Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Ukuran Tenis Meja

Pengertian, Sejarah, Teknik, Ukuran olahraga Tenis Meja – Tenis meja ialah olahraga yang memakai bola yang kecil. Bila dalam pertandingan kejuaraan, umunya memiliki 2 buah kelompok yang bakal diperlombakan. Antara lain kelompok ganda dan tunggal. Ada 5 jenis pertandingan tenis meja yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Di Republik Rakyat Tiongkok, nama sah olahraga ini merupakan “bola ping pong” (Tionghoa : 乒乓球; Pinyin : pīngpāng qiú). Induk Olahraga tenis meja di Indonesia ialah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia ialah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya menjangkau 217 negara dan PTMSI terdaftar sebagai Anggota ITTF semenjak tahun 1961.

Pengertian Tenis Meja

Tenis meja atau pingpong ialah salah satu cabang olahraga yang dimainkan oleh dua pasang (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan.

Alat yang dipakai dalam permainan ini ialah raket atau yang biasa dinamakan dengan bet, bola pingpong, dan lapangan permainan berbentuk meja. Raket dalam permainan tenis meja tercipta dari papan kayu yang dilapisi karet

Sejarah Tenis Meja

Tenis meja diciptakan di Inggris selama abad ke-19, di mana dimainkan oleh orang ruang belajar atas sebagai permainan indoor setelah santap malam. Tenis meja mempunyai sejumlah nama, salah satunya “whiff-whaff”, dan dianjurkan bahwa permainannya kesatu kali dikembangkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, di mana mereka membawanya pulang ke Inggris. Sebaris kitab disusun ditengah meja sebagai net, di mana dua bukunya bermanfaat untuk memukul bola golf. Nama “ping-pong” dipakai hampir seluruh negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd menjadikannya brand dagang pada tahun 1901. Nama “ping-pong” lantas lebih dipakai untuk permainan yang dimainkan perlengkapan Jaques, dengan perusahaan beda menyebutnya tenis meja. Situasi yang sama terjadi pun di Amerika Serikat, di mana Jaques memasarkan hak nama “ping-pong” untuk Parker Brothers. Parker Brothers kemudian menjadikannya brand dagang tahun 1920-an, menciptakan organisasi lainnya mengolah nama menjadi “tenis meja” dibanding memakai nama yang lebih umum, tetapi dengan brand dagang.
Inovasi besar berikutnya dilaksanakan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang mengejar bola seluloid dalam perjalanan mengarah ke AS tahun 1901 dan menurutnya sesuai untuk permainan. Ini dibuntuti E.C. Goode yang, pada tahun yang sama, membuat versi canggih dari raket dengan memasang selembar karet yang diberi bintik, ke kayu yang telah diasah. Tenis meja mulai familiar pada tahun 1901 diakibatkan turnamen yang dibuat, kitab yang menyebutkan mengenai tenis meja, dan kejuaraan dunia tidak sah pada tahun 1902. Pada mula 1900an, permainan ini dilarang di Russia sebab penguasa pada masa tersebut percaya bahwa memainkan tenis meja mempunyai efek yang buruk pada penglihatan pemain
Tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) diciptakan di Inggris, dan dibuntuti Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. London menjadi tuan lokasi tinggal Kejuaraan Dunia sah kesatu tahun 1926. Tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, kini disebut, Tenis Meja Amerika, dibentuk.
Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak Komunis di Perang Saudara China memiliki “hasrat guna Tenis Meja asal Inggris” yang menurutnya “ganjil”.
Tahun 1950an, raket yang memakai lembaran karet digabung dengan lapaisan spons di dasarnya mengolah permainan secara dramatis, menambah kecepatan dan perputaran bola. Ini diperkenalkan perusahaan perangkat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Penggunaan lem cepat dapat menambah kecepatan dan perputaran lebih jauh, yang menghasilkan perubahan perlengkapan untuk “menurunkan kecepatan permainannya”. Tenis meja diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.
Sejarah asal usul permainan tenis meja ini nyaris sama dengan banyak sekali permainan olahraga lainnya yang menggunakan raket, yaitu pada tadinya hanya dikenal sebagai permainan dan hiburan enteng di masyarakat. Tetapi tentang asal musa permainan tenis meja, semenjak kapan dan oleh siapa yang kesatu kali menciptakannya, bisa diketahui dari sejumlah sumber bacaan inilah ini.
1.Pada zaman insan purba, di Iran sudah memainkan suatu permainan yang memakai sebatang kayu sebagai pemukul bola tang tercipta dari usus hewan yang telah dipenuhi angin.
2.Pada abad ke-12 Bangsa Perancis telah menyenangi permainan tenis meja, dimana bolanya diciptakan dari kertas diktat yang dipukul dengan tangan.
3.Sejak zaman purba Bangsa Indian sudah memainkan permainan yang serupa tenis meja. Bola yang digunakan serupa dengan bola bersayap bulu, pemukul yang digunakan ialah kayu yang dibalut dengan kulit hewan menjangan.
