Penemu, Sejarah, Macam Macam Lampu

Penemu, Sejarah, Macam Macam Lampu – Thomas Alva Edison atau sang penemu lampu pijar, beliau ialah ilmuwan dan pengusaha yang sudah mengejar peralatan-peralatan urgen di dunia, salah satunya ialah lampu pijar. Beliau ialah ilmuwan yang paling berjasa untuk kehidupan manusia. Kisah hidup Thomas Alva Edison sungguh menginspiratif, inilah ini ialah kisah hidupnya dari beliau dikeluarkan dari sekolah sebab dianggap bebal sampai dia menjadi ilmuwan dunia.

Biografi Penemu Lampu

Nama : Thomas Alva Edison
Lahir : Ohio, Amerika, 11 Februari 1847
Wafat : New Jersey, Amerika, 18 Oktober 1931
Orang Tua : Samuel Ogden Edison, Jr (ayah), Nancy Matthews Elliott (ibu)
Saudara : Samuel Ogden Edison, William Pitt Edison, Marion Wallace Edison, Eliza Smith Edison, Carlile Snow Edison, Harriett Ann
Istri : Mary Stilwell, Mina Miller
Anak : Charles Edison, Thomas Alva Edison Jr., Theodore Miller Edison, William Leslie Edison, Madeleine Edison
Biografi Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Ayahnya bernama Samuel Odgen Edison dan ibunya bernama Nacy Mathews. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana.

Masa Kecil

Sewaktu kecil Edison cuma sempat menikmati sekolah sekitar 3 bulan. Gurunya memperingatkan Thomas Alva Edison kecil bahwa ia tidak dapat belajar di sekolah sampai-sampai akhirnya Ibunya menyimpulkan untuk melatih sendiri Edison di rumah.

Dianggap Bodoh Sewaktu Kecil

Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilaksanakan karena saat di sekolah oleh gurunya, Thomas Alva Edison dirasakan murid yang tidak jarang tertinggal, bebal dan ia dirasakan sebagai siswa yang tidak berbakat.
Walaupun begitu ibunya Nancy Mathews percaya bahwa Thomas Alva Edison bukanlah anak yang bebal dan terbelakang. kepercayaan itulah yang menciptakan Thomas Alva Edison dikenal sebagai di antara penemu terbesar dalam sejarah dan diingat oleh dunia selamanya.

Rasa Ingin Tahu Yang Besar

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil mengindikasikan sifat hendak tahu yang mendalam dan selalu hendak mencoba. Sebelum menjangkau usia sekolah dia telah membedah hewan-hewan, bukan untuk menganiaya hewan-hewan tersebut, namun murni didorong oleh rasa hendak tahunya yang besar.

Thomas Alva Edison Membuat Telegraf

Pada umur sebelas tahun Thomas Alva Edison membina laboratorium kimia simpel di ruang bawah tanah lokasi tinggal ayahnya. Setahun lantas dia sukses membuat suatu telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi dapat berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan ongkos yang cukup besar. Untuk mengisi kebutuhannya itu, pada umur dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjaja koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit.
Agar masa-masa senggangnya di kereta api tidak terbuang sia-sia Edison meminta ijin untuk pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk menciptakan laboratorium kecil di di antara gerbong kereta api. Di sanalah ia mengerjakan percobaan dan menyimak literatur saat sedang tidak bertugas.
Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian unsur utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison menyaksikan peluang ini dan melakukan pembelian sebuah perangkat cetak tua ekuivalen 12 dolar.
Ia lantas mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini ialah koran kesatu yang dicetak di atas kereta api dan cukup laku terjual. Oplahnya menjangkau 400 sehari.
Dalam biografi Thomas Alva Edison, pada masa ini Edison nyaris kehilangan pendengarannya dampak kecelakaan. Tetapi dia tidak memandangnya sebagai cacat justeru memandangnya sebagai keuntungan sebab ia tidak sedikit mempunyai waktu untuk beranggapan daripada untuk memperhatikan pembicaraan kosong.
Tahun 1868 Edison mendapat kegiatan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh masa-masa luangnya dikuras untuk mengerjakan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia mengejar sistem interkom elektrik.

Ribuan Kali Percobaan Sebelum Berhasil

Pada tahun 1877, ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu tersebut menjadi perhatian tidak sedikit peneliti yakni lampu pijar. Edison menyadari alangkah pentingnya sumber cahaya semacam itu untuk kehidupan umat manusia.

