Pengertian Majas, Contoh Majas & Macam Majas TERLENGKAP


Pengertian Majas, Contoh Majas & Macam Majas TERLENGKAP -Materi pelajaran Bahasa Indonesia yang terdapat pada kurikulum yang lama maupun baru sangatlah banyak, salah satunya ialah materi majas. Ya, majas merupakan materi yang cukup sering dibahas mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga tingkat SMA/SMK. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Perihal istilah majas dalam pelajaran Bahasa Indonesia memang cukup banyak, seperti yang terdapat dalam puisi, pantun, dan karya sastra ataupun karya tulis lainnya.

Selain itu, ada pengertian atau definisi lain yang menggambarkan tentang majas, yakni pemanfaatan gaya bahasa untuk memperoleh nuansa tertentu sehingga menciptakan kesan kata kata yang lebih imajinatif. Berbicara tentang contoh macam-macam majas seperti, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Alegori dan lain-lain adalah hal penting bagi Anda yang ingin mempelajari lebih jauh salah satu materi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah ini. Gaya bahasa yang baik dan menarik tentunya akan membuat setiap pembacanya merasa tertarik untuk menyimaknya, bahkan sampai berulang kali.

Penggunaan majas yang baik dalam membuat sebuah puisi ataupun cerita menjadi syarat mutlak apakah tulisan tersebut menarik atau tidak. Oleh karena itu juga, kemampuan yang baik dalam berbahasa mutlak diperlukan bagi Anda yang ingin mendalami dunia penulisan, entah itu novel, puisi, ataupun pantun. Jadi perbanyaklah merangkai beragam susunan bahasa dalam pikiran dan tulisan Anda di buku setiap harinya supaya otak Anda semakin terlatih untuk membuat majas dengan gaya yang menarik. Sesuai dengan tema pada kesempatan kali ini, berikut jatikom sampaikan contoh majas, dan macam-macamnya beserta pengertiannya.

Pendahuluan tentang majas

Dalam kehidupan manusia, berbahasa mempunyai peranan penting. Penggunaan bahasa dapat dilakukan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan individu di kehidupan bermasyarakat. Melalui bahasa manusia dapat berkomunikasi dengan antar individu lainnya dengan menggunakan bahasa yang belaku di daerah tersebut.
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional bangsa Indonesia telah diresmikan penggunaannya sebagai bahasa persatuan RI. Bahasa Indonesia diresmikan sejak tanggal 28 Oktober 1928. Keberadaan Bahasa Indonesia sekarang ini sudah tumbuh dan mengalami perkembangan yang amat pesat. Hal ini disebabkan karena adanya ide-ide manusia yang sering membuat variasi dengan penggunaan arti Bahasa Indonesia tersebut.
Penggunaan Bahasa Indonesia semakin banyak yang meminati dari zaman ke zaman. Terbukti dengan semakin meningkatnya pembelajaran Bahasa Indonesia dikalangan remaja, Selain itu banyak pula pelajar dari beberapa manca negara yang berusaha mempelajari Bahasa Indonesia.
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh para anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri, percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik dan sopan santun.
Tetapi dalam pembahasan kali ini penulis tidak akan membahas lebih lanjut tentang bahasa, Melainkan penulis akan membahas salah satu Gaya Bahasa yang sering kali kita dengar dalam kehidupan di lingkungan kita yang disebut dengan Majas.
Majas merupakan bentuk retorik, yaitu penggunaan kata-kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan atau mempengaruhi penyimak dan pembaca. Kata retorik berasal dari bahasa Yunani “rhetor” yang berarti orator atau ahli pidato. Pada masa yunani kuno, retorik memang merupakan bagian penting dari suatu pendidikan, oleh karena itu aneka ragam majas sangat penting serta harus dikuasai benar-benar oleh orang yunani dan romawi yang telah memberi nama bagi aneka seni persuasi ini.
Majas kiasan atau “figure of speech” adalah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meninggikan serta meningkatkan efek dengan jalan mempekenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Pendek kata, penggunaan majas tertentu dapat merubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu. Majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis dengan pilihan kata, frase, klausa, dan kalimatnya.
Dalam mengungkapkan kata yang berhubungan dengan majas, tidak sembarang kita mengucap, namun setiap apa yang ingin kita ucapkan, memiliki maksud tersendiri, karena di dalam majas itu sendiri terdapat banyak macam-macamnya. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu disusun sebuah makalah yang mampu menjadi wahana para pelajar, mahasiswa, penulis baik novel ataupun penulis puisi untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, dan konsep keilmuan berkenaan tentang majas.
Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Penulis novel disebut Novelis.
Genre novel digambarkan memiliki “sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar 2.000 tahun”. Pandangan ini melihat novel berawal dari yunani dan romawi klasik, abad pertengahan awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam Bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat yang dijadikan istilah dalam Bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18.
Sehubung dengan pemakaian majas dalam mengembangkan perbendaharaan bahasa, sering muncul penggunaan majas yang dirangkai dalam novel. Penggunaan majas sering pula digunakan di media massa maupun media elektronik. Selain itu penggunaan majas dalam novel menjadi bagian penting dalam pembelajaraan bahasa dan sastra Indonesia.
Dengan memahami majas dalam novel, seseorang akan berkomunikasi dengan baik dan indah. Pengetahuan tentang majas ini tentu sangat bermanfaat bagi siswa karena mereka akan mengetahui gaya bahasa yang baik dan indah yang salah satunya adalah majas.
Setelah siswa mengetahui majas diharapkan siswa mampu menggunakannya dalam novel. Berkaitan dengan keterampilan menggunakan novel erat kaitannya dengan kegiatan berbahasa yang digunakan siswa. Sehingga apabila siswa mampu menggunakan majas baik dengan bahasa lisan maupun tulisan, maka siswa akan makin kaya perbendaharaan bahasanya. Sesungguhnya yang menentukan satuan novel bukanlah banyaknya kata yang menjadi unsurnya, melainkan intonasinya. Setiap satuan novel dibatasi adanya jeda panjang disertai adanya nada akhir turun atau naik (Ramlan, 1987: 25). Dengan demikian penguasan bahasa antara siswa yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama. Ada hal tertentu yang dapat membedakan penguasaan bahasa siswa.

Macam Macam Majas
Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan maupun kelompok. Dan dari empat macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai turunan dan jenis kategori yang akan Jatkom bahas dibawah ini.

Majas terdiri atas :
-Majas Perbandingan
-Majas Pertentangan
-Majas Sindiran
-Majas Penegasan

Setelah diatas kita membahas tentang jenis dan macam-macam majas yang ada dalam struktur berbahasa Indonesia. Dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap bagaimana pengertian majas tersebut beserta itu juga kami berikan contohnya
A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini jatikom sampaikan contoh majas asosiasi :
Contoh :
-Semangatnya keras bagaikan baja.
-Mukanya pucat bagai mayat.
-Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan purnama

2) Metafora
Metafora adalah majas yang memberikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara. Contoh majas metafora seperti berikut ini.
Contoh:
-Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
-Raja siang keluar dari ufuk timur
-Jonathan adalah bintang kelas dunia.
-Harta karunku (sangat berharga)
-Dia dianggap anak emas majikannya.
-Perpustakaan adalah gudangnya ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
-Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
-Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
-Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
-Ia terkenal sebagai buaya darat.
-Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
-Ia adalah seorang bunga desa
-Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
-Melati, lambang kesucian
-Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
-Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
-Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
-Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.

Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?

C. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

Contoh:
a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.

Contoh:
a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain

Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!


Pengertian Majas, Contoh Majas & Macam Majas TERLENGKAP | jati | 4.5