuan lingkungan pantai secara utuh dengan segenap unsur lingkungan hidup yang mempengaruhinya. Ekosistem pantai memiliki arti penting sebagai tempat berkembang biaknya berbagai jenis biota laut, tanaman bakau (mangrove) dan juga sebagai sarana pelestarian pantai dari ancaman abrasi air laut. Adapun ekosistem di pantai terdiri atas beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
  • Lingkungan abiotik, yaitu lingkungan bersifat tidak hidup yang dapat digunakan makhluk hidup. Contohnya, matahari, air, tanah, dan udara.
  • Produsen makanan, yaitu tumbuhan atau makhluk hidup yang memproduksi bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya.
  • Konsumen, yaitu makhluk hidup pemangsa makhluk hidup lainnya. Contohnya, manusia, dan hewan.
  • Organisme pembusuk, yaitu makhluk penghancur tumbuhan dan hewan yang telah mati melalui proses pembusukan.

Advertisements
Back To Top