Kumpulan Puisi Cinta

Kumpulan Puisi Cinta – Cinta ialah Emosi yang berasal dari kasih sayang yang powerful dan rasa tertarik terhadap sebuah objek (dapat berupa apa saja laksana manusia, hewan, tumbuhan, alat-alat dan beda sebagainya) dengan ingin ingin berkorban, mempunyai rasa empati, perhatian, kasih sayang, hendak membantu dan mau mengekor apapun yang di mau oleh objek yang di cintainya. Sebenarnya cinta tersebut sulit guna di definisikan sebab sifatnya subjektif jadi setiap pribadi dapat mempunyai pemahaman yang bertolak belakang mengani cinta, tergantung bagaimana ia menghayati dan empiris yang di alaminya. Berdasarkan keterangan dari Wikipedia Cinta ialah suatu perasaan yang positif dan diserahkan pada insan atau benda lainnya. Bisa dirasakan semua makhluk. Penggunaan ucapan cinta juga diprovokasi perkembangan masa-masa dan masa. Perkataan senantiasa berubah makna menurut keterangan dari tanggapan, pemahaman dan pemakaian di dalam keadaan, status dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam definisi abad ke-21 mungkin bertolak belakang daripada abad-abad yang lalu.Banyak orang yang mengupayakan mendifiniskan makna cinta laksana apa, namun andai di tinjau lebih dalam kata cinta tersebut sendiri memiliki makna yang paling luas, sebab objek cinta tersebut sangat tidak sedikit dan perbedaan emosi cinta dari masing-masing objek yang bertolak belakang juga tidak sama.

 

  • Cinta ialah anugrah yang diserahkan tuhan untuk sepasang insan untuk saling mencintai,saling memiliki, saling memenuhi, saling definisi dan lainnya.
  • Cinta tersebut perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya sebab ketertarikan terhadap sesuatu yang dipunyai oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan beda lain).
  • Cinta ialah kata yang memiliki tidak sedikit makna, bergantung bagaimana anda menempatkannya dalam kehidupan.
  • Cinta itu dapat membuat orang buta bakal segalanya melulu demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita pun tau apa artinya cinta itu.
  • Cinta pasti dapat membuat orang menikmati suka dan duka pada masa-masa yang sama saat kita berjuang mendapat kebahagiaan bersama.
  • Cinta ialah perasaan hangat yang dapat membuat anda menyadari alangkah berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga guna kita lindungi. Cinta tidaklah sebatas ucapan-ucapan saja, sebab cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun.
  • Cinta itu ialah sebuah perasaan yang tidak terdapat seorangpun dapat mengetahui kapan datangnya, bahkan sang empunya perasaan sekalipun.
  • Cinta adalahanugerah yang tak ternilai harganya dan itu diserahkan kepada makhluk yang sangat sempurna, manusia. Cinta tidak dapat dibacakan dengan kata-kata, tidak bisa dideskripsikan dengan bahasa apapun.
  • Cinta ialah perasaan yang universal, tak mengenal gender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama manusia.
  • cinta tersebut kasih yang tulus yang tidak mementingkan diri sendiri dan cinta tersebut tidak mesti tidak jarang kali memiliki.

 

Berikut Kumpulan Puisi Cinta Romantis, Sedih, Pendek, Menyentuh Hati, Untuk Sang kekasih Pacar

MENCINTAIMU

Mungkin aku bukanlah cinta yang paling sempurna
hanya sebatas hati yang ingin mencurah rasa padamu

karena mencintaimu adalah keindahan dilangit hatimu
dan dicintaimu adalah kesempurnaan kebahagiaan hatiku

Aku mencintaimu
seperti bunga mencintai keharumannya
seperti hujan mencintai tetasan airnya
seperti bulan mencintai langit malamnya
seperti matahari yang mencintai cahayanya

jantung ini takan pernah berdetak selamanya
tapi jika Tuhan mengizinkan
selama jantungku berdetak
ijinkan mencintaimu dalam ketulusan

Aku mencintaimu
bukan karena aku ingin memiliki apa yang ada didirimu
hanya ingin melihatmu tersenyum
melukis rasa bahagia disetiap titian hidupmu

