Tumbuhan Langka di Indonesia Gambar + Pengertian + Daerah asal

Tumbuhan Langka di Indonesia Gambar + Pengertian + Daerah asal – Tumbuhan juga dapat mengalami kepunahan akibat dampak tingkah laku insan atau juga bencana alam. Indonesia memiliki sejumlah tanaman endemik yang makin lama makin langka sebab tidak tidak sedikit yang mengasuh dan menjaganya. Beberapa diantaranya bermukim nama saja sebab sudah paling sulit ditemukan.Pemerintah Indonesia telah memiliki undang-undang mengenai perlindungan terhadap spesies langka baik fauna maupun tumbuhan.
Tumbuhan langka ialah tumbuhan yang jumlahnya paling sedikit atau paling jarang ditemukan dan jumlahnya di semua dunia tidak cukup dari 10.000. Contoh tanaman langka diantaranya merupakan, bunga bangkai raksasa, kantong semar, damar, cendana, dan bulian.Bunga bangkai raksasa adalahtumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia yang dikenal sebagai tanaman dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Disebut sebagai bunga bangkai sebab bunga ini menerbitkan bau laksana bangkai yang membusuk guna mengundang kumbang dan lalat guna menyerbuki bunga bangkai tersebut.Kantong semar adalahjenis tumbuhan langka karnivora, ketika daun masih muda, kantong pemangsa pada Nepenthes tertutup, dan bakal membuka saat dewasa. Kantong tanaman ini pun akan memblokir diri saat sedang mengganyang mangsa, tujuannya ialah agar proses pencernaan berjalan fasih dan tidak diganggu oleh musuh.Dalam dunia konservasi, sebetulnya tidak mengenal dengan istilah Tumbuhan langka, tetapi kedudukan yang dipakai ialah ‘Tanaman Terancam Punah’. Status ini juga dipakai oleh sekian banyak lembaga konservasi semacam IUCN (International Union of the Conservation of Nature and Natural Resources) yang teratur mengklasifikasi dan merilis susunan IUCN Red List of Threatened Species. Hal ini sangat urgen untuk diacuhkan oleh semua masyarakat dunia, terutama para penyuka Fauna, supaya dapat dengan arif memilih Fauna yang hendak dipelihara, sampai-sampai tidak mengganggu populasi di alam. Dengan mengetahui regulasi internasional, masyarakat pun dapat berperan aktif dalam menangkal perdagangan Fauna langka di dunia, sampai-sampai Fauna langka itu dapat mengisi perannya di ekosistem.

Lalu Tanaman apa saja yang hampir punah :

1. Raflesia arnoldi


asal daerah: Sumatera
(Rafflesia arnoldi) adalahtumbuhan parasit obligat, tanaman bunga Raflesia Arnoldi terkenal sebab mempunyai bunga dengan ukuran yang paling besar, Bunga Raflesia ini dapat dikatakan bunga terbesar di dunia. Bunga Raflesia Arnoldi tumbuh di jaringan tanaman merambat (liana) Tetrastigma sertia tidak mempunyai daun sampai-sampai bunga ini dapat dikatakan tidak dapat berfotosintesis. Bunga Rafflesia Arnoldi tidak sedikit ada di Pulau Sumatera, khususnya bagian unsur selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan wilayah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, dalam bahaya statusnya dampak penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh cuma satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.

Bunga Raflesia ini adalahparasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga saat sedang mekar dapat mencapai 1 meter dengan berat selama 11 kilogram. Bunga menghisap bagian anorganik dan organik dari tumbuhan inang Tetrastigma. Satu-satunya unsur yang dapat disebut sebagai “tanaman” ialah jaringan yang tumbuh di tanaman merambat Tetrastigma. Bunga memiliki lima daun mahkota yang mengelilingi unsur yang terlihat laksana mulut gentong. Di dasar bunga ada bagian laksana piringan berduri, mengandung benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk ialah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga melulu berumur selama satu minggu (5-7 hari) dan setelah tersebut layu dan mati. Persentase pembuahan paling kecil, sebab bunga jantan dan bunga betina paling jarang dapat mekar bersamaan dalam satu minggu, tersebut pun bila ada lalat yang datang membuahi.

