ciri ciri makhluk hidup gambar beserta penjelasan dan contoh

ciri ciri makhluk hidup gambar beserta penjelasan dan contoh – Bunga Anggrek, kucing, ayam, dan manusia, semuanya bergerak, membutuhkan makanan, bernapas, dan berkembang biak. Mengapa urusan ini terjadi? Hal itu terjadi sebab mereka ialah makhluk hidup. Mobil tidak dapat bergerak andai tidak diberi bensin dan dikemudikan. Demikian pun dengan sepeda dan becak, andai tidak dikendarai mereka tidak bakal bergerak.Benda-benda tersebut tidak bernapas, tidak membutuhkan makanan, dan tidak meningkat banyak dengan sendirinya. Mengapa demikian? Karena mereka ialah bukan makhluk hidup. Jadi, makhluk hidup ialah makhluk yang mempunyai ciri-ciri kehidupan laksana bernapas, bergerak, dan berkembang biak.
Aktivitas yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup prosesnya tidak dapat dicermati secara langsung, namun menurut ciri-ciri yang dimilikinya. Makhluk hidup memiliki sejumlah ciri, yakni bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap rangsangan, dan bisa berkembang biak

Berikut Ciri Ciri Makhluk Hidup secara lengkapnya gambar serta penjelasannya

1. Bernapas

Apa itu bernapas?, pengertian bernapas adalah proses mengambil atau menghirup oksigen (O2) dari udara dan mengeluarkan  zat sisa ( zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh) yang berupa karbon dioksida (CO2)  serta uap air dari dalam tubuh.
Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan. Proses pernapasan makhluk hidup berbeda-beda, bergantung pada tempat hidup dan jenis makhluk hidup. Makhluk hidup yang hidup di darat memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan makhluk hidup yang hidup di air. Pernapasan burung berbeda dengan amfibi.
Manusia bernapas dengan paru-paru dan hewan di darat (gajah, harimau, kerbau, dll) umumnya bernapas dengan paruparu. Manusia bernapas dengan menghirup oksigen dari udara menggunakan alat pernapasan. Mulai dari hidung, tenggorokan hingga paru-paru. Oksigen diambil dari udara melalui hidung. Untuk makhluk hidup yang hidup di air, seperti ikan bernapas dengan insang. Makhluk hidup yang di air menggunakan oksigen yang terlarut dalam air untuk bernapas. Adapun pada burung, selain menggunakan paruparu, pernapasannya dibantu oleh pundi-pundi udara.
“Hewan bernapas untuk mengambil oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2). Hewan memiliki sistem pernapasan khusus yang berbeda-beda, misalnya paruparu, insang, trakhea.”


Bagaimana dengan tumbuhan, apakah mereka juga bernapas?
Tumbuhan juga bernapas. Oksigen diambil oleh tumbuhan melalui stomata atau mulut daun, dan lentisel (lubang-lubang yang ada pada batang tumbuhan). Tumbuhan, pada daun bernapas melalui stomata, pada batang melalui lentisel dan di akar melalui bulu-bulu akar.
“Keluar masuknya udara pernapasan terjadi pada seluruh bagian tumbuhan yaitu di daun, batang dan akar. Fotosintesis terjadi pada siang hari, pernapasan terjadi setiap saat”

Mengapa makhluk hidup memerlukan oksigen? 
Oksigen (O2) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran zat makanan dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan/digunakan tubuh atau disebut juga oksidasi tubuh atau oksidasi biologis. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas/kegiatan lainnya.
Oksigen pernapasan diperlukan untuk pembakaran atau oksidasi zat-zat makanan agar diperoleh energi. Hewan bernapas melalui alat pernapasan yang berbeda-beda, tergantung jenis dan habitatnya. Alat pernapasan hewan pada umumnya berupa paru paru, insang, trakea, atau permukaan kulit. Alat pernapasan
tumbuhan berbeda dengan alat pernapasan hewan. Pada semua jenis tumbuhan tingkat tinggi, udara diambil dan dikeluarkan secara difusi melalui stomata, lentisel atau akar napas.

Respirasi
Respirasi adalah proses pemecahan makanan sehingga dihasilkan energi. Umumnya makhluk hidup mengambil oksigen/bernapas untuk respirasi. Dari proses respirasi ini akan dihasilkan energi, uap air dan
gas karbondioksida sebagai sisa pemecahan molekul makanan. Energi yang dihasilkan selama respirasi digunakan untuk seluruh aktivitas dalam proses kehidupan. Sedangkan karbondioksida yang dihasilkan pada saat respirasi akan dikeluarkan berupa gas saat bernapas. Jadi antara bernapas dan respirasi memiliki pengertian yang berbeda.

