Contoh Karangan Ibu Deskripsi Narasi Argumentasi Persuasi Singkat

Contoh Karangan Ibu Deskripsi Narasi Argumentasi Persuasi Singkat – Ibu merupakan sosok wanita yang sangat berjasa. Tidak hanya melahirkan, Ibu juga menjadi mendidik, membesarkan, dan penuh dengan perjuangan dibalik kehidupan anak-anaknya. Jasa-jasa seorang Ibu sungguh tak terhingga. Pengorbanan seorang Ibu tak akan bisa ditebus oleh seorang anak sampai kapanpun.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ibu adalah orang perempuan yang telah melahirkan seseorang; sebutan untuk wanita yang sudah bersuami; panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum.
Sosok ibu adalah pusat hidup rumah tangga, pemimpin dan pencipta kebahagiaan anggota keluarga. Sosok ibu bertanggung jawab menjaga dan memperhatikan kebutuhan anak, mengelola kehidupan rumah tangga, memikirkan keadaan ekonomi dan makanan anak-anaknya, memberi teladan akhlak, serta mencurahkan kasih sayang bagi kebahagiaan sang anak. (Tarbiyah, 2009).

berikut contoh-contoh berbagai bentuk karangan tentang ibu berbagai bentuk

Contoh Karangan Ibu Deskripsi Narasi Argumentasi Persuasi Singkat

Contoh Karangan Ibu deskripsi

IBUKU

      Nama saya Uliyatun Sholikah. Saya mempunyai seorang ibu yang sangat saya  kagumi. Ibuku bernama Sulaspi. Beliau lahir di Pati pada tanggal 22 september 1976. Beliau seorang ibu rumah tangga. beliau mempunyai dua orang putri yaitu saya dan adik saya yang bernama Novinda rahmadani. Beiau seorang ibu yang mempunyai karakter pekerja keras dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap keadaan dalam hidupnya.

Ibu adalah sesosok orang yang paling berjasa dalam hidup ini. Beliau mengandung seama 9 bulan dan melahirkan kita melalui pengorbanan yang sangat besar. Ibu saya adalah orang yang saya sangat sayangi dan saya cintai dalam hidup ini. Beliau memiliki wajah yang cantik , rambut yang hitam bergelombang, matanya yang bulat, dan senyumnya yang indah. Beliau mempunyai sifat yang dapat membuat saya kagum dan bangga akan dirinya dan membuat saya ingin menjadi sepertinya.

Ibu saya adalah seorang wanita yang tangguh, pantang menyerah, dan juga penyabar. Beiau berasal dari keluarga yang pas-pasan. Beliau selalu mengalah tentang semua hal dengan adik-adiknya. Waaupun Beliau hanya lulusan SD, tapi bagiku beliau melebihi sarjana. Cara berfikir, bertindak, dan bersikap sangat membuatku kagum. Beliau mengorbankan pendidikannya karena keterbatasan dalam ekonominya. Di mulai dari sejak kecil, beliau sudah rajin bekerja membantu orang tuanya dan hal demikian membuatku terinspirasi dalam menghadapi segala apapun yang ada didepanku.

Ibu saya adalah seorang wanita yang pandai dalam memasak. Masakannya selalu enak dan membuat saya selalu ketagihan. Apalagi jika ibu saya memasakkan saya sup wortel bercampur kol, rasanya enak sekali. Selain beliau pandai memasak, beiau juga pandai dalam hal menjahit.  Saya merasa bangga memiliki ibu sepertinya.

Ibu saya adaah sesosok wanita yang kuat. Kondisi ayah saya yang terkadang kurang sehat dan kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik membuat ibu saya harus bekerja paruh waktu bahkan terkadang seharian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Jika satu pekerjaan dirasakannya kurang berhasil untuk mencukupi kekurangan keluarga, beliau pun mencoba pekerjaan yang lain. Pekerjaan apapun beliau jalani selama itu baik dan halal. Beliau merelakan waktunya yang biasa beliau gunakan untuk anaknya , beliau pergunakan untuk mencari tambahan nafkah bagi keluarga. Semua itu beliau lakukan demi keluarga yg beiau sayangi dan cintai. Saya sangat beruntung mempunyai ibu sepertinya.