Bunga ini kesatu kali ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles dan Dr. Arnoldy di Bengkulu pada tahun 1818. Keunikan dari tumbuhan yang pun kerap dinamakan sebagai bunga Rafflesia Arnoldi ini ialah tidak adanya akar, daun, dan tangkai. Hal ini disebabkan Rafflesia Arnoldi adalahtumbuhan parasit pada tumbuhan merambat, dan hanya tinggal di dalam akar tumbuhan inangnya. Bagian terbesar dari bunga ini ialah lima kelopak bunga yang mengelilingi unsur dalam, yang tampak laksana mulut gentong. Di dasar unsur yang laksana gentong ini, ada benang sari ataupun putik, bergantung pada jenis kelaminnya, Rafflesia Arnoldi jantan atau betina. Terpisahnya benang sari dan putik ini, menciptakan pembuahan bunga yang berbau busuk ini agak sulit. Dibutuhkan pertolongan dari serangga, angin, ataupun air supaya Rafflesia Arnoldii bisa berbunga.

Masa perkembangan Rafflesia Arnoldi terhitung lama, bisa memakan waktu sampai sembilan bulan, dan andai bunganya sedang mekar, hanya akan dilangsungkan selama seminggu. Maka tak heran, tidak tidak sedikit wisatawan yang lumayan beruntung untuk menyaksikan bunga yang seringkali mekar di bulan-bulan Agustus sampai November ini. Jika sedang mekar, bunga ini bisa mempunyai diameter sampai 1 meter, dan beratnya dapat menjangkau 11 kilogram. Bunga ini memang akan menerbitkan bau yang tak sedap, tetapi bau berikut yang memancing serangga guna mendekati Rafflesia Arnoldi, sampai-sampai memungkinkan pembuahan terjadi.

2. Kantong semar


asal daerah: Sumatera
Kantong semar ialah tanaman karnivora yang memakan serangga, ulat dan anak katak. Tanaman ini hidup sebagai carnivora (carnivorous plant) sebab hidup di wilayah yang minim bagian nitrat dan fosfat. Sebagai carnivora tanaman ini menpunyai perangkat perangkap serangga berupa kantung atau periuk, yang adalahperubahan format dari ujung
daun. Untuk memahami mangsanya tanaman ini memiliki enzim pemecah protein atau zat kimia di dalam kantongnya. Sisa-sisa serangga yang dicernanya, dibiarkannya semut-semut memakannya, sampai-sampai antara semut dan kantong semar terjadi simbiosis mutualisme.
Tumbuhan ini pun masih mengerjakan fotosintesis untuk kebutuhan zat tepung dan gula yakni daun pada unsur pangkal batang yang berbentuk pipih dan berwarna hijau.

Kantong semar memiliki jenis species yang banyak. Tumbuhan ini hidup di wilayah hutan hujan tropis, mulai dari dataran rendah, menengah dan tinggi. Kebanyakan tanaman ini hidup di Australia unsur utara, asia tenggara dan china unsur selatan. Ada 82 jenis nepenthes dan yang terbanyak jenisnya ada di Kalimantan dan Sumatera sejumlah 64 jenis.

3. Edelweis


asal daerah: Jawa
Anaphalis spp. ialah jenis tanaman dari suku Asteraceae yang hidup di wilayah pegunungan dengan elevasi antara 800–3400 m di atas permukaaan laut. Tumbuhan ini dikenal sebagai bunga abadi sebab sangat duratif dan tidak gampang rusak, sampai-sampai orang menyebutnya sebagai edelweis yang mengacu pada nama tanaman Leontopodium alpinum Cass. yang berasal dari pegunungan di Eropa.