4.Berbagai sumber melafalkan bahwa olahraga permainan tenis meja asalnya dari Inggris. Permainan ini hadir dari permainan kuno pada abad pertengahan yang disebut laksana “gossima” dan “whiff-whiff“. Kemudian permainan ini berkembang lagi, di antaranya oleh angkatan bersenjata Inggris yang sedang di India.
Ada juga, semua opsir di wilayah koloninya di Afrika Selatan yang biasa memainkan permainan tenis meja sebagai hiburan ketika waktu senggang mereka. Meja yang dipakai ialah meja tanpa mempunyai ukuran tertentu dengan suatu net atau jaring pada unsur tengah-tengahnya, yang dipasang sejajar dengan ujung meja yang dipakai.
Jaring yang digunakan terbuat dari tali sepatu boat atau atau laksana perban pembungkus yang diikat ujungnya pada dua buah kursi yang ditempatkan di kedua sisi unsur tengah meja tersebut. Sementara tersebut alat pemukul yang digunakan ialah sebilah kayu yang telah dicukur menurut format sehingga serupa raket yang dipakai seperti ketika ini.
Pada saat tersebut pemukulnya diberi nama Vellum racket, yakni alat pemukul pada permainan tenis meja yang serupa alat pemukul pada permainan tenis. Serta bola yang dipakai ialah bola yang digunakan pada permainan tenis, yaitu pukul memukul secara langsung.
Di akhir tahun 1880, bola karet yang dilapisi dengan kulit yang dirajut diganti bola celluloid. Pada tahun 1990, permainan tenis meja disempurnakan oleh sejumlah negara Eropa unsur barat. Pada tahun 1903, diciptakan suatu ketetapan atau peringatan untuk para pemain tenis meja atas pemakaian busana malam untuk pria dan perempuan dalam latihannya.
Di samping itu, juga diserahkan penjelasan dan petunjuk tentang teknis terperinci tentang karet bintik, pegang penhold, dan taktik permainan. lantas olahraga permainan ini semakin populer pada tahun 1905, E. C. Goode dari London memperkenalkan raket untuk khalayak dengan permukaan berupa karet.
Atas prakarsa Dr. George Lehmen dari Jerman pada tanggal 15 januari 1926, terbentu suatu organisasi Internasional Table Tenis Federation yang lantas disingkat ITTF, Hown Ivor Montagu dari Inggris yang menjadi presiden kesatunya. Negara-negara yang menjadi anggotanya saat tersebut adalah:
1.Inggris
2.Polandia
3.Jerman
4.Swedia
5.Perancis
6.Cekoslowakia
7.india, dan
8.Jepang.
Bertempat di Memorial hall, Farringdon Street, di akhir tahun tersebut juga diselenggarakan kejuaraan Eropa dengan peserta:
1.Denmark
2.Cekoslowakia
3.Austria
4.Inggris
5.Hungaria
6.Jerman
7.Swedia
8.Wales
9.India
Pada 12 Desember 1926, disepakati perkiraan dasar dan ketentuan permainan, sementara kejuaraan yang awalnya antar negara Eropa dijadikan atau dirasakan sebagai kejuaraan tenis meja kesatu tingkat dunia.
Kemudian di tahun 1939, sejumlah 28 asosiasi dari negara-negara tercatat sebagai anggota ITTF. Sejak kejuaraan tenis meja dunia pada tahun 1926, selanjutnya untuk masing-masing tahunnya diselenggarakan sekali sampai yang ke – 13 pada tahun (1938), kemudian sampai tahun 1945 kejuaraan tidak dapat diadakan karena terganggu perang dunia.
Pada tahun 1946, kejuaraan dunia yang ke- 14 pulang diadakan, kali ini bertempat di Paris (Perancis). Selanjutnya diselenggarakan rutin masing-masing dua tahun sekali.
Pada tahun 1946, kesatu kali diselenggarakan pertemuan umum (general meeting) sekitar berlangsungnya kejuaraan dunia ke – 14 di Paris. Pada tahun 1967, presiden ITTF, Hon Ivor Montagu mengundurkan diri dari presiden ITTF dan digantikan oleh H. Roy Evans dari Wales. Tahun 1976 bulan Maret, ITTF mengusung sekjen profesional yang tidak dipilih oleh general meeting yang berkantor di St. Leonards On Sea di Inggris.
Pada bulan November 1977, Komite Olimpiade Internasional IOC mengakui cabang olahraga tenis meja sebagai cabang olahraga Olimpiade dengan ITTF sebagai satu-satunya induk organisasi internasional yang mengaturnya.
Secara sah cabang olahraga tenis meja mulai dipertandingkan pada olimipic game ke – 24 tahun 1988 Seoul. Akibat pernyataan tersebut, ITTF diwajibkan untuk menambahkan dalam peraturannya yang mencantol status amatir dan profesional , yakni pasal 26 dari Olimpic Charter, yang mana pada ketentuan sebelumnya tidak ada.
Kepengurusan H. Roys Evans selesai pada tahun 1987. Sedangkan yang terpilih menjadi ketua baru ialah Ichiro Ogimura dari Jepang. Ichiro Igimura mendapat sokongan penuh dari semua anggota ITTF Asia, Afrika dan Amerika Latin sampai-sampai memenangkan pemilihan dengan angka yang meyakinkan, yaitu mendapat 65 suara dari 104 empunya hak suara.
Perubahan dalam sistem pertandingan merasakan perubahan pada tahun 1991 dalam sistem pertandingan beregu putra, yang pada tadinya mempertandingkan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahannya sendiri dilaksanakan pada tahun 1989 di kongres ITTF, sesudah final kejuaraan dunia pada waktu tersebut antara China dan Swedia yang dilangsungkan hampir enam jam.

