Pengertian, Fungsi, Ciri, Macam-Macam Nilai Sosial Jenis Contoh

Pengertian, Fungsi, Ciri, Macam-Macam Nilai Sosial Jenis Contoh – Nilai merupakan kelompok sikap perasaan ataupun anggapan terhadap sesuatu hal tentang baik-buruk, benar-salah, patut-tidak patut, mulia-hina, pentng atau tidak penting.

Contoh:

  • Nilai syurga guna kehidupan diakhirat
  • Nilai mata uang guna kehidupan didunia
  • Nilai memilki mobil mewah
  • Nilai mempunyai status yang terdapat dalam masyarakat
  • Nilai memilki tanah yang luas
Nilai sosial ialah nilai yang dipunyai oleh sebuah masyarakat tentang apa yang dirasakan baik dan apa yang dirasakan buruk yang diterima masyarakat dan dijadikan dasar kehidupan bersama. Nilai akan memprovokasi perilaku insan yang mempunyai nilai. Nilai akan berhubungan dengan kebudayaan masyarakat, maka bakal timbul sistem nilai budaya. Yang mana sistem nilai budaya ialah adanya konsepsi – konsepsi yang terdapat dialam pikiran insan dan sebahagian besar apa yang dirasakan pantas.

Contoh :

  • Nilai mengenai kesopanan, laksana kaum remaja yang mulai berpakaian tersingkap yang mencontoh artis artis yang ditayangkan ditelevisi.
  • Nilai seseorang yang rajin beribadah bakal dijunjung tiggi tetapi bilamana malas beribadah maka bakal jadi gunjingan dalam masyarakat
  • Nilai menyumbangkan beberapa harta guna kepentingan beribadah maka bakal dinilai sebagai orang yang dirasakan pntas dihormati dan diteladani
  • Nilai keyakinan, laksana dalam perjalanan mendarat –tiba melintas seekor ular, lantas ada perasaan fobia yang selanjutnya gagal guna melanjutkan perjalan tersebut.

 

Pengertian, Fungsi, Ciri, Macam-Macam Nilai Sosial Jenis Contoh

Definisi nilai sosial menurut pendapat para ahli.

  • Alvin L. Bertrand

Nilai adalah suatu kesadaran yang disertai emosi yang relative lama hilangnya terhadap suatu objek, gagasan, atau orang.

  • Robin Williams

Nilai sosial adalah hal yang menyangkut kesejahteraan bersama melalui konsensus yang efektif di antara mereka, sehingga nilai-nilai sosial dijunjung tinggi oleh banyak orang.

  • Young

Nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.

  • Clyde Kluckhohn

Dalam bukunya ‘Culture and Behavior’, Kluckhohn menyatakan bahwa yang dimaksud dengan nilai bukanlah keinginan, tetapi apa yang diinginkan. Artinya nilai bukan hanya diharapkan, tetapi diusahakan sebagai suatu yang pantas dan benar bagi diri sendiri dan orang lain.

  • Woods

Nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Koentjaraningrat

Suatu sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.

  • Notonagoro

Nilai dibedakan atas nilai material, vital, dan kerohanian.

  1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
  2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitasnya.
  3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian dapat dibedakan atas nilai-nilai berikut ini :
  • Nilai kebenaran atau kenyataan yang bersumber pada unsur akal manusia (rasio, budi, cipta).
  • Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (perasaan, estetis).
  • Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak atau keamanan (karsa, etika).
  • Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan serta kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.

Fungsi Nilai Sosial

yakni sebagai tuntunan arah dan pemersatu, benteng perlindungan, dan pendorong.

