Pengertian Wawasan Nusantara Fungsi Tujuan Asas Implementasi

Pengertian Wawasan Nusantara Fungsi Tujuan Asas Implementasi – Secara etimologis, Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa jawa) yang berarti pandangan, tinjauan dan penglihatan indrawi. Jadi wawasan adalah pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara.
Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Jadi Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.
Wawasan nusantara memiliki dasar hukum yang diterima sebagai konsepsi politik kewarganegaraan yang tercantum dalam:
Tap MPR. No. IV/MPR/1973 pada tanggal 22 maret 1973
Tap MPR. No IV/1978/22/Maret/1978/ tentang GBHN
Tap MPR. No. II/MPR/1983/12/Maret/1983

Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Para Ahli

1. Prof. Wan Usman

Pengertian Wawasan Nusantara menurut Prof. Wan Usman adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
2. Samsul Wahidin
Pengertian wawasan nusantara menurut Samsul Wahidin adalah cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, bertindak, berpikir dan bertingkah laku bagi Bangsa Indonesia sebagai hasil interaksi proses-proses psikologis, sosiokultural dalam arti yang luas dengan aspek-aspek asta grata.
3. Munadjat Danusaputro
Menurut Munadjat Danusaputro, pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung serta pemekarannya di tengah-tengah lingkungan tersebut berdasarkan asas nusantara.
4. Srijanti, Kaelan, dan Achmad Zubaidi
Definisi wawasan nusantara menurut Srijanti, Kaelan, dan Achmad Zubaidi adalah cara pandang Bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya.
5. Sumarsono
Definisi wawasan nusantara menurut Sumarsono adalah nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara, sehingga menggambarkan sikap dan perilaku, paham serta semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi yang merupakan identitas atau jati diri Bangsa Indonesia.
6. M. Panggabean
Pengertian wawasan nusantara menurut M. Panggabean adalah doktrin politik bangsa Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia, yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dengan memperhitungkan pengaruh geografi, ekonomi, demografi, teknologi dan kemungkinan strategik yang tersedia.
7. Akhadiah MK
Menurut Akhadiah MK, pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sesuai dengan ide nasionalnya, yaitu Pancasila dan UUD 1945, sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka, berdaulat dan bermartabat di tengah-tengah lingkungannya, yang menjiwai tindak kebijaksanaan dalam mencapai tujuan perjuangan bangsa.
8. Kelompok Kerja LEMHANAS
Menurut Kelompok Kerja LEMHANAS (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungan yang beragam dan bernilai startegis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
9. Tap MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN
Menurut Tap MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN, definisi Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Asas Wawasan Nusantara 

1. Kepentingan Yang Sama
Saat mendirikan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bareng bangsa Indonesia ini menghadapi semua penjajah secara jasmani dari bangsa lainnya. Sekarang, Bangsa Indonesia mesti menghadapi penjajahan yang berbeda. Misalnya dengan teknik mengadu kambing dan memecah belah Bangsa dengan beralasan Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Lingkungan Hidup. Sementara itu, destinasi kepentingannya yaitu sama untuk membuat kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik ketimbang yang sebelumnya.
2. Keadilan
Kesesuaian pembagian hasil yang adil, jerih payah dan pekerjaan baik tersebut secara perorangan, kelompok ataupun daerah.
3. Kejujuran
Keberanian guna berfikir, berbicara dan beraksi sesuai dengan realita serta peraturan yang benar walaupun realita atau ketentuan tersebut pahit dan tidak cukup enak didengarkan dan dirasakan. Demi terciptanya kebenaran dan peradaban bangsa dan negara, urusan tersebut tentu butuh dilakukan.
4. Solidaritas
Diperlukan adanya kerja sama, inginkan memberi, dan rela berkorban untuk orang beda tanpa meninggalkan ciri dan karater budayanya masing-masing.
5. Kerja Sama
Adanya koordinasi, saling definisi yang menurut atas kesetaraan sampai-sampai kerja kelompok, baik kumpulan kecil ataupun kumpulan besar dapat menjangkau sinergi dengan lebih baik.
6. Kesetiaan 
Kesetiaan terhadap kesepakatan universal untuk menjadi Bangsa dan menegakkan Negara Indonesia yang dimulai, dilahirkan dan dirintis oleh Boedi Oetomo pada tahun 1907, Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. Kesetiaan terhadap segala kesepakatan ini sangatlah urgen dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan kesatuan di dalam kebhinnekaan. Apabila kesetiaan ini goyah, dapat dijamin bahwa persatuan dan kesatuan bakal hancur berantakan.



