Contoh Pengertian Ciri Kalimat Majemuk

Contoh Pengertian Ciri Kalimat Majemuk – Kalimat majemuk adalah sebuah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih. Setiap kalimat selalu memiliki klausa yang merupakan paduan antara satu subjek dan predikat, serta bisa ditambahi objek, pelengkap, maupun keterangan. Jadi, kalimat ini merupakan sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.

Contoh Pengertian Ciri Kalimat Majemuk

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk merupakan kalimat yang memiliki dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.

Bagaimana cara membedakan induk kalimat dan anak kalimat ?
Cara membedakannya adalah dengan cara melihat letak konjungsi atau kata penghubung. Induk kalimat tidak memuat konjungsi didalamnya, karena konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.

Ciri Ciri Kalimat Majemuk

  1. Terdapat perluasan atau penggabungan dari kalimat inti.
  2. Perluasan dari kalimat inti tersebut menghasilkan pola kalimat baru.
  3. Memiliki subjek atau predikat lebih dari satu.

Jenis Jenis Kalimat Majemuk

  • Kalimat majemuk Setara
  • Kalimat Majemuk Bertingkat
  • Kalimat Majemuk Campuran
  • Kalimat majemuk Rapatan
Pembahasan lebih lanjut mengenai Jenis Kalimat Majemuk :

A. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat ini memiliki dua klausa yang sifatnya sederajat yang digabungkan melalui konjungsi. Artinya, kedua klausa bersifat koordinatif sehingga masing-masing dapat berdiri menjadi kalimat sendiri apabila konjungsinya dilepaskan. Konjungsi yang biasa menggabungkan dua atau lebih klausa pada kalimat ini di antaranya dan, sementara, dan lalu.

Ciri Ciri Kalimat Majemuk Setara :

  1. Klausa satu dengan klausa yang lainnya mempunyai hubungan yang koordinatif, sehingga dapat berdiri sendiri meskipun dipisahkan.
  2. Klasusa yang satu berkedudukan sama atau setara dengan klausa yang lainnya.
  3. Konjungsi yang menghubungkan kalimat majemuk setara berupa “dan”, “lalu”, “kemudian”, “bahkan”, “ketika”, “setelah”, “sebelum”, “sedangkan”.

Contoh Kalimat Majemuk Setara:

Klausa 1 : kakak bertanding sepak bola
Klausa 2 : adik menonton di pinggir lapangan
Gabungan : Kakak bertanding sepak bola, sementara adik menonton di pinggir lapangan.
Baik Klausa 1 maupun Klausa 2 merupakan bentuk klausa utuh yang setidaknya memiliki subjek dan predikatnya masing-masing. Karena itu, kalaupun tidak dihubungkan dengan konjungsi sementara, keduanya masih dapat berdiri menjadi kalimat yang sempurna.

Kalimat majemuk setara dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Kalimat Majemuk Setara Sejalan
Kalimat majemuk setara sejalan merupakan kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat yang sifatnya setara kedudukannya.

Contoh :

  • Arya berangkat kuliah sedangkan Citra mencuci piring di dapur.
  • Diandra menyapu halaman rumah dan Shafira membersihkan ruang tamu.
  • Aji mendapatkan hadiah novel dan Intan mendapatkan hadiah jam tangan baru.
  • Saya membuat kerajinann tangan dari sedotan plastik, Rinto membuat dari kain flanel, sedangkan Enggar membuat dari barang bekas.
  • Nurlita menyapu lantai rumah sebelum ibu mengepel lantai.
  • Siti adalah anak yang terpandai bahkan dia juga merupakan bintang kelas di sekolahnya.
  • Syaifa membereskan tempat tidurnya kemudian dia membersihkan lemarinya.
  • Petani selalu membajak sawahnya lalu mereka mereka menanam padi diatasnya.
  • Aku tertidur pulas di kamar ketika seseorang mengetuk pintu rumahku.

2. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan
Kalimat majemuk setara berlawanan merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat yang isinya menyatakan situasi atau kondisi yang berlawanan.

Contoh :
  • Sinta adalah anak yang sangat pandai tetapi dia berasal dari keluarga yang kurang mampu.
  • Aku sangat ingin sekali membeli baju baru tetapi aku tidak mempunyai uang yang cukup.
  • Shafira mengerjakan tugas fisika dengan sangat rajin sedangkan teman-temannya yang lain tidak mengerjakannya.
  • Bukan Indah yang membersihkan tempat itu melainkan Firman lah yang melakukannya.
  • Kemarin aku tidak pergi kerumah nenek melainkan aku pergi kerumah temanku.
  • Arya sangat buruk dalam hal menghitung tetapi dia baik dalam hal mengingat.
  • Nurlita sangat senang membantu orang lain sedangkan Hikmah tidak suka membantu orang lain.
  • Widi adalah anak yang berani tetapi dia tidak suka bertengkar.
  • Dihar anak yang pandai sedangkan Niko anak yang kurang pandai.

