Makalah GEJALA KEMAUAN (KONASI)


Makalah Gejala Kemauan (Konasi) Bab I Latar Belakang

Kemauan adalah bukan aktivitas
ataupun usaha kejiwaan. Kemauan yang juga disebut kekuatan, kehendak, dapat
diartikan sebagai kekuatan untuk memilih dan merealisasi suatu tujuan. Tujuan
ini merupakan pilihan di antara berbagai tujuan yang bertentangan.
Kekuatan kemauan beraksi, apabila
dipancing oleh adanya usaha memenuhi kebutuhan. Bila ditekankan pada
kepentingan pribadi, maka kemauan mengaktualisai diri sebagai kekuatan yang
mendorong perbuatan mencapai tujuan. Bila ditekankan pada segi lainnya, maka
kemauan mengaktualisasikan diri sebagai kekuatan yang menarik perbuatan
mencapai tujuan. Kekuatann kemauan dapat diterangkan berupa
dorongan-dorongan pemilihan yang dilatar belakangi oleh nilai-nilai, kebutuhan-kebutuhan,
pengetahuan, keterampilan sikap, dan bahkan kebiasaan yang dimiliki oleh;
pribadi. Dengan kata lain, kuat atau lemahnya kemauan seseorang dilatar
belakangi oleh pengalaman atau hasil belajarnya.

 

Makalah GEJALA KEMAUAN (KONASI)
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa itu Gejala Perasaan (Konasi)?
  2. Seperti apa hasrat yang berpusat pada kejasmanian?
  3. Seperti apa hasrat yang berpusat pada psikologi atau
    perbuatan?
  4. Bagaimana motif, perkembangan, dan macam-macamnya?
  1. Tujuan Rumusan Masalah
  1. Mahasiswa diharapkan untuk memahami seperti apa gejala perasaan
    (konasi) itu.
  2. Mahasiswa paham  betul seperti apa hasrat yang
    berpusat pada kejasmanian dan  psikologi atau perbuatan.
  3. Menambah wawasan dan Ilmu Pengetahuan khususnya pada
    mata kuliah Psikologi Umum ini.
BAB
II Pembahasan
GEJALA
KEMAUAN (KONASI)
  1. 1.    Pengertian Kemauan
Kemauan merupakan salah satu fungsi
hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktivitas psikis yang
mengandung usaha aktif dan  berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan.
Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada sesuatu arah. Adapun
tujuan kemauan adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan, harus diartikan dalam
suatu hubungan.
Kemauan itu bukan keinginan. Orang
yang ingin belum tentu mau, dan sebaliknnya yang mau belum tentu ingin. Menurut
Augustine, kemauan merupakan pengendali dari keinginan. Kemauan tidak selamanya
bebas. Kemauan yang bebas adalah kemauan yang sesuai dengan keinginan diri,
sedangkan kemauan yang terikat adalah kemauan yang ditimbulkan oleh kondisi
kebutuhan yang terbatasi oleh norma sosial ataupun kondisi lingkungan.
Dalam istilah sehari-hari, kemaun
dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa
untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari dalam. Dan
tampak dari luar sebagai gerak-gerik.
Dalam berfungsinya kehendak ini
bertautan dengan fikiran dan perasaan. Untuk memudahkan mempelajarinya dibagi
atas:
  1. Dorongan
Dorongan ialah suatu kekuatan dari
dalam yang mempunyai tujuan tertentu dan berlangsung diluar kesadaran kita.
Dorongan ini dibedakan menjadi 2 golongan. Yakni dorongan nafsu dan dorongan
rohaniah.
Dorongan yang bertujuan mencapai
syarat hidup tertentu disebut tropisme. Misalnya:
1)
Tumbuh-tumbuhan mengarahkan pucuknya ke sinar matahari.
2)
Binatang mencari cahaya dan sebagainya.
Dorongan hidup, yang bekerja tanpa
disadari dan berlangsung dengan sendirinya, disebut otomatisme.