2. Memerlukan Makanan/Nutrisi

Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman. Makanan yang dimakan mesti berisi zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh. Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat dibutuhkan tubuh guna menghasilkan energi. Zat makanan ini ada dalam umbi-umbian laksana singkong, kentang, dan ketela. Di samping itu, ada dalam biji-bijian, laksana jagung, beras, gandum, dan tepung terigu.
Lemak bermanfaat sebagai cadangan makanan untuk tubuh. Lemak mempunyai kalori sangat tinggi dikomparasikan zat makanan lainnya. Zat makanan ini ada dalam susu dan mentega.
Protein bermanfaat untuk perkembangan dan mengubah sel-sel tubuh yang rusak. Protein dipecah menjadi dua macam, yakni protein hewani dan protein nabati. Protein hewani ialah protein yang berasal dari hewan, contohnya: telur, daging, susu, dan ikan. Sedangkan, protein nabati ialah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya: kacangkacangan, dan buah-buahan.
Vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh anda untuk menata proses pekerjaan tubuh. Vitamin dapat didapatkan dari buah-buahan dan sayursayuran, seperti: wortel, sayur bayam, kangkung, jeruk, alpukat, apel, dan sebagainya.
Manusia dan fauna tidak bisa menghasilkan makanan sendiri, namun tergantung pada makhluk hidup lainnya. Dengan demikian, dari manakah insan dan fauna mendapatkan makanan? Alam sekitar meluangkan berlimpah jenis makanan dan minuman. Mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
Dalam urusan ini Manusia dan Hewan berkedudukan sebagai konsumen sebab tidak dapat menciptakan makanan sendiri. Bahan makanan berupa zat organik didapatkan dari tumbuhan, fauna lain atau bahan sisa.
Bagaimana dengan tumbuhan, apakah membutuhkan makanan juga? Tumbuhan pun memerlukan makanan supaya tubuhnya bisa tumbuh dengan baik.
Tumbuhan dapat menciptakan makanannya sendiri. Tumbuhan berhijau daun memiliki klorofil yang dapat dipakai untuk menciptakan makanan sendiri dengan fotosintesis ( proses penciptaan makanan tumbuhan). Fotosintesis membutuhkan bahan-bahan berupa karbon dioksida, air, dan cahaya matahari. Dalam proses fotosintesis didapatkan oksigen dan karbohidrat. Air dari akar dan gas karbon dioksida dari udara menyatu/bergabung menyusun glukosa (gula) dan gas oksigen. Kemudian, tanaman memanfaatkan glukosa sebagai bahan bakar pembangkit energi, dalam proses yang dinamakan respirasi.
Tumbuhan sebagai produsen, sebab mampu menghasilkan makanannya sendiri secara fotosintesis. Bahan makanan berupa zat anorganik (CO2 dan H2O) didapatkan dari sekitarnya.
Tumbuhan pun memerlukan sekian banyak  macam mineral atau bagian hara guna menunjang kehidupannya. Tentu kAnda pernah memupuk tumbuhan hias atau menyaksikan petani menebarkan pupuk pada tanamannya di sawah. Tujuan pemupukan ini ialah memberi bagian hara pada tanaman sampai-sampai dapat tumbuh subur.

 

3. Bergerak



a. Pengertian Bergerak
Bergerak adalah perpindahan posisi seluruh atau sebagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan. Perpindahan seluruh bagian tubuh terjadi pada manusia dan sebagian besar hewan. Semua organisme itu bergerak tetapi tidak semua organisme atau makhluk hidup dapat berpindah ke berbagai tempat. Terbang, melata, berjalan, dan berlari adalah cara-cara organisme bergerak berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat lain.
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Tetapi tidak semua benda yang bergerak pasti makhluk hidup.
Hewan bergerak secara aktif karena dapat berpindah tempat. Gerakan hewan sangat mudah diketahui, terutama hewan yang berukuran besar. Bergerak merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang.
Apakah tumbuhan bergerak? Tumbuhan pun melakukan gerak. Akan tetapi, gerakan yang dilakukan oleh
tumbuhan relatif lambat sehingga sulit diamati. Gerak pada tumbuhan tidak berpindah tempat, tetapi adanya peristiwa tumbuh. Tumbuhan bergerak secara lambat dan pasif karena tidak berpindah tempat. Gerak tumbuhan hanya terjadi pada bagian tertentu

