Kurs Dollar hari ini, Pengertian dan Faktor yang mempengaruhi

Kurs Dollar hari ini, Pengertian dan Faktor yang mempengaruhi – Kurs dollar, rupiah dan kurs valuta asing lainnya biasanya di update setiap hari kerja oleh Bank yang bersangkutan. Perhatikan tanggal dan jam update terakhir yang dilakukan oleh bank tersebut, karena nilai kurs sering kali berubah-ubah dari waktu ke waktu, walaupun pada hari yang sama. Lakukan konfirmasi langsung ke bank yang bersangkutan bila Anda berkeinginan melakukan transaksi atau pemakaian data.

Kurs Dollar hari ini, Pengertian dan Faktor yang mempengaruhi

Pengertian Kurs

Kurs (exchange rate) merupakan harga sebuah mata fulus dari sutu negara yang diukur atau diputuskan dalam mata fulus lainnya. Kurs memainkan peranan penting dalam keputusan-keputusan pembelanjaan, Karena kurs memungkinkan kamu menerjemahkan harga-harga dari sekian tidak sedikit negara ke dalam satu bahasa yang sama. Bila seluruh situasi lainnya tetap, depresiasi mata fulus dari suatu negara terhadap segenap mata fulus lainnya (kenaikan harga valuta asing guna negara yang bersangkutan) menyebabkan ekspornya lebih murah dan impornya lebih mahal. Sedangkan apresiasi (penurunan harga valuta asing di negara yang bersangkutan) membuat ekspornya lebih mahal dan impornya lebih murah.

Kurs paling urgen dalam pasar valuta asing (foreign excahange market). Walaupun perdagangan valuta asing digelar di sekian tidak sedikit pusat keuangan yang tersebar di seluruh dunia, teknologi telekomunikasi modern telah mempertautkan mereka menjadi suatu susunan pasar tunggal yang beroperasi 24 Jam setiap hari. Salah satu kumpulan penting dalam perdagangan valuta asing merupakan perdagangan berjangka (forword trading), di mana sebanyak pihak sepakat mempertukarkan mata fulus di waktu mendatang atas dasar kurs yang mereka sepakati. Sedangkan kumpulan lainnya, yakini perdagangan spot (spot trading) langsung melaksanakan pertukaran tersebut ( ini biasanya untuk keperluan-keperluan mendesak atau praktis).

Oleh karena kurs merupakanharga relative dari dua set, maka layak biala kurs dialami sebagai harga asset itu sendiri. prinsip dasar penetapan harga asset merupakan bahwa nilai asset saat ini ditentukan oleh perkiraan daya belinya di masa mendatang. Dalam mngevaluasi asset, seluruh penabung (investor) selalu mengindikasikan aspek perkiraan imbalan (rate of return) yang dibuahkan asset itu, atau tingkat pertambahan nilai investasi yang tertanam dalam asset tersebut di waktu-waktu selanjutnya.Imbalan dari simpanan yang diperdagangkan di pasar valuta asing ditentukan oleh suku bunga (interest rate) dan perkiraan perubahan kurs.

Keseimbangan dalam pasar valuta asing mensyaratkan adanya kondisi interest parity, yakni suatu kondisi di mana sekian tidak sedikit tabungan dalam mata fulus apa pun menawarkan perkiraan imbalan yang sama besarnya (bila diukur atau dihitung dengan satuan yang sama). Bila suku bunga dan perkiraan kurs masa mendatang tetap, kondisi interest parity meyakinkan adanya keseimbangan kurs. Kurs yang tengah berlaku juga dipengaruhi oleh sekian tidak sedikit evolusi atas perkiraan kurs untuk waktu mendatang. Sebagai contoh, apabila terjadi kenaikan perkiraan kurs dolar/DM untuk masa yang akan datang, maka bila suku bunga tetap, kurs dolar/DM yang tengah berlaku akan meningkat.

Kurs dapat pula disebut sebagai perbandingan nilai. Dalam pertukaran dua mata duit yang berbeda, maka akan terdapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata fulus tersebut. Perbandingan nilai inilah yang disebut dengan kurs.

Dalam kenyataannya, sering ada sekian tidak sedikit tingkat kurs untuk satu valuta asing. Perbedaan ini timbul sebab sejumlah urusan antara lain perbedaan antara kurs beli dan jual oleh pedagang valas, perbedaan kurs yang diakibatkan oleh perbedaan dalam waktu pembayarannya, perbedaan dalam tingkat keamanan dalam penerimaan hak pembayaran. Kurs beli merupakan kurs yang dipakai apabila para pedagang valas atau bank mengerjakan pembelian valuta asing, sedangkan kurs jual merupakan kurs yang dipakai apabla pedagang valas atau bak menjual valuta asing.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Kurs

1. Tingkat inflasi
Dalam pasar valuta asing,perdagangan internasional baik dalam bentuk barang atau jasa menjadi dasar yang utama dalam pasar valuta asing, sehingga perubahan harga dalam negeri yang relatif terhadap harga luar negeri dipandang sebagai urusan yang mempengaruhi pergerakan kurs valuta asing. Contoh: bila Amerika sebagai mitra dagang Indonesia menikmati tingkat inflasi yang cukup tinggi maka harga barang Amerika juga menjadi lebih tinggi, sehingga otomatis permintaan terhadap produk relatif menikmati penurunan.