Tujuan wawasan nusantara mencakup :

Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional supaya tetap mengarah pada pencapaian destinasi nasional diperlakukan sebuah landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawasan nusantara. Wawasan nusantara Indonesia menumbuhkan desakan dan rangsangan guna mewujudkan aspirasi bangsa serta kepentingan dan destinasi nasional. Upaya pencapaian destinasi nasional dilaksanakan dengan pembangunan nasional yang pun harus berpedoman pada wawasan nusantara. 
Dalam proses pembangunan nasional guna pencapaian destinasi nasional tidak jarang kali menghadapi sekian banyak  kendala dan ancaman. Bagi mengatasinya butuh dibangun suatu situasi kehidupan nasional yang disebut keawetan nasional. Keberhasilan pembangunan bakal meningkatkan situasi dinamik kehidupan nasional dalam wujud keawetan nasional yang tangguh. Sebaliknya, keawetan nasional yang tangguh bakal mendorong pembangunan nasional semakin baik.

  • Ke dalam

Bangsa Indonesia mesti peka dan berjuang mencegah dan menanggulangi sedini barangkali faktor-faktor penyebab munculnya disintegrasi bangsa dan mencoba tetap terbina danterpeliharanya persatuan dan kesatuan. Tujuannya ialah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

  • Ke Luar

Arah pandang terbit ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah maupun kehidupan dalam negri serta dalam mengemban ketertiban dunia menurut kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerjasama dan sikap saling hormat menghormati. Arah pandang ke luar berisi makna bahwa dalam kehidupan internasionalnya, bangsa Indonesia mesti berjuang mengamankan kepentingan nasionalnya dalam seluruh aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial kebiasaan maupun pertahanan dan ketenteraman demi tercapainya destinasi nasional cocok dengan yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945.

Fungsi Wawasan Nusantara

Ada sekian banyak  fungsi wawasan nusantara yang pada lazimnya baik, menurut keterangan dari pendapat beberapa para ahli dan pembagiannya. antara lain laksana berikut :

1. Fungsi Wawasan Nusantara Secara umum
Wawasan nusantara berperan sebagai pedoman, motivasi, dorongan dan rambu-rambu dalam memastikan semua kebijaksanaan, ketentuan, tindakan, serta perbuatan untuk penyelenggaraan Negara di pusat serta daerah ataupun untuk semua rakyat Indonesia dalam kehidupan masyarakat, berbangsa serta bernegara.
2. Fungsi Wawasan Nusantara Menurut Cristine S. T. Kansil, S. H., MH dkk 
yang mengungkapkan gagasannya dalam bukunya pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi diantaranya seperti berikut :

  • Membentuk dan membina persatuan dan kesatuan bangsa serta negara Indonesia
  • Merupakan ajaran dasar nasional yang melandasi kebijakan serta langkah pembagunan nasional.

3. Fungsi Wawasan Nusantara dibedakan dalam beberapa pandangan diantaranya seperti berikut

  • Fungsi wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional yaitu sebagai konsep dalam pembangunan, pertahanan keamanan serta kewilahayan.
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai pembangunan nasional yaitu meliputi kesatuan politik, sosial dan ekonomi, sosial dan politik, kesatuan pertahanan serta keamanan.
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai pertahanan dan keamanan yaitu pandangan geopolitik Indonesia sebagai satu kesatuan pada seluruh wilayah serta seluruh kekuatan negara.
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan yaitu pembatasan negara untuk menghindari adanya sengketa antar negara tetangga.

