contoh hipotesis penelitian TERLENGKAP


contoh hipotesis penelitian –  Tujuan Penelitian
Membuktikan pengaruh cahaya dan air terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan kecambah.

Rumusan Masalah
Apa pengaruh cahaya dan air terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan kecambah?

Hipotesis
Cahaya akan memperlambat proses pertumbuhan kacang hijau. Maka kemungkinan tanaman kacang hijau yang disimpan di tempat terang akan lebih lambat pertumbuhannya tetapi perkembangannya lebih baik. sedangkan tanaman kacang hijau di tempat gelap akan lebih cepat tumbuh.

Kerangka Teori
Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran, volume, tinggi, atau berat pada makhluk hidup. proses pertumbuhan bersifat ireversibel artinya perubahan yang terjadi akibat dari proses pertumbuhan tidak dapat dikembalikan ke keadaannya semula. Selain itu, pertumbuhan juga bersifat kuantitatif.

Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan makhluk hidup. Proses perkembangan bersifat reversibel, artinya perubahan yang terjadi akibat proses perkembangan dapat kembali ke keadaan semula. Perkembangan bersifat kualitatif.

Proses pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi banyak faktor. faktor-faktor itu terbagi menjadi 2, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gen dan hormon. Faktor eksternal meliputi cahaya, suhu, kelembapan, air-mineral, dan oksigen.

Variabel
respon: pertumbuhan kacang hijau
manipulasi: cahaya dan air
kontrol: tanaman yang tumbuh biasa

Contoh Hipotesis Penelitian II

Hipotesis atau hipotesa merupakan jawaban sementara yang masih praduga untuk suatu masalah. Dalam hal ini untuk membuktikan keberaran hipotesa, maka perlu dilakukan sebuah penelitian lebih lanjut. Dalam membuat hipotesa yang baik diperlukan beberapa rumusan kriteria yang diantaranya berupa:
ü  Pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian
ü  Penyataan yang dirumuskan dengan tujuan unutk diuji secara empiris.
ü  Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang kuat dibandingkan dengan hipotesa rivalnya.
Dalam membuat hipotesa, juga diperlukan format yang baik, diantaranya adalah tentang pernyataan “jika-maka”, hipotesis nol dan alternatif, serta hipotesa directional dan non directional.

Contoh Hipotesis Penelitian

Dari ketiga format hipotesa yang baik dan terdiri dari 3 bagian penting diatas, maka akan didapatkan contoh hipotesa penelitian sebagai berikut:

1. Pernyataan “Jika-Maka”

Contoh:
ü  Jika pegawai mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi.
2. Hipotesis Non dan Alternatif

Contoh:
ü  H0 = Tidak ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai
ü  Ha = Ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai
3. Hipotesa Directional dan Nondirectional

Contoh:
ü  Ada hubungan langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis

 

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:71) berpendapat  bahwa hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
-Model pembelajaran jigsaw lebih efektif daripada  explicit instruction terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011.
-Prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011 yang mempunyai motivasi belajar tinggi lebih baik daripada motivasi belajar sedang dan motivasi belajar sedang lebih baik daripada motivasi belajar rendah.
-Ada interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dengan motivasi belajar matematika siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011, baik pada siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, maupun rendah terhadap prestasi belajar.

Berdasarkan kajian teori dan kerangka pemikiran, peneliti menyatakan hipotesis penelitian dari penelitian ini adalah:
-Prestasi belajar matematika siswa yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran NHT lebih baik dari pada siswa yang diberikan pembelajaran snowball trowingpada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Plaosan tahun 2011/2012.
-Prestasi belajar matematika siswa yang keaktifannya tinggi lebih baik dari pada yang keaktifannya sedang dan rendah, siswa yang keaktifannya sedang lebih baik dari pada siswa yang keaktifannya rendah  pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Plaosan tahun 2011/2012.
-Ada interaksi antara model pembelajaran NHT dan model snowball throwing dengan keaktifan siswa tinggi, sedang, maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Plaosan tahun 2011/2012.

DENGAN UJI-T::

Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran, maka hipotesis penelitian ini adalah:

“Prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran NHT lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran STAD pada kelas VII SMP Negeri 13 Madiun”.

contoh hipotesis penelitian TERLENGKAP | jati | 4.5