Misalnya:
1)
Peredaran darah.
2)
Pencemaran makanan.
3)
Pernafasan pada paru-paru, dan sebagainya.
Semua dorongan ini berpangkal pada 3
macam dorongan asli, yaitu:
1)
Dorongan mempertahankan diri
2)
Dorongan mempertahankan jenis, dan
3)
Dorongan mengembangkan diri
Macam-macam dorongan nafsu yang lain,
ialah:
1)
Dorongan nafsu makan
2)
Dorongan nafsu seksual
3)
Dorongan nafsu sosial, dan
4)
Dorongan nafsu meniru
Macam-macam dorongan yang lain
ialah:
1)
Dorongan keamanan
2)
Dorongan menonjolkan diri
3)
Dorongan ingin tahu
4)
Dorongan keindahan
5)
Dorongan kebaikan
6)
Dorongan kebebasan, dan
7)
Dorongan bekerja.
  1. Keinginan
Keinginan adalah dorongan nafsu,
yang tertuju pada sesuatu benda tertentu, atau yang kongkrit, keingina yang
dipraktekkan biasa menjadi kebiasaan.
  1. Hasrat
Hasrat adalah suatu keinginan
tertentu yang dapat diulang-ulang.
  1. Kecenderungan
Kecenderungan adalah hasrat yang
aktif yang menyuruh kita agar lekas bertindak.
  1. Hawa nafsu
Hawa nafsu adalah hasrat yang besar
dan kuat yang dapat menguasai seluruh fungsi jiwa kita. Hawa nafsu ini bergerak
dan berkuasa di dalam kesadaran.
  1. Kemauan
Kemauan adalah kekuatan yang sadar
dan hidup dan atau menciptakan sesuatu yang berdasarkan perasaan dan fikiran.
Proses kemauan, untuk sampai ke
tindakan biasanya melalui beberapa tingkat, yakni:
a)
Motif (alasan, dasar, pendorong)
b)
Perjuangan motif. Sebelum mengambil kekuasaan, pada batin biasanya ada beberapa
motif yang bersifat luhur dan rendah.
c)
Keputusan. Inilah yang sangat penting. Di sini kita mengadakan pemilihan antra
motif-motif tersebut dan meninggalkan kemungkinan yang lain, sebab tak mungkin
kita punya macam-macam keinginan dan pada waktu yang sama.
d)     Perbuatan
kemauan, kalau sudah mengambil keputusan, maka bertindak sesuai dengan
keputusan yang di ambil.
Ciri-ciri hasrat :
  1. Hasrat merupakan “motor” penggerak perbuatan dan
    kelakuan manusia
  2. Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu, baik
    positif maupun negatif.
  3. Hasrat selamanya tidak terpisah dari gejala mengenal
    (kognisi) dan perasaan (emosi).
  4. Hasrat di arahkan kepada penyelenggaraan suatu tujuan,
    maka di dalam hasrat terdapat bibit penjelmaan kegiatan.
  1. 2.    Hasrat Yang Berpusat Pada
    Kejasmanian
Gejala hasrat ini berhubungan
dengan gerak dan perbuatan yang berpusat pada kejasmanian atau kewiyasaan. Di
antara gejala hasrat ini ada yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan, binatang
maupun manusia. Aspek jasmaniah merupakan hal yang nampak keluar. Penampilan
seseorang juga terlihat dari aspek jasmaniah, dipengaruhi oleh struktur
tubuhnya, tinggi dan besar badannya.juga seseorang mudah dapat melihat apa yang
akan dialaminya bila individu mengalami cacat badan, anggota badan yang tidak
lengkap, kondidi indra yang tidak sempurna,, atau mengalami gangguan pada otak.
1)
Tropisme
Adalah peristiwa yang menyebabkan
timbulnyagerak ke suatu arah tertentu. Gejala tropisme terdapat pada
barang-barang tingkat vegetatif (tumbuh-tumbuhan) dan animal (binatang).
