Kumpulan Puisi Pahlawan

Kumpulan Puisi Pahlawan – Setiap senin tidak sedikit dari anda yang mengekor upacara pengibaran bendera merah putih baik di sekolah , kantor atau instansi negara lainnya . Dalam upacara anda juga diharuskan untuk mengheningkan cipta guna mendoakan arwah semua pahlawan yang sudah gugur . Ya pahlawan adalahgelar yang diserahkan kepada penduduk negara atau seseorang yang berusaha melawan penjajah , gelar ini juga diserahkan untuk seseorang yang gugur demi membela bangsa dan negaranya atau semasa hidupnya orang tersebut telah mengerjakan tindakan yang menghasilkan prestasi spektakuler untuk pembangunan dan peradaban bangsa . Mereka layak mendapatkan gelar pahlawan sebab telah berusaha mati-matian guna membela bangsa dan tanah air . Banyak pahlawan indonesia yang gugur di medan perang , dengan motivasi membara mereka berusaha penjajah memakai senjata tradisional laksana bambu runcing melawan penjajah yang teknologi dan perlengkapan perangnya lebih maju . Berkat kegigihan semua pahlawan mereka sukses mengusir penjajah meskipun memerlukan waktu ratusan tahun . Kita pasti tau bahwa indonesia sudah di jajah dan di perbudak oleh bangsa lain sekitar ratusan tahun , mulai dari portugis , inggris , belanda sampai jepang . Mereka paling bernafsu guna menguasai sumber daya alam dan insan di indonesia guna menghasilkan kekayaan negara mereka . Ratusan tahun indonesia di jajah menciptakan para pejuang waktu tersebut merasa lelah dan timbul perlawanan di sekian banyak  daerah . Yang mereka mau hanyalah dapat menikmati hidup tenteram dan nyaman di tanah kelahiran dan anak cucu keturunan mereka bisa menikmati masa mendatang yang lebih baik.Hingga kesudahannya pada tanggal 17 agustus 1945 saya dan anda bisa meraih kebebasan dan mengenyahkan para penjajah dari bumi indonesia . Semenjak tersebut indonesia berevolusi menjadi negara yang powerful dan di segani oleh negara beda , di bawah kepemimpinan presiden soekarno indonesia bisa terlepas dari segala desakan dari bangsa beda . Tanpa perjuangan semua pahlawan indonesia tidak akan dapat maju dan jaya seperti kini ini . Kita mesti menghargai mereka semua pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa dan raga mereka demi kebebasan bangsa indonesia . Saat ini saya dan anda bisa mengenang jasa-jasa pawa pahlawan yang di abadikan kedalam puisi-puisi kepahlawanan . Dengan arti yang begitu mendalam dan menggambarkan cerita perjuangan pada waktu tersebut .

berikut ini adalah kata kata apresiasi untuk mengenang para pahlawan di zaman perjuangan dan penjajahan yang gugur untuk mempertahankan tanah air indonesia.Tentunya jasa-jasa para pahlawan sangat besar pada masa lalu terutama untuk generasi saat ini yang bisa menikmati hasil perjuangan mereka. Yuk, simak bersama kompilasi terbaik puisi perjuangan pahlawan yang ada pada postingan berikut.

Untukmu Pahlawan Indonesiaku

Demi negri…
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan

Puisi Untuk Pahlawanku

demi negeri
kau korbankan waktumu
demi bangsa
rela kau taruhkan nyawamu
maut menghadang didepan
kau bilang itu hiburan

nampak raut wajahmu
tak segelintir rasa takut
semangat membara dijiwamu
taklukkan mereka penghalang negeri

hari-harimu diwarnai
pembunuhan, pembantaian
dihiasi bunga-bunga api
mengalir sungai darah disekitarmu
bahkan tak jarang mata air darah itu
muncul dari tubuhmu
namun tak dapat
runtuhkan tebing semangat juangmu

bambu runcing yang setia menemanimu
kaki telanjang tak beralas
pakain dengan seribu wangi
basah dibadan kering dibadan
kini menghantarkan indonesia
kedalam istana kemerdekaan