Thomas Alva Edison Menemukan Lampu

Oleh karena tersebut Edison melimpahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menguras uang sejumlah 40.000 dollar yang didapat dari hasil memasarkan penemuannya ke perusahaan-perusahaan dan dalam kurun masa-masa dua tahun ia mengerjakan percobaan menciptakan lampu pijar.
Persoalannya merupakan bagaimana mengejar bahan yg dapat berpijar saat dialiri arus listrik namun tidak terbakar. Total ada selama 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, kesudahannya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik kesatu yang dapat menyala sekitar 40 jam.

Penemuan Lain Di samping Lampu

Dalam Biografi Thomas Alva Edison diketahui bahwa ia mendapat hak paten kesatunya guna alat electric vote recorder namun tidak terdapat yang tertarik membelinya sampai-sampai ia berpindah ke penemuan yang mempunyai sifat komersial. Penemuan kesatunya yang mempunyai sifat komersial ialah pengembangan stock ticker.
Edison memasarkan penemuaannya ke suatu perusahaan dan mendapat duit sebesar 40000 dollar. Uang ini dipakai oleh Edison guna membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey.
Di laboratorium berikut ia menelurkan sekian banyak penemuan yang lantas mengganti pola hidup mayoritas orang-orang di dunia. Tahun 1877 ia pun menemukan phonograph.
Masih tidak sedikit lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara borongan Edison sudah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang dilafalkan antara beda : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.
Thomas Edison pun berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang sudah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti ketika ini.
Dia pun menciptakan Black Maria, sebuah studio film bergerak yang di bina pada jalur berputar. Melewati tahun 1920-an kesehatannya makin memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun.

FAKTA UNIK THOMAS ALVA EDISON

Di antara berbagai kisah sukses pendiri General Electric itu terselip beberapa fakta menarik. Berikut ini kami sajikan 10 diantaranya sebagai berikut :

  1. Thomas Alva Edison Sulit Mendengar, Bukan Tuli, Edison sering kali dinamakan tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak dapat mendengar, tetapi memiliki kendala untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya bertolak belakang menurut sejumlah sumber. Ada yang menyebut sebab demam saat ia masih kecil serta sejumlah kali infeksi unsur tengah telinga yang tidak diobati. Ada pun yang menuliskan sebab telinganya dipukul kondektur kereta api saat laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.
  2. Surat kabar di atas kereta kesatu,Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya mempunyai laboratorium di dalam gerbong barang walau akhirnya laboratorium tersebut terbakar. Edison lantas membangun pulang laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang adalahsurat kabar kesatu yang dipublikasikan di atas kereta.
  3. Dot dan Dash,Edison mempunyai 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diperkirakan diambilnya dari emblem yang dipakai dalam sandi Morse yakni titik “.” dan garis “-”.
  4. Melamar Mina dengan kode Morse, Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang ialah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse supaya mereka bisa berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya untuk Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dibalas Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, dua-duanya pun menikah.
  5. Menolak dinamakan gagal, Edison memprotes suatu surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal mengejar bola lampu pijar, Edison akhirnya sukses menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita tersebut diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar tersebut mengubah judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali sukses menemukan lampu yang tidak berhasil menyala, Edison akhirnya sukses menemukan lampu yang menyala”
  6. Paten kesatu yang gagal, Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison mendapat paten kesatunya guna mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya guna badan legislatif. Dengan perangkat itu, masing-masing anggota badan legislatif lumayan menggerakkan satu tombol pada mesin yang bakal merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, perangkat tersebut ditampik badan legislatif karena teknik kerjanya yang lambat.
  7. Mesin tato, Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, suatu alat yang lantas dimodifikasi Samuel O’Reilly guna menjadi mesin tato kesatu. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang kesatu.
  8. Laboratorium penelitian industri kesatu, Setelah memasarkan quadruplex telegraf yang dibeli Western Union ekuivalen $10 ribu, Edison memakai uang yang diperolehnya untuk membina sebuah lokasi yang sengaja bakal dikhususkannya guna terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey tersebut akhirnya berkembang menjadi laboratorium penelitian industri kesatu di dunia.
  9. Penyihir Menlo Park, Julukan itu didapat Edison setelah sukses menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengusung popularitasnya. Pencapaian tersebut sangat tidak disangka-sangka oleh tidak sedikit orang sampai-sampai tampak laksana sihir. Fonograf kesatunya sukses merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi suatu silinder beralur. Namun kulitas suara yang didapatkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya dapat diputar ulang sejumlah kali saja.
  10. Listrik guna semua, Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat urgen dalam pertumbuhan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang kesatu kali hadir dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang kesatu di bina di Manhattan Island, New York pada 1882.