Aku mencintaimu
bukan karena aku kagum pada dirimu
hanya ingin membuatmu sempurna
meski aku tak bernah bisa sempurna

Aku mencintaimu
bukan kemarin atau saat ini
tapi percayalah,
kemarin, kini dan nanti
adalah saat – saat dimana aku kan terus mencintaimu

Puisi cinta terpendam kepada kekasih hati

Haruskah aku nyanyikan cintaku
Agar kau dengar suara hatiku
Haruskah aku lukis rasa sayangku
Agar dapat kau lihat ketulusanku

haruskah kutulis semua kerinduanku
Agar kau sedikit saja mngerti Betapa aku menanti cintamu

selembar doa ku layangkan padamu
mengharap kau tetap disampingku
menemani lingkar hidupku
Meski aku tahu
Aku terasa tak mampu memilikimu

Hanya lewat guratan kata
Kuhaturkan segenap rasa
Yang kupendam dalam puncak asmara
Takan hilang dalam hitungan masa

Jika tuhan mngijinkan
Ijinkan aku menyangimu dalam derai tawa
Dalam tangis air mata
ataupun
Dalam cinta yang terpendam rahasia

Puisi cinta pendek paling romantis terbaru untuk kekasih maupun pacar

Letih hati ku merintih menahan perih
sekeras usahaku setia padamu
hanya kau anggap buih tanpa arti
sebanyak bukti cintaku untukmu
kau anggap hanya keterpaksaan

haruskah nyawa yang aku korbankan
agar kau percaya
haruskah hidupku ku gadaikan
agar kau tak lagi ragu
haruskah ku buang harga diriku
agar kau tak lagi gelisah

semoga, cinta ini akan terus bertahan
meski tak pernah kau yakinkan
semoga cinta ini akan tetap setia
meski hati ini hampir putus asa

Puisi Cinta Romantis

Cinta….
Siapa dia? Hadirnya penuh tanya
Membawa sesuatu yang baru dalam hidupku
Sebuah rasa yang tak bisa ku jelaskan padamu

Cinta…
Manakala hati merasakan sebuah sentuhan itu
Tersenyum ku dalam sebuah renungan
Dapat ku dengar suara hati kecilku
Bernyanyi menyenandungkan irama degup jantungku
Menari ku dalam hamparan impian

Cinta…
Ketika mata ini mampu menatapnya lebih tajam
Ketika bibir ini mampu berucap kasih untuknya
Ketika telinga ini mampu mendengarkan suara indahnya
Ketika kaki ini mampu melangkah lebih kokoh untuknya

Cinta…
Ketahuilah..hatiku berteriak  ku cinta padanya

Cinta…
Ketahuilah..dia adalah kamu. Kamu yang ku cinta
Kamu yang memberikan warna-warna baru  dalam hidupku
Menyinari hari-hariku bersamamu
Kau jantung hatiku
Kau pengobar semangat dalam setiap langkah hidupku
Kau keindahan penyejuk mataku

Percayakan hatimu untukku..
Kan ku jaga, bahagiakan slalu
Karna kaulah cintaku”

Kasih, kita adalah satu

Menatap indah langit kelabu
Seakan terbayang wajah indah di mataku
Sedikit rasa rindu itu kini jadi candu
Duhai kasih,
Apakah ada rindu di hatimu?

Kasih, belum cukupkah ini bagimu
Apa kau tak merasakan detak jantungku
Irama setiap hembusan napasku
Bahkan derasnya setiap aliran darahku?
Semuanya menyebut namamu; di hatiku

Duhai terkasih
Lantunanmu begitu indah
Merasuk ke dalam jiwa
Membuat diri terpaku merana
Merasakan kebahagiaan tanpa tara

Terpikir sejenak olehku
Ketika kau tak ada lagi untukku
Akan jadi seperti apa hidupku?