  • Petunjuk Arah dan Pemersatu

Apakah maksud nilai sebagai tuntunan arah? Cara beranggapan dan beraksi anggota masyarakat umumnya ditunjukkan oleh nilai-nilai sosial yang berlaku. Pendatang baru juga secara moral diharuskan mempelajari aturan-aturan sosiobudaya masyarakat yang didatangi, mana yang dijunjung tinggi dan mana yang tercela. Dengan demikian, dia bisa menyesuaikan diri dengan norma, pola pikir, dan tingkah laku yang diinginkan, serta menjauhi hal-hal yang tidak diharapkan masyarakat.
Nilai sosial juga bermanfaat sebagai pemersatu yang dapat mengoleksi orang tidak sedikit dalam kesatuan atau kumpulan tertentu. Dengan kata lain, nilai sosial membuat dan menambah solidaritas antarmanusia. Contohnya nilai ekonomi mendorong insan mendirikan perusahaanperusahaan yang bisa menyerap tidak sedikit tenaga kerja.

  • Benteng Perlindungan

Nilai sosial adalahtempat perlindungan untuk penganutnya. Daya perlindungannya begitu besar, sehingga semua penganutnya bersedia berusaha mati-matian untuk menjaga nilai-nilai itu. Misalnya perjuangan bangsa Indonesia menjaga nilai-nilai Pancasila dari nilainilai kebiasaan asing yang tidak cocok dengan kebiasaan kita, seperti kebiasaan minum-minuman keras, diskotik, penyalahgunaan narkotika, dan lain-lain. Nilai-nilai Pancasila laksana sopan santun, kerja sama, ketuhanan, saling memuliakan dan menghargai adalahbenteng perlindungan untuk seluruh penduduk negara Indonesia dari pengaruh kebiasaan asing yang merugikan.

  • Pendorong

Nilai juga bermanfaat sebagai perangkat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun insan untuk melakukan baik. Karena terdapat nilai sosial yang luhur, muncullah asa baik dalam diri manusia. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai cita-cita insan yang berbudi luhur dan bangsa yang beradab itulah insan menjadi insan yang betul-betul beradab. Contohnya nilai keadilan, nilai kedisiplinan, nilai kejujuran, dan sebagainya.

Di samping faedah nilai-nilai sosial yang sudah kita kupas di atas, nilai sosial pun memiliki faedah yang lain, yakni sebagai berikut.

  • Dapat menyumbangkan seperangkat perangkat untuk memutuskan harta sosial dari sebuah kelompok.
  • Dapat menunjukkan masyarakat dalam beranggapan dan bertingkah laku.
  • Penentu akhir untuk manusia dalam mengisi perananperanan sosialnya.
  • Alat solidaritas di kalangan anggota kumpulan atau masyarakat.
  • Alat pengawas perilaku manusia.

Tujuan Nilai Sosial

  1. Untuk menjaga ketertiban sosial.
  2. Untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial di   masyarakat.
  3. Untuk mengembangkan budaya malu. Pada dasarnya setiap individu memiliki “rasa malu“, karena rasa malu berhubungan dengan harga diri seseorang. Harga diri seseorang akan turun jika seseorang melakukan kesalahan yang melanggar norma-norma sosial di dalam masyarakat. Jika seseorang melakukan kesalahan maka masyarakat akan mencela. Celaan tersebut menyadarkan seseorang untuk tidak mengulangi pelanggaran terhadap norma. Jika setiap perbuatan melanggar norma dicela maka “budaya malu“ akan timbul dalam diri seseorang.
  4. Untuk menciptakan dan menegakkan sistem hukum

Ciri-ciri nilai sosial

  • Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat.
  • Bukan bawaan sejak lahir melainkan penularan dari orang lain.
  • Terbentuk melalui proses belajar (sosialisasi).
  • Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  • Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
  • Dapat memengaruhi pengembangan diri seseorang baik positif maupun negatif.
  • Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  • Cenderung berkaitan antara yang satu dan yang lain sehingga membentuk pola dan sistem sosial.
  • Dapat memengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat.

Macam-Macam Nilai Sosial

Nilai sosial berdasarkan ciri sosialnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu nilai dominan dan nilai yang mendarah daging.

  • Nilai dominan

Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya. Ukuran dominan atau tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut ini.