Rasio fulus dalam daya beli (paritas daya beli) berfungsi sebagai titik nilai tukar yang mencerminkan hukum nilai. Itulah mengapa tingkat inflasi berpengaruh pada nilai tukar. Peningkatan inflasi di suatu negara mengarah pada penurunan mata fulus nasional, dan sebaliknya. Penyusutan inflasi fulus di dalam negeri akan mengurangi daya beli dan kecenderungan untuk menjatuhkan nilai tukar mata fulus mereka terhadap mata fulus negara-negara di mana tingkat inflasi yang lebih rendah.

2. Aktifitas neraca pembayaran
Neraca pembayaran secara langsung mempengaruhi nilai tukar. Dengan demikian, neraca pembayaran aktif meningkatkan mata fulus nasional dengan meningkatnya permintaan dari debitur asing. Saldo pembayaran yang pasif menyebabkan kecenderungan penurunan nilai tukar mata fulus nasional sebagai seorang debitur dalam negeri mencoba untuk menjual semuanya menggunakan mata fulus asing untuk membayar kembali kewajiban eksternal mereka. Ukuran dampak neraca pembayaran pada nilai tukar ditentukan oleh tingkat keterbukaan ekonomi. Contoh, efek dari perubahan tarif, pembatasan impor, kuota perdagangan, subsidi ekspor berpengaruh pada neraca perdagangan. Ketika keseimbangan positif dalam perdagangan ada di muka terdapat peningkatan permintaan untuk mata fulus negara yang meningkatkan laju, dan dalam hal keseimbangan negatif proses sebaliknya terjadi. Pergerakan modal jangka pendek dan jangka panjang bergantung pada tingkat suku bunga domestik, pembatasan atau mendorong impor dan ekspor modal.



3. Perbedaan suku bunga di sekian tidak sedikit negara
Perubahan tingkat suku bunga di suatu negara akan mempengaruhi arus modal internasional. Pada prinsipnya, kenaikan suku bunga akan merangsang masuknya modal asing Itulah sebabnya di negara dengan modal lebih tinggi tingkat suku bunga masuk, permintaan untuk meningkatkan mata uang, dan itu menjadi mahal. Pergerakan modal, terutama spekulatif “uang panas” meningkatkan ketidakstabilan neraca pembayaran.

Suku bunga mempengaruhi operasi pasar valuta asing dan pasar uang. Ketika menggarap transaksi, bank akan mempertimbangkan perbedaan suku bunga di pasar modal nasional dan global dengan pandangan yang berasal dari laba. Mereka lebih memilih untuk mendapatkan pinjaman lebih murah di pasar fulus asing, dimana tingkat lebih rendah, dan tempat mata fulus asing di pasar kredit domestik, bila tingkat bunga yang lebih tinggi. Di sisi lain, kenaikan nominal suku bunga di suatu negara menurunkan permintaan untuk mata uang domestik sebagai tanda terima kredit yang mahal untuk bisnis. Dalam hal mengambil pinjaman, pengusaha menambah ongkos produk mereka yang, pada gilirannya, menyebabkan tingginya harga barang dalam negeri. Hal ini relatif mengurangi nilai mata fulus nasional terhadap satu negara

4. Tingkat pendapatan relatif
Faktor lain yang mempengaruhi permintaan dan penawaran dalam pasar mata fulus asing merupakan laju pertumbuhan pendapatan terhadap harga-harga luar negeri. Laju pertumbuhan pendapatan dalam negeri diperkirakan akan melemahkan kurs mata fulus asing. Sedangkan pendapatan riil dalam negeri akan meningkatkan permintaan valuta asing relatif dibandingkan dengan supply yang tersedia.
5. Kontrol pemerintah
Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi ekuilibrium nilai tukar dalam sekian banyak  hal termasuk:

  • Usaha guna menghindari hambatan nilai tukar valuta asing.
  • Usaha guna menghindari hambatan perniagaan luar negeri.
  • Melakukan intervensi di pasar uang yakni dengan memasarkan dan melakukan pembelian mata uang.

Alasan pemerintah untuk mengerjakan intervensi di pasar uang ialah :

  • Bagi memperlancar evolusi dari nilai tukar uang dalam negeri yang bersangkutan.
  • Bagi membuat situasi nilai tukar dalam negeri di dalam batas-batas yang ditentukan.
  • Tanggapan atas gangguan yang mempunyai sifat sementara.
  • Berpengaruh terhadap variabel makro laksana inflasi, tingkat suku bunga dan tingkat pendapatan

6. Ekspektasi
Faktor terakhir yang mempengaruhi nilai tukar valuta asing merupakan ekspektasi nilai tukar di masa depan. Sama seperti pasar keuangan yang lain, pasar valas bereaksi cepat terhadap setiap berita yang memiliki dampak ke depan. Dan sebagai contoh, berita tentang akan melonjaknya inflasi di AS barangkali dapat mengakibatkan saudagar valas menjual Dollar, karena memperkirakan nilai Dollar akan menurun di masa depan. Reaksi langsung akan meminimalisir nilai tukar Dollar dalam pasar.

Kalkulator Kurs
KURS @jatikom
Share

Leave a Reply