Oh kasihku

Begitu pun dengan aku,
Saat tak ada dirimu di sampingku,
Dunia tak lagi semanis madu

Sungguh, betapa beruntungnya diriku
bisa menggenggam hatimu
Kasihku, percayalah kita ini satu
Sebab aku dan kamu adalah cinta yang utuh
yang tak terpisahkan oleh jarak dan waktu

Dimanakah Dirimu

sesak berbilang
kau menghilang
aku melapang
namun hati masih,
saja mengenang

aku pasrah
mencoba lupa
pada relung jiwa,
tersimpan luka
belum sembuh juga

ah, sungguh nyeri rasanya
hati mendesak
meminta lapak untuk sesaat rebah
resah berlanjut pasrah
namun perihal melupa ia tetap ogah

lalu harus bagaimana
luka dalam dada masih tetap ada
mencoba menghilangkannya
tak semudah berkata; kau pasti bisa
semua butuh waktu lama

Khianatmu

Tentang hati yang tergores.
Berkelukur kini hati,
terhembas oleh khianat.
Dan kini wajah terlukis air mata.

Perihal hati yang kembali disakiti,
kini dalam dada kurasa perih.
Percuma dulu kau mengikat janji,
jika nyatanya tak lagi peduli.

Janji yang kau ikat pada merpati.
Kini, kau dusta pada jiwamu yang khianat.
Sungguh; kalbuku kini terkoyak,
teriris oleh ribuan belati dari pandangmu.

Lelah sudah hati ini;
sudah waktunya aku membenahi hati.
Agar tak melulu disakiti.
Terlukai berkali-kali telah membuatku ingin berhenti mencintai.



Celoteh Luka

Semua kisah tentang kita sudah jauh berbeda
ketika kita sepakat untuk tak lagi bersama
ketika kita sepakat untuk saling melepaskan genggaman
sebab kita tak lagi sejalan.

Kau memilih melangkah terlebih dulu
untuk meninggalkanku
sedangkan aku masih tetap pada posisiku
yang berusaha sekuat hati melepaskanmu

Entah, waktu akan mengijinkan aku
atau malah menolak untuk melepasmu
dari memoriku.

Apa aku bisa?
terkadang pikiran itu sedikit meracuni otakku

Seandainya semua bisa berbalik
apa kau bisa sekuat aku?
dan bagaimana jika aku yang berhenti mencintaimu terlebih dulu
apa kau akan merasakan kehilangan aku
seperti aku kehilangan kamu
yang tak lagi mencintaiku saat itu?

Dirimu dan Dustamu

Kau pernah berdiri tepat dihadapanku
Merayuku dengan kata-kata indahmu
Kau bilang, aku wanita yang teristimewa
Sejenak kau berhasil membuatku bahagia

Dunia seperti milik berdua
Aku, kamu dan Cinta kita
Hingga akhirnya; waktu kembali
membangunkanku dari tidur panjangku

Semua kebahagiaan yang telah terjadi
ternyata semu
Dan kau hanyalah fatamorganaku
yang kubiarkan berlalu
Sebab aku sadar, menggapaimu adalah ketidakmampuanku

Cintaku

Dunia adalah fana
Semesta dicipta bukan untuk dinikmati saja
Jika sang pencipta sudah bicara
Semua akan sirna dalam kedipan mata

Sama seperti ketika
aku mengetahui ternyata
cintamu hanyalah semu belaka

Kau tahu;
bagaimana rasanya hati karena ulahmu?
Setelah beribu harap kulayangkan padamu
Sakitnya hingga merobek bilik jantungku

Tampaknya aku salah memberi hati pada
dirimu yang hanya singgah sementara,
bukan berniat menjadikanku rumah
Dan inilah; kenyataan yang menyesakkan dada

Ruang Khayal

Kali ini malam merangkak tanpa bintang
Hanya bersenandung ria bersama sunyi
Angin berbisik lirih perihal hati
yang terkoyak sepi

Terjebak aku diruang khayal
Berhalusinasi pada sosok yang tak kukenal
Lelah aku menerawang;
namun nyatanya ia hanyalah sebuah bayang

Bayang yang selalu menghampiriku
bersama rindu yang terus mengiba
Bahkan, terkadang ia menjelma bahagia
namun bisa pula duka nestapa