Tropisme dapat dibedakan menurut
jenis perangsangnya, antara lain :
a)
Foto-tropisme (fotos=cahaya)
Yaitu tropisme yang timbul karena
adanya perangsang cahaya menurut arah geraknya, foto tropisme dapat dibedakan
atas :
  1. Foto-tropisme positif, yaitu gerak mengarah cahaya.
    Misalnya tumbuh-tumbuhan mengarah kepada matahari, laron menyongsong
    sinar, dan sebagainya.
  2. Foto-tropisme negatif, yaitu bergerak menghindara
    perangsang cahaya. Misalnya jenis ikan tertentu yang selalu menjauhi
    sinar.
b)
Helio-tropisme (helios = matahari)
Yaitu tropisme yang timbul karena
adanya perangsang matahari. Menurut arah geraknya , helio-tropisme dapat
dibedakan :
  1. Helio-tropisme positif, yaitu bergerak mengarah matahari.
    Misalnya bunga matahari.
  2. Helio-tropisme negatif, yaitu bergerak menghindar
    matahari. Misalnya kelelawar.
2)
Refleks
Adalah gerak reaksi yang tidak
disadari terhadap perangsang. Rangsang yang bergerak  di antara rangsang
yang yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga rangsang yang paling
besar di antara yang kecil; yang kontras dengan latar belakangnya dan
intensitas rangsangannya  paling kuat.
a)
Ciri-ciri gerak refleks :
  1. Pada gerak refleks terdapat hubungan erat antara
    perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
  2. Gerak refleks berlangsung di luar kesadaran (tidak
    disadari).
  3. Gerak refleks bersifat mekanis (bergerak dengan
    sendirinya) dan tidak mempunyai tujuan tertentu.
  4. Sangat terikat oleh perangsang tertentu, boleh
    dikatakan bahwa tiap jenis perangsang tertentu menimbulkan gerak refleks
    tertentu.
  5. Tidak berhubungan dengan pusat susunan urat saraf dan
    bertalian dengan susunan saraf, yakni sumsum tulang belakang.
  6. Gerak refleks merupakan cara bertindak tertentu yang
    dibawa sejak lahir.
b)
Proses terjadinya gerak refleks :
Gerak refleks adalah gerak di luar
kesadaran, jadi reaksi-reaksi yang ditimbulkan tidak bersumber pada pusat
susunan saraf (otak) tanpa suatu pertimbangan.
c)
Macam-macam refleks :
  1. Refleks bawaan : yakni refleks yang dibawa sejak lahir.
  2. Refleks latihan : yakni refleks yang diperoleh dari
    pengalaman.
  3. Refleks bersyarat (conditioned-reflex) : yakni refleks
    yang tidak tergantung pada perangsang alamyang asli tetapi timbul karena
    perangsang yang lain.
3)
Insting
Yaitu kemampuan berbuaat tertentu
yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan dorongan-dorongan nafsu dan
dorongan-dorongan lain, disebut instink.
  1. Ciri-ciri instink :[
    1. Instink lebih majemuk dan refleks. Gerak-gerak insting
      lebih kompleks darpada gerak-gerak refleks yang serba terikat dengan
      jenis perangsang.
    2. Instink merupakan kemampuan untuk bergerak kepada
      suatu tujuan dengan tidak memerlukan latihan lebih dahulu.
    3. Gerak instinktif merupakan pembawaan, kemampuan alami
      yang dibawa sejak lahir,
    4. Gerak instinktif berjalan secara mekanis (berjalan
      dengan sendirinya),
    5. Instink sedikit banyak dapat dilatih atau diubah
    6. Gerak instinktif berakar pada dorongan nafsu dan
      dorongan – dorongan lain untuk mendapatkan pemuasan.
    7. Gerak instinktif pada hewan sejak lahir tetap, tidak
      berubah, sedang instink pada manusia berubah.
