17 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

17 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia – Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) merupakan pelanggaran atau kelalaian terhadap kewajiban asasi yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Akan tetapi tidak semua pelanggaran yang berkenaan dengan hak merupakan pelanggaran HAM.

Pengertian Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia)

Pelanggaran HAM di indonesia telah diatur di UU No. 39 tahun 1999 yang mengatakan bahwa :
“Pelanggaran HAM merupakan segala tindakan yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang termasuk aparat negara baik disegaja maupun tidak disengaja yang dapat mengurangi, membatasi, menghilangkan atau mencabut hak asasi orang lain yang dilindungi oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak mendapatkan penyelesaian hukum yang benar dan adil sesuai mekanisme hukum yang berlaku”

 

17 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

 

Bentuk Pelanggaran HAM

menurut sifatnya terbagi dua :

  1. Pelanggaran HAM ringan yaitu pelanggaran HAM yang tidak menancam jiwa manusia.
  2. Pelanggaran HAM berat yaitu pelanggaran HAM yang mengancam nyawa manusia.

Contoh Kasus

1. Pembantaiaan Rawagede



Pembantaian Rawagede adalahpelanggaran HAM yang terjadi penembakan dan pembunuhan penduduk dusun Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember 1945 bersamaan dengan Agresi Militer Belanda I. Akibatnya puluhan penduduk sipil terbunuh oleh tentara Belanda yang banyak sekali dibunuh tanpa dalil yang jelas. Tanggal 14 September 2011, Pengadilan Den Haaq mengaku pemerintah Belanda bersalah dan mesti bertanggung jawab dengan menunaikan ganti rugi (kompensasi) untuk keluarga korban pembantaian Rawagede.

2. Kasus Pembunuhan Munir



Munir Said Thalib adalah aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Munir bermunculan di Malang pada 8 Desember 1965. ia meninggal pada 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia saat Munir sedang mengerjakan perjalanan mengarah ke Amsterdam, Belanda. Spekulasi mulai bermunculan, tidak sedikit berita yang memberitakan bahwa Munir meninggal di dalam pesawat sebab serangan jantung, dibunuh, bahkan diracuni. Namun, beberapa orang percaya bahwa Munir meninggal sebab diracun memakai Arsenikum di makanan atau minumannya ketika ia merada di dalam pesawat.
Kasus ini sampai kini masih belum terdapat titik temu, bahkan permasalahan ini telah dikemukakan ke Amnesty Internasional dan tengah diproses. lantas pada tahun 2005, Pollycarpus Budihari Priyanto selaku Pilot pesawat yang ditumpangi munir dijatuhi hukuman 14 tahun penjara sebab terbukti bahwa ia adalahtersangka dari permasalahan pembunuhan Munir, sebab dengan sengaja Pollycarpus membubuhkan Arsenik di makanan Munir sampai-sampai ia meninggal di pesawat.

3. Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita, Marsinah



Kasus Marsinah terjadi pada 3-4 Mei 1993. Seorang pekerja dan kegiatan wanita PT Catur Putera Surya Porong, Jatim. Peristiwa ini bermula dari aksi mogok yang dilaksanakan oleh Marsinah dan buruh PT CPS. Mereka membimbing kepastian pada perusahaan yang telah mengerjakan PHK mereka tanpa alasan. Setelah aksi demo tersebut, Marsinah justeru ditemukan tewas 5 hari kemudian. Ia tewas di area hutan Wilangan, Nganjuk dalam situasi mengenaskan dan diperkirakan menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan, penyiksaan dan pembunuhan. Penyelidikan masih belum mengejar titik terang sampai sekarang.

4. Penculikan Aktivis (1997/1998)



Kasus penculikan dan penghilangan secara paksa semua aktivis pro-demokrasi, selama 23 aktivis pro-demokrasi diculik. Kebanyakan aktivis yang dilarikan disiksa dan menghilang, meskipun terdapat satu yang terbunuh. 9 aktivis dicungkil dan 13 aktivis lainnya masih belum diketahui keberadaannya hingga kini. Banyak orang berasumsi bahwa mereka dilarikan dan dianiaya oleh semua anggota militer.

5. Peristiwa Tanjung Priok (1984)



Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan penduduk sekitar yang bermula dari masalah SARA dan bagian politis. Peristiwa ini dirangsang oleh penduduk sekitar yang mengerjakan demonstrasi pada pemerintah dan aparat yang berkeinginan melakukan pemindahan makam keramat Mbah Priok. Para penduduk yang menampik dan marah lantas melakukan unjuk rasa, sampai memicu ribut antara penduduk dengan anggota polisi dan TNI. Dalam peristiwa ini diperkirakan terjadi pelanggaran HAM dimana ada ratusan korban meninggal dunia dampak kekerasan dan penembakan.