3. Kalimat Majemuk Setara Sebab Akibat

Kalimat majemuk setara sebab akibat merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang bagian satunya berisi sebab akibat dari bagian yang lainnya.

Contoh :

  • Arsyad rajin berlatih olahraga sepak bola sehingga dia menjadi atlet sepak bola terbaik di Indonesia.
  • Citra suka sekali menjahili teman-temannya di kelas, akibatnya dia tidak mempunyai teman.
  • Kemarau yang terjadi di musim ini sangat panjang, akibatnya sungai-sungai ikut mengering.
  • Pinokio senang sekali berbohong karenanya dia mempunyai hidung yang sangat panjang.
  • Si kancil lengah ketika sedang minum, akibatnya dia diterkam oleh buaya.
  • Diandra tidak mengerjakan PR lalu ibu guru memarahinya.
  • Semua sungai menjadi kering akibatnya para petani mengalami gagal panen.
  • Lukisan itu dibuat dengan sangat teliti akibatnya lukisan itu mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.
  • Roy Marten ditahan karena ia telah membawa sabu-sabu.

B. Kalimat Majemuk Bertingkat

Pernah mendengar ada induk kalimat dan anak kalimat? Di jenis kalimat majemuk bertingkat, teman-teman akan menemukannya, yaitu kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang hubungannya tidak sejajar. Karena ketidaksejajaran tersebut, salah satu klausa tidak dapat berdiri sendiri.
Bagian klausa inilah yang akan menjadi anak kalimat dalam kalimat tersebut. Sementara itu, klausa yang mampu berdiri sendiri kalaupun dipisahkan dari kalimat majemuk tersebut disebut sebagai induk kalimat. Kedua bagian kalimatnya biasanya dihubungkan dengan konjungsi, seperti ketika, walaupun, sebab, karena, dan meskipun.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat:
Klausa 1          : Lia kerap terlambat datang ke sekolah
Klausa 2          : rumahnya jauh
Gabungan        : Lia kerap terlambat datang ke sekolah karena rumahnya jauh.
Klausa 1 merupakan induk kalimat karena memiliki unsur klausa yang lengkap, yakni subjek (Lia) dan predikat (terlambat). Karena hal tersebut jugalah, Klausa 1 dapat berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat utuh. Sementara itu, Klausa 2 hanya memiliki predikat (rumahnya) sehingga tidak dapat menjadi kalimat utuh yang membutuhkan subjek.

Ciri Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat :

  • Salah satu klausa atau anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri. Dengan kata lain jika dipisahkan tidak memiliki makna.
  • Kata penghubungnya berupa jika, ketika, walaupun, bagaikan, bahwa, sebab, sehingga.

Kalimat majemuk bertingkat dibagai menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “ketika”. Karena memiliki keterkaitan dengan waktu.
Contoh : Saya sedang belajar, ketika ayahku pulang.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “jika”, “seandainya”, “asalkan”, “apabila”, “andaikan”.
Contoh : Jika saya mendapatkan rangking 1, saya akan mendapatkan sepeda baru.
3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang spaling ering digunakan adalah “agar”, “supaya”, “biar”.
Contoh : Shafira sengaja tidur siang agar dia bisa bangun pagi untuk belajar.
4. Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “walaupun”, “meskipun”, biarpun”, “kendatipun”.
Contoh : Walaupun Icha sedang sedih, dia tetap selalu tersenyum.
5. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “sebab”, “karena”, “oleh karena”.
Contoh : Aku sedang sedih, sebab orang yang aku sayangi tidak menyayangi aku.
6. Kalimat Mejemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “ibarat”, “seperti”, “bagaikan”, “laksana”, “sebagaimana”, “lebih baik”.
Contoh : Dari pada saya bermain, lebih baik saya belajar.
7. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “sehingga”, “sampai-sampai”, “maka”.
Contoh : Leni begitu berbakat, sehingga dia dapat memenangkan lomba cerdas cermat itu.
8. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “dengan”.
Contoh : Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya.
9. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “seolah-olah”, “seakan-akan”.
Contoh : Indah diam saja, seolah-olah semuanya baik-baik saja.
10. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “padahal”, “sedangkan”.
Contoh : Regina terus belajar, padahal dia sedang sakit.
11. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Hasil
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “makanya”.
Contoh : Doni anak pemalas, makanya nilai ulangannya selalu jelek.
12. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “bahwa”.
Contoh : Nilai raportnya menunjukkan bahwa Arya benar-benar siswa yang pandai di kelasnya.
13. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Atribut
Pada kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “yang”.
Contoh : Dia yang sedang berlari itu adalah teman saya.