Ibu saya adalah seorang motivator buat saya. Seorang inspiratif dalam jiwa saya.  Saya selalu mencurahkan seluruh apa yang saya rasakan dan saya alami dalam hidup saya. Saya merasa lega setiap habis sharing dengannya. Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat berharga buat saya. Saya sangat menghargai dan menyayangi ibu saya.
Mungkin terkadang ibu saya pernah atau bahkan sering memarahi saya, namun itu karena beliau sayang dengan saya dan ingin saya menjadi orang yang lebih baik lagi . Nasihat dan teguran dari ibu saya sangat berarti buat saya dansebagai inspiratif untuk melangkah ke depan. ibu saya adaah sesosok wanita yang sangat mengagumkan buat saya. Saya sangat menyayangi dan mencintai ibu saya.

Eksposisi Ibu adalah seorang wanita yang sangat berjasa dalam hidup kita. Perjuanganya, kegigihanya, bahkan nyawapun menjadi taruhanya. Betapa besar kasih sayang yang telah diberikan kepada kita. Belaian tangan yang halus senantiasa memberi cinta di setiap detik. Tutur kata yang lembut senantiasa menjadi pedoman untuk masa depan kita.  Ketulusan hati dan kesabaranya senantiasa menjadi teladan dalam hidup. Semua yang ada dalam dirinya memberikan makna yang sangat berharga bagi diri kita.