4. Dapat menjaga konsepsi ketahanan nasional dimana konsep pembangunan nasional, pertahanan kemanan serta kewilayahan.
5. Wawasan pembangunan yang mempunyai cakupan politik, kesatuan ekonomi bahkan juga kesatuan sosial dan politik yang beresiko pada kesatuan pertahanan serta keamanan.
6. Wawasan pertahanan keamanan dimana wawasan nusantara dapat melindungi keutuhan serta kemananan negara sebagai kekuatan negara.
7. Dan yang terakhir yaitu wawasan wilayah yang terkait dengan perbatasan negara.

Aspek Wawasan Nusantara

Berikut ini adalah penjelasan beberapa aspek wawasan nusantara :
1. Aspek Falsafah Pancasila
Pancasila merupakan dasar dalam terjadinya wawasan nusantara. Hal ini dikarenakan wawasan nusantara mengambil nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila. Nilai-nilai itu diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Penerapan hak asasi manusia. Contohnya memberikan kesempatan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kayakinannya masing-masing.
  • Memprioritaskan kepentingan masyarakat di bandingkan dengan kepentingan pribadi.
  • Pemngambilan keputusan berdasarkan dalam musyawarah.

2. Aspek Kewilayahan Nusantara
Aspek kewilayahan nusantara dalam hal ini terletak pada pengaruh geografi. Hal ini di karenakan Negara Indonesia kaya akan sumber daya alam serta suku dan budaya.
3. Aspek Sosial Budaya
Aspek sosial budaya dalam hal ini terjadi karena Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dan memiliki berbagai macam budaya lokal, adat isitiadat, bahasa, agama dan kepercayaan yang berbeda. Hal ini menjadikan tata kehidupan nasional memiliki interaksi antar kelompok.
4. Aspek Sejarah
Acuan pada aspek sejarah ini dikarenakan Indonesia memiliki banyak pengalaman sejarah yang sangat pahit. Sehingga harapan untuk kedepannya tidak akan terulang lagi hal yang dimikian yang bisa menyebabkan perpecahan bangsa Indonesia.

Implementasi Wawasan Nusantara

Implementasi Wawasan Nusantara berorientasi dalam kepentingan rakyat dan tanah air yang secara utuh dan menyeluruh, seperti sebagai berikut :

1. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Politik
Dalam kehidupan politik ini akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang lebih sehat nan dinamis. Hal tersebut tampak di dalam wujud pemerintahan yang aspiratif, kuat serta terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.
2. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Ekonomi
Dalam kehidupan ekonomi ini akan terciptanya tatanan ekonomi yang menjamin pemenuhan dan meningkatnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dengan merata dan adil. Di lain sisi, Implementasi Wawasan Nusantara mencerminkan sikap tanggung jawab pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat tiap daerah secara timbal balik dan kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) itu sendiri.
3. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Sosial Budaya
Dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap lahir dan batin yang mampu untuk menerima, mengakui dan menghormati segala bentuk perbedaan atau kebhinnekaan sebagai kenyataan hidup sekaligus menjadi karunia dari Sang Pencipta.
Implementasi Sosial Budaya ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih rukun dan bersatu tanpa membeda-bedakan agama, suku, asal daerah atau bahkan kepercayaan serta golongan berdasar status sosialnya.
4. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan HanKam
Dalam kehidupan hankam akan menumbuhkembangkan rasa kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang nantinya apabila diterapkan akan membentuk sikap Bela Negara dalam diri tiap Warga Negara Indonesia.
Kesadaran dan Sikap Cinta Tanah Air dan bangsa serta Bela Negara ini akan menjadi salah satu modal utama yang nantinya sebagai penggerak partisipasi Warga Negara Indonesia di dalam menanggapi berbagi bentuk datangnya ancaman, seberapapun kecilnya dan darimanapun datangnya, atau setiap gejala yang membahayakan keselamatan bangsa dan kedaulatan negara.

Share