Peralatan Permainan Tenis Meja

1.Raket


Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. 02. Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan. 03. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat. 04. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.

2.Bola


Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram. Biasanya berwarana putih atau oranye dan terbuat dari bahan selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23–26 cm. Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.

3.Meja lapangan

Ukuran Meja Tenis
Terkadang saya melihat ukuran meja di setiap tempat berbeda-beda, mulai dari pajag meja, lebar meja, tinggi meja dan masih banyak lagi yang masih saya belum mengetahui.Dulu saya melihat meja di sekolah lain, terkadang itu meja membuat sendiri dan ukurannya tidak sesuai dengan standar ukuran yang umum.Kalau kita membeli meja yang baru terkadang ukurannya sudah standar umum mulai panjang tenis meja: 2,74 meter, lebar meja tenis meja: 1,525 meter, tinggi tenis meja: 76 cm, dan warna tenis meja: Gelap dan pudar yang populer warna hijau, lebar garis pinggir meja: 2 cm.

Ukuran Net Tenis Meja

  • Tinggi net tenis meja: 15,25 cm.
  • Jarak tiang dari net meja: 15,25 cm.

Ukuran Bola Tenis Meja

  • Diameter bola tenis meja; 40 mm.
  • Berat bola tenis meja: 25 gram.
  • Warna bola tenis meja: Putih dan orange tidak mengkilap.

Ukuran Bet Tenis Meja

  • Berat bet tenis meja kurang lebih: 150 gram.
  • Daun bet datar dan 85% dari kayu.
  • Tebal bet busa karet biasanya adalah 2 mm.
  • Tebal bet karet bintik maksimal 4 mm.

Peraturan Tenis Meja

Semua permainan atau olahraga pasti ada aturan dan perangkat permainanya, begitu juga pada permainan tenis meja supaya permainan bisa berjalan tertib dan berlangsung menarik. Pada olahraga permainan tenis meja, ada beberapa perangkat yang dibutuhkan dan semuanya memiliki aturan yang jelas dan harus ditaati oleh setiap pemain, seperti meja, bola, raket, dan net. Selain dari itu ada juga perangkat pendukung lainnya yaitu pemain dan wasit.

Berikut ini kita akan membahas peraturan permainan tenis meja secara lengkap.