Contoh Karangan Ibu Narasi

IBUKU

Pada hari ibu ini Saya ingin mengucapkan selamat hari ibu yang ke- 81. yang selalu sabar membimbingkan kami. memang banyak dosa yang telah kami lakukan kepadanya, tapi kami selalu sayang dan cinta kepada dia . selamat hari ibu untuk ibu yang kami sayangi . Mungkin di dunia ini tak ada yang pernah memahami hati dan perasaan seorang Ibu itu seperti apa, kecuali dia seorang perempuan yang pernah melahirkan. Dalam kesempatan kali ini ijinkan saya untuk berurai kata tentang sosok seorang Ibu.
Di mata saya sosok ibu adalah seseorang yang paling pandai menyembunyikan kegelisahan, keresahan, kepenatan, dan perasaan negatif lainnya dihadapan putra dan putrinya. Karena mungkin naluri seorang Ibu yang begitu adanya, memancarkan rona cinta yang bersemayam kala senang ataupun sedih. Sampai terkadang kesabaran seorang Ibu melampaui garis batas ketika menutupi segala kepahitan dengan menelannya bulat-bulat.
Ibu adalah bumi untuk surga kehidupan. Menancapkan sari pati kehidupan dengan bahasanya sendiri. Usap lembut tangannya tak akan pernah lekang dan menghilang. Saat bertemu titik nadir kehidupan maka bahasa Ibu lah yang akan berbicara. Naluri seorang Ibu akan senantiasa mendorong anaknya bangkit dari lembah terbawah bumi ini. Ibu adalah kekuatan maha dahsyat.
Terlepas itu juga bahwa ibu adalah juga sosok manusia biasa yang mungkin berlaku salah dan dzalim kepada anak-anaknya, bagi saya ibu adalah ibu Yang tak pernah lelah menjaga saya ketika saya sakit, memelukku ketika saya sedih, menasehati saya ketika saya salah arah, Dan yang pasti selalu mendoakanku saat saya lelap tertidur, saat saya menikmati kesalahan saya, dan juga saat saya (mungkin) berlaku kasar pada ibu. Dan yang membuat saya percaya adalah, ibu tak pernah berhenti berdoa untuk anak-anaknya mungkin/bahkan sampai akhir hayatnya.
Rasul menyebut kata “ibu” sebagai sosok yang patut mendapat penghormatan anak-anaknya sampai 3 kali. Menurut saya:
1. karena ibu mengandung kita
2. setelah melewati masa kehamilan tibalah masa melahirkan.
seorang ibu bertaruh nyawa demi anak yang dilahirkan.
3. Karena sosok ibu harus menyusui, menyapihnya hingga 2 tahun (artinya memberikan makanan terbaik yang mana makanan tersbut tidak diperjualbelikan sehingga untuk mendapatkannya harus dengan pengorbanan yang sangat mahal).
ini adalah puncak dari segala kelelahan tadi. Menurut saya lagi, fase ketiga ini adalah fase seumur hidup karena difase inilah sosok ibu akan terus menjaga, mendoakan, melindungi anak-anaknya hingga ajal menjemput.dan pada fase ini jugalah sosok ibu tidak pernah mengenal kata lelah demi kebahagiaan putra-putrinnya Kembali saya juga bercermin pada sosok ibu Terbaik di dunia ini.
Keikhlasan Ibu………….
Siapa pun orangnya, dari bangsa mana pun dia, mempunyai nilai universal tentang seorang ibu. Tidak peduli kalangan berpendidikan tinggi atau rendah, kelas ekonomi atas maupun ekonomi paling bawah,semua akan tersentuh manakala di hadapannya diperlihatkan sosok seorang ibu. Ibu yang tegar, mencintai dengan tulus, rela mengorbankan apa pun demi kebahagiaan anaknya. Cinta yang ikhlas. Cinta yang total. Tidak ada cinta yang melebihi ketulusan cinta seorang ibu. Mencintai adalah memberi. Ikhlas adalah melepas keinginan untuk dibalas. Seorang ibu akan memberi apa pun yang dia punya tanpa sedikit pun mengharapkan balasan dari anak-anaknya. Seorang ibu akan merasakan kebahagiaan yang berlimpah manakala melihat anak-anaknya mampu tertawa lepas. Lepas dari beban kehidupan, Beban itu cukup lah jadi ‘beban’ ibu saja.
Begitu totalitasnya seorang ibu terhadap kebahagiaan sang buah hati, maka hanya Tuhan yang mampu membalas keikhlasannya. Tidak ada seorang anak di dunia mana pun yang bisa membalas jasa ibunya. Maka jangankan seorang anak durhaka kepada ibunya, hanya berkata ‘ah’ saja kepada sang ibu, sudah membuat Allah murka kepada seorang anak. Dan jika seorang anak berani menyakiti hati sang ibu berarti dia langsung berhadapan dan menantang sang pencipta. Kita semua tentu sudah tahu resikonya : Hidupnya tidak mungkin bahagia dan berkah.
Dan saya rasa, sosok ibu dalam mencintai anak-anaknya tidak ada yang berpikir bahwa itu akan menjadikannya sosok yang dimuliakan dimata Allah SWT. Artinya sosok ibu adalah sosok yang paling tulus dan ikhlas dalam mencintai serta mengasihi putra-putrinya.
Saya berharap penyampaian saya ini bisa menjadikan kita semua manusia yang rasional dan realistis dalam menghadapi persoalan hidup Termasuk permasalahan hidup dengan orang tua. Di mana mereka adalah sosok yang sangat berperan atas keberadaan kita di dunia.

Contoh Karangan Ibu Argumentasi

Durhaka kepada Ibu

Dalam era globalisasi ini, perubahan semakin berganti. Seperti adat dan gaya hidup Barat yang telah berpengaruh bagi kehidupan para remaja di Indonesia. Bukan hanya itu, sikap-sikap yang kurang baik kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu masalah saat ini adalah Sikap Santun kepada Ibu sangatlah berkurang. Banyak remaja yang mebangkang dan mencemooh ketika Ibu menyuruh atau menasehati anaknya. Padahal kita tahu, Surga Allah berada di telapak kaki Beliau. Menurut para Ulama yang ada di Indonesia, “Saat ini, kasih sayang Anak remaja terhadap Ibunya sangat berkurang, hal ini dikarenakan  pengaruh oleh zaman yang modern ini. Semua dikuasai oleh budaya Barat. Kejadian ini perlu kita waspadai.” Berbeda dengan dulu, kita selalu tunduk dan patuh kepada Orang tua. Karena dulu berpengaruh dengan zaman nabi atau adat daerah yang kuat. Tetapi, sekarang pun mulai berubah. Jika ini terus menerus dilakukan, banyak Anak-anak remaja yang durhaka kepada Ibu. Pengaruhnya, besarnya nanti akan sulit dengan kesuksesan. Untuk saat ini diperlukan perubahan untuk anak remaja. Kita sebagai anak juga harus menghrmati orang tua termasuk Ibu kita. Walaupun begitu, Ibu juga tidak boleh membiarkan harga dirinya diinjak oleh anak. Selain merawat, Ibu juga perlu mendidik anak tegas agar tidak terjadi perilaku semacam ini. Wahai anak remaja penerus bangsa ini, sampai kapankah kita akan terus seperti ini? Hindarilah sikap seperti itu karena dapat merusak diri kita sendiri. Jika terus seperti ini, kelak jika kita matitunggu azab Allah di akhirat nanti.

