Pengertian,Ciri-ciri,Contoh,gymnospermae,Tumbuhan Biji Terbuka

Pengertian,Ciri-ciri,Contoh,gymnospermae,Tumbuhan Biji Terbuka – Tanpa anda sadari bahwa disekitar anda terdapat sekian banyak  macam tanaman yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Termasuk diantaranya ialah tumbuhan gymnospermae. Nah, apa yang dimaksud tanaman gymnospermae? Pada peluang kali ini mimin akan membicarakan mengenai tanaman gymnospermae beserta ciri-cirinya. Untuk teman-teman yang masih duduk di bangku SMA khusunya, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “tumbuhan Gymnospermae” yang tidak jarang kali hadir dalam sejumlah soal ujian semester maupun Ujian Nasional. Namun sebelum anda membahasnya lebih jauh betapa baiknya anda mengetahui sejumlah penjelasan berikut.

Pengertian Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)

Istilah Gymnosperma berasal dari kata Yunani, gymnos berarti telanjang dan sperma berarti biji. Gymnosperma adalahtumbuhan yang serbuk sarinya langsung jatuh pada akan biji (biji yang belum terbuahi bukan kepala putik laksana pada tanaman bunga) dan bijinya telanjang (yaitu tidak tertutup dalam buah). Jadi, batasan Gymnosperma ialah semua tanaman dengan biji tanpa buah. Sebagai contoh, Gymnosperma tergolong Ginkgo, Cycad, Conifer dan anggota Gnetofit (yaitu Ephedra dan Gnetum).

Gymnosperma dicirikan dengan tanaman yang seringkali membentuk pohon berkayu atau perdu, tetapi sejumlah jenis serupa liana. Sebagian besar Gymnosperma, tidak terdapat pembuluh pada xilemnya dengan perkecualian pada gnetophyt. Dalam anggapan ini, Gymnosperma serupa tumbuhan vaskuler tidak berbiji dan Angioperma primitif.

Mengingat Gymnosperma yang hidup secara relatif kecil (sekitar 720 jenis dalam 65 marga), tanaman ini paling beranekaragam dalam struktur reproduksinya dan tipe daun. Strobili mikrosporangia barangkali tersusun secara longgar dengan ribuan mikrosporangia, terkumpul menjadi untaian tidak sedikit atau laksana bunga. Tipe daun berkisar dari tunggal, helaian pipih hingga bentu jarum, daun majemuk mirp ental dan paling tereduksi laksana daun Equisetum.

Gymnosperma, serupa dengan Angiosperma pada ciri tidak dibutuhkannya air oleh sperma guna berenang menjangkau sel telur. Hanya Cycad dan pohon Ginkgo yang memiliki sperma berflagel, namun tumbuhan ini dan tanaman biji lainnya mesti diserbuki melewati angin, fauna atau air. Ini berarti gerakan gamet jantan dan gamet betina dalam tanaman berbiji diandalkan pada pengangkutan di angkasa bukan pada pengangkutan air akibatnya mayoritas Gymnosperma menghasilkan serbuk sari dalam jumlah yang banyak. Sebagai contoh, tiap pohon pinus menghasilkan 1-2 juta serbuk sari. Demikian pula hutan Conifer di Swedia yang besar sekali, pada masing-masing musim semi bisa menghasilkan 75000 ton serbuk sari.

Perbedaan paling mencolok salah satu Gymnosperma dengan tanaman lain mencakup serbuk sari dan biji dan organ yang berisinya. Ciri-ciri ini sering bertolak belakang secara signifikan dengan organ yang diperbandingkan dari tanaman berbunga.

Serbuk sari Gymnosperma Walaupun serbuk sari berkembang dengan reduksi gametofit jantan. Serbuk sari Gymnosperma masih tetap menggunakan sisa vegetatif dari talus gametofit. Sisa ini seringkali terdiri dari 1 atau 2 sel dinamakan sel protalium yang melebur sebelum fertilisasi. Perkecualian tergolong Gnetum dan sejumlah Pinofit yang serbuk sari serupa dengan angiosperma tidak memiliki sel protalus.

Serbuk sari Gymnosperma pun tampak berisi saldo anteredia nenek moyang. Sel generatif membelah menyusun sel tangkai dan sel badan yang menghasilkan sperma. Sel badan khususnya anteredium bersel tunggal. Segera sebelum fertilisasi, sel badan membelah menyusun 2 sperma. Di antara Gymnosperma, kecuali tipe pertumbuhan gametofit betina terjadi pada Gnetum dan Welwitschia, yang sel generatifnya langsung menjadi sel sperma. Pembentukan sel sperma secara langsung dari sel generatif pun adalah ciri Angiosperma.

Biji Gymnosperma Sebagian besar biji Gymnosperma yang masak terdiri dari lapisan integumen, gametofit betina multiseluler dan satu benih atau lebih. Perkembangan akan biji dibuka ketika sel tunggal dalam megasporangium merasakan miosis, menyusun tetrad megaspora haploid yang linier. Tiga spora seringkali melebur dan sisanya yakni megaspora fungsional merasakan pembelahan mitosis yang tidak segera dibuntuti sitokinesis. Pada Gnetum, walaupun seluruh inti megaspora membelah berulang kali, satu spora berkembang laksana pada pertumbuhan kantong benih tetrasporik lilium. Hasilnya berupa etape senositik yang dinamakan gametofit betina berinti bebas.
Inti bebas bisa berjumlah sangat sedikit 256 pada jenis Ephedra sampai paling tidak sedikit 8000 pada jenis Ginkgo, yang paling lebih tidak sedikit daripada gametofit betina Angiosperma yaitu melulu 8-16 inti bebas. Dinding sel selanjutnya terbentuk di dekat masing-masing inti, sesudah dua atau lebih (hingga 200) arkegonia berkembang pada unsur mikropil (ujung dari akan biji). Jika masak, tiap arkegonium berisi satu sel telur dan seluruh sel telur dapat difertilisasi. Arkegonium tidak terdapat pada sejumlah anggota gnetofit.

Ciri-ciri Gymnospermae (Tumbuhan Biji Terbuka)

  1. Tumbuhan Gymnospermae berakar tunggang yang relatif besar.
  2. Tidak memiliki bunga sejati (hanya memiliki strobilus jantan dan betina) sebagai alat produksinya.
  3. Tidak memiliki ovarium sebagai tempat perkembangan biji.
  4. Gymnospermae tidak memiliki mahkota bunga.
  5. Pada proses reproduksi terjadi pembuahan tunggal.
  6. Memiliki batang, akar, dan daun sejati.
  7. Tumbuhan ini memiliki daun yang kaku dan sempi tetapi tebal, ada yang berbentuk seperti jarum, namun adapula yang tipis seperti lembaran.
  8. Memiliki akar dan batang berkambium, sehingga batang tumbuh relatif besar.
  9. Bakal biji berada di luar sehingga tidak dilindungi oleh daun buah.
  10. Gymnospermae berumah satu hanya memiliki dua strobilus (strobilus jantan dan betina), sedangkan Gymnospermae berumah dua juga memiliki satu strobilus.
  11. Sporofil jantan dan sporofil betina letaknya terpisah, tetai tetap saling berhubungan.
  12. Tumbuhan Gymnospermae ini tidak memiliki pembungkus biji, sehingga biji tumbuhan ini terlihat atau berada pada permukaan daun buah.
  13. Pada umumnya gymnospermae adalah tanaman berkayu yang memiliki berbagai macam variasi.
  14. Pohon Gymnospermae dapat tumbuh besar dan bercabang.
  15. Termasuk dalam tumbuhan heterospora (yaitu dapat menghasilkan dua jenis spora).
  16. Penyerbukan dan pembuahan yang terjadi membutuhkan waktu yang cukup lama.
  17. Memiliki akar lateral yang cukup kuat untuk menopang batang pohon.
  18. Gymnospermae memiliki  bentuk fisik yang beragam mulai dari tumbuhan semak perdu hingga pohon yang menjulang tinggi menuju langit.

 

Siklus hidup Gymnospermae

Embrio berjumlah banyak terdapat pada satu biji, yang kadang-kadang terjadi pada beberapa divisi Gymnosperma. Terbentuknya embrio ini dapat melalui dua cara. Cara yang kurang umum disebut poliembrioni sederhana, terjadi ketika dua atau lebih zigot tumbuh menjadi embrio. Cara yang lebih umum yaitu embrio yang banyak berasal dari embrio tunggal terdiferensiasi menjadi lebih dari satu embrio. Mekanisme ini disebut dengan poliembrioni sigaran dan menghasilkan embrio klonal.
Tahap awal perkembangan embrio pada Gymnosperma dicirikan dengan pembelahan inti bebas dari inti zigot (kecuali mungkin pada beberapa gnetofti). Embrio berinti bebas terdiri dari sebanyak empat inti pada pinus dan 256 inti pada Cycad. Gametofit jadi seluler, sel dekat mikropil ujung embrio memanjang menjadi sel suspensor pada semua divisi kecuali Ginkgophyta.
Penyebaran Gymnospermae terbatas jika dibandingkan Angiosperma karena, bijinya telanjang, tidak dilindungi karpel; tidak dapat diperbanyak secara vegetatif seperti Angiospermae (secara stek, cangkok); secara ekonomi, kurang kegunaannya bagi manusia; xilem tidak punya vessel (trakea), floem tidak punya sel pengiring; penyebaran, anemofili dan manusia; uniseksual; pembuahan tunggal.
Gymnospermae mempunyai persamaan dengan angiospermae antara lain keduanya berupa pohon dan semak; sistem akar berkembang dengan baik, akar bisa diarch, triach, tetrach, atau polyarch. Xilem exsarch pada akar, terjadi pertumbuhan sekunder; keduanya menghasilkan biji; keduanya heterospora, gametofit tereduksi; megaspora terdapat dalam megasporangium (nuselus) dan tidak pernah lepas; nuselus dikelilingi oleh integumen membentuk struktur yang disebut bakal biji. Bakal biji mempunyai mikropil, bisa bertangkai atau sesil; serbuk sari tumbuh menjadi buluh serbuk.



Reproduksi Gymnospermae

Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium.
Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa arkegonia. Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya pembentukan buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah.
Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai flagel, sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia. Serta pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak bebas.
Gametofi jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya.

Strobilus jantan –> serbuk sari –> jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) –> buluh serbuk –> membelah –> inti tabung dan inti spermatogen –> inti spermatogen –> membelah –> dua inti sperma –> membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium –> zigot –> lembaga di dalam biji –> tumbuhan baru.

Baca :  Contoh naskah DRAMA PENDEK dan SINGKAT

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.

Contoh Gymnospermae

1. Pohon Cemara
cemara anginPohon cemara yang mempunyai nama latin Araucaria Cunninghamii ialah tumbuhan berkayu yang memiliki format daun yang menarik dan indah. Selain format daunnya yang khas, cemara pun tidak mempunyai buah, sampai-sampai masuk misal tumbuhan gymnosperamae. (baca : Bagian-bagian Daun)
Pohon cemara sendiri terbagi menjadi sejumlah jenis, diantaranya ialah dibawah ini:

  • Cemara Kipas

Cemara kipas adalahcemara yang berasal dari genus Thuja dan family Cipressaceae, tidak sedikit yang menyinggung pohon cemara kipas ini dengan sebutan tumbuhan cakar ayam. Cemara jenis ini adalahtumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan bisa ditemukan di rawa-rawa.
Berbagai guna yang dapat dipakai dari pohon ini diantaranya ialah sebagai obat kudis suku India pada abad ke-16 silam, selain tersebut juga dapat dipakai sebagai obat penyakit rematik, psoriasis dan cystitis. Kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk menciptakan pagar ataupun perahu. Seiring berjalannya waktu, pohon cemara jenis ini dijadikan sebagai tumbuhan hias.

  • Cemara Pinsil

Cemara pinsil ialah jenis cemara yang berasal dari distrik mediterania yang tergolong dalam family Cupressaneae. Cirinya paling unik, yakni mempunyai kayu dengan bau yang harum, sampai-sampai tak heran bila sejumlah pintu Gereja di bina dengan kayu pohon cemara ini.
Dulunya pohon ini dipakai oleh orang Yunani dalam upacara pemakaman sebagai penghormatan terakhir untuk orang yang meninggal. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pohon cemara ini dijadikan sebagai tumbuhan hias oleh mayoritas orang di Florida.
2. Pinus
pinusPinus yang mempunyai nama latin Pinus Mercusii atau Casuarina Equisetifolia atau Pinus Longaeva adalahtumbuhan yang menghasilkan getah guna dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sendiri terdapat tidak sedikit pinus jenis Mercusii.
Beberapa guna yang dapat didapatkan dari pohon pinus diantaranya ialah getahnya dapat diubah sebagai bahan utama dalam penciptaan sabun dan cat, selain tersebut juga bisa dimanfaatkan dalam industri parfum.Kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, sebagai batang korek api serta dijadikan sebagai kerta dengan serat panjang. Kulitnya yang cukup tebal bisa dijadikan guna bahan bakar yang nantinya abu hasil pembakaran bisa dimanfaatkan sebagai gabungan pupuk organik yang berisi kalium tinggi.Di samping mempunyai segudang guna yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari, pinus mercusii ini pun memiliki kelemahan yang diantaranya ialah sangat rentan terbakar, sehingga bilamana terjadi kebakaran di sekitar pohon pinus yang lantas merambat, maka api bakal berkobar lebih besar. Nilai jual dari jenis pinus ini sangatlah tinggi, jadi tidak heran bilamana disekitar anda terdapat tidak sedikit lahan yang dipakai untuk membudidayakan pohon pinus.
3. Pakis Haji
pakis hajiPakis haji ialah tumbuhan yang masuk dalam keluarga tanaman paku ini mempunyai nama beda Cycas Rumphii adalahsalah satu misal tumbuhan gymnospermae.
Di Indonesia sendiri tidak jarang disebut sebagai ‘sikas’ atau ‘aji’. Di Indonesia, tumbuhan pakis haji ini seringkali dibudidayakan sebagai tumbuhan hias atau sebagai tumbuhan biasa yang ditanam di pekarangan rumah.
Pakis haji seringkali dapat dijadikan sebagai bahan makanan, seperti:

  • Diambil daun dan batangnya guna dimasak tumis
  • Dijadikan sebagai lalapan
  • Dijadikan sayur pakis.
  • Manfaat yang dapat didapatkan sangat bermanfaat, diantaranya ialah untuk obat infeksi dan menangkal osteoporosis.

 

4. Zamia Furfuracea

zamia cardboardZamia Furfuracea adalahnama latin dari tanaman Zamia. Tanaman ini dijadikan sebagai tumbuhan hias untuk kebanyakan orang. Zamia bisa tumbuh pada situasi cuaca yang panas, bakal tetapi pun membutuhkan asupan air guna pertumbuhannya.
Tanaman ini adalahtumbuhan langka, urusan itu karena perawatannya tidak begitu mudah, membutuhkan kecermatan dan kesabaran. Zamia memiliki karakteristik pada daunnya, yaitu:

  • Struktur daunnya serupa kartu sampai-sampai mempunyai julukan sebagai Zamia Cardboard
  • Struktur daunnya berikut yang memisahkan Zamia dengan tanaman lainnya.

5. Cycas Revoluta
cycas revolutaCycas Revoluta adalahnama latin dari tumbuhan Penawar Jambe (di Jawa). Tanaman ini seringkali dapat ditemukan di pekarangan rumah, dimana penawar jambe ini ternyata sama-sama satu family dengan tumbuhan pakis haji.
Oleh sebagian tidak sedikit orang, tanaman ini dijadikan sebagai tumbuhan hias, bakal tetapi sejumlah orang pun memanfaatkannya sebagai obat. Beberapa guna yang dapat didapatkan dari tumbuhan ini diantaranya ialah :
Dimanfaatkan sebagai obat kanker (stadium awal)
Untuk menurunkan darah tinggi
Sebagai obat diare
Sebagai obat penyembuh telat menstruasi
Menyembuhkan penyakit TBC.
Yang perlu diacuhkan ketika mengkonsumsi tanaman ini ialah takarannya, karena bilamana terlalu berlebihan akan memunculkan efek keracunan.
6. Melinjo
melinjoMelinjo yang mempunyai nama latin Gnetum Gnemon Linn ialah tumbuhan yang masuk dalam family Gnetaceae. Dalam bahasa Sunda, emping sering dinamakan sebagai tangkil dan dalam bahasa Melayu dinamakan sebagai bago.
Melinjo ialah salah satu misal tumbuhan gymnospermae yang mempunyai batang kokoh, daunnya memiliki format yang unik, yaitu format oval yang ujungnya tumpul, selain tersebut tumbuhan ini diduga dapat hidup sampai 100 tahun lamanya dan panenya bisa menghasilkan selama 80-100 kg bilamana tingginya menjangkau 25m.
Beberapa guna yang dapat didapatkan diantaranya ialah sebagai anti oksidan yang dapat menangkal penyakit berkembang dalam tubuh, menangkal terjadinya penuaan dini, menangkal pikun serta bisa dimanfaatkan sebagai obat asam urat. Akan tetapi penyembuhan asam urat dengan melinjo bilamana tidak diiringi dengan meminimalisir asupan makanan yang digoreng hasilnya tidak bakal maksimal.
7. Pohon Damar
pohon damarPohon damar yang mempunyai nama latin Agathis Dammara adalahpohon yang menghasilkan getah sama laksana pohon pinus. Tumbuhan ini adalahtumbuhan yang hidup di distrik Sulawesi, Maluku serta Jawa.
Pohon damar mempunyai diameter batang yang lumayan lebar, yaitu menjangkau 1 meter. Beberapa senyawa yang bisa ditemukan di pohon damar diantaranya ialah alkohol kompleks, resin, asam resinat dan balsam.
Manfaat yang dapat didapatkan dari pohon damar diantaranya ialah :

  • Kayunya bisa dimanfaatkan dalam pembangunan
  • Getahnya dimanfaatkan dalam industri plastik
  • Getahnya dimanfaatkan dalam industri tekstil
  • Getahnya dimanfaatkan dalam industri cat
  • Dapat dijadikan sebagai obat HIV
  • Untuk mengobati penyakit sakit gigi
  • Untuk mengobati luka bakar
  • Untuk mengobati gangguan pada telinga dan mata.

 

8. Juniperus sp

jintan hitamJuniperus sp ialah nama latin dari tanaman Juniper. Di masyarakat sekitar, tanaman ini tidak jarang dikenal dengan sebutan jinten. Jika diamati, biji dari tanaman jinten nyaris sama dengan biji wijen.
Di Indonesia yang mempunyai iklim tidak menentu menciptakan pohon jinten susah tumbuh dengan baik, seringkali pohon ini tumbuh diatas 700 mdpl. Beberapa guna yang dapat didapatkan dari jinten merupakan:

  • Jika dikonsumsi akan menyerahkan rasa hangat di perut
  • Sebagai obat diabetes
  • Dapat menambah sistem imun tubuh
  • Mengurangi sakit batuk
  • Dapat menggandakan ASI untuk ibu menyusui.
Share
WhatsApp chat