12 Tipe Dan Pengertian Database Menurut Para Ahli

12 Tipe Dan Pengertian Database Menurut Para Ahli – Disini saya akan membahas mengenai apa itu database dan tipe-tipe database. Database atau yang dikenal dengan sebutan basis data adalah merupakan sekumpulan data yang disusun dan disimpan rapi dalam komputer dan bisa diolah ataupun dimanipulasi menggunakan perangkat lunak atau software untuk dijadikan sebagai sebuah informasi. Salah satu hal terpenting sebagai gudang penyimpan data adalah basis data.

Pengertian Database Menurut Para Ahli

Adapun pengertian database menurut para ahli akan dijelaskan berikut ini :
  1. C.J.Date
    menyatakan bahwa database ialah suatu data operasional yang hanya
    digunakan oleh sistem sebuah aplikasi dari suatu pengorganisasian.
  2. S.Atre
    menjelaskan bahwa database ialah sekumpulan data yang saling berkaitan
    antara satu dengan yang lain dengan penggunaan yang beraneka ragam.
  3. Gordon C.Everest. Menurutnya database ialah sekumpulan data bersifat mekanis, terdefinisi dan terbagi secara formal pada suatu pengorganisasian.
  4. Toni Fabbri
    mengemukakan database sebagai suatu sistem file yang dapat terintegrasi
    dan paling tidak memiliki satu primary key untuk pengulangan data.

Tipe Database

Untuk menyimpan ataupun mengambil data dari basis data kita memerlukan perangkat lunak yang sering disebut dengan DBMS (system managemen basis data). Adapun tipe database ada sekurang-kurangnya 12 tipe, yaitu antara
lain:

  1. Analytical database,
    yang merupakan database untuk menyimpan informasi dan data yang diambil
    dari operasional dan eksternal database. Database ini terdiri dari data
    dan informasi yang diringkas dan paling banyak dibutuhkan oleh suatu
    organisasi manajemen maupun End-user lainnya.
  2. Operational database
    ialah database yang menyimpan data secara rinci yang dibutuhkan untuk
    mendukung operasi dari seluruh organisasi. Biasa juga disebut dengan
    SADB (subject-area databases), transaksi, dan produksi database.
    Contohnya seperti : database inventaris, database pribadi, database
    pelanggan, akuntansi database.
  3. Distributed database
    merupakan kelompok kerja lokal database dan departemen di kantor-kantor
    dan lokasi kerja yang lainnya. Dalam database ini terdapat dua segmen
    yaitu user database dan operasional yang datanya digunakan dan
    duhasilkan hanya pada pengguna situs itu sendiri.
  4. Data warehouse
    yaitu sebuah data warehouse yang menyimpan data dari tahun-tahun
    sebelumnya hingga saat ini. Data warehouse merupakan sumber utama data
    yang telah terintegrasi sehingga bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh
    para pengguna seluruh organisasi yang profesional. Perkembangan yang
    terjadi akhir ini dari data warehouse ialah dipergunakan sebagai Shared
    nothing architecture untuk mendukung dan memfasilitasi ekstrem
    scalling.
  5. End-user database
    yang terdiri dari file-file data yang dikembangkan dari end-user dalam
    workstation mereka. Contohnya berbagai koleksi dokumen dalam word
    processing, spreadsheet maupun download file.
  6. Real time database
    merupakan sebuah sistem pengolahan yang dirancang dalam menangani beban
    kerja suatu negara yang bisa berubah-ubah, mengandung data terus
    menerus dan sebagian tidak berpengaruh terhadap waktu. database ini
    bermanfaat bagi orang-orang hukum, akuntansi, perbankan, multi media dan
    analisis dta yang ilmiah.
  7. Document oriented database
    yang merupakan salah satu program komputer yang dirangkai untuk sebuah
    aplikasi yang berorientasi pada dokumen. Sistem ini dapat diterapkan
    sebagai lapisan diatas database relasional maupun objek database.
  8. In memory database. Database ini bergantung pada memori untuk penyimpanan data dalam sebuah komputer.
  9. Navigational database. Dalam navigasi database ini, queries menjumpai benda bagi yang mengikuti referensi dari objek tertentu.
  10. Hypermedia database on the web
    merupakan sekumpulan halaman multimedia yang saling berkaitan dalam
    sebuah situs web, yang terdiri dari home page, dan hyperlink dari
    multimedia seperti gambar, teks, grafik audio dls.
  11. External database.
    Adapun database tipe ini menyediakan akses ke eksternal, data milik
    pribadi online – tersedia untuk biaya pada pengguna akhir ataupun
    organisasi dari layanan komersial.
  12. Relational database. Dari tahun 2009 rational database merupakan standar komputasi bisnis, dan database yang paling umum digunakan pada saat ini.
Adapun manfaat database ini ialah menghindari adanya data rangkap atau double, bisa tersusun dengan suatu format yang standar dari sebuah data, dapat mengamankan data, dapat menentukan kualitas dari sebuah informasi, juga dapat mengatasi masalah data yang sulit untuk diakses.