Contoh Karangan Ibu Persuasi

Ibu

Ibu?? Tahukah kalian siapa dia? Sosok malaikat pahlawan di bumi ini yang akan senantiasa menjaga dan menyayangimu. Ia berjuang untuk kita sampai kita beranjak dewasa seperti ini. Mungkin tanpa pengorbanan seorang ibu kalian tak akan bertahan sampai sekarang. Dulu dirinya membawa kalian kemana-mana, belai setiap belai selalu tidak lupa ia menyayangimu “nak.. jadilah anak yang berbakti dan patuh sama Ayah, Ibu, dan siapapun saja. Jadilah anak yang sholeh sholekhah sayang…” pinta sang ibu saat kita masih di kandungan. Ketika kandungannya semakin tua ia mati-matian berjuang dan terus berjuang. Setelah tiba pada waktunya dimana sosok yang mungkil tanpa dosa telah terlahir dengan selamat. Ibu pun berdoa “semoga allah selalu melindungimu anakkku.. semoga engkau tumbuh besar dan menjadi anak yang bermanfaat, rajin dalam hal apapun,” Ketika kalian masih kecil, siapa yang menemani tidurmu? Siapa yang memandikanmu? Siapa yang mengajarkanmu berjalan, makan, bicara, dan Siapa yang mengurusmu waktu itu? Ibu.. dia selalu setia untuk membimbing dan mengarahkanmu. Ya.. tak hentinya dia selalu saja berjung dan berkorban demi anaknya. Senakal apapun kalian ia tetap bersabar dan selalu mengucapkan “nak, jangan nakal!”.  Kemudian, saat kalian beranjak dewasa, lupakah kalian pengorbanan nya? Tak ingat kah kalian semua perjungan nya yang ia berikan pada kalian? Jasa kalian membalas kebaikan ibu tak sepanjang ibu membesarkan kalian, entah hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau kapanpun ia bisa saja pulang ke atas. Sia jika ibu tak segera kalian balas jasanya, sekarang sering kallian bentak ia, tak sadarkah kalian ia lah yang melindungi kalian saat Ayah memarahimu? Bahagiakan ibu kalian, buat ia tersenyum bahagia dan bangga denganmu. Kelak ibu juga yang akan mendoakanmu, surga memang benar di bawah telapak kaki ibu.

