Pengertian Ekosistem Laut, Macam, dan Jenisnya TERLENGKAP

Pengertian Ekosistem Laut, Macam, dan Jenisnya TERLENGKAP


Pengertian Ekosistem Laut, Macam, dan Jenisnya TERLENGKAP - adalah ekosistem akuatik yang didominasi oleh perairan berkadar garam tinggi pada permukaan yang sangat luas. Ekosistem ini merupakan tempat hidup bagi banyak biota laut mulai dari hewan bersel satu, invertebrata, mamalia, hingga beragam tanaman laut seperti terumbu karang dan rumput laut. Berikut ini jatikom telah membahas pengertian dan macam-macam ekosisistem laut beserta ciri-ciri khasnya masing-masing. Silakan disimak!

Macam-macam Ekosistem Laut

Ekosistem laut dapat dibedakan atas beberapa sub ekosistem yang meliputi ekosistem lautan, ekosistem pantai, ekosistem estuari, dan ekosistem terumbu karang.

1. Ekosistem Laut

Ekosistem laut identik dengan kondisi salinitas yang tinggi dengan kandungan ion Cl- dalam perairannya yang mencapai 55%. Salinitas ekosistem ini akan lebih tinggi jika berada di daerah laut tropis, mengingat suhu di daerah tropis yang tinggi membuat laju penguapan besar. Dalam ekosistem laut juga terdapat perbedaan suhu antar lapisan. Lapisan atas umumnya akan berasa lebih hangat dibangingkan dengan lapisan laut bawah. Adapun kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan yang disebut termoklin.
Dalam rantai makanan ekosistem laut, gerakan air dari pantai ke tengah laut memegang andil yang cukup besar bagi kelangsungan ekosistem ini. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air laut bagian atas turun ke bagian bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan.

Sama seperti ekosistem danau, berdasarkan kedalamannya, ekosistem air laut juga dibedakan menjadi beberapa zona, yaitu:
  1. Zona Litoral : daerah yang berbatasan dengan darat.
  2. Zona Neritik : daerah yang dalamnya ± 300 meter sehingga masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar.
  3. Zona Batial : daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2.500 meter.
  4. Zona Abisal : daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).

Berdasarkan wilayah permukaannya secara horizontal, laut juga dibagi berdasarkan beberapa daerah, yaitu:
  1. Epipelagik : daerah antara permukaan dan kedalaman sekitar 200 m.
  2. Mesopelagik : daerah di kedalaman 200-1000 m. Ikan hiu tinggal di daerah ini.
  3. Batiopelagik : daerah jereng benua, kedalaman 200-2.500 m. Gurita tinggal di daerah ini.
  4. Abisalpelagik : daerah dengan kedalaman 4.000 m, tidak terdapat tumbuhan, tetapi hewan mungkin masih ada.
  5. Hadal pelagik : bagian laut terdalam. Kedalaman > 6.000 m. Hewan yang bisa memproduksi cahaya sendiri seperti lele listrik hidup di daerah ini.

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah umumnya mempunyai tekanan osmosis sel yang nyaris sama dengan tekanan osmosis air laut. Sedangkan untuk hewan dan tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki tekanan osmosis lebih rendah umumnya akan beradaptasi dengan cara banyak minum air, sedikit berekresi, dan mengeluarkan air.

2. Ekosistem pantai

Ekosistem pantai adalah ekosistem laut yang letaknya berbatasan dengan ekosistem darat dan daerah pasang surut. Kondisi dalam ekosistem ini sangat dipengaruhi siklus harian pasang surut air laut. Adapun organisme yang hidup di ekosistem pantai biasanya memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat pada substrat keras untuk menjaga dirinya dari hempasan ombak yang kencang. Jenis organisme yang hidup di daerah pantai dipengaruhi oleh sirkulasi air.
  • Daerah paling atas pantai hanya hanya terendam saat pasang naik tinggi, biasanya dihuni oleh ganggang, moluska, dan remis yang jadi makanan bagi kepiting dan burung pantai.
  • Daerah tengah pantai terendam pada saat pasang tinggi dan pasang rendah, biasanya dihuni oleh ganggang, porifera, remis dan kerang, anemon laut, siput herbivor dan karnivor, landak laut, bintang laut, kepiting, dan ikan­ikan kecil.
  • Daerah pantai terdalam terendam pada saat air pasang dan surut, dihuni oleh beragam invertebrata, ikan, serta rumput laut.

3. Ekosistem Estuari

 Ekosistem estuari (muara) adalah ekosistem tempat bersatunya air sungai dan air laut. Ekosistem ini sering dipagari lempengan lumpur intertidal dan rawa garam. Salinitas air dalam ekosistem ini berubah bertahap mulai dari daerah tawar ke asing. Salinitas juga dipengaruhi siklus harian pasang surut. Adapun nutrien dari sungai telah memperkaya daerah estuari dan membuat berbagai komonitas tumbuhan seperti rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton dan hidup dan tumbuh subur. Beberapa hewan seperti cacing, kepiting, kerang, dan ikan juga menjadikan ekosistem estuari ini menjadi tempat kawin dan mencari makan.

4. Terumbu Karang

 Di laut tropis, daerah neritik yang perairannya masih dapat ditembus matahari sering ditumbuhi suatu komunitas khusus berupa karang batu dan organisme-organisme tertentu. Komunitas ini adalah ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang didominasi pertumbuhan karang (koral) kelompok Cnidaria. Hewan-hewan yang ada di ekosistem terumbu karang memakan mahluk hidup mikroskopis dan sisa bahan organik lainnya. Berbagai invertebrata, mikroorganisme, serta ikan-ikan kecil hidup dan bereproduksi dalam ekositem laut satu ini.
Advertisements
Back To Top