b. Contoh Gerakan pada Makhluk Hidup

  • Contoh gerakan pada manusia

Untuk melakukan gerakan, manusia dibantu oleh alat gerak seperti tangan, kaki, dan anggota gerak lainnya. Manusia berjalan, berlari, menulis, dan gerakan lainnya merupakan contoh gerak. Meskipun tidak berpindah
tempat, manusia masih dapat melakukan gerakan, misalnya mengedipkan mata. Gerak bukan hanya berarti perpindahan tempat, tetapi juga mencakup gerakan anggota tubuh.

  • Contoh gerakan pada hewan

Pada hewan juga terdapat gerak, antara lain : gerak aktif pada hewan vertebrata yaitu alat gerak berupa otot, gerak pasif pada hewan vertebrata yaitu alat gerak berupa tulang, sayap, sirip, kaki,silia, dan lainnya. Adapun contoh gerakan pada hewan, antara lain:

  • burung terbang menggunakan sayapnya di udara, seperti elang, merpati, jalak, dan lainnya
  • ular melata di tanah.
  • ikan yang hidup di air bergerak/berenang dengan menggunakan sirip dan ekor.
  • kuda, kerbau, sapi, kambing, gajah, dan ayam berjalan di atas tanah.

Bagaimana gerak yang dilakukan oleh makhluk hidup bersel satu, misalnya Amoeba? Amoeba bergerak menggunakan kaki semu.Manusia dan hewan bergerak secara aktif sehingga dapat berpindah tempat pada radius yang sangat jauh. Gerakan pada hewan didukung oleh struktur tubuhnya yang berupa tulang, otot dan saraf.

  • Contoh gerakan pada tumbuhan
  • tumbuhan yang kamu letakkan di tempat gelap, akan bergerak dalam bentuk pertumbuhan ke arah datangnya sinar
  • gerak menutupnya daun putri malu jika disentuh
  • gerak membukanya biji lamtoro disebabkan perubahan kadar air.
  • daun-daun pohon petai cina yang menutup pada sore hari, arah tumbuhnya tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari
  • bunga matahari yang selalu menghadap matahari
  • gerakan akar menembus tanah
  • gerakan kelopak bunga ketika mekar

 

Tumbuhan bergerak secara pasif dan tidak dapat pindah tempat. Tumbuhan dapat bergerak bila ada rangsangan tertentu dari luar.

 

4. Tumbuh dan Berkembang



a. Pengertian Tumbuh 
Tumbuh ialah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible (tidak bisa kembali ke suasana semula). Pertumbuhan adalahpertambahan sel-sel tubuh, sampai-sampai ukuran tubuh meningkat dan tidak dapat mengecil kembali. Pertumbuhan adalahproses peningkatan ukuran, berat, dan volume tubuh makhluk hidup. Pertumbuhan makhluk hidup merangkum dua hal. Pertama, ukuran selnya meningkat besar. Kedua, jumlah selnya meningkat banyak. Pertumbuhan ialah proses pertambahan jumlah dan ukuran yang ebrsifat irreversible atau tidak bisa kembali ke suasana semula. Pertumbuhan pada makhluk hidup tidak dilangsungkan terus menerus, namun akan berhenti pada etape tertentu. Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) diperlihatkan dengan meningkatnya volume dan ukuran sel. Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel tidak sedikit (multi seluler) terjadi sebab jumlah sel bertambah tidak sedikit dan ukuran sel meningkat besar. Sel bisa bertambah tidak sedikit karena sel merasakan proses pembelahan. Akibat dari pertumbuhan ialah bertambah tinggi dan berat badan seorang anak, meningkat besarnya badan hewan, dan meningkat panjangnya ukuran batang tumbuhan.Manusia dan Hewan merasakan pertumbuhan sebatas waktu tertentu sekitar hidupnya. Mampu meregerasi sel-sel tubuh yang rusak, bahkan terdapat yang dapat meregerasi organ tubuh yang hilang.Tumbuhan mengalami pertumbuhan secara kontinyu selama usia hidupnya. Tidak mampu meregerasi organ tubuh yang hilang



b. Pengertian berkembang
Berkembang/perkembangan adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan. Perkembangan itu tidak mudah dilihat dalam semua organisme, misalnya bakteri yang tidak tampak perkembangannya. Sel tunggal seperti bakteri tumbuh dan kemudian berkembangbiak sendiri denganmembelah diri. Walaupun bakteri tidak tampak berkembang, banyak perubahan terjadi dalam sel karena sel melaksanakan bermacam-macam aktivitas kehidupan. Perkembangan merupakan perubahan/penyempurnaan struktur danfungsi organ tubuh yang menyertai proses pertumbuhan

