Profil Biografi Rizal Ramli Ahli Ekonomi Indonesia

Profil Biografi Rizal Ramli Ahli Ekonomi Indonesia – Dikenal sebagai sosok yang tidak suka dengan penintasan, Rizal Ramli adalah politikus yang menentang Soeharto berkuasa di era orde baru. Rizal mulai mengenal dunia politik sejak berkecimpung dalam organisasi ketika duduk di bangku kuliah. Ia tercatat sebagai mahasiswa jurusan teknik fisika di ITB. Bahkan Rizal pernah dipenjara karena melotarkan kritikan yang tajam terhadap penguasa kala itu. Setelah lulus di ITB, Rizal kemudian melanjutkan pendidikan di Boston University dan mendapatkan gelar doktor ekonomi pada tahun 1990. Kecintaanya terhadap dunia ekonomi, membuatnya melahirkan sebuah organisasi bernama Econit Advisory Group yang didniminasi para ekonom. Bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam organisasi tersebut, ia kerap mengkritik kebijakan-kebijakan di era Orde Baru.
Pecinta musik klasik itu juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Bulog. Meski hanya menjabat selama 15 bulan, namun terobosanya bisa mendongkrak perekonomian Bulog. Karena “tangan dinginya” Bulog kini menjadi lebih transparan dan accountable. Karakternya yang cepat, tanggap dan berani membuatnya terpilih sebagai Menko Perekonomian ketika Gus Dur terpilih menjadi Presiden. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Menko Perekonomian, Rizal sempat membuat terobosan menghapus cross management dan corss ownership antara Indosat dan Telkom. Banyak yang menilai terobosan yang dilakukan Rizal Ramli tersebut adalah langkah yang tepat dan menguntungkan negara.
Sikap kritis sebagai aktivis dan ekonom tetap terdapat pada sosok Rizal Ramli sampai sekarang. Bahkan ketika menjadi menteri juga kadang hadir komentar pedasnya untuk pemerintah.Rizal Ramli bermunculan di Padang, Sumatera Barat, 10 Desember 1954. Ramli menikah dua kali. Pernikahan kesatu dengan Herawati Moelyono dan meninggal sebab penyakit kanker. Pernikahan kedua dengan Marijani pun meninggal dengan penyakit yang sama.Dalam hal pendidikan, Rizal Ramli terbilang beruntung. Ia dapat menyelesaikan edukasi S1-nya di jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia tergolong orang yang aktif dan kritis kala itu. Ia pernah dipenjara oleh rezim Presdien Soeharto di masa Orde Baru. Berdasarkan keterangan dari Ramli, tidak sedikit kebijakan pemerintah yang dianggapnya sudah melenceng dari cita-cita berbangsa dan bernegara.Di tengah sibuknya sebagai aktivis, dia pun menyelesaikan edukasi S3-nya di bidang ekonomi di Boston University, Amerika Serikat, pada umur 36 tahun.Setelah menemukan gelar doktor di Amerika Serikat, Ramli kembali ke Indonesia dan menegakkan ECONIT Advisory Group bareng rekan-rekan ekonom lainnya, laksana Laksamana Sukardi. Lembaga ini tetap kritis terhadap kepandaian pemerintah yang berkuasa. Di samping itu, Ramli pun berprofesi sebagai dosen Program Magister Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namanya makin bercahaya saat runtuhnya rezim Orde Baru dan timbulnya Era Reformasi pada tahun 1998. Ramli menduduki sekian banyak  jabatan strategis di pemerintahan. Pada era Presiden Abdurrahman Wahid, ia menemukan tugas berat. Rizal Ramli diusung menjadi Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog), Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan.Saat dia menjadi Kabulog terbilang berhasil. Ia juga sukses membawa keuntungan untuk Bulog walau ia melulu memimpin sekitar 15 bulan. Begitu juga takala menjadi Menko Perekonomian dirasakan berhasil. Dia mendorong penghapusan cross-ownership dan cross-management antara PT Telkom dan PT Indosat. Terobosan ini dinilai menyerahkan keuntungan untuk negara.Sayang, masa tugasnya di pemerintahan tidak lama seiring dengan runtuhnya kekuasan Presiden Abdurahman Wahid antara periode 1999-2001.Setelah bukan lagi di pemerintahan, Rizal Ramli terus menyuarakan kecemasan hatinya terhadap kepandaian pemerintah. Ia tidak jarang turun ke jalan untuk mengucapkan aspirasi rakyat yang tersumbat, mulai hal buruh, garansi sosial, sampai urusan negara. Menurutnya, Indonesia sampai kini tidak terdapat bedanya dengan masa lalu, masih saja neolib dalam mengeluarkan kepandaian yang tidak jarang kali menguntungkan kapitalis, sekaligus memasuki nasib rakyat dan buruh.Di tengah kesibukkannya, dia pun diberi jabatan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Komisaris PT Semen Gresik Tbk pada tahun 2006 sampai 2008. Pada era Presiden Jokowi dia pun diberi amanah sebagai Presiden Komisaris Bank BNI.Tak lama sesudah itu, pertengahan tahun 2015, Presiden Joko Widodo mengusung Rizal Ramli guna menjadi menteri koordinator maritim. Ini ketiga kalinya dia menjadi menteri dengan jabatan yang berbeda. Meski telah menjadi menteri, ia tetap kritis terhadap kepandaian pemerintah yang dirasakan tidak pas dengan dirinya.Saking keras kritiknya terhadap pemerintah, di antaranya membangkang rencana pembangunan reklamasi di Jakarta, ia pun terpapar gelombang reshuffle kabinet Jokowi. Posisi Rizal Ramli diganti oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Maritim 2016-2019.
Profil Biografi Rizal Ramli Ahli Ekonomi Indonesia

Biografi Rizal Ramli

Nama: Dr. Rizal Ramli
Tanggal Lahir: 10 Desember 1954
Profesi: Politikus, Ahli Ekonomi
Agama: Islam
KELUARGA
Istri                      : 1. Herawati Moelyono
                              2. Marijani (Liu Siaw Fung)
Anak                    : 1. Dhitta Puti Saraswati
                              2. Dipo Satrio Ramli
                              3. Daisy Ramli
PENDIDIKAN
S1, Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung.
S3,  Doctoral Economy,  Boston University, AS
KARIER
Pendiri ECONIT Advisory Group
Dosen Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog), 2000
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, 23 Agustus 2000 – 12 Juni 2001
Menteri Keuangan Republik Indonesia, 12 Juni 2001 – 9 Agustus 2001
Presiden Komisaris PT Semen Gresik Tbk, 2006-2008
Komisaris Utama BNI, 2015
Menteri Koordinator Maritim 2015-2016
Share
WhatsApp chat