Penyebarannya khususnya di Asia Tengah dan Selatan sejumlah 110 jenis. Di Asia Tenggara tergolong New Guinea, melulu ada 6 jenis Anaphalis yaitu: A. javanica, A. longifolia, A. maxima, A. viscida, A. helwigii dan A. arfakensis. Jenis A. javanica dan A. longifolia paling berkerabat dekat dengan format morfologi yang nyaris serupa. Diduga A. javanica berdampingan dengan jenis yang ada di Sri Langka.

Berdasarkan IUCN redlist, Anaphalis spp. tergolong dalam kelompok threatened atau tanaman dalam situasi terancam keberadaannya. Kondisi ini didukung dengan adanya gangguan kegiatan manusia, sebab tumbuhan ini hidup di dekat jalur pemanjatan di pegunungan. Di samping itu, terdaftar bahwa suatu semai edelweis membutuhkan waktu lebih tidak cukup 13 tahun untuk menjangkau tinggi 20 cm dan sampai ketika ini belum diketahui secara tentu bagaimana biologi reproduksi tanaman tersebut, sehingga tidak sedikit aspek yang butuh diketahui guna melestarikannya, baik pelestarian secara in situ maupun ex situ.

4. Bunga bangkai raksasa


asal daerah: Kalimantan
Bunga bangkai atau suweg ialah sekelompok tanaman dari genus Amorphophallus yang adalahanggota dari famili dari Araceae (tals-talasan). Jenis yang sangat dikenal dari bunga bangkai (Amorphophallus) ialah bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa atau titan arum yang memiliki nama latin Amorphophallus titanum dan Amorphophallus gigas atau Sumatera Giant Amorphophallus. Amorphophallus titanum memegang rekor sebagai bunga dengan struktur perbungaan tertinggi di dunia di susul Amorphophallus gigas diurutan kedua.Karena keawaman kita tidak jarang kali memandang bunga bangkai sebagai satu spesies (jenis) saja sebenarnya bunga raksasa dan tertinggi ini terdiri atas selama 170 spesies di semua dunia. Yang lenbih parah, tidak tidak banyak yang menyamakan bunga bangkai dengan bunga Rafflesia. Padahal antara Amorphophallus dan Rafflesia ialah dua bunga yang bertolak belakang meskipun sama-sama berukuran raksasa dan menerbitkan bau busuk

5. Tengkawang


asal daerah: Kalimantan
Tengkawang adalahsalah satu tumbuhan yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat dan sudah dibudidayakan semenjak 1881. Masuk dalam genus Shorea atau meranti, menciptakan pohon ini memiliki nilai hemat yang baik, yaitu penghasil minyak nabati.

Salah satu meranti yang adalahtanaman endemik Kalimantan Barat ialah meranti merah (Shorea stenoptera). Dalam bahasa setempat dinamakan Tengkawang Tungkul. Dalam Bahasa Inggris dikenal dengan illipe nut atau Borneo tallow nut.

Biji meranti merah diubah untuk menghasilkan minyak nabati. Turunannya juga dipakai sebagai bahan dasar penciptaan makanan, cokelat, pelumas, obat, lilin, dan kosmetik. Kegunaannya ini, menciptakan suku Dayak di Kalimantan Barat memandang tengkawang sebagai pohon kehidupan. Bahkan, sebab manfaatnya yang urgen pohon ini diwariskan untuk keturunannya. Jika telah tua, batangnya dipakai untuk menciptakan rumah.

6. Jelutung


asal daerah: Sumatera
Di Indonesia ada dua jenis jelutung, yaitu: Dyera costulata Hook. F. dan Dyera lowii Hook. F. Kedua jenis ini tergolong famili Apocynaceae. Jelutung, di Kalimantan dinamakan pantung, di Sumatera dinamakan labuai, di Semenanjung Melayu dinamakan ye-luu-tong, dan di Thailand dinamakan teen-peet-daeng.

