Tugas Wewenang dan Fungsi lembaga Negara

Tugas Wewenang dan Fungsi lembaga Negara – Sebagai negara demokrasi, pemerintahan Indonesia merealisasikan teori trias politika. Trias politika ialah pembagian dominasi pemerintahan menjadi tiga bidang yang memiliki status sejajar. Ketiga bidang itu yaitu :
  1. Legislatif bertugas menciptakan undang undang. Bidang legislatif ialah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
  2. Eksekutif bertugas merealisasikan atau mengemban undang-undang. Bidang eksekutif ialah presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri yang membantunya.
  3. Yudikatif bertugas menjaga pelaksanaan undang-undang. Adapun bagian yudikatif terdiri atas Mahkamah Agung(MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Lembaga-lembaga negara Indonesia diposisikan cocok dengan ketiga bagian di depan. Di samping lembaga itu masih terdapat lembaga yang lain. Lembaga itu antara beda Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Komisi Yudisial (KY), dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Tugas Wewenang dan Fungsi lembaga Negara
Lembaga-lembaga negara laksana Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Konstitusi adalah lembaga baru. Selain tersebut amandemen UUD 1945 pun menghapuskan Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Sebagai penggantinya, Presiden menyusun suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberi nasihat dan pertimbangan pada Presiden.
Berikut ialah nama lembaga-lembaga negara hasil amandemen UUD’45, fungsi, tugas dan wewenangnya.

 

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan lembaga tertinggi di Negara Indonesia yang penetapan dan pemilihan anggotanya melalui pemilihan umum (pemilu) legislative bersamaan dengan pemilihan langsung anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sesuai dengan kedudukannya yang bersifat legislative, maka secara umum, tugas MPR adalah untuk menjaga dan mengawasi lembaga tinggi Negara yang bersifat eksekutif. MPR memiliki tugas dan wewenang tersendiri yang telah disusun di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia pasal 3 ayat 2dan pasal 8 ayat 3 tahun 1945.

Tugas dan wewenang MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat :

  • Melantik presiden dan wakil presiden dalam sidang paripurna MPR
  • Memilih dan melantik Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai habis masajabatanya.
  • Mengubah dan menetapkan UUD
  • Memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan untuk menyampaikan penjelasan dalam Sidang Paripurna Majelis;
  • Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya;
  • Memilih dan melantik Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatanya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari;
  • Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan MK untuk memberhentikan p-residen dan wakilnya dalam masa jabatanya dan wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan alasannya didalam sidang

 

Fungsi Anggota MPR RI :

 

  1. Berfungsi untuk mengubah atau mengganti Presiden yang tidak adil dalam menjalankan tugasnya.
  2. Berfungsi untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang baik, jujur, dan adil.

 

Hak-hak Anggota MPR RI :

  • menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan
  • mengajukan usul pengubahan pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • memilih dan dipilih
  • Protokoler
  • imunitas
  • membela diri
  • keuangