Pengertian Manajemen Keuangan,Tujuan,Fungsi Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Keuangan,Tujuan,Fungsi Menurut Para Ahli –  Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Pengertian Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. pengertian ini mengalami berbagai perkembangan berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan atas aset (aktiva).
Pengertian Manajemen Keuangan

 

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

 

  • James Van Horne

Pengertian manajemen keuangan menurut James Van Horne adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan serta untuk mengolah aktiva dengan tujuan semua aktivitas.

  • Weston dan Copeland

Pengertian manajemen keuangan menurut Weston dan Copeland adalah suatu fungsi, dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan adalah menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden pada suatu perusahaan.

  • Sutrisno (2003:3)

Pengertian manajemen keuangan menurut Sutrisno adalah semua kegiatan perusahaan dengan usaha-usaha untuk memperoleh dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk memakai dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.

  • Brighman dan Houston

Pengertian manajemen keuangan menurut Brighman dan Houston adalah bidang yang terluas dari tiga bidang keuangan, dan memiliki kesempatan karir yang sangat luas.

  • JF Bradley

Pengertian manajemen keuangan menurut JF Bradley adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana dan seleksi yang seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran yang bergerak ke arah mencapai tujuannya.

  • Agus Sartono (2001:6)

Pengertian manajemen keuangan menurut Agus Sartono adalah manajemen dana baik yang berkaitan dengan suatu pengalokasian dana dalam bermacam bentuk investasi secara efektif maupun suatu usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien.

  • Sonny S (2003)

Pengertian manajemen keuangan menurut Sonny S adalah kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana untuk mendapatkan dana, memakai dana, dan untuk mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahana secara menyeluruh.

  • Grestenberg

Pengertian manajemen keuangan menurut Grestenberg adalah bagaimana suatu bisnis diselenggarakan untuk memperoleh dana, cara mereka memperoleh dana, cara bagaimana penggunaan mereka dan bagaimana bisnis di distribusikan.

  • J.L. Massie

Pengertian manajemen keuangan menurut J.L. Massie adalah aktivitas operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk mendapatkan dan memakai dana yang diperlukan untuk suatu uperasi yang efektif dan efisien.

  • Bambang Riyanto

Pengertian manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto adlah suatu keseluruhan kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan suatu usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

  • Suad Husnan

Pengertian manajemen keuangan menurut Suad Husnan adalah kegiatan manajemen terhadap seluruh fungsi keuangan.

  • Liehman

Pengertian manajemen keuangan menurut Liehman adalah upaya menyediakan dana dan menggunakan dana tersebut untuk memperoleh aset (aktiva)

  • Martono dan Agus Harjito (2005:4)

Pengertian manajemen keuangan menurut Martono dan Agus Harjito adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh.

  • Husnan dan Pudjiastuti (2006)

Pengertian manajemen keuangan menurut Husnan dan Pudjiastuti adalah menyangkut semua kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan keuangan.

  • Prawironegoro (2007)

Pengertian manajemen keuangan menurut Prawironegoro adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah-murahnya dan menggunakan se-efektif, se-efisien, se-produktif mungkin untuk menghasilkan laba.

  • Farah Margaretha (2007:2)

Pengertian manajemen keuangan menurut Farah Margaretha adalah proses pengambilan keputusan tentang asset, pembiayaan dari asset tersebut, dan pendistribusian dari seluruh cash flow yang potensial yang dihasilkan dari asset tadi.

  • Wikipedia

Pengertian manajemen keuangan menurut Wikipedia adalah suatu kegiatan perencanaa, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

  • Arthur J. Keown, John D. Martin, J. William Petty dan David F. Scott, Jr

Pengertian manajemen keuangan menurut Arthur J. Keown, John D. Martin, J. William Petty dan David F. Scott, Jr adalah mengenai pemeliharaan dan penciptaan dari nilai ekonomi atau kekayaan.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan dari manajemen keuangan telah terlihat dalam proses penilaian yang dilakukan oleh pasar uang, tujuan utamanya yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham.



  • Memaksimalkan keuntungan: seorang manajer keuangan tidak menjamin keuntungan dalam jangka waktu yang panjang sebab ketidakpastian bisnis tetapi perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal bahkan dalam jangka waktu yang panjang apabila manajer keuangannya mengambil suatu keputusan keuangan yang tepat serta menggunakan keuangan perusahaan dengan baik.
  • Menjaga arus kas (cash flow): suatu perusahaan harus mempunyai arus kas yang sesuai guna membayar biaya kebutuhan perusahaan sehari-hari seperti pembelian bahan baki, pembayaran gaji karyawan, sewa, dan sebagainya. Arus kas atau cash flow yang baik tentunya akan meningkatkan keberhasilan perusahaan
  • Mempersiapkan struktur modal: seorang manajer keuangan harus dapat memutuskan rasio antara pembiayaan yang dimiliki dan keuangan yang dipinjam agar dapat seimbang.
  • Pemanfaatan keuangan yang tepat: manajer keuangan harus bisa memanfaatkan keuangan secara optimal dan perusahaan harus tidak berinvestasi keuangan perusahaan dalam proyek yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.
  • Memaksimalkan kekayaan: jadi seorang manajer keuangan mencoba agar agar memberikan dividen yang maksimal kepada pemegang saham dan berupaya dalam meningkatkan nilai pasar saham sebab nilai pasar saham secara langsung berkaitan dengan kinerja perusahaan
  • Meningkatkan efisiensi: manajemen keuangan mencoba meningkatkan efisiensi semua departemen perusahaan. Distribusi keuangan yang tepat dalam semua aspek akan meningkatkan efisiensi seluruh perusahaan
  • Kelangsungan hidup perusahaan: perusahaan harus dapat bertahan hidup pada dunia bisnis yang kompetitif seperti sekarang ini. Seorang manajer keuangan harus berhati-hati saat membuat keputusan keuangan sebab apabila salah dalam mengambil keputusan bisa saja perusahaan bangkrut atau merugi
  • Mengurangi resiko operasional: manajemen keuangan juga mencoba dalam mengurangi resiko operasional. Terdapat banyak resiko ketidakpastian dalam bisnis namun seorang manajer keuangan harus bisam mengambil langkah tepat agar dapat mengurangi resiko ini.
  • Mengurangi biaya modal: manajer keuangan harus dapat merencanakan struktur modal sedemikian rupa agar biaya modal dapat di minimalkan

 

Fungsi manajemen keuangan

  • Membuat Rencana Keuangan

Saat menjalankan sebuah bisnis tentu akan ada pengeluaran dan pemasukan yang dilakukan oleh perusahaan. Selama proses ini berlangsung, ada kalanya anda akan merugi ataupun memetik keuntungan. Saat nanti kondisi keuangan perusahaan sudah stabil, maka pihak keuangan akan melangkah lebih maju untuk membuat rencana keuangan. Pembuatan rencana keuangan ini biasanya akan melibatkan bagian internal perusahaan. Dengan membuat rencana maka pihak perusahaan bisa tahu tentang rencana perusahaan secara keseluruhan.

Baca :  Simbol-Simbol Berbahaya Bahan Kimia

 

  • Pemantauan atau Pengawasan

Selain berfungsi sebagai perencanaan, manajemen keuangan juga memiliki fungsi pemantauan. Anda yang sudah membangun dan menjalankan bisnis pasti pada akhirnya akan sampai pada titik di mana anda ingin berinvestasi lebih luas dan mengembangkan bisnis kan? Nah, proses pengembangan bisnis ini membutuhkan pengawasan sejak awal. Bagaimana cara melakukan pemantauan atau pengawasan ini? Faktanya, salah satu cara tebaik untuk melakukan pengawasan adalah melalui laporan keuangan yang dibuat dengan lengkap dan akurat.

 

  • Mengontrol atau Mengendalikan Keuangan

Fungsi manajemen keuangan ke-3 yang harus anda terapkan agar bisnis anda semakin baik adalah pengendalian keuangan. Untuk bisa mengendalikan keuangan, maka anda perlu menyusun berbagai kebijakan dan prosedur untuk mencegah terjadinya berbagai resiko kesalahan dalam pengelolaan keuangan.Dalam sistem akuntansi pendapatan atau pengeluaran yang dilakukan perusahaan akan mempengaruhi pelaporan keuangan dan jumlah pajak. Pada poin ini fungsi manajemen berupa pengendalian keuangan dibutuhkan. Beberapa cara untuk bisa mengendalikan atau mengontrol keuangan ini adalah dengan menentukan cara pendokumentasian pendapatan dan pengeluaran yang sesuai, penentuan metode pelaporan keuangan yang akan digunakan, hingga penentuan cara perusahaan untuk mengelola dana yang ada secara keseluruhan.

 

  • Mengetahui Asal Pembiayaan

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan pasti memiliki rencana pembiayaan yang akan dianggarkan di masa depan. Biasanya perusahaan bisa menganggarkan hal ini karena pengalaman di masa lalu ataupun riset yang dilakukan. Nah, bagian manajemen keuangan pada perusahaan akan melihat dari mana pembiayaan ini berasal. Mereka juga akan melihat apakah uang kas yang dimiliki sudah cukup untuk menutupi pembiayaan-pembiayaan ini? atau pihak perusahaan harus menambahkan dana dengan meningkatkan penjualan, mencari sumber dana baru, menjual aset dan lain sebagainya. Langkah-langkah yang akan diambil ini semua akan kembali pada penilaian pihak manajemen keuangan terhadap pos-pos pembiayaan yang harus ditutupi.

 

  • Pengaturan Modal Kerja

Setiap perusahaan pasti memiliki modal kerja yang meliputi arus kas, aktiva lancar hingga anggaran operasional. Nah, selama proses menjalankan bisnis ini anda harus berhati-hati dan waspada dalam melakukan pengelolaan keuangan. Kenapa? Karena mengelola keuangan dengan baik akan menjaga agar anggaran modal kerja tetap stabil dan perusahaan anda terhindar dari kebangkrutan.Dalam hal ini manajer keuangan perusahaan harus mampu menilai catatan, aset, arus kas dan komponen lain untuk melihat arus uang yang masuk dan keluar serta arus uang yang mengendap. Penilaian ini sangat penting dilakukan agar perusahaan tahu keputusan apa yang harus diambil ke depannya. Keputusan-keputusan seperti kenaikan gaji karyawan, penambahan investasi hingga penambahan aktiva tetap perusahaan harus diambil setelah perusahaan mengetahui pasti kondisi modal kerja.

 

  • Menilai Kelayakan Investasi

Dalam proses pengembangan bisnis, anda pasti akan sampai di titik di mana kemungkinan perusahaan akan berinvestasi pada perusahaan lain ataupun sebaliknya di mana perusahaan anda akan mencari investor sebagai sumber modal baru. Nah, dalam bisnis apapun, anda tidak bisa melakukan investasi dengan seenaknya. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan berinvestasi ini akhirnya diambil oleh perusahaan.Jadi pada dasarnya, manajer keuangan perusahaan akan melakukan riset tentang manajemen keuangan untuk internal bisnis ataupun calon mitra bisnis. Riset ini akan membantu pihak eksekutif perusahaan dalam mengambil keputusan untuk setuju atau menolak rencana investasi yang diajukan sesuai dengan kondisi dan kebijakan keuangan perusahaan.

PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN

1. Konsistensi (Consistency) 
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahwa terdapat manipulasi di pengelolaan keuangan.

2. Akuntabilitas (Accountability) 
Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum, yang melekat pada individu, kelompok atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan atau kewenangan yang diberikan pihak ketiga telah digunakan. NGO mempunyai kewajiban secara operasional, moral dan hukum untuk menjelaskan semua keputusan dan tindakan yang telah mereka ambil. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumberdayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

3. Transparansi (Transparency) 
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

4. Kelangsungan Hidup (Viability) 
Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat stratejik maupun operasional harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukan bagaimana organisasi dapat melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.

5. Integritas (Integrity) 
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan

6. Pengelolaan (Stewardship) 
Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui : berhati-hati dalam perencanaan stratejik, identifikasi resiko-resiko keuangan dan membuat system pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.

7. Standar Akuntansi (Accounting Standards) 
Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi

Share
WhatsApp chat