    8. Macam-macam instink :
Instink merupakan dorongan alami
untuk berbuat tertentu demi tercapainya tujuan. Pada garis besarnya dorongan
instink dapat digolongkan menjadi :
  1. Dorongan instink memepertahankan diri, meliputi :
a)
Instink makan
b)
Instink bernafas
c)
Instink bermain
d)     Instink
melindungi diri
e)
Instink takut
f)
Instink istirahat
  1. Dorongan instink mempertahankan jenis, meliputi :
a)
Instink seksual
b)
Instink membela diri
c)
Instink minat tolong
d)     Instink
sosial
e)
Instink melindungi
f)
Instink memelihara
  1. Dorongan  instink mengembangkan diri, meliputi :
a)
Instink belajar
b)
Instink menyelidiki
c)
Instink ingin tahu
  1. Perbedaan instink pada hewan dan manusia :
Instink pada hewan :
Bagi hewan semata-mata hidupnya
dikuasai oleh dorongan nafsu, maka fungsi dan peranan instink bagi hewan sangat
penting. Dengan instink, hewan hanya hidup dan bergerak dalam keadaan tertentu
dan sukar menyesuaikan diri dengan keadaan yang serba berubah.
Instink pada manusia :
Manusia adalah makhluk yang dikuasai
instink semata-mata. Manusia mempunyai kesadaran, mempunyai daya pikir,
mempunyai perasaan, mempunyai bermacam-macam pertimbangan, seperti ; baik
buruk, hina mulia, benar salah, luhur rendah, dan sebagainya.
4)      Automatisme
Gejala-gejala yang menimbulkan
gerak-gerak  terselenggara dengan sendirinya, disebut automatisme.
  1. Automatisme asli : ialah ferak automatis yang tidak
    digerakkan oleh gejala hasrat,
  2. Automatisme latihan : ialah gerak-gerak yang berjalan
    secara automatis karena seringnya gerak-gerak itu di ulang.
5)
Kebiasaan
Gerak perbuatan yang berjalan dengan
lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya, disebut kebiasaan.
6)
Nafsu
Dorongan yang terdapat pada
tiap-tiap manusia dan memberi kekuatan berindak untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu, disebut nafsu. Nafsu dalam terminologi
psikologi lebih dikenaldengan sebuah konasi (daya karsa). Konasi (kemauan)
adalah bereaksi, berbuat, berusaha, berkemauan, dan berkehendak.
  1. Macam-macam nafsu :
1)
Nafsu individual  (perseorangan)
2)
Nafsu sosial (kemasyarakatan)
  1. Hubungan nafsu dengan perasaan :
Perasaan yang hebat dapat
menimbulkan bergeraknya suatu nafsu dan sebaliknya nafsu kadang-kadang dapat
menimbulkan perasaan yang hebat, dan adakalanya kemampuan berfikir
dikesampingkan.
  1. Nafsu dan pendidikan :
Nafsu terdapat pada tiap-tiap orang
walaupun berbeda macam dan tingkatnya. Kebiasaan-kebiasaan yang baik atau
positif dan pengaruh-pengaruh positif pendidikan yang sudah tertanam dalam jiwa
seseorang dapat mempengaruhi nafsu dan pertanyaan-pertanyaan nafsu.
7)
Keinginan
Nafsu yang telah mempunyai arah
tertentu dan tujuan tertentu disebut keinginan.
8)
Kecenderungan (tendency)
Keinginan-keinginan yang sering
muncul atau timbul disebut kecenderungan.
Kecenderungan yang dapat dibedakan
menjadibeberapa golongan
  1. Kecenderungan vital (hayat)
  2. Kecenderungan perseorangan
  3. Kecenderungan sosial
  4. Kecenderungan abstrak
9)
Hawa Nafsu
Kecenderungan atau keinginan yang
sangat kuat dan mendesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang
disebut hawa nafsu.
Disamping itu hawa nafsu dicirikan
dengan :
  1. Perasaan sangat terpengaruh dan daya berpikir dapat
    ditumpuhkan.
  2. Biasanya hawa nafsu disertai timbulnya
    kekuatan-kekuatan yang hebat.