Pahlawan

Hai Pahlawan kami,
Kau selalu melindungi kami
Kau telah berjuang untuk kami
Dan seluruh warga-warga dan teman-teman kami
Juga negara demi kami

Seandainya itu semua
Bukan dari pengorbanan yang rela
Dan semangat para pahlawan kita
Maka negara ini akan hancur selamanya
Jadi, terimalah terimakasih kami semua

Ibu Kartini

Dahulu wanita selalu diinjak-injak
Tetapi sekarang tidak lagi
Karena dahulu Ibu Kartini berjuang keras
Untuk menyelamatkan kaum wanita

Pengorbanan
Detik-detik penuh dengan ancaman
Ketiga raga di pucuk darah penghabisan

Mata tombak yang selalu mengintai
Darah mengucur deras bagai badai

Tak kenal senjata, tak kenal mati
Hanya kaulah pahlawan sejati
Senyum Suci

Ku Cinta Pahlawan Indonesia

Bagaimana kalian mengendap dalam gelap malam
di lereng strategis sebuah bukit kecil
menghadang konvoi nica

bagaimana jantung kalian deras berdebar
ketika iring-iringan kendaraan itu semakin mendekat



lalu bagaimana tubuhmu ditembus peluru
dan kau rebah ke tanah berlumur darah
terbaring beku
di rumput ilalang
dalam lengang yang panjang
kami tak tahu
ketika itu kami belum tumbuh dirahim ibu

bagaimana kalian dalam seragam kumal
baju compang-camping
menyandang karaben Jepang
di front-front terdepan

bagaimana kalian terpelanting
dari tebing-tebing pertempuran

bagaimana kalian menyerbu tank
dengan bambu runcing

bagaimana kalian bertahan habis-habisan
ketika dikepung musuh dari segala penjuru

bagaimana kalian terbaring
di dinding-dinding kamar pemeriksaan nefis

bagaimana kalian mengunci rapat rahasia pasukan
dalam mulut yang teguh membisu
walau dilistrik jari-jarimu
dan dicabuti kuku-kukumu

bagaimana kesetiakawanan yang menulang-sumsum
bagaimana kaum ibu sibuk bertugas di dapur umum
bagaimana kalian sudah merasa bangga
kalau ke markas bisa naik sepeda

bagaimana semua itu sungguh-sungguh terjadi
dan bukan dongeng
dan bukan mimpi
kami tak alami
kami belum hadir di bumi ini

bagaimana peristiwa-peristiwa itu berlangsung
pastilah satu memori yang agung
tapi adalah memori kalian
dan bukan nostalgia kami

Kemerdekaan

kemerdekaan
telah kalian rebut

kemerdekaan
telah kalian wariskan
kepada negeri ini
kepada kami anak-anakmu

kemerdekaan
menjadikan kami
jadi generasi
yang tak kenal lagi
rasa rendah hati
seperti yang kalian rasakan
di zaman penjajahan

kemerdekaan
ke sekolah naik sepeda
bukan lagi segumpal rasa bangga
seperti kalian dulu
di tahun tiga puluh
kami anak-anakmu
telah kalian belikan
sepeda motor baru
untuk sekolah, ngebut dan pacaran

tetapi
kemerdekaan
yang juga bahkan
menyadarkan kami
tentang peranan yang harus kami mainkan sendiri
dengan tangan sendiri dengan keringat sendiri
sengan bahasa kami sendiri
dalam lagu cinta
tak bersisa
pada tumpah darah
Indonesia

Kemerdekaan
kami tahu
tak hanya dalam deru
sepeda motor
tak cuma meluku tanah dengan traktor

kemerdekaan
bukan hanya langkah-langkah kami
ke gedung-gedung sekolah

kemerdekaan
bukan hanya langkah-langkah petani
ke petak-petak sawah

kemerdekaan
alah pula pintu terbuka
bagi langkah-langkah pemilih
ke kotak-kotak suara

kemerdekaan
adalah ketika hati nurani
bebas melangkah
dengan gagah
bebas berkata
tanpa
terbata-bata