Sejarah Lampu

Sejarah perkembangan perlampuan bermula pada puluhan abad yang lalu dari suatu penemuan manusia yang membutuhkan penerangan (cahaya buatan) untuk malam hari dengan cara menggosok-gosokan batu hingga mengeluarkan api, kemudian dari api dikembangkan dengan membakar benda-benda yang mudah menyalan hingga membentuk sekumpulan cahaya dan seterusnya samapi ditemukan bahan bakar minyak dan gas yang dapat digunakan sebagai bahan penyalaan untuk lampu obor, lampu minyak maupun lampu gas.

Baca :  contoh visi dan misi Pengertian, Manfaat, Perbedaan Visi dan Misi

Teknologi berkembang terus dengan ditemukannya lampu listrik oleh Thomas Alpha Edison pada tanggal 21 Oktober 1879 di laboratorium Edison-Menlo Park, Amerika. Prinsip kerja dari lampu listrik tersebut adalah dengan cara menghubung singkat listrik pada filamen carbon (C) sehingga terjadi arus hubung singkat yang mengakibatkan timbulnya panas. Panas yang terjadi dibuat hingga suhu tertentu sampai mengeluarkan cahaya, dan cahaya yang didapat pada waktu itu baru mencapai 3 Lumen/W (Lumen = satuan arus cahaya).



Sampai sekarang ada dua orang yang dianggap paling berjasa dalam penemuan lampu yaitu Thomas Edison dan Joseph Swan, praktis pada saat bersamaan mereka berhasil membuat lampu yang berbeda. Prinsip kerja dari lampu pijar temuan Thomas Alpha Edison ini adalah dengan cara menghubung singkatkan listrik pada filamen carbon (C) sehingga terjadi arus hubung singkat yang mengakibatkan timbulnya panas. Panas yang terjadi dibuat mencapai suhu tertentu agar filamen carbon tersebut berpijar dan mengeluarkan cahaya. Besarnya arus cahaya yang dihasilkan pada saat itu baru mencapai 3 Lumen/Watt (Lumen = satuan arus cahaya).lampu yang menggunakan tekanan rendah untuk menjaga agar filamen tidak terbakar, sedangkan yang dibuat oleh Swam yaitu menggunakan filamen karbon yang berpijar jika dilalui listrik. bola lampu tidak sepenuhnya hampadan oksigen didalamnya begitu sedikit sehingga filamen dapat menjadi sangat panas tanpa menimbulkan lidah api

Sejarah Lampu-Lampu Non-Elektrik

Sejarah Lampu non Elektrik Yang dimaksud lampu non elektrik adalah lampu yang dapat menerangi tanpa perlumenggunakan energy listrik. Lampu non elektrik pertama kali ditemukan pada tahun70.000 SM.Cara pembuatannya yaitu batu cekung, kerang, ata bahan alami apapun diisi dengan lumut.Lumut tersebut dibasahi dengan lemak binatang dan dinyalakan.Sekitar abad ke 7 SM masyarakat Yunani kuno sudah menggunakan teknologi lamputerakota untuk menggantikan obor. Kata lampu sendiri berasal dari bahasa Yunani lampas yang berarti obor

Macam Lampu yang Non-Elektrik

1. Lampu Minyak

Perkembangan selanjutnya dalam sejarah lampu terjadi di abad 18M. Saat itu manusiamenemukan alat pembakar sentral, hal ini merupakan perubahan yang signifikan pada desainlampu. Bahan bakar lampu disimpan sangat ketat di dalam besi dan sebuah pipa metal yangdapat disetel digunakan untuk mengatur intensitas pembakaran bahan bakar dan intensitascahaya yang dihasilkan.Di abad yang sama corong asap kaca kecil ditambahkan pada lampu untuk menjaga nyalaapi dan mengatur aliran udara ke nyala api tersebut