6. Penembakan Misterius (Petrus)
Diantara tahun 1982-1985, peristiwa ini mulai terjadi. ‘Petrus’ ialah sebuah peristiwa penculikan, penyiksaan dan penembakan terhadap semua preman yang tidak jarang menganggu ketertiban masyarakat. Pelakunya tidak diketahui siapa, namun bisa jadi pelakunya ialah aparat kepolisian yang menyamar (tidak menggunakan seragam). Kasus ini tergolong pelanggaran HAM, sebab banyaknya korban Petrus yang meninggal sebab ditembak. Kebanyakan korban Petrus ditemukan meninggal dengan suasana tangan dan lehernya diikat dan dilemparkan di kebun, hutan dan lain-lain. Terhitung, ratusan orang yang menjadi korban Petrus, banyak sekali tewas sebab ditembak.



7. Kasus Bulukumba
Kasus Bulukumba merupakan permasalahan yang terjadi pada tahun 2003. Dilatar belakangi oleh PT. London Sumatra (Lonsum) yang mengerjakan perluasan lokasi perkebunan, tetapi upaya ini ditampik oleh penduduk sekitar. Polisi Tembak Warga di Bulukumba. Anggota Brigade Mobil Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, diadukan menembak seorang penduduk Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Senin (3 Oktober 2011) selama pukul 17.00 Wita. Ansu, penduduk yang tertembak tersebut, ditembak di unsur punggung. Warga Kajang semenjak lama menuntut PT London membalikkan tanah mereka.

8. Pembantaian Massal Komunis (PKI) 1965



Pembantaian ini adalahperistiwa pembunuhan dan penganiayaan terhadap orang yang dituduh sebagai anggota komunis di Indonesia yang pada saat tersebut Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi di antara partai komunis terbesar di dunia dengan anggotanya yang berjumlah jutaan. Pihak militer mulai mengerjakan operasi dengan menciduk anggota komunis, menganiaya dan membunuh mereka. Sebagian tidak sedikit orang berasumsi bahwa Soeharto diperkirakan kuat menjadi dalang dibalik pembantaian 1965 ini. Dikabarkan selama satu juta separuh anggota komunis meninggal dan beberapa menghilang. Ini jelas murni terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Baca :  Pengertian Globalisasi dan Dampak Negatif Positif, Penyebab Menurut Para Ahli

9. Pembantaian Santa Cruz
Kasus ini masuk dalam daftar kasus pelanggaran HAM di Indonesia, yakni pembantaian yang dilaksanakan oleh militer (anggota TNI) dengan menembak penduduk sipil di Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor Timur pada 12 November 1991. Kebanyakan penduduk sipil yang sedang menghadiri pemakaman rekannya di Pemakaman Santa Cruz ditembak oleh anggota militer Indonesia. Puluhan demonstran yang kebanyakkan mahasiswa dan penduduk sipil merasakan luka-luka bahkan terdapat yang meninggal. Banyak orang menilai bahwa permasalahan ini murni pembunuhan yang dilaksanakan oleh anggota TNI dengan mengerjakan agresi ke Dili, dan adalah aksi untuk mengaku Timor-Timur hendak keluar dari Indonesia dan menyusun negara sendiri.

10. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada tahun 1998. Pada saat tersebut di Banyuwangi sedang marak maraknya terjadi praktek dukun santet di desa desa. Warga selama yang berjumlah tidak sedikit mulai mengerjakan kerusuhan berupa penangkapan serta pembunuhan terhadap orang yang dituduh sebagai dukun santet. Sejumlah orang yang dituduh dukun santet juga dibunuh tanpa peradilan, terdapat yang dibacok, dipancung bahkan dihanguskan hidup-hidup. Tentu saja polisi bareng anggota TNI dan ABRI tidak bermukim diam, mereka mengamankan orang yang dituduh dukun santet yang beruntung masih selamat dari amukan warga.

11. Peristiwa 27 Juli (1996)
Peristiwa ini diakibatkan oleh semua pendukung Megawati Soekarno Putri yang menyerbu dan memungut alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 1996. Massa mulai melempari dengan batu dan bentrok, diperbanyak lagi kepolisian dan anggota ABRI datang berserta Pansernya. Kerusuhan meluas hingga ke jalan-jalan, massa mulai merusak bangunan dan rambu-rambu lalu-lintas. Dikabarkan lima orang meninggal dunia, puluhan orang (sipil maupun aparat) merasakan luka-luka dan beberapa ditahan. Berdasarkan keterangan dari Komnas HAM, dalam peristiwa ini sudah terbukti terjadinya pelanggaran HAM.

12. Tragedi Semanggi I dan II
Tragedi Semanggi adalahperistiwa protes masyarakat untuk pelaksanaan serta kegiatan Sidang Istimewa MPR yang menyebabkan tewasnya penduduk sipil, kejadian yang kesatu di kenal dengan nama Tragedi Semanggi I yang terjadi pada tanggal 13 November 1998. Dalam permasalahan ini 5 orang korban meninggal, yakni Teddy Mahdani K, Bernadus Irmawan, Muzamil Joko P, Abdullah dan Sigit Prasetyo. Kemudian kejadian kedua di kenal dengan nama Tragedi semanggi II yang terjadi pada tanggal 24 September 1999 yang memakan 5 orang korban meninggal yakni Salim Ternate, Denny Yulian, Yap Yun Hap, Zainal dan Fadli.

13. Pelanggaran HAM di Daerah Operasi Militer (DOM), Aceh
Terjadi pada tahun 1976-1989, memakan tidak sedikit ribuan korban jiwa. Peristiwa yang terjadi sejak dideklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Di Tiro, Aceh tidak jarang kali menjadi wilayah operasi militer dengan itensitas kekerasan yang tinggi.

14. Tragedi Trisakti
Peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998, pada ketika demonstrasi menuntut Soeharto mundur dari jabatannya. Dalam permasalahan ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti diantaranya : Hendrawan Sie (1975-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Elang Mulia Lesmana (1978-1998) dan Hafidin Royan (1976-1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terpapar peluru tajam di tempat-tempat vital laksana kepala, tenggorokan, dan dada.

15. Peristiwa Abepura, Papua
Peristiwa ini terjadi di Abepura, Papua pada tahun 2003. Terjadi dampak penyisiran yang membabi buta terhadap pelaku yang diperkirakan menyerang Mapolsek Abepura. Komnas HAM memutuskan bahwa sudah terjadi pelanggaran HAM di peristiwa Abepura.

16. permasalahan Salim Kancil
Peristiwa pada tahun 2015 Berawal awal dari penambangan pasir Pantai Watu Pecak ilegal, aktivis mengupayakan menghentikan penambangan itu namun.Beberapa Gerombolan mengikat tangan Salim dan membawanya ke Balai Desa Selok Awar-Awar yang berjarak 2 km dari rumahnya dengan teknik diseret. Di samping dipukuli, digergaji lehernya, Salim pun diestrum. Kejadian terjadi tidak cukup lebih separuh jam, sampai menimbulkan kegaduhan yang pada saat tersebut sedang dilangsungkan proses belajar melatih di suatu sekolah Paud. Polres Lumajang ketika ini telah menyelamatkan 22 orang tersangka pelaku pengeroyokan.Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, dari 22 tersangka pelaku ini 19 diantaranya telah ditahan. “Dua terduga lainnya tidak ditahan sebab masuk kelompok di bawah usia yakni 16 tahun

17. Kasus Pembunuhan Wartawan Udin



Fuad Muhammad Syafruddin (32) akrab dipanggil Udin. Salah seorang wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Bernas keluar di Yogyakarta menjadi tumbal di rezim Orde Baru. Udin ‘dihilangkan’ sebab tulisannya mengusik penguasa kala tersebut Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo, tentara berpangkat kolonel.
Sri Roso dihukum 9 bulan penjara pada 2 Juli 1999. Dia ditetapkan bersalah atas permasalahan suap Rp 1 miliar untuk Yayasan Dharmais, yayasan yang dikelola Presiden Soeharto. Uang tersebut dijanjikannya sebagai imbalan bila diusung kembali sebagai bupati Bantul 1996-2001. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat bersegel dikirim ke yayasan ditandatangani oleh R Noto Suwito yang tak lain ialah adik Soeharto.Beberapa artikel Udin mengkritisi dominasi Orde Baru dan militer. Tulisan yang lumayan menyengat di antaranya ‘3 Kolonel Ramaikan Bursa Calon Bupati Bantul’, ‘Soal Pencalonan Bupati Bantul: tidak sedikit ‘Invisible Hand’ Pengaruhi Pencalonan’, ‘Di Desa Karangtengah Imogiri, Dana IDT Hanya Diberikan Separo’ dan ‘Isak Tangis Warnai Pengosongan Parangtritis’.
Pria kelahiran Bantul, 18 Februari 1964 ini meninggal pada 16 Agustus 1996, pukul 16.50 WIB, usai disiksa oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya di Dusun Gelangan Samalo Jalan Parangtritis Km 13 Yogyakarta, dengan sebatang besi yang dipukulkan ke kepalanya.

Share
WhatsApp chat