Pohon jelutung berbentuk silindris, tingginya bias menjangkau 25-45 m, dan diameternya dapat mencapai 100 cm. Kulitnya rata, berwarna abu-abu kehitam-hitaman, dan bertekstur kasar. Cabangnya tumbuh pada batang pohon masing-masing 3-15 m. Bentuk daunnya memanjang, pada unsur ujungnya melebar dan menyusun rokset. Sebanyak 4-8 helai daun tunggal tersebut duduk melingkar pada ranting. Jelutung berbunga dua kali setahun. Bunga malainya berwarna putih, dan buahnya berbentuk polong. Apabila telah matang, buahnya pecah guna menyebarkan biji-bijinya yang berukuran kecil dan bersayap ke lokasi di sekitarnya.

7. Cendana


asal daerah: NTT
Cendana (Santalum album) dan Bunga Cendana. Makin tahapan dan dalam bahaya punah, Tumbuhan yang ingin hidup di wilayah Sabana dan susah dikembangbiakan ini terus menjadi di antara target perburuan gelap demi bisnis dan perniagaan ilegal sebab harganya yang mahal.Bunga cendana ( Santallum Album .L ) adalahtumbuhan tropic bernilai ekonomi tinggi yang populasi di habitat aslinya merasakan penurunan drastis. Penurunan populasi itu terjadi karena pemerasan yang berlebihan dan belum dilaksanakan upaya – upaya konservasi. Dan bila pemerasan ini dilaksanakan terus menerus, maka dapat – dapat tanaman cendana bakal mengelamai kepunahan.
Salah satu teknik mencegah terjadinya kepunahan cendana, maka Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) bareng pemerintah mesti memperbanyak mengerjakan penanaman embrio cendana ( kebun embrio cendana ).

8. Sarang semut


asal daerah: Papua
Sarang semut papua adalahistilah yang dipakai oleh orang indonesia guna menyebut umbi dari tumbuhan Myrmecodia platyrea, bukan lokasi tinggal yang dibikin koloni semut.Tanaman ini tumbuh menumpang pada batang atau dahan tumbuhan lain namun tidak menyerap sari-sari makanan dari pohon inangnya, tanaman ini di indonesia tidak sedikit di temukan di distrik papua.Oleh masyarakat pribumi papua tumbuhan ini telah sekak zaman dahulu dikonsumsi sebagai obat herbal alami.
Disebut sarang semut sebab umbi dari tanaman Myrmecodia platyrea tidak sedikit digunakan oleh koloni semut sebagai sarang, sebab didalamnya ada rongga-rongga yang memungkinkan koloni semut guna tinggal.

9. Purwaceng


asal daerah: Jawa
Purwaceng (latin : Pimpinella Fruacan) adalahjenis tanaman obat atau simplisia nabati, sehingga tidak sedikit dimanfaatkan guna kesehatan. Tanaman purwaceng ialah sejenis ginseng yang cuma ada di Dataran Tinggi Dieng , dan hidup pada elevasi 2000-2500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan jenis tanah yang berisi unsur-unsur tertentu serta kelembapan dan cuaca tertentu pula.

10. Daun sang


asal daerah: Sumatera
Daun Sang adalahtanaman menarik Indonesia. Tumbuhan Daun Sang yang memiliki nama ilmiah Johannestijsmania altifrons ini memiliki ukuran daun yang paling besar menjangkau 6 meter. Lebar daunnya menjangkau 1 meter. Sayangnya melulu sedikit saja yang mengetahui eksistensi tanaman menarik daun sang ini.

Daun Sang oleh sejumlah kalangan (termasuk Kementerian Kehutanan RI) dianggap sebagai tumbuhan endemik Sumatera, Indonesia yang hanya dapat ditemui di area Aras Napal, Besitang. Sebuah distrik di Kabupaten Langkat yang tergolong dalam area Taman Nasional Gunung Leuser. Namun dari sejumlah referensi yang saya dapat, Daun sang yang menarik ternyata juga dapat ditemui di Thailand, Malaysia, Serawak, Kalimantan unsur barat dan Sumatera, Indonesia.