  1. Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut. Contohnya: hampir semua orang/masyarakat menginginkan perubahan ke arah perbaikan di segala bidang kehidupan, seperti bidang politik, hukum, ekonomi dan sosial.
  2. Lamanya nilai itu digunakan
  3. Tinggi rendahnya usaha yang memberlakukan nilai tersebut. Contohnya: menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan umat Islam yang mampu. Oleh karena itu, umat Islam selalu berusaha sekuat tenaga untuk dapat melaksanakannya.
  4. Prestise/kebanggaan orang-orang yang menggunakan nilai dalam masyarakat. Contohnya: memiliki mobil mewah dan keluaran terakhir dapat memberikan kebanggaan/prestise tersendiri.
  • Nilai yang mendarah daging

Nilai yang mendarah daging yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan. Seseorang melakukannya seringkali tanpa proses berfikir atau pertimbangan lagi. Biasanya nilai tersebut telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Jika ia tidak melakukannya maka ia akan merasa malu bahkan merasa sangat bersalah. Contohnya: seorang guru melihat siswanya gagal dalam ujian akhir akan merasa telah gagal mendidiknya.

Contoh nilai sosial yang berlaku di lingkungan sekolah:

  1. Seluruh siswa wajib berpakaian seragam lengkap dengan atributnya tanpa terkecuali ketika mengikuti upacara bendera.
  2. Siswa SD berbaris di depan kelas sebelum pelajaran dimulai dan masuk satu per satu secara berurutan setelah salim (mencium tangan) pada gurunya.
  3. Membentak, mengejek, meremehkan dan segala bentuk sikap negatif pada seorang guru adalah bentuk sikap paling tidak terpuji dan dapat berakibat fatal bagi siswa yang melakukan.
  4. Bertutur kata sopan kepada guru dan sesama siswa dengan menghormati kakak kelas yang lebih senior dan menghargai adik kelas yang junior
  5. Aturan berpakaian seragam harus ditaati. Untuk anak perempuan ada batas panjang rok minimal dan untuk anak laki-laki ada batas diameter.
  6. Peduli kepada teman sekelas yang tidak paham dengan materi yang diajarkan dan menolongnya untuk dapat memahami materi tersebut.
  7. Kebersihan sekolah adalah tanggung jawab bersama, sampah dibuang pada tempatnya dan diadakan program ‘Jumat Bersih’ setiap minggu.
  8. Memberi salam dengan ramah ketika bertemu guru (tidak cuek).
  9. Masuk ke ruang guru dengan tata krama dan sopan santun dengan memberi salam, memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangan ke ruang guru dengan jelas.
  10. Tiba di sekolah tepat waktu sebagai wujud disiplin diri, menghormati sesama, dan taat aturan.
  11. Menerima setiap konsekuensi ketika tidak mentaati tata tertib sebagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah.
  12. Menghormati guru yang sedang mengajar di depan kelas dengan cara tidak ngobrol saat jam pelajaran berlangsung dan hanya mengobrol jika dipersilahkan untuk melakukan diskusi secara kelompok.
  13. Tidak membeda-bedakan teman yang berbeda kepercayaan dengan cara berkawan dengan siapa saja tanpa pilih-pilih.
  14. Jujur saat ujian / ulangan berlangsung dengan tidak menyiapkan contekan, mencontek maupun membantu teman mencontek.
  15. Menerima perbedaan yang ada antar teman baik itu perbedaan kepercayaan, latar belakang, status sosial, ras, budaya, dan lain sebagainya.
  16. Berdoa sebelum pelajaran pertama dimulai dan setelah pelajaran terakhir selesai.
  17. Orang tua berpakaian rapih dan sopan saat hendak datang di sekolah atau menghadiri acara resmi di sekolah.
  18. Bagi siswa perempuan tidak baik menggunakan perhiasan maupun bersolek dengan berlebihan.
  19. Memberi salam ketika guru masuk ke dalam kelas untuk mengajar.
  20. Berkomunikasi dengan guru menggunakan bahasa yang formal dan sopan.