Senyum suci tlah kauraih
terima kasih pahlawan suci
semangat juang tinggi tlah kauraih
Indonesiaku gemilang kini

Jejak-Jejak Pejuang

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Semerbak harum dalam deretan syair pujangga
Bercerita indah akan kisah perjuangan
Sang pahlawan dalam membela bangsa

Meregang nyawa di medan peperangan
Raga berlubang tertembus peluru tajam
Meski tersungkur tergeletak di tanah
Kau tetap hidup dalam sanubari anak bangsa

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Menapak jelas menembus zaman
Kini kaupun mampu menyaksikan dari surga
Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela
Serdadu Tak dikenal

Kau ambil seragam lusuh di bilik kamarmu
Kau kenakan dengan sangat rapi
Meski dirimu kini tak dikenal
Namun semangat juangmu terasa hingga menembus batas zaman

Kau siapkan senapan dengan peluru tajam
Dengan gagah kau maju di barisan depan
Menjadi biduk dalam strategi perang
Tak jarang dirimu menjadi umpan kemenangan

Dengan gagah berani kau merangsek manju ke barisan depan
Hingga tak kau sadari sebuah peluru tajam menerjang
Meski kau tak dikenal
Perjuanganmu takkan akmi lupakan

Kerinduan Pertiwi

Ibu pertiwi kini berlinangan air mata
Menyaksikan hasil perjuangan yang tak terperi
Diinjak-injak oleh generasi terkini
Siapa hati yang tak pilu karenanya

Tanah airmu mengering
Tak lagi terbasahi darah perjuanganmu
Yang dahulu meresap ke dalam tanah airmu
Kini gersang tak berkehidupan

Kau saksikan negerimu kini
Mengaduh keluh kesah tak terperi
Menanti perjuanganmu kembali
Wahai pahlawan sejati

Pahlawan yang Hilang

Dimana lagi kan kutemukan keberanianmu

Dimana lagi kan kutemukan pekik teriak semangatmu
Dimala lagi ku temukan sosok sepertimu
Wahai pahlawan

Beribu hari telah kulalui
Jutaan hari telah kuhitung dengan jemari
Namun tak mampu jua kutemukan
Sosok pahlawan sejati

Kumeniti jalanan penuh onak dan duri
Menyusuri gurun pasir yang kering kerontang
Dimanakah kan kutemui lagi
Sosok sepertimu wahai pahlawanku

Imam Bonjol

Di bumi barat Sumatra
Hadirlah seorang alim ulama
Peto syarif ibnu pandito bayanuddin namanya
Diberi gelar Tuanku Imam Bonjol karena pandai agama

Kaum agama adalah kaum padri
Mengajak umat menjalankan Islam secara murni
Sabung ayam, bermabukan dan berjudi haruslah dihindari
Kaum adat resah, kesenangannya dihalangi

Belanda melihat adanya permusuhan
Kebencian kaum adat kepada kaum Padripun dikobarkan
Segala bujuk rayu dan hasutan digulirkan
Agar terjadi perpecahan menuju kekalahan

Jihad kaum Padri begitu tinggi
Belanda lelah tak dapat menandingi
Bertahun-tahun Imam Bonjol diikuti
Namun perjuangannya tak dapat dibuat mati

Tipu muslihat akhirnya dibuat
Namun kekuatan Tuanku Imam Bonjol tetap kuat
Akhirnya Belanda mendatangkan pasukan dari Jawa untuk merapat
Memperkuat pasukan di Sumatra Barat

Tahun 1837 , begitu dahsyat serangan Belanda
Satu persatu wilayah sumatra barat tak lagi kuasa
Kampung Imam Bonjolpun dipukul rata
Beliau tertangkap  dan dibuang ke Minahasa

Share