Apa selama ini hadirmu memang semu?
Pasrah aku pada sebuah pengharapan
akan kebahagiaan, yang tak berkesudahan
meski telah berkali-kali aku semogakan

PENANTIAN

Dingin serasa menguliti penantianku
Dulu dalam kelam kau pernah menabur janji
Bila malam akan kau tepati
Selarut sunyi tak jua kau berempati

Kemana kau yang selama ini berparas jelita?
Apakah kau telah tenggelam didasar samudera?
Aku masih terdiam disini menatap wajah senja
dengan penuh tanya;
akankah penantianku ini berujung sia-sia,
atau berakhir bahagia?

Hanya seucap kata yang mungkin bisa meyakinkan
Bahwa kau pantas diberi keyakinan
Kau tak akan biarkan aku larut dalam penantian
Hingga kau katakan : untukku kebahagiaan

Datang dan Kembali

Pada ruang paling sunyi
Aku merasakan hadirmu disini
Menemaniku, bahkan saat sendiri
Kau bawa sebongkah kenangan terperih

Aku kembali teringat perihal hati
yang telah kau sakiti
Kau tancapkan sebilah belati
tepat didadaku sebelah kiri

Cukuplah, bila kau hanya datang menghampiri;
lalu pergi lagi
Hati ini bukan untuk sembunyi;
lalu pergi lagi

Cinta yang pernah kau beri;
telah hilang ditelan sunyi
atau bahkan, kini sudah mati
dan tak akan kembali

Mengapa Kau Berubah

Kopiku kini menjadi dingin
Sama seperti sikapmu

Kopiku kini menjadi basi
Sama seperti ucap janjimu

Sapamu tak sehangat dulu
Kini terasa hambar ditelingaku
Tatapan itu kini bukan lagi milikku
Sebab telah ada yang merebutnya dariku

Genggaman itu juga bukan lagi milikku
Sebab ia berhasil merayumu

Pelukan itu bukan lagi untukku
Sebab sudah ada yang memberikan kenyamanan melebihiku

Kopi yang terseduh tetap akan meninggalkan ampas
Sama seperti kenangan saat bersamamu yang akan selalu membekas

Perihal Perasaan

Pada sunyi malam sosokmu terus membayangiku
Kuterka gambar wajahmu yang terlintas dibenakku
Kau, si pemilik senyum tipis dengan rona pipi merah berhasil memikatku
Serta tatapan tajam yang membuat tenang hatiku

Kau si pemikat senyum
Pesonamu telah memicu andrenalinku
Untuk berani berucap bahwa : aku mengagumimu

Namun lidahku terasa kaku
Perasaan takut selalu menghinggapiku
Akankah kau mengacuhkanku? atau
Kau mempunyai rasa yang sama denganku?

Entah kekagumanku ini pertanda cinta
Sebab malam selalu menjelma bayangmu
Mengetuk pintu syaraf sadarku
Agar bernyali ungkapkan satu kata

Bahwa; Aku Mencintaimu.

MEMOAR KERINDUAN

langkah merangkak begitu senyap
asaku menguap, terhapus lalu-lalang tangis yang menolak henti barang sejenak
dan di antara rintik rindu yang berkeretap

aku menemukanmu
dalam genggam harap yang telah menjadi retak

dalam detak waktu yang melaju begitu pesat
ku melihat kau, seperti bersiap
menolak ‘tuk kembali, dan
berlalu meninggalkan jejak-jejak rindu,
yang masih menetap pada ruang tengkorak
meski sesekali ia mengawang-awang
dan bergejolak

selimut langit telah diturunkan
mentari mengalah pada gugusan awan yang menghadirkan jingga
pada tepi cakrawala
mengantar resah doa-doa kembali pada ranjang raya
memulangkan segala kenang tetap terlelap di dalam jiwa

tentang segala rasa,
yang masih tertinggal pada tiap jengkal semesta
berputar dalam hingar bingar celoteh sang camar
bersama awan-awan pengiring ia menujumu; meski terlihat samar
menyampaikan bergumpal riuh tanya

akankah ia kembali pada pelukmu, yang pernah menjadi rumah?