Meja



  • Pada meja tempat bermain tenis meja, permukaan berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2, 74 m dan lebar 1,525 m, tinggi 76 cm di atas lantai dan harus datar.
  • Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.
  • Permukaan meja boleh dibuat dari bahan apa saja, tetapi harus menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.
  • Meja tenis seluruh permukaannya harus berwarna pudar atau gelap dan garis putih dengan lebar dua cm pada sisi panjang meja 2, 74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.
  • Permukaan meja dibagi dalam dua bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.
  • Untuk permainan ganda, semua bagian meja harus dibagi menjadi 2 bagian yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar 3 mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi dua bagian kiri dan kanan.

Net

  • Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan kedua tiang penyangga termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.
  • Net harus terpasang dengan bantuan tali yang melekat pada kedua ujung tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan kedua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm.
  • Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja.
  • Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangganya.

Bola

  • Bola harus bulat dengan diameter 40 melimeter.
  • Berat bola harus 2,7 gram.
  • Bola harus terbuat dari bahan celulos (celluloid) atau sejenis bahan plastik berwarna putih atau orange, serta tidak mengkilap.

Raket/Bet

  • Ukuran, berat dan bentuk tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku.
  • Ketebalan daun raket minimal 85% terbuat dari kayu, dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari total ketebalan 0,35 mm, yang merupakan bagian yang lebih sedikit/tipis.
  • Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol keluar (karet pletok) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau jika dilapisi karet lunak (sandwich rubber) atau spons dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak lebih dari 4 mm termasuk lem perekat.

– Karet bintik biasa adalah lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar di permukaan karet secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per cm² dan tidak lebih dari 30 per cm².

– Karet lunak (sandwich rubber) adalah lapisan dari karet cellularyang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa. Ketebalan dari akret bintik tidak lebih tidak kurang dari 2 mm.

  • Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian yang terdekat dari kayu yang dipegang dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi olah bahan lain atau tidak ditutupi.
  • Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung) dan juga ketebalannya.
    Permukaan raket yang tidak ditutupi raket pada sisi, harus diwarnai pada sisi yang tidak ditutupi oleh karet dengan warna pudar, merah atau hitam (tidak sama dengan warna sebelahnya).
  • Karet raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan kimia, berupa karakteristik karet secara fisik, atau hal lainnya

– Apabila terjadi sedikit penyimpangan atau kekurangan pada warna dan kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.

– Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa atau mencobanya.

Cara Bermain Dalam Tenis Meja

Permainan tunggal

  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16

Permainan ganda

  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
  • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
    Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17

Pukulan dalam Tenis Meja

Jenis pukulan dalam permainan tenis meja yang akan dibahas yaitu pukulan forehend dan pukulan backhand.

a. Pukulan Forehand, cara melakukannya yang benar adalah sebagai berikut.

  • Berdiri di belakang meja menghadap ke arah permainan
  • Salah satu kaki ditempatkan di depan dan lainnya di belakang
  • Salah satu tangan memegang bed di samping badan dengan lengan bawah membentuk sudut 90°
  • Pukulan dilakukan dengan menggerakkan bet dari belakang ke depan
  • Bed harus mengenai bola pada saat bola mencapai titik tertinggi.

b. Pukulan Backhand, cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Berdiri di belakang meja menghadap ke arah permainan
  • Salah satu kaki ditempatkan di depan dan kaki lainnya di belakang
  • Salah satu tangan memegang bed di depan badan dengan lengan atas membentuk sudut kecil dengan tubuh
  • pukulan dilakukan dari arah belakang ke arah samping depan
  • Bed harus mengenai bola saat mencapai titik tinggi.

Jenis Pukulan.

Drive

Drive merupakan pukulan dengan ayunan panjang sehingga menghasilkan pukulan yang datar dan keras. Tipe pukulan ini keras dan cepat. Ada dua jenis drive, yaitu forehand drive and backhand drive.

Forehand drive.

Cara melakukan forehand drive, pertama gerakkan bet ke arah depan. Gerakan ini diikuti dengan perputaran badan kearah depan kira-kira badan berputar tiga puluh derajat.
Kesalahan dan cara mengatasi dalam melakukan pukulan forehand drive adalah terjadi perubahan pada posisi bet akibat bergeraknya pergelangan tangan. Hal ini menyulitkan saat kontak dengan bola. Kuatkan pergelangan tangan saat sikap permulaan, sehingga bet tidak akan mudah berubah posisi.