Karangan Tentang Ibu Singkat

Kasih Sayang Seorang Ibu

Sungguh tak terkira kasih sayang seorang Ibu, dan betapa berharganya itu. Tanpa seorang Ibu, kita tak akan pernah terlahir ke dunia ini. Ibu adalah sosok yang sangat tegar. Bayangkan saja ketika kita menangis, merengek-rengek, meminta makan dan minum, bahkan seorang Ibu rela tidak makan demi memprioritaskan anaknya.
Disaat kita masih belum bisa berjalan, Ibu mengasuh kita dengan jari-jarinya yang sangat lembut,
Dikala hanya bisa merengek di tengah malam, Ibu lah yang terbangun dan bergegas menghapus air mata kita. Siang dan malam Ibu selalu ada disisi kita untuk menuntun dan memenuhi kebutuhan kita.
Disaat kita sakit dan hanya bisa menangis, Ibu selalu mengkhawatirkan dan memberikan yang terbaik untuk kita agar kita dapat sembuh dan kembali sehat. Ketika kita ingin tidur, Ibu adalah satu satunya bidadari yang selalu membacakan ribuan cerita dan dongeng hingga akhirnya kita bisa bisa tidur dengan pulas
Meskipun sinar matahari tak akan kita saksikan lagi, kasih sayang seorang Ibu tidak akan pernah hilang. Ibu adalah pemberi kasih sayang sejati untuk kita. Ibu merupakan sosok bidadari penunjuk kebenaran untuk anak-anaknya yang selalu menjadi pembimbing setia.
Terima kasih Ibu, karenamu lah kini aku bisa belajar, karenamu lah kini aku mengerti arti kehidupan. Tidak akan pernah bisa kubalaskan kasih sayangmu. Aku sayang padamu Ibu. Akan ku jaga selalu Ibuku sampai nafas terakhirku. Akan selalu ku bahagiakan dirimu, Ibu dan aku akan selalu berusaha membuat Ibu bisa tersenyum.

Karangan Bebas Tentang Ibu

Terima kasih Ibu

Ibu, bagiku dirimu adalah sosok cinta sejati nan rupawan. Tiada rasa dan tak ada kelembutan yang dapat menyaingi keberadaanmu. Sosokmu yang cantik nan rupawan, rela kau jadikan sosok keriput dengan segala air keringatmu. Ibu, engkau benar – benar merelakan sebuah anugerah kecantikan dari Tuhan hanya demi anak sepertiku. Segala penderitaan dan kesakitan yang engkau tahan, dengan mudah engkau luapkan dengan sebuah ulasan senyum menenangkan hati. Aku tidak tahu sampai sejauh mana pengorbanan yang telah Ibu lakukan bagiku. Namun satu hal yang Aku ketahui, Engkau berkorban selama nafas masih berhembus di dalam ragamu.
Ibu, terkadang Aku berpikir, penderitaan karena mengandungku selama 9 bulan itu tidaklah berakhir setelah kelahiranku. Selama Aku bertumbuh, hari berganti hari, mingu berganti minggu, bulan berganti bulan dan berganti lepas tahun, penderitaanmu seakan semakin bertambah seiring pertumbuhannku tersebut. Aku yang menjadi sosok yang egois, sosok tidak tahu diri bahkan sosok yang berdusta di hadapanmu-pun tidaklah pernah engkau hiraukan. Karena engkau tahu bahwa rasa sayangmu-lah yang menjadi kunci kesabaranmu menghadapi Aku.
Ibu, kini aku sedikit mulai tersadar. Pengorbanan selama ini yang engkau lakukan, semata – mata hanya demi kebahagiaanku seorang. Engkau tidak memperdulikan kebahagiaanmu, bahkan dikala sakit-pun engkau tetap bersandiwara sehat seakan tidak ada sakit yang melingkupi tubuhmu. Ibu, hal itu sangat berbeda dengan apa dan seperti apa ketika Aku sakit. Sudah seperti halilintar umpatan dan rintihan yang telah kukeluarkan. Berbeda dengan dirimu yang berperan kuat ketika engkau sakit. Ibu, sungguh kuat benar mental dan perjuanganmu. Akupun tidak pernah membayangkan apabila aku berada diposisimu. Sudah tidak peduli bahkan menjauh jika aku menjadi engkau yang tengah menghadapi Aku. Tentu pernyataan ini menggambarkan betapa kuat, sabar dan baiknya engkau Ibu.
Ibu, maukah engkau mengajariku memberikan cinta kasih sama halnya engkau memberikan cinta kasih kepadaku ? Tentu ajaran itu bukan untuk pasangan hidupku. Namun agar mampu mencintaimu melebihi cintamu kepada Aku. Mungkin Aku menyadari aku tidak dapat melakukan hal tersebut. Namun setidaknya, berikan aku kesempatan agar mampu mencintai dirimu melebihi cintamu kepadaku.
Ibu, maukah engaku mengajariku bersabar kepada orang yang engkau cintai ? Tentu ajaran itu bukan untuk orang lain dalam hidupku. Namun agar aku nanti juga mampu memberikan kesabaran dan pengorbanan dikala engkau tua nanti. Meski kutahu aku tak mampu lebih sabar nantinya, Setidaknya ajarkanlah kepadaku agar aku dapat bertahan dan tidak hilang arah seperti hanya apa yang telah engkau lakukan untukku selama ini. Ingin sekali Ibu.
Ibu, kedua permintaan itu datang dari dalam hatiku yang paling dalam. Bukan karena aku akan pergi jauh meninggalkanmu. Namun kini aku mulai menyadari akan keberadaanmu Ibu. Wajah cantik nan rupawan kini sudah hampir tiada lagi. Wajah manis nan indah dipandang-pun, perlahan sirna dimakan waktu. Hari demi hari, bulan dan tahun silih berganti, keriputmu mulai menghiasi indahnya wajahmu yang dulu. Ibu, kini aku sungguh menyadari bahwa engkau sudah tidak muda seperti dulu lagi. Kekuatanmu sudah mulai berkurang seiring bertambahnya umur yang engkau miliki. Ibu, sungguh aku tidak mau engkau semakin tua dan meninggalkanku sendiri.
masih ada mimpi yang ingin kuwujudkan bersamamu. Masih ada kebahagiaan yang ingin kubagikan denganmu. Serta masih ada ribuan cerita yang ingin Aku sampaikan kepadamu. Oleh karena itu Ibu, kini biarkan aku berjuang mewujudkan itu semua dan semua mimpi beserta harapanmu dulu yang engkau korbankan demi pertumbuhanku. Izinkanku membawamu kedalam keindahan dunia yang belum pernah engkau lihat karena pengorbananmu kepadaku.
Ibu, tunggulah sebentar lagi. Ribuan doa kusampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar engkau senantiasa diberi kelimpahan berkat, perlindungan, dan kesehatan dalam hidupmu. Izinkanlah Aku untuk menjadi pembahagiamu.
Ibu, tentu aku tahu itu semua belum cukup membayar pengorbananmu selama aku bertumbuh. Namun setidaknya, melalui perjuangan dan air mataku ini, Aku berucap kepadamu “Terima kasih Ibu”.

