Pengertian Tujuan, Proses, Contoh Sublimasi

Di dalam zat kimia terjadi banyak proses yang ada di dalamnya. Proses yang terjadi ada yang mengubah benda padat menjadi cair, mengubah benda cair menjadi gas, mengubah gas menjadi padat, dan seterusnya.Perubahan dalam proses zat kimia tersebut memerlukan suatu metode yang tepat agar dapat di gunakan dan mendapat hasil yang di inginkan. Pada zat kimia tersebut kita harus hati-hati dalam menggunakannya karena ada beberapa zat yang membahayakan bagi kita.Di dalam melakukan perubahan di dalam kimia terdapat suatu metode yang di namakan sublimasi.

 

Pengertian Sublimasi

Sublimasi ialah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat. Bila partikel penyusun sebuah zat padat diserahkan kenaikan suhu melewati pemanasan, maka partikel itu akan berubah fasa [wujud] menjadi gas. Sebaliknya, bila suhu gas itu diturunkan dengan teknik kondensasi, maka gas bakal segera pulang menjadi padat. Pada dasarnya sublimasi diterapkan untuk mengasingkan suatu zat dari pengotornya [impurities] sehingga didapatkan zat yang lebih murni, kotoran seringkali akan terbelakang dalam wadah dampak ketidakmampuannya dalam menyublim. Syarat pemisahan gabungan dengan menggunkan sublimasi ialah partikel yang bercampur mesti mempunyai perbedaan titik didih yang besar, sampai-sampai dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi.
Sublimasi juga ditafsirkan sebagai proses evolusi zat dari fasa padat menjadi uap, lantas uap itu dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melewati fasa cair fase antara.

 

Prinsip Kerja Sublimasi

Prinsip kerja sublimasi secara umum [dalam skala industri] ialah memisahkan zat yang gampang menyublim itu dengan suatu sublimator sampai-sampai menjadi gas/uap. Gas yang didapatkan ditampung, kemudian didinginkan/dikondensasi kembali. Sedangkan teknik kerja sublimasi secara simpel [dalam skala laboratorium] ialah zat yang bakal disublimasi dimasukkan dalam cawan/gelas piala guna keperluar sublimasi, diblokir dengan gelas arloji , corong/labu mengandung air sebagai pendingin , lantas di panaskan dengan api kecil pelan-pelan. Zat padat bakal menyublim pulang menjadi uap, sementara zat penyampur tetap padat. Uap yang terbentuk sebab adanya proses pendinginan berubah lagi menjadi padat yang menempel pada dinding perangkat pendingin. Bila telah tidak terdapat lagi zat yang menyublim , dihentikan proses pemanasan dan tidak dipedulikan dingin agar uap yang terbentuk menyublim semua, lantas zat yang terbentuk dikoleksi untuk dicek kemurniannya. Bila tidak cukup murni proses sublimasi bisa diulang sampai diperoleh zat yang murni.

Tujuan Sublimasi

 

  • Untuk mendapatkan suatu zat yang murni atau beberapa zat yang murni dari suatu campuran yang disebut dengan Pemurnian.
  • Untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel analisa laboratorium.

PROSES SUBLIMASI

Diklasifikasikan menjadi 2, yaitu proses sublimasi buatan dan secara alami:

  • Proses Sublimasi Buatan

Merupakan proses sublimasi yang terjadi secara sengaja/paksa, proses ini dapat terjadi pada skala industri dan skala laboratorium.
Skala Laboratorium –> Sublimasi Kristal Iodin



Berikut ini merupakan langkah retorika proses sublimasi iodin pada skala laboratorium :
Prinsipnya : Iodin  diubah menjadi gas dengan cara memanaskan campuran bersama kotoran. Setelah iodin berubah menjadi gas, gas akan terperangkap di dalam beaker glass yang atasnya telah ditutup dengan labu didih sehingga gas iodin tidak keluar. Untuk mengubah wujud iodin yang berupa gas  menjadi padat kembali secara cepat, diperlukan proses pendinginan [kondensasi]. Pendinginan pada percobaan tersebut dilakukan dengan meletakkan beberapa potong es batu/air dingin di dalam labu didih. Hasil dari percobaan tersebut adalah adanya kapur barus yang menempel di bagian bawah labu didih yang berbentuk kerak. Pada akhirnya kotoran [impurities] akan tertinggal di dasar beaker glass karena tidak dapat menyublim.

Alat & Bahan  :

  • Beaker glass
  • Cawan porselein beserta mortir
  • labu didih berleher
  • Kaki tiga dan kassa
  • Pembakar bunsen
  • Campuran  kristal iodin yang telah ditumbuk dengan pasir/karbon aktif
  • es batu/air dingin
Baca :  Nilai - Nilai pancasila, Pengertian, Implementasi

 

Prosedur :
  • Gerus/tumbuk  iodin [kuantitas bahan sesuai keinginan  kita sendiri] sampai halus untuk memperoleh luas permukaan yang besar sehingga proses perubahan fasa berjalan lebih cepat
  • Tambahkan zat pengotor  seperti pasir maupun karbon aktif.
  • Masukkan ke dalam beaker glass lalu tutup bagian atasnya dengan cawan porselein atau labu didih yang didalamnya telah dilengkapi dengan batu es atau air dingin.
  • Susun alat dan bahan tersebut seperti pada gambar di bawah ini, nyalakan pembakar bunsen

 

  • Biarkan sampai semua iodin yang ada di dalam campuran menguap. Setelah itu matikan pembakar bunsen.
  • Amati yang terjadi pada labu didih. Akan terbentuk kerak yang menempel pada bagian bawah labu didih seperti di bawah ini.

 

Keterangan :

Hati-hati saat mengambil kerak iodin, karena uap berwarna ungu dari  iodin yang menerobos keluar dapat menimbulkan keracunan dan iritasi pernafasan bila terhirup.

Proses Sublimasi Secara Alami

Merupakan proses sublimasi yang terjadi secara natural [alami] akibat dari proses alam itu sendiri. Misalnya  sublimasi belerang yang terjadi pada kawah-kawah gunung berapi. Contohnya yakni pada kawah Gunung Ijen (ketinggian 2.386 m), Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jawa Timur. Kawah  ini selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat. Belerang tersebut dihasilkan dari hasil sublimasi gas-gas belerang yang terdapat dalam asap solfatara [asap yang berasal dari kawah] yang bersuhu sekitar 200 °C. ketika asap tersebut menuju atmosfer maka udara dingin di pegunungan akan mengkondensasi secara alami gas yang mengandung belerang.
Selanjutnya belerang yang telah padat akan menumpuk di tanah lalu terkubur secara alami membentuk deposit [endapan] yang dapat berupa batuan padat. Kemudian akibat adanya erosi [misal karena hujan dan angin] maka batuan belerang ini dapat muncul separuh bagian maupun seluruhnya dengan wujud visual batuan padat kasar berwarna kuning pucat. Biasanya deposit belerang ini dimanfaatkan oleh penambang lokal maupun industri terdekat [misalnya industri karet] melalui penggalian secara langsung.

 

Contoh Sublimasi

 

  • penguapan kapur barus
  • memisahkan kapur barus dengan zat pengotor, contohnya pasir
  • memisahkan iodin dari campurannya
  • sublimasi belerang yang terjadi di kawah gunung berapi
  • pemisahan es kering(karbondioksida padat) dengan air
Share
WhatsApp chat