PPKI dan Peranannya Dalam Proses Kemerdekaan Indonesia


PPKI dan Peranannya Dalam Proses Kemerdekaan Indonesia –

1. Pembentukan PPKI

  • Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi
    Inkai, dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi
    (Panglima Tentara Jepang di Asi Tenggara) sebagai pengganti BPUPKI
  • Ketua; Ir. Soekarno, wakil; Mohammad Hatta, penasehat; Mr. Ahmad Subarjo
  • Anggota PPKI berjumlah 21 orang yang mewakili dari berbagai daerah
    (saat dibentuk oleh Jepang). Namun tanpa persetujuan Jepang, anggota
    ditambah 6 orang menjadi 27 anggota sehingga PPKI sebagai badan milik
    bangsa Indonesia sendiri yang dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan
    Indonesia.
Berikut adalah susunan pengurus PPKI
Ketua : Ir. Soekarno
Wakil Ketua: Drs. Mohammad Hatta
Anggota PPKI
  1. Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat
  2. Ki Bagoes Hadikoesoemo
  3. Otto Iskandardinata
  4. B.P.H. Poerobojo
  5. Soerjahamidjoyo
  6. M. Soetardjo L.
  7. Prof. Dr. Soepomo
  8. Abdoel Kadir
  9. Drs. Yap Tjwan Bing
  10. Drs. Moh. Amir
  11. Mr. Abdoel Abbas
  12. Dr. G.S.S.J. Ratulangie
  13. Mr. J. Latoeharhary
  14. Mr. I. Goesti Ketoet Poedja
  15. A.H. Hamidhan
  16. R.P. Soeroso
  17. R.S. Soeroso
  18. A. Wachid Hasyim
  19. Mr. Moh. Hassan
  20. R.A.A. Wiranatakoesoemo (Anggota tambahan)
  21. Ki Hajar Dewantara (Anggota tambahan)
  22. Mr. Kasman Singodimejo (Anggota tambahan)
  23. Sayuti Melik (Anggota tambahan)
  24. Iwa Koesoemasumantri (Anggota tambahan)
  25. Mr. Ahmad Soebardjo (Anggota tambahan)
  • Tugas PPKI adalah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan bagi pendirian negara dan pemerintahan RI
  • Para anggota PPKI diijinkan melakukan kegiatan menurut pendapat dan
    kesanggupan bangsa Indonesia. Namun dengan syarat; 1). Menyelesaikan
    perang yang sekarang sedang dihadapinya. Oleh karena itu Bangsa
    Indonesia harus mengerahkan tenaga yang sebesar-besarnya dan bersama
    dengan pemerintah Jepang meneruskan perjuangan untuk memperoleh
    kemenangan dalam “Perang Asia Timur Raya”. 2). Negara Indonesia nanti
    merupakan anggota lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

Pemanggilan Tiga Tokoh Indonesia ke Dalath

Pada tanggal 9 agustus 1945, Panglima Angkatan Perang Jepang di Asia
Tenggara Marsekal Terauchi memenggil tokoh nasionalis yaitu Ir.
Soekarno, moh. Hatta, dan Radjiman Widyodiningrat untuk datang ke
Dalath-Vietnam. Pada pertemuan ini Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
dilantik menjadi ketua dan wakil ketua PPKI. Dalam pertemuan itu jug
adibahas beberapa agenda penting yaitu sebagai berikut:
  1. Waktu pelaksanaan Indonesia Merdeka, yaitu disepakati bahwa
    kemerdekaan Indonesia akan diumumkan secara resmi pada tanggal 24
    Agustus 1945 setelah melalui sidang PPKI
  2. Batas-batas wilayah Indonesia merdeka, yaitu bekas jajahan Hindia-Belanda.
Pada tanggal 15 Agustus 1945, ketiga tokoh tersebut kembali ke Jakarta
tanpa mengetahui kalau Jepang telah menyerah tanpa syarat kepada pihak
sekutu. Meskipun berita kekalahan ini dirahasiakan, namun ternyata dapat
diketahui oleh sejumlah tokoh gerakan bawah tanah dan para pemuda
melalui siaran radio. Kekalahan Jepang itu menimbulkan keinginan yang
kuat dan keberanian untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
secepatnya. (tangggal 17 agustus terjadi Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia).

Peranan PPKI dalam Proses Kemerdekaan Indonesia

  • Peran dan tugas PPKI benar-benar memperhatikan kepentingan bangsa Indonesia walaupun pembentukannya disetujui oleh Jepang.
  • Selama tugasnya, PPKI bersidang 3 kali yang berlangsung di Jl.
    Pejambon Jakarta (sekarang gedung Departemen Kehakiman), yang dipimpin
    oleh Ir. Soekarno. Sidang tersebut antara lain;
1. Sidang PPKI (I), tanggal 18 Agustus 1945 mengambil keputusan
  • Mengesahkan rancangan UUD sebagai UUD Negara Republik Indonesia
  • Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden
  • Untuk sementara waktu presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia
2. Sidang PPKI (II) tanggal 19 Agustus 1945, memutuskan:
  • Menetapkan wilayah Indonesia menjadi 8 Propinsi dan gubernurnya
  • Menetapkan 12 Departemen beserta menterinya
  • Mengusulkan dibentuknya tentara kebangsaan
  • Pembentukan Komite Nasiona; di setiap propinsi
3. Sidang PPKI (III), tanggal 22 Agustus 1945 mengambil keputusan;
  • Dibentukna Komite Nasional
  • Dibentuknya Partai Nasional Indonesia
  • Dibentuknya Tentara Kebangsaan
Kemudian PPKI dibubarkan pada tanggal 29 Agustus, bersamaan dengan
dilantiknya anggota KNIP oleh presiden Soekarno. Hal itu karena tugas
PPKI sebagai Badan Persiapan Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia dianggap
telah selesai.
PPKI dan Peranannya Dalam Proses Kemerdekaan Indonesia | jati | 4.5