Baca :  Penjelasan 10 Anatomi Tubuh Manusia serta Gambar

c. Contoh pertumbuhan dan perkembangan
1). Contoh pertumbuhan dan perkembangan pada Manusia

  • berapakah tinggi badan Anda saat ini? masih ingatkah kamu berapa tinggi badan Anda saat masih bayi?Tentu kini badan Anda bertambah tinggi  dan besar dibandingkan pada saat Anda masih bayi. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tumbuh.
  • tubuh manusia berasal dari sel telur dan sel sperma yang membentuk janin yang dikandung oleh ibu selama lebih kurang 9 bulan di dalam rahim. Janin itu kemudian lahir menjadi bayi, bayi tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak sehingga tumbuh menjadi seorang remaj.
  • seorang anak usia 17 bulan dapat berjalan tanpa bantuan. Antara umur 2-3 tahun, anak telah dapat mengontrol keinginan kencing dan buang air besar. Pada usia 3 tahun anak telah dapat berbicara dengan kalimat sederhana, usia 5 tahun ke atas telah berkembang kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan belajar bagaimana bergaul dengan orang lain.

2). Contoh pertumbuhan dan perkembangan pada hewan

  • katak berasal dari telur, tumbuh dan berkembang menjadi kecebong atau berudu yang berinsang luar. Kemudian kecebong tumbuh menjadi kecebong kemudian berkembang lagi menjadi kecebong berkaki belakang, dan berkaki depan serta memiliki paru-paru. Selanjutnya, tumbuh dan berkembang menjadi katak muda dengan ekor yang memendek sampai akhirnya menjadi katak dewasa. Di manakah tempat hidup mereka ketika masih kecebong dan ketika sudah menjadi katak dewasa? Betul! Ketika kecebong mereka hidup di air dan ketika katak dewasa mereka hidup di darat.
  • ayam berasal dari telur, saat baru menetas, anak ayam bulunya masih berupa bulu tunggal, dengan berjalannya waktu anak ayam tersebut tumbuh dan berkembang menjadi ayam dewasa.

3). Contoh pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan

  • jika kita menanam biji ( misalnya kacang hijau, kedelai, jagung ) akan tumbuh menjadi kecambah, kemudian menjadi tanaman kecil. Tanaman kecil tumbuh menjadi besar dan membentuk daun, cabang dan ranting dan saatnya akan berbunga, berbuah,  dan menghasilkan biji.

5.  Berkembang Biak ( Reproduksi )



a. Pengertian Berkembang Biak ( Reproduksi )
Berkembang biak adalah cara makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya dengan melahirkan keturunan.
Tanpa berkembang biak, organisme akan punah. Dengan demikian tujuan utama makhluk hidup berkembang biak adalah untuk menjaga kelangsungan hidupnya dan menjaga kelestarian organisme sehingga tidak langka dan punah.

b. Cara dan contoh makhluk hidup berkembang biak 

Semua makhluk hidup, baik organisme yang bersel banyak maupun yang bersel tunggal, akan berkembang biak, dengan cara yang berbeda-beda. Manusia, sapi, rusa, anjing, gajah, dan kuda berkembang biak dengan cara melahirkan. Burung, ayam, ikan, dan katak dengan cara bertelur. Beranak atau melahirkan dan bertelur termasuk cara perkembangbiakan kawin atau generatif.
Perkembangbiakan secara generatif memerlukan alat perkembangbiakan untuk menghasilkan sel kelamin. Pada hewan, testis adalah kelenjar kelamin jantan, sedangkan ovarium adalah kelenjar kelamin betina. Adapun perkembangbiakan secara vegetatif tidak melibatkan alat perkembangbiakan.
Selain dengan generatif, ada makhluk hidup yang berkembang biak secara tak kawin atau vegetatif.
Contoh organisme yang berkembang biak dengan cara vegetatif adalah amoeba yang termasuk hewan
bersel tunggal.