2. Bahan bakar penerangan

Jaman dahulu bahan bakar untuk lampu non elktrik adalah minyak zaitun, minyak kacang, minyak wijen, minyak paus, dan minyak-minyak lainnya. Bahan bakar tersebutdigunakan sampai akhir abad ke 18.Pada tahun 1859, pengeboran minyak petroleum mulai sering dilakukan. Alhasil lampukerosin menjadi popular. Lampu seperti ini pertama kali digunakan di Jerman. Lampu berbahan bakar batu bara dan gas mulai marak digunakan

Sejarah Lampu-Lampu Elektrik

Lampu elektrik pertama di dunia ditemukan oleh Edison, setelah berkali-kali gagal dalam percobaan. Edison mematenkan penemuannya pada 1879.Ide lampu sebenarnya sudah berusia 70 tahun sebelum Edison mematenkannya. Sir Humpry Davy adalah orang pertama yang mendemonstrasikan dua batang karbon yang memercikkan cahaya. Hanya saja, cahaya yang dihasilkan terlalu terang, seperti percikan cahaya saat mengelas besi.
Selain itu, lampu ini membutuhkan sumber listrik yang terlalu besar. Lampu Davy masih bisa Anda lihat saat ini di konser musik atau pembukaan toko baru yang meriah.
Banyak ilmuwan tertarik pada penemuan Davy. Mereka berusaha memecah cahaya yang terlalu terang itu. Salah satu caranya adalah dengan mengalirkannya melalui suatu material. Hanya saja, material tersebut akan termakan oleh listrik yang berpijar. Untuk mengatasinya maka perlu membatasi kontak antara listrik pijar dengan oksigen. Di situlah muncul ide untuk mengurungnya dalam bola.
Pada 1841, Frederick DeMoleyns mematenkan bohlam yang terbuat dari campuran platina dan karbon. Empat tahun berikutnya, J.W. Starr mematenkan bohlam vakum dengan bahan pembakar karbon. Kemudian, banyak orang berusaha memvakum bohlam menggunakan material lain, kadang dengan bentuk yang berbeda. Penemuan mereka berhasil di laboratorium tetapi tidak bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada 1878, Thomas Alva Edison bergabung dalam kompetisi pembuatan bohlam yang efektif dan efisien. Sebelumnya, Edison sudah terkenal sebagai penemu telegraf dan fonograf. Pada Oktober, dia mengumumkan bahwa dia sudah mampu mengatasi permasalahan bohlam.
Pengumuman itu terlalu dini, Edison memang sudah punya gagasannya, tetapi dia belum sempat menyempurnakannya. Bicara memang lebih mudah ketimbang melakukannya. Itulah yang terjadi. Dalam usaha menyempurnakan gagasannya, Edison gagal terus.
Edison mengajak Francis Upton, dari Universitas Princeton, bergabung dalam penelitiannya. Mereka mulai mendaftar percobaan gagal yang dilakukan orang lain dan menghindari cara-cara tersebut. Mereka juga mendaftar sifat-sifat material yang telah digunakan dan mencari material yang tepat.
Mereka menemukan bahwa pembakar yang tepat adalah material yang memiliki hambatan besar. Material dengan hambatan besar tidak menghabiskan banyak listrik. Mereka mulai menyeleksi semua material yang memiliki hambatan besar.
Pada Oktober 1879, setahun setelah pengumuman gagasannya, Edison menggunakan kapas yang dikarbonasi sebagai pembakar. Lampu itu menyala, tetapi hanya mampu bertahan 13 jam. Itulah lampu yang diklaim sebagai bohlam pertama.
Dalam pengembangannya, Edison menemukan bahwa bambu Jepang yang dikarbonasi merupakan material yang paling tepat sebagai pembakar. Material ini kemudian dikenal sebagai filamen. Bohlam yang menggunakan filamen bertahan sampai 600 jam.
Jawaban “Thomas Alva Edison” sebagai penemu bohlam tidak sepenuhnya tepat karena sudah banyak orang yang menemukan bohlam. Hanya saja, Edison menemukan bohlam yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan konsumsi listrik yang efisien.
Kini kita dapat menikmati terangnya cahaya lampu setelah berbagai ilmuwan berjuang mencatat sejarah lampu.