11. Anggrek tebu


asal daerah: Sumatera
Anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) ialah jenis bunga anggrek terbesar dan sangat berat diantara jenis-jenis bunga anggrek lainnya. Anggrek tebu berat nya dapat menjangkau 1 ton dengan tinggi 3 meter dan diamater 1-2 cm. Bunga Anggrek jenis ini mendapat predikat Anggrek Raksasa.
Anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) berwarna kuning dengan bintik-bintik berwarna coklat, merah atau merah kehitam-hitaman. Bunga anggrek tebu duratif dan tidak gampang layu. Meskipun telah dicukur batangnya, bunga raksasa yang super besar dan berat ini dapat bertahan 2 bulan.

12. Akar karak


asal daerah: Sumatera
Tinggi pohon cuma dapat sekitar 14m dengan diameter batang selama 15cm. Batangnya berwarna putih dan bergetah. Biasa tumbuh di ketinngian 1700m. seringnya di sepanjang aliran sungai dan lereng bukit. Terkadang juga dapat ditemukan di batu kapur, tanah berpasir, dan tanah liat. Distribusi tumbuhnya di burma, thailand, semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, dan Filipina. Terkenal dengan nama Akar Karak, Kara, atau Wa Punot.

13. Kokoleceran


asal daerah: Banten
Tanaman kokoleceran ialah salah satu tumbuhan yang sedang di provinsi Banten. Tanaman kokoleceran ialah maskot dari provinsi Banten yang adalahsalah satu tumbuhan endemik Banten yang di percaya melulu ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Tanaman kokoleceran adalahtanaman yang tergolong dalam tumbuhan langka, yang keberadaannya paling misterius. Tanaman kokoleceran tergolong dalam kedudukan konservasi “Endangered” (Terancam Punah) yang dikeluarkan oleh International Union for Conversation of Nature (IUCN), semenjak tahun 1998. Maka dari itu dibutuhkan upaya pemerintah dan masyarakat guna melestarikan tumbuhan kokoleceran tersebut.

14. Anggrek hitam


asal daerah: Kalimantan
Anggrek hitam (coelogyne pandurata lindl)adalahjenis anggrek epifit simpodial, artinya, anggrek jenis ini bakal tumbuh menempel pada tumbuhan/batang pohon beda yang mempunyai pertumbuhan batang terbatas. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris dinamakan sebagai “Black Orchid”. Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini memiliki nama lokal “Kersik Luai”. Tanaman ini bakal hidup berumpun, dimana setiap tanaman dalam satu rumpun akan menyusun akar bermukim (rhizome) yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Proses regenerasi anggrek hitam berasal dari tunas baru yang hadir dari tumbuhan sebelumnya. Tunas baru ini bakal tumbuh ke atas dengan ukuran yang lebih banyak dan tampak menggelembung pada unsur batangnya. Penggelembungan batang yang terjadi ini tidak jarang disebut dengan umbi semu (pseudobulbs) yang bermanfaat sebagai lokasi penyimpanan air dan cadangan makanan. Oleh karena tersebut jika anggrek hitam kelemahan air, maka anggrek ini tidak bakal segera kekeringan. Batang anggrek yang menyusun umbi semu ini berbentuk bundar panjang, pipih dengan panjang 10-15 cm.

15. Anggrek larat


asal daerah: Kepulauan Maluku
Anggrek Larat yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Cooktown Orchid, berkerabat dekat dengan sejumlah jenis anggrek lainnya laksana Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, dan Anggrek Kelembai.
Anggrek Larat mempunyai nama ilmiah Dendrobium phalaenopsis. Diberi nama dengan anggrek Larat sebab kesatu kali ditemukan di Pulau Larat, Tanibar, Maluku. Meskipun demikian anggrek Larat ini penyebarannya ke unsur selatan sampai ke Australia dan Selandia Baru.



Share