Integrasi USLE dengan Sistem Informasi Geografi (SIG)


Integrasi USLE dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) – USLE dikembangkan untuk memperkirakan kehilangan tanah pada lahan dengan ukuran kecil, sehingga dalam aplikasinya untuk memperkirakan yil sedimen (bukan kehilangan tanah) DAS, semua faktor (kecuali R) harus dihitung dengan pembobotan.

Selanjutnya, jika tata guna lahan atau konservasi praktis di DAS bervariasi terhadap ruang, erosi harus dihitung secara individual untuk masing masing luasan, dan juga diperlukan modifikasi harga faktor-faktor USLE.

Cara yang paling tepat untuk mengakomodasikan karakteristik masing-masing luasan secara spasial adalah dengan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG).

Penggunaan Sistem Informasi Geografis sebagai suatu system pengumpulan data yang terorganisir dewasa ini mulai berkembang pesat. Dan ini telah terbukti di beberapa instansi baik pemerintah ataupun swasta yang menggunakan Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem pengumpulan dan penggabungan data terpadu.

Terdapat beberapa hal yang menarik mengapa konsep SIG tersebut digunakan, bahkan di berbagai disiplin ilmu. Diantaranya ;
1) Hampir semua operasi (termasuk analisisnya) yang dimiliki oleh perangkat SIG interaktif yang didukung dengan kemudahan untuk akses menu (user friendly).

2) Kemampuannya untuk menguraikan entitas yang ada di permukaan bumi pada format layer data spasial. Dengan demikian permukaan tersebut dapat direkonstruksi kembali atau dimodelkan dalam bentuk nyata dengan menggunakan data ketinggian dan layer tematik yang diperlukan.

3) Aplikasi – aplikasi SIG menyediakan fasilitas untuk di-customize dengan bantuan script-script bahasa program yang dimiliki software SIG atau bahkan mampu untuk berintegrasi dengan perangkat aplikasi lain yang disusun dengan bahasa pemrograman yang lebih canggih (visual basic, Delphi, C++).

4) Software SIG menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan aplikasi – aplikasi lain hingga dapat bertukar data secara dinamis baik melalui fasilitas OLE (Object Linking and Embedding) ma upun ODBC (Open Database Connectivity) untuk mengakses data remote. Selain itu SIG sudah banyak diimplementasikan dalam bentuk komponen-komponen perangkat lunak yang dapat digunakan kembali oleh user yang menginginkan tampilan peta digital (terutama format vektor) pada aplikasinya dengan kemampuan dan kualitas standard.

5) Pada saat ini bagi user yang berada pada lokasi yang jauh dari sumber data dapat mengakses data SIG tersebut dengan mengimplementasikan map-server atau GIS-server yang siap melayani permintaan (queries) para client melalui intranet ataupun internet (web based).

Sehingga beban kerja dapat dipisahkan antara client dan server. Selain itu, aplikasi –aplikasi SIG dapat dibuat di server maupun di client. Server akan mengatur dan memberikan layanan terhadap semua query yang masuk dari user (clients). Dengan demikian produk aplikasi SIG juga dapat dipublikasikan secara bebas di jaringan internet hingga dapat diakses menggunakan aplikasi browser internet.

Dengan demikian untuk mengelola data yang kompleks ini, diperlukan suatu sistem informasi yang secara terintegrasi mampu mengolah baik data spasial dan data atribut untuk selanjutnya mampu menjawab pertanyaan spasial dan atribut secara simultan. Dengan demikian, diharapkan keberadaan suatu sistem informasi yang efisien dan mampu mengelola data dengan struktur yang kompleks dan jumlah yang besar ini dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Salah satu sistem yang menawarkan solusi untuk masalah ini adalah Sistem Infromasi Geografis (Geographics Information System – GIS). GIS/ SIG menjadi satu teknologi baru yang pada saat ini menjadi alat bantu yang sangat esensial dalam menyimpan, memanipulasi, menganalisis dan review kondisi-kondisi alam dengan bantuan data atribut dan spasial. SIG tersebut didukung oleh berbagai disiplin ilmu yang terkait. Sebagai ilustrasi mengenai hubungan SIG dengan bidang-bidang pendukungnya adalah sebagai berikut :

Definisi SIG selalu berkembang, bertambah dan bervariasi. SIG juga merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru, digunakan di berbagai bidang ilmu dan berkembang cepat. Berikut ini salah satu definisi SIG yang popular yang dipublikasikan oleh ESRI (Environmental System Research Institute)


Integrasi USLE dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) | jati | 4.5