Backhand drive.

Cara melakukan backhand drive, pertama siku membentuk sudut sembilan puluh derajat. Pergerakan bet diikuti oleh gerak memutar badan. Usahakan kontak dengan bola saat bet berada di depan badan agak kiri.
Kesalahan yang sering terjadi dalam pukulan drive dan cara mengatasinya adalah gerakan kaki. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memperbanyak latihan backhand.

Push

Push adalah pukulan backspin pasif yang dilakukan untuk menghadapi backspin. Pukulan ini dapat menjaga agar bola tidak melambung terlalu tinggi dari net. Ada dua jenis push, yaitu forehand push dan backhand push.

Forehand push.

Perhatikan agar posisi bet sedikit terbuka Gerakan bet kedepan dan sedikit kebawah. Usahakan bola mengenai bet bagian tengah.

Backhand push.

Perkenaan bolanya sama dengan forehand push. Bedanya ini menggunakan backhand. Usahakan kontak bola hanya terjadi gesekan tetapi kuat sehingga menghasilkan bola backspin yang sempurna. Usahakan perkenaan bola di kiri mendekati bagian depan tubuh

Chop

Chop merupakan pukulan backspin yang bersifat bertahan. Ada dua jenis chop, yaitu forehand chop danbackhand chop.

Forehand chop.

Persiapan dalam melakukan pukulan forehand chop sama untuk melakukan pukulan forehand, tapi posisi bet agak terbuka. Gerakkan bet ke depan condong ke bawah. Usahkan kontak dengan bola terjadi di depan kanan badan. Perkenaan bola pada sisi bet depan agak bawah dan perkenaan pada bola pada sisi bawah bola.

Backhand chop.

Posisi awal sama dengan backhand, tetapi posisi bet terbuka atau sisi depan condong ke atas. Usahakan kontak bola pada bagian sisi bawah bet depan dengan sisi bawah bola. Usahakan perkenaan bola di kiri agak depan tubuh.

Block

Block adalah cara paling sederhana untuk mengembalikan pukulan yang keras. Block dilakukan setelah bola memantul dari meja. Hal ini dilakukan untuk membuat lawan tidak dapat melancarkan serangan dengan cepat, karena bola yang di block akan kembali dengan cepat. Ada dua jenis block, yaitu forehand block danbackhand block.

Forehand block.

Cara melakukan forehand block yang pertama gerakkan bet ke depan, posisi bet tertutup (sisi depan bet menghadap ke bawah). Perhatikan arah datangnya bola, segera lakukan block setelah bola memantul dari meja, perkenaan bola dengan bet tepat pada tengah bet.

Backhand block.

Bet berada disebelah kiri tubuh. Gerakkan bet ke depan jika ingin melakukan blocking, posisi bet tertutup (sisi depan bet menghadap ke bawah). Perhatikan arah datangnya bola, segera lakukan block setelah bola memantul dari meja, perkenan bola dengan bet tepat pada tengah bet.

Service / Servis

Servis yaitu memukul bola untuk menyajikan bola pertama. Ada beberapa teknik servis yaitu servis forehand topspin, servis backhand topspin, servis forehand backspin, servis backhand backspin.
Topspin merupakan arah putaran bola (dimana bola berputar searah jarum jam). Backspin merupakan arah putaran bola juga (bola berputar berlawanan jarum jam).

Forehand Topspin.

Untuk melakukan forehand topspin pemain berdiri dengan sikap persiapan di meja bagian kanan dan menghadap sektor kiri meja lawan. Tangan kanan memegang bet berada di kanan badan dengan siku ditekuk sebesar sembilan puluh derajat. Telapak tangan kiri memegang bola. Bola dilambungkan setinggi enam belas senti meter, kemudian dipukul dengan bet. Usahakan pantulan bola tidak begitu tinggi dari net.

Backhand Topspin.

Untuk melakukan backhand topspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri. Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet. Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi.

Backhand Backspin.

Untuk melakukan backhand backspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkannya ke pinggang sebelah kiri. Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet. Untuk melakukan pukulan ini hanya menggesek bagian belakang bola dengan bagian bawah bet. Gerakan bet ke depan condong turun ke bawah. Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi

Teknik Dasar Permainan Tenis Meja

  1. Cara Menggunakan Bet (Teknik Grip)
  2. Teknik Stance atau teknik Bersiap Siaga
  3. Teknik Footwork atau teknik gerakan kaki
  4. Teknik Stroke (Pukulan).