Jenis-Jenis Lampu Elektrik

1.Lampu Bohlam atau Pijar

Lampu pijar ialah sumber cahaya produksi yang didapatkan melalui distribusi arus listrik melewati filamen yang lantas memanas dan menghasilkan cahaya.Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut merintangi udara untuk bersangkutan dengannya sampai-sampai filamen tidak bakal langsung rusak dampak teroksidasi.
Lampu pijar dijual dalam sekian banyak macam format dan terdapat untuk tegangan (voltase) kerja yang bervariasi dari mulai 1,25 volt sampai 300 volt.Energi listrik yang dibutuhkan lampu pijar guna menghasilkan cahaya yang cerah lebih besar dikomparasikan dengan sumber cahaya produksi lainnya laksana lampu pendar dan dioda cahaya, maka secara bertahap pada sejumlah negara peredaran lampu pijar mulai dibatasi.
Di samping memanfaatkan cahaya yang dihasilkan, sejumlah pemakaian lampu pijar lebih memanfaatkan panas yang dihasilkan, contohnya ialah pemanas kandang ayam, dan pemanas inframerah dalam proses pemanasan di bidang industri.

2.Lampu Fluorescent

Karakteristik dari lampu Lampu Flourescent/TL ini, ialah mampu menghasilkan cahaya output per watt daya yang dipakai lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (incandescent lamp). Sebagai contoh, suatu penelitian mengindikasikan bahwa 32 watt lampu TL bakal mengjasilkan cahaya sebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter sementara 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamen tungsten) menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain komparasi effisiensi lampu TL dan lampu bolam ialah 53 : 16. Efisiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dipecah dengan daya listrik yang digunakan. Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp) Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah lumayan utuk mengakibatkan gas neon didalam tabung starter guna panas (terionisasi) sehingga mengakibatkan starter yang situasi normalnya ialah normally open ini bakal ‘closed’ sampai-sampai gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam situasi starter ‘closed’ ini ada aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sampai-sampai gas yang ada didalam tabung lampu TL ini terionisasi. Pada ketika gas neon di dalam tabung starter sudah lumayan dingin maka bimetal di dalam tabung starter itu akan ‘open’ kembali sampai-sampai ballast bakal menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan mengakibatkan ada lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut. Perstiwa ini bakal berulang saat gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi sarat sehingga tidak terdapat lumayan arus yang melalui filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan terlihat berkedip. Selain tersebut jika tegangang induksi dari ballast tidak lumayan besar maka walaupun tabung neon TL tersebut telah terionisasi sarat tetap tidak akan mengakibatkan lompatan elektron dari di antara elektroda tersebut

3.Lampu Halogen

Lampu halogen adakan suatu lampu pijar dimana suatu filamen wolfram disegel di dalam sampul transparan kompak yang dipenuhi dengan gas lembam dan tidak banyak unsur halogen laksana iodin atau bromin. Putaran halogen meningkatkan umur dari bola lampu dan menangkal penggelapan kaca sampul dengan mengusung serbuk wolfram dari bola lampu unsur dalam pulang ke filamen[1]. Lampu halogen bisa mengoperasikan filamennya pada suhu yang lebih tinggi dari lampu pijar biasa tanpa pengurangan umur. Lampu ini menyerahkan efisiensi yang lebih tinggi dari lampu pijar biasa (10-30 lm/W), dan pun memancarkan cahaya dengan suhu warna yang lebih tinggi

4.Lampu LED

Pak Shuji Nakamura sebagai penemu LED dengan bahan yang hampir sudah tidak digubris oleh semua peneliti lainnya, Galiun Nitrid (GaN) tahun 1991. Pada tahun 1993, Pak Nakamura kemudian sukses meciptakan LED biru komersial, menyusul LED berwarna hijau dan putih. Dan pada tahun 1995, Pak Nakamura sukses menciptakan laser biru. Dengan penemuannya Blue LED (terbaru guna penopang Blu-Ray PS3 ny SONY itu) ini dinilai telah mengerjakan revolusi di bidang elektronika dan upaya untuk penghematan enerji.
Melihat latar belakang dan serba serbi penemuannya, maka Pak Nakamura ialah benar2 “inventor sejati” dan orang yang loyal untuk perusahaannya (di tadinya ;-)). Dengan kemudahan seadanya di perusahaan kecil di Tokushima, anggapan ketakadaan prospek untuk materi yang digelutinya, dan di bawah bayang2 kompetisi pengembangan diode oleh perusahaan2 besar macam Toshiba, maka keberhasilannya sangatlah mencengangkan. “Jalan sepi” yang dilaluinya, setelah menjangkau keberhasilan, melulu diganjar bonus 20 ribu yen saja oleh perusahaannya Nichia Corporation. Padahal deviden perusahaan ini jadi berlipat ganda semenjak komersialisasi hasil temuannya ini

Share
WhatsApp chat