Kembali aku berdialog dengan senja

sore itu, aku menatap langit
ia menyapaku dengan hangat
yaa dia senja, yang selalu kunantikan
kehadirannya
Aku tertawa kecil,
melihatnya yang begitu menawan
menatapnya lekat
begitu dalam

Kemudian, dibalik jingganya ia bertanya;
mengapa kau begitu mengagumiku?

Untukmu senja; tak ada alasan
untukku menjelaskan,

telah habis kata ‘tuk memaparkan
kekagumanku padamu!

Senja Perenung Jiwa

Dalam senja ku ukir sebuah kisah
Kisah bukan tentang cinta ataupun dusta
Ini semua tentang hidup yang tak lagi sama
Bagaikan senja yang tak pernah lama
Menampilkan keindahan sekejap saja

Kita hidup di dunia yang penuh fana
Penuh derita, juga sandiwara
Tak pernah kita berpikir hidup ini sekejap saja
Masih saja kita terlena oleh dunia

Banyak dari mereka berharap pada sesama
Yang sebenarnya sama saja tak pernah punya daya
Tak pernah kah kita sadar sejenak saja
Kalau sejatinya Tuhan itu Maha Kuasa
Maha pemberi segalanya

Lantas untuk apa kita menduakan-Nya?
Masihkah kita akan terus berdusta?
Kuharap sadarlah kalau kita hanyalah makhluk yang tak bisa apa-apa

Panorama Senja

Kala petang tiba;
mataku tertuju pada
panorama indah,
bertabur hamparan jingga
di cakrawala

Senja;
yang selalu aku nantikan kedatangannya
begitu sederhana,
namun terlihat memesona

Senja;
betapa kau terlihat sempurna

Bukan Aku

Bahasanya begitu elok ;
Begitu Sopan
Begitu Sholeh
Begitu idaman
Dan begitupun itu; bukan aku.

Parasnya yang rupawan berhasil memikatmu;
aku kalah kosong satu
Meskipun aku,
yang selalu ada untukmu

Namun itu,
tak bisa membuat hatimu luluh

Bisikan Alam

Pada pagi yang gigil kala itu
Tetesan rintik hujan berbisik syahdu;
tidakkah kau rindu padaku?

Kabut lembut membelaiku,
membasuh peluh diwajahku
Semilir angin mendekap erat tubuhku
Lagi-lagi ia berbisik;
tidakkah kau rindu padaku?

Mataku berkaca; menahan haru
Perlahan bulir itu menetes,
mengendap dipipi serupa embun;
begitu bening

Tak perlu kau berbisik, pasti
aku merindumu; wahai alamku
Suara gemerisik dedaunan
mengingatkanku pada tenangnya rimba

Pun mengingatkanku akan kenangan
dan keindahan yang ia suguhkan

Dan disetiap hembusan angin
yang menerpaku; aku merindumu

Maafkan aku, yang hanya menghampirimu
disaat jenuh merasuki pikiranku.

Aku pulang

Pada sebuah rumah
Tak ada atap penghalang masuknya cahaya
Beberapa tembok sudah pecah
Pondasi rumahpun patah
Dalam hatinya tetaplah berteguh
Sampai matipun aku tetap merindu

Pada sebuah jalan menuju rumah
Terlintas sekelebat bayangan menyapa
Kucoba menerka,
ku kenali ia; tanpa rupa
Anganku tertuju pada kau yang jauh dimata
Beginilah, ketika rindu sedang meraba

Bayangan Tentangmu

Kita dipertemukan dalam mata
yang saling tatap
Kau berikan senyum terbaikmu untukku,
hingga aku berani menjatuhkan harap
Kita berbincang dengan rasa,
seolah sedang merangkai cerita

Namun semua hanyalah keindahan sementara,
sebelum akhirnya kau memilih pergi untuk selamanya

Semoga kau bahagia dalam pelukannya,
tak perlu kau peduli sedalam apa aku terluka

Tapi setidaknya,
ajari aku untuk ikhlas melepasmu..

Share

Leave a Reply