Contoh Karangan Ibu

Kasih Sayang Ibu

Kasih Sayang Seorang Ibu sangatlah berharga.. mengapa Saya bilang begitu.. Karena tanpanya kita takkan pernah di lahirkan, Seoarang Ibu adalah sosok yang sangat tegar menghadapi kita saat dulu menangis dan merengek memohon Makan dan minum bahkan seorang Ibu rela tidak makan demi anaknya makan,
Dikala kita tidak bisa berjalan beliau mengasuh kita dengan jari jarinya yang sangat lembut,
Dikala hanya bisa merengek di tengah malam, Dia lah yang terbangun dan bergegas menghapus air mata kita,
Dikala kita sakit dan hanya bisa menangis dia lah yang Selalu Khawatir dan memberikan yang terbaik bagi kita agar kita dapat sembuh dan kembali Sehat.
Dikala kita hendak tidur Dia lah satu satunya bidadari yang selalu membacakan ribuan cerita dan dongeng Hingga kita terlelap,
Dikala Kita bertanya dialah yang mampu menjawab dengan senyumannya yang indah
Dikala Kita tersesat Dalam melangkahkan kaki kita saat remaja Dia lah yang membimbing kita dengan kelemnbutannya,
Dan masih banyak lagi Bukti Kasih sayang seorang Ibu Kepada kita.
Meski matahari takkan bersinar kembali Kasih sayang Seorang Ibu Takkan pernah terganti karena Seoarang Ibulah Sumber Kehidupan kasih sayang kita, Jiwa kita dan Bidadari Penunjuk kebenaran Kita, Terimakasih Ibu, karena mu lah Aku bisa belajar, Karena mu lah Aku mampu mengerti arti kehidupan, Takkan pernah bisa kubalaskan kasih sayangmu kepadamu,, Aku sayang Kamu Ibu.. Akan ku jaga selalu Ibu ku Sampai Titik darah terakhirku akan selalu ku bahagiakan Ibu dan akan selalu Ku Buat Ibu tersenyum.