10)  Kemauan
  1. Gejala Kemauan pada Manusia
Kemauan adalah dorongan dari dalam
yang lebih tinggi tingkatannya daripada instink, refleks, automatisme,
kebiasaan, nafsu, keinginan, kecenderungan, dan hawa nafsu, sekali lagi
ditandaskan  bahwa kemauan hanya terdapat pada manusia saja.
Kemauan adalah dorongan dari dalam
yang sadar , berdasar pertimbangan pikir dan perasaan, serta seluruh pribadi
seseorang yang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan
tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidup pribadinya.
Berdasarkan penegasan tersebut di
atas , maka selanjutnya akan kita kenal ciri-ciri kemauan satu persatu :
  • Gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang
    dimiliki oleh manusia, karena kemauan merupakan dorongan yang disadari dan
    dipertimbangkan.
  • Gejala kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan.
    Kemauan mendorong timbulnya perhatian/minat-minat, mendorong gerak
    aktivitas ke arah tercapainya suatu tujuan.
  • Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan
    kemauan didasarkan atas berbagai pertimbangan, baik pertimbangan akal/
    pikir, yang menentukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun
    pertimbangan perasaan yang menentukan baik buruknya halus tidaknya
    perbuatan kemauan.
  • Pada gejala kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan
    pikir dan perasaan saja, tetapi seluruh pribadi memberikan pertimbangan,
    memberikan pengaruh, memberikan corak pada perbuatan kemauan.
  • Di dalam gejala kemauan terkandung sifat aktif/giat,
    karena timbulnya dorongan kemauan tertentu sekaligus timbul tujuan apa yang
    akan dicapai dengan dorongan itu.
  1. Proses Kemauan
Kemuan yang bersumber pada
dorongan-dorongan menimbulkan aktivitas- aktivitas mengarah pada tercapainya
tujuan, mempunyai proses yang bertingkat- tingkat. Berikut ini dipaparkan
beberapa proses kemauan :
  1. Proses kemauan menurut Meuman :
a)
Adanya motive
b)
Saat mempertimbangkan motive-motive
c)
Saat memilih
d)
Memutuskan
e)
Melaksanakan keputusan kemauan
  1. Proses kemauan menurut Narcis Ach
Ia mengatakan bahwa semua kemauan
memperlihatkan 4 saat :
a)
Saat penerimaan
b)
Saat obyektif
c)
Saat aktual
d)     Saat
subyektif
  1. Kebebasan kemauan
    1. Hal-hal yang mempengaruhi kemauan :
1)
Keadaan fisik
2)
Keadaan materi
3)
Keadaan psikis
4)
Keadaan milieu (lingkungan)
5)
Kata hati (consciensia)
  1. Kebebasan kemauan
1)
Teori determinisme (determine = menentukan)
Teori ini berpendapat :
a)
Kebebasan kemauan tidak mungkin ada,
b)
Semua peristiwa di dunia berlaku menurut rumus-rumus yang telah ada,
c)
Manusia terbatas dalam menentukan kebebasan kemauan,
d)     Tentang
pendidikan.
2)
Teori in-determinisme
Kaum ini penentang aliran
determinisme. Pendapat-pendapatnya :
a)
Manusia tidak hidup berdasarkan hukum-hukum kausalitas (sebab-akibat) tetapi
bebas dari kemauannya.
b)
Aliran ini mengakui juga adanya pengaruh hukum sebab akibat dalam perbuatan
manusia, tetapi bagaimanapun juga manusia bebas merdeka dalam mengambil
keputusan kemauan.
  1. Kebebasan kemauan dan batas-batasnya :
Ilmu jiwa baru mengakui adanya
kebebasan kekuatan kemauan. Namun demikian kekuatan kemauan manusia tetap ada
batas- batasnya,
  • Manusia dengan kemauannya tidak dapat mengubah
    sifat-sifat tubuhnya,
  • Di samping itu masih ada batas di luar manusia sendiri.
Kemauan mempunyai peranan yang
penting. Demikianlah pepatah mengatakan : “where there is will there is way”,
yang artinya “di mana ada kemauan tentu ada jalan”. Sejauh-jauh usaha manusia
dilakukan, manusia tidak mampu memastikan berhasil atau tidaknya tujuan yang
dicapai.
3.Hasrat Yang Berpusat PadaPsikologi
Atau Perbuatan Kemauan
Kemauan adalah dorongna kehendak
yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh
pertimbangan akal budi.
Atas dasar penegasan diatas, berikut
ini disajikan ciri-ciri kemauan sebagai berikut:
  1. Gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang
    khusus dimiliki oleh manusia.
  2. Gejala kemauan merupakan berhubungan erat dengan satu
    tujuan.
  3. Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbedaan
    kemauan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan,baik pertimbangan
    akal/pikiran,yang menentukan benar-salahnya perbuatan kemauan maupun
    pertimbangan perasaan kemauan.
  4. Dalam kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikiran
    perasaan saja, melainkan seluruh pribadi memberikan pertimbangan kemauan.
  5. Pada perbuatan kemauan bukanlah tindakan yang bersipat
    kebetulan, melainkan tindaakan yang disengaja dan pada tercapainya suatu
    tujuan.
  6. Bahwa kemauan menjadi  unifikator atau pemersatu
    dari semua tingkah laku manusia, dan mengkordinikasikan segenap fungsi
    kejiwaan menjadi bentuk kerja sama yang super harmonis.
Terdapat seluk-beluk yang kompeks
dengan melalui moment-moment sebagai berikut:
a)
Momen “rangsang-rangsang” atau saat penerimaan
b)
Momen obyektif
c)
Momen aktual
d)     Momen
subjektif
Hal-hal yang mempengaruhi kemauan :
a)
Keadaan fisik, adalah pengaruh yang berhubungan dengan kondisi
jasmani,yakni  sanggup tidaknya, kuat-tidaknya, mampu tidaknya,untuk
melakukan keputusan kemauan.
b)
Keadaan materi, maksudnya ialah bahan-bahan,syarat-syarat,dan alat-alat yang
dipergunakan untuk melaksanakan keputusan kemauan.
c)
Keadaan milieu (lingkungan), maksudnya apakah keputusan kemauan dapat
dilaksanakan dalam lingkungan tertentu,yang sesuai dengan lingkungan, apakah
lingkungan dapat membantu atau sebaliknya.
d)     Kata hati
(consciensia), adalah memegang peranan penting dalam melaksanakan keputusan
kemauan.
  1. 4.    Motif, Perkembangan Dan Macamnya
    1. Motif
Motif adalah sesuatu yang orang
pikirkan dan inginkan yang menyebabkan sesuatu. Contohnya, orang  yang
termotivasi dengan prestasi akan mengatasi segala hambatan untuk mencapai
tujuan, dan bertanggung jawab melaksanakannya.Dorongan yang datang dari dalam dirinya untuk berbuat itu namanya
motif. Karna itu motif diartikan sebagai suatu kekuatan yang terdapat dalam
diri organisme yang menyebabkan organisme itu bertindak atau berbuat. Namun
demikian, ada pula perbuatan yang tidak di dorong oleh motif, di mana perbuatan
itu berlangsung secara otomatik. Perbuatan organisme itu dapat dibedakan:
perbuatan yang refleksi dan perbuatan yang di sadari.
1)
Perbuatan yang refleksif, yaitu perbuatan yang terjadi tanpa disadarioleh
individu yang bersangkutan. Dengan demikian reaksi refleksif dapat digambarkan
sebagai berikut:
Stimulus à reseptor à efektor à
respons
2)
Perbuatan yang disadari, yaitu perbuatan organisme atas dasar adanya motif dari
individu yang bersangkutan. Jalan yang ditempuh stimulus sampai terjadinya
reaksi ialah:
Stimulusàreseptorà pusatàefektor à
respons
  1. Perkembangan Motif
Perkembangan ini berhubungan dengan
masalah kematangan(maturation), latihan,dan proses belajar. Berhubungan dengan
hal tersebut dapat dikemukakan bahwa sewaktu inidividu dilahirkan telah membawa
dorongan-dorongan atau motip-motip tertentu terutama motip yang berhubungan
dengan kelangsungan hidup individu sebagai organisme. Ada motif alami(natural)
yang merupakan motif dasar yang ada pada individu, dan ada motif yang diperoleh
melalui pengalaman proses belajar, yaitu merupakan motif yang dipelajari
(lernedsmotives). Motif dasar merupakan motif yang erat seakli hubungannya
dengan motif untuk minum,motif untuk mencari udara segar, motif seksual. Tetapi
dengan perkembangan individu, motif dasar akan mengalami perubahan, sesuai
dengan keadaan norma-norma yang ada.
  1. Macam-Macam Motif
Menurut Woodworth dan Marquis motif
dibedakan menjadi :
  1. Motif yang berhubungan dengan kebutuhan kejasmanian
    (organicneeds) yaitu merupakan motif yang berhubungan dengan kelangsungan
    individu atau organisme,misalnya motif minum,makan,kebutuhan pernapasan,seks,kebutuhan
    beristirahat.
  2. Motif darurat(emergenci motives) yaitu merupakan motif
    untuk tindakan-tindakan dengan segera karena keadaan sekitar
    menuntutnya,misalnya motif melepaskan diri dari bahaya, motif melawan,
    motif untuk mengatasi rintangan-rintangan, dan motif untuk bersaing.
  3. Motif objektif(objektive motives) yaitu merupakan motif
    untuk mengadakan hubungan dengan keadaan sekitarnya baik terhadap
    orang-orang, atau benda-benda,misalnya motof explorasi, motif manupulasi.
Macam-macam motif pada beberapa
kemungkinan respons yang dapat diambil, yaitu:
  1. Pemilihan atau penolakan
Dalam menghadapi bermacam- macam
motif individu dapat dapat mengambil pemilihan  yang tegas. Dalam keadaan
yang tegas individu harus memberikan salah satu respons ( pemilihan atau
penolakan) dari beberapa objek atau situasi yang dihadapi.
  1. Kompromi
Jika idividu mengadapi dua macam
objek atau situasi,  adanya kemungkinan individu dapat mengambil respons
yang bersipat kompromis yaitu menggabungkan dua macam objek tersebut. Tetapi
tidak semua objek atau situasi dapat direspons atau keputusan yang kompromis.
  1. Meragu-ragukan atau bimbang
Jika individu diharuskan mengadakan
pemilihan atau penolakan diantara dua objek atau hal yang buruk maka timbul
kebimbangan atau keragu-raguan pada individu. Rasa ingin mengambil atau
melepaskan sesuatu,kebingungan terjadi karena masing-masing objek mempunyai
nilai-nilai yang positipatau pun yang negatif,keduanya  mempunyai segi
yang menguntungkan atau merugikan.
Kebimbangan atau keraguan umumnya
tidak menyenangkan bagi individu,ada hambatan atau gangguan.  Adanya
anggapan  suatu keputusan akan lebih baik dari pada tidak ada keputusan .
BAB
III Simpulan
Dapat disimpulkan bahwasannya kemaun
dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa
untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari dalam. Dan
tampak dari luar sebagai gerak-gerik.
Bahwasannya pula hasrat yang
berpusat pada kejasmanian mempunyai 10 unsur yaitu; Tropisme, Refleks, Insting,
Automatisme, Kebiasaan,  Nafsu, Keinginan, Kecenderungan, Hawa Nafsu, dan
Kemauan.
Adapun hal-hal yang mempengaruhi
kemauan ialah keadaan fisik, keadaan materi, keadaan lingkungan, dan kata hati.
Dapat kita ketahui bahwasannya
motif  menurut Woodworth dan Marquis motif dibedakan menjadi 3, yaitu;
motif yang berkenaan dengan kebutuhan jasmani, motif darurat, dan motif
obyektif.

Makalah GEJALA KEMAUAN (KONASI) | jati | 4.5