Bagaimana dengan tumbuhan?
Pada tumbuhan, perkembangbiakan secara generatif membutuhkan alat perkembangbiakan. Alat perkembangbiakan tumbuhan dapat berupa bunga dan spora. Pada bunga, terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik).
Tumbuh dan berkembangnya tumbuhan dapat kita amati pada proses perubahan dari biji menjadi kecambah, tumbuh tunas muda, kemudian batang kecil, dan akhirnya menjadi tumbuhan besar.
Tumbuhan dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan secara generatif melalui biji dari buah tumbuhan, sedangkan vegetatif bukan dari biji.
Secara kawin/generatif, yaitu perkembangbiakan yang melibatkan sel telur dan sel sperma.
Secara tak kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh.

6. Menerima dan Menanggapi Rangsang/Peka Terhadap Rangsang/Iritabilita/Iritabilitas



a. Pengertian menerima dan menanggapi rangsang
Salah satu ciri makhluk hidup ialah respons terhadap rangsangan. Kemampuan makhluk hidup memberi tanggapan terhadap rangsangan dinamakan iritabilitas. Hewan dan insan mempunyai indera. Melalui indera inilah fauna dan insan mengetahui rangsangan dari lingkungannya. Manusia memiliki lima indera pokok yang dinamakan panca indera, yakni mata yang peka terhadap rangsangan cahaya, telinga peka terhadap rangsangan suara, hidung peka terhadap rangsang bau, lidah peka terhadap rangsangan rasa, dan kulit yang peka terhadap rangsangan sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan rasa sakit. Hewan lebih peka terhadap rangsangan daripada tumbuhan. Rangsangan terdapat dua jenis yakni rangsangan yang mempunyai sifat fisik dan kimiawi. Rangsangan jasmani misalnya berupa sentuhan, evolusi suhu, evolusi intensitas cahaya (gelap-terang), sementara rangsangan kimiawi berupa pemberian aroma/bau zat kimia tertentu. Hewan mempunyai sistem saraf dalam menanggapi adanya rangsangan, sementara tumbuhan tidak. Rangsangan dapat diakibatkan oleh hal luar tubuh.Bagaimana memahami bahwa tumbuhan pun peka terhadap rangsangan? Meskipun tanaman tidak memiliki indera, saya dan anda bisa mengamatinya dengan jelas pada tanaman putri malu. Jika anda menyentuh daunnya, maka daun tersebut akan segera menutup. Sesungguhnya seluruh tumbuhan peka terhadap rangsangan laksana air, mineral, cahaya matahari, gravitasi, dan kelembapan. Gerak pada tanaman terjadi sebab adanya rangsangan zat kimia, gaya gravitasi bumi, cahaya, air, dan sentuhan. Sentuhan adalahsalah satu rangsang yang diterima tumbuhan, sementara gerak memblokir dan membuka pulang adalahtanggapan dari tumbuhan. Oleh sebab itu, tanaman dapat menerima dan menanggapi rangsang. Rangsang itu berasal dari luar tubuh, laksana sentuhan, air, cuaca,sinar matahari, suhu, tanah, dan zat kimia. Di samping rangsang dari luar, organisme pun dapat menerima dan menanggapi evolusi yang datang dari dalam tubuhnya sendiri.

b. Contoh Makhluk Hidup Peka Terhadap rangsang
1). Contoh Manusia Menerima dan Menanggapi Rangsang

  • mata kita akan berkedip bila terkena cahaya yang silau.
  • jika ada nyamuk yang menggigit tubuh kita, maka kita secara reflek akan mengusirnya
  • jika kita tertusuk duri atau terkena percikan air panas, secara spontan kita akan menjerit. Tubuh kita merespon rangsangan dengan timbulnya rasa sakit, sehingga kita menjerit.
  • jika ada bau yang busuk, harum, sedap, dan lain-lain maka manusia akan menanggapi rangsang

2). Contoh Hewan Menerima dan Menanggapi Rangsang

  • anjing akan menegakkan telinga bila mendengar suara yang asing dan sekelompok rusa akan berlari bila ada pemangsa yang mengintai.
  • lalat yang hinggap di tubuh sapi bagian belakang, secara spontan sapi akan mengibaskan ekornya.
  • kalajengking akan menaikkan penyengatnya ketika mendapat sentuhan,
  • siput/bekicot akan menyembunyikan sungut atau tubuhnya ketika mendapat sentuhan.
  • ayam ketika fajar menyingsing akan berkokok.