1. Teknik Dasar Cara Memegang Bet Tenis Meja
Cara menggunakan atau memegang bet dalam permainan tenis meja memang sangat penting, teknik ini akan membuat hasil pukulan yang berbeda beda. Dalam teknik memegang bet terdapat tiga macam yaitu Teknik Shakehand Grip (Seperti berjabat tangan), teknik penhold grip (seperti mencengkram pena) dan Teknik Seemiller Grip (teknik percabangan dari handshake).

  • Teknik Shakehand Grip

Pada teknik ini biasanya digunakan para pemain tenis meja profesional dari benua Eropa, teknik ini memegang bet seperti ketika kita berjabat tangan. Dalam permainan kedua sisi bet digunakan, sehingga memudahkan kita untuk menerima atau melakukan smash.

  • Teknik Penhold Grip

Teknik yang lebih sering disebut dengan teknik Asia, hal ini dikarenakan banyak pemain Asia yang menggunakan teknik ini. Caranya sama seperti kita memegang pena, dalam pelaksanaannya sisi bet yang digunakan hanya satu sisi saja. Dipilih sisi paling nyaman yang digunakan.

  • Teknik Seemiller Grip

Teknik ini hampir sama dengan shakehand grip, namun mempunyai perbedaan pada jari telunjuk. Pada teknik ini jari telunjuk memegang seluruh bagian bet dan bet diputar ke arah badan dengan derajat sekitar 20 hingga 90 derajat.
Setiap teknik diatas mempunyai kelebihan dan kekurangan, untuk teknik Seemiller Grip mempunyai kemudahan untuk melakukan pertahanan dan melakukan pukulan forehand. Sedangkan kekurangannya membuat kita lebih susah dalam melakukan serangan dengan pukulan backhand.

2. Teknik Stance (Bersiap Siaga)

Teknik stance adalah teknik penempatan posisi badan, kaki dan tangan saat kondisi bertahan atau akan menyerang lawan. Gerakan ini sangat penting, karena berpengaruh pada kesiapan kita saat menerima serangan dan hasil pukulan saat melakukan serangan. Teknik Stance terbagi menjadi dua macam yaitu Square Stance dan Side Stance.

  • Teknik Side Stance

Cara melakukan teknik side stance ini badan harus berada pada posisi menyamping kiri atau kanan. Posisi bahu lebih berada di dekat net saat melakukan serangan, untuk Anda yang menggunakan tangan kanan maka posisi bahu kanan Anda harus dekat dengan net saat Anda melakukan pukulan dengan teknik forehand.

  • Teknik Square Stance

Teknik square stance adalah teknik posisi tubuh kita berada menghadap ke meja. Posisi ini merupakan posisi awal kita setelah menerima serangan dan juga menerima servis dari lawan. Untuk melakukan posisi ini usahakan satu kaki saja yang berpindah ke kanan, kiri, depan dan belakang. Hal tersebut memudahkan kita untuk melakukan gerakan ini, apalagi kita mempunyai kelincahan yang bagus.

3. Teknik Footwork atau teknik gerakan kaki

Teknik Footwork adalah teknik gerakan kaki untuk mendekati arah bola baik ketika posisi menyerang atau bertahan. Gerakan kaki pada teknik Footwork ini bermacam macam, semua tergantung dari jarak datangnya bola. Jika bola masih dapat dijangkau dengan satu langkah, maka cukup kita berpindah sejauh satu langkah. Untuk teknik ini juga terdapat gerakan yang namanya two step.
Untuk melakukan Two step anda dapat sedikit menekuk lutut Anda, kemudian melakukan posisi kuda kuda dengan kedua kaki harus imbang. Setelah itu ujung kaki menjadi tumpuan seluruh berat badan Anda dan yang terakhir bila ingin melakukan sebuah serangan kearah kanan lawan maka berat badan bertumpu pada kaki bagian kanan.

4. Teknik Stroke (Teknik Pukulan)

Teknik pukulan ini dilakukan saat bertahan atau menyerang, terdapat dua teknik pukulan yaitu forehand dan backhand. Kedua jenis pukulan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan saat pertandingan berlangsung, jadi kita harus dapat memastikan kapan kita melakukan pukulan forehand dan backhand.

Share