C. Kalimat Majemuk Campuran

Sesuai dengan namanya, jenis kalimat yang satu ini memiliki penggabungan antara bentuk kalimat setara ataupun rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat. Di dalamnya, teman-teman bisa menemukan dua buah konjungsi atau lebih yang sifatnya menjadi kata hubung koordinatif maupun bukan. Jumlah klausanya pun lebih dari dua.
Contoh Kalimat Majemuk Campuran:
Klausa 1          : aku bermain basket di lapangan terbuka
Klausa 2          : rayi bermain basket di lapangan terbuka
Klausa 3          : anto bermain basket di lapangan terbuka
Klausa 4          : hujan
Gabungan        : Aku, rayi, dan anto bermain basket di lapangan terbuka, meskipun hujan.
Klausa 1-3 merupakan induk kalimat yang dapat digabung menjadi kalimat majemuk rapatan sebab memiliki predikat, objek, dan keterangan yang sama. Sementara itu, hujan yang merupakan klausa tidak sempurna menjadi anak kalimat.

Ciri Ciri Kalimat Majemuk Campuran

  1. Kalimat majemuk campuran mempunyai 3 klausa atau lebih yang berperan satu sebagai induk kalimat dan klausa yang lainnya sebagai anak kalimat.
  2. Kalimat majemuk campuran mempunyai dua buah konjungsi atau lebih yang menghubungakan antara klausa yang satu dengan yang lainnya.
  3. Hubungan antara klausa pada kalimat majemuk campuran setara dan juga bertingkat.

Berikut adalah jenis-jenis kalimat majemuk campuran :

1. Kalimat Majemuk Campuran 1 Induk Kalimat dan 2 Anak Kalimat
Pada kalimat ini hanya mempunyai satu kalimat tunggal sebagai induk kalimat atau inti pokok dari sebuah kalimat.
Contoh :
Mereka telah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang dihadiri oleh seluruh masyarakat Balikpapan serta dihadiri oleh seluruh pejabat pemerintahan Balikpapan.
Inti pokok dari kalimat tersebut adalah mereka telah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kalimat yang lainnya merupakan kalimat penjelas atau yang disebut sebagai anak kalimat.
2. Kalimat Majemuk Campuran 2 Induk Kalimat dan 1 Anak Kalimat
Pada kalimat ini mempunyai dua induk kalimat yang menjadi inti dari sebuah kalimat dan satu anak kalimat sebagai penjelasannya.
Contoh :
Ayah mengajarkan rasa tanggungjawab dan ibu mengajarkan kasih sayang agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang baik.
Inti dari kalimat diatas adalah ayah yang mengajarkan rasa tanggungjawab dan ibu mengajarkan kasih sayang. Sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas atau yang biasa disebut dengan anak kalimat.

D. Kalimat Majemuk Rapatan

Hampir sama seperti bentuk sebelumnya, klausa-klausanya sebenarnya dapat berdiri sendiri-sendiri. Hanya saja, pada jenis ini, akan ditemukan unsur klausa yang berulang. Perulangan unsur tersebut biasa dipisahkan dengan konjungsi dan, serta, atau juga; ataupun tanda koma (,).
Contoh:
Klausa 1          : Indra menghadiri konferensi ilmiah tersebut
Klausa 2          : Ratih menghadiri konferensi ilmiah tersebut
Gabungan        : Indra dan Ratih menghadiri konferensi ilmiah tersebut.
Klausa 1 dan Klausa 2 sebenarnya memiliki predikat dan objek yang sama, namun subjeknya ( Indra, Ratih) berbeda. Karena itulah, dalam penggabungannnya, hanya subjeknya yang dirapatkan dengan konjungsi dan.

Ciri Ciri Kalimat Majemuk Rapatan

  1. Kalimat dapat dipisahkan menjadi dua buah kalimat tunggal atau lebih.
  2. Dipisahkan dengan tanda koma dan konjungsi atau kalimat penghubung.