 

3). Contoh Tumbuhan Menerima dan Menanggapi Rangsang
  • daun putri malu akan menutup bila disentuh,
  • akar tumbuhan menjalar ke tempat banyak air
  • tumbuhnya batang tumbuhan ke arah sinar matahari,
  • akar tumbuhan yang selalu tumbuh ke arah pusat bumi.

 

Manusia dan Hewan sangat peka terhadap semua jenis rangsangan, suara, sentuhan (gerak), bau (zat kimia), cahaya, karena memiliki sistem saraf, dan sistem alat greak khusus. Respon yang dilakukan berupa gerakan yang cepat (reflek) atau tingkah laku tertentu.Tumbuhan tidak mampu merespon semua jenis rangsangan, tetapi hanya jenis tertentu,misalnya sentuhan dan cahaya sangat lambat, karena tumbuhan tidak memiliki sistem saraf dan sistem alat gerak khusus

 

7. ADAPTASI



a. Pengertian Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya dapat bertahan hidup. Bagi makhluk hidup yangdapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, ia dapat hidup lebih lama dan individu sejenisnya (populasi) cenderung bertambah banyak. Tetapi bagi makhluk hidup yang tidak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan akan punah.
Contoh adaptasi pada hewan adalah terdapat berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung sesuai dengan jenis makanan dan tempat hidupnya.  Contoh adaptasi pada tumbuhan adalah bentuk daun yang berbeda antara tumbuhan yang hidup di daerah lembap, berair, dan kering. Adaptasi juga dapat berbentuk tingkah laku, misalnya kerbau berkubang ketika udara panas.
Adaptasi terbagi atas 3 macam :
1). Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya.
Contoh:

  • burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa.
  • bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.

2). Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh.
Contoh :

  • manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan.
  • kotoran unta kering , tetapi urinenya kental

3). Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya.
Contoh:

  • bunglon mengubah warna tubuhnya
  • ikan paus muncul ke permukan secara periodik
  • kaktus selalu melakukan adaptasi terhadap lingkungan agar tetap hidup.

 

8. Regulasi

Regulasi adalah proses pengaturan keserasian di dalam tubuh organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon.

9. Mengeluarkan zat/bahan sisa ( Ekresi )

Oksidasi zat makanan serta pertukaran zat di dalam tubuh makhluk hidup (metabolisme) di samping menghasilkan energi pun menghasilkan zat saldo yang mesti dikeluarkan dari dalam tubuh. Kadar zat saldo yang tinggi andai tidak dilemparkan akan membahayakan tubuh. Contoh paru-paru dan insang menerbitkan CO2 dan uap air, kulit menerbitkan keringat, dan ginjal menerbitkan urine. Tumbuhan menerbitkan zat sisa melewati stomata.Tidak seluruh perombakan bahan makanan maupun pernapasan bisa dimanfaatkan oleh tubuh. Bahan yang tidak dimanfaatkan menjadi bahan saldo atau yang jumlahnya berlebihan mesti dikeluarkan dari dalam tubuh untuk mengawal keseimbangan. Hewan menghasilkan bahan saldo berupa urine, uap air, dan karbondioksida sementara tumbuhan menerbitkan uap air, karbondioksida, dan oksigen. Hewan mempunyai alat ekskresi eksklusif dan menyusun suatu sistem yang dinamakan sistem ekskresi. Tumbuhan tidak mempunyai saluran pengasingan khusus laksana hewan. Bahan sisa contohnya uap air di siang hari dikeluarkan melewati lentisel atau mulut daun (stomata). Tetapi saat malam hari melewati jalan yang sama, dikeluarkan karbondioksida.Hewan menerbitkan bahan yang riskan (beracun) contohnya amonia, saldo metabolisme melewati alat eksklusif (alat ekskresi). Bahan yang diekskresikan berupa gas karbondioksida, air seni (urine), tinja (feses), dan zat kimia tertentu (gas bau).Tumbuhan menerbitkan bahan sisa melewati mekanisme transpirasi berupa uap air dan oksigen serta karbondioksida

 

10. Melakukan Metabolisme

Metabolisme merupakan proses yang dilangsungkan dalam organisme,baik secara mekanis maupun kimiawi.Metabolisme tersebut sendiri terdiri dari 2 proses yakni anabolisme(pembentukan molekul) dan Katabolisme(Penguraian molekul).Pada proses pencernaan makanan,karbohidrat merasakan proses hidrolisis(penguraian dengan memakai molekul air).

Share
WhatsApp chat