SEJARAH DATABASE

Sejak zaman dulu, basis data sudah menjadi fokus yang utama pada aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Strore). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu computer) pada tahun 1973.

Menurut sejarah, system pemrosesan basis data terbentuk setelah masa system pemrosesan manual dan system pemrosesan berkas. System pemrosesan manual (Berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. System pemrosesan berkas merupakan system komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Perancangan system ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna, bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data sendiri, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.

Sejarah DBMS (Database Management System), generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).

Pada akhir 1960, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan system SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. System ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.

Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama jangka panjang untuk mengembangkan system operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah system operasi setelah masa kejayaan MS-DOS. OS/2 ini akan lebih ‘Hebat’ dan lebih ‘Canggih’ daripada MS-DOS, ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan processor Intel yang terbaru yaitu 80286. “That was the plan!” OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan april 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.

Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah Database SQL yang disebut OS/2 Database Manager, OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 , sebuah Database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe. OS/2 Database manager juga akan menyertakan SNA (System Network Architecture) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari SSA (System Application Architecture)-nya. IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang. Tetapi jika IBM mampu menawarkan sebuah solusi OS/2 yang begitu lengkap, kenapa user harus membeli produk OS/2 buatan Microsoft?.

Hal inilah yang membuat Microsoft segera mencari solusi sendiri. Pada tahun 1986, Microsoft sudah menghasilkan 197 JutaUS$ per tahun, dengan 1153 pegawai. (Sepuluh tahun kemudian, Microsoft telah mendapatkan 6 Milyar US$ dari bisnis softwarenya, dengan hampir sekitar 18.000 pegawai). Produk-produk Microsoft hampir semuanya terfokus pada aplikasi desktop dengan produk utamanya adalah MS-DOS. Komputasi Client/Server pada saat itu belum menjadi fokus utama Microsoft dan industri komputer. Manajemen data pada sebuah PC hanyalah menjadi sebuah fantasi pada masa itu, User biasanya hanya menggunaka LOTUS 1-2-3 untuk menyimpan data. Produk dBASE buatan Ashton Tate segera menjadi sangat populer setelah diluncurkan, Selanjutnya Anca Software merilis Paradox dan Micro Rim dengan prouk RBase-nya. Pada tahun 1986 tersebut, Microsoft belum mempunyai produk manajemen Database sendiri. (Tetapi pada tahun 1992, Microsoft mendapatkan sukses yang luar biasa dari produk manajemen database desktop-nya dengan Microsoft Access dan Microsoft FoxPro).

Tetapi IBM Database Manager sangatlah berbeda dari dBASE, Paradox atau RBase. Produk IBM ini walaupun tidak begitu user-friendly, tetapi ia mempunyai SQL query processor-nya sendiri dan bekerja berdasarkan “Transactions”, hampir sama dengan Database Server yang berjalan diatas Minicomputer dan mainframe, seperti DB/2, Oracle ataupun Informix. Microsoft membutuhkan produk DBMS (Database Management System) sekaliber ini dan membutuhkannya segera!.

Microsoft berpaling kepada Sybase, Inc. Sebuah perusahaan pembuat software DBMS yang sedang ‘Naik daun’, yang merilis produk Data Server-nya pada bulan mei 1987 untuk Sun Microssystem yang berjalan diatas UNIX. Data Server mendapatkan reputasi berkat inovasi dan kreatifitasnya dengan Stored Procedure dan Trigger serta paradigma baru dalam dunia komputasi yaitu: Client/Server.

TUJUAN DATABASE

Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi

Menentukan kualitas informasi: akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dapat

dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

Mengurangi duplikasi data (data redudancy)

Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)

Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar.

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DATABASE

Keunggulan :

  1. mengurangi kerangkapan data
  2. mencapai independensi data
  3. mengintegrasi data dari beberapa file
  4. mengambil data dan informasi secara cepat
  5. meningkatkan keamanan data

Kelemahan:

  1. perangkat lunak yang mahal
  2. konfigurasi perangkat keras yang besar
  3. mempertahankan staff Database Administrator

STRUKTUR DATABASE

Telah diketahui bahwa secara fisik data dalam bentuk kumpulan bit dan direkam dengan basis track didalam media penyimpan eksternal. Dalam prakteknya, untuk kemudahan dalam mengakses data, data disusun dalam suatu struktur logis yang menjelaskan bahwa:

  1. Kumpulan tabel menyusun basis data,
  2. Tabel tersusun atas sejumlah record,
  3. Sebuah record mengandung sejumlah field, dan
  4. Sebuah field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.

Pengertian masing-masing istilah diatas adalah seperti berikut:

  1. Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
  2. Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
  3. Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.
  4. Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.
12 Tipe Dan Pengertian Database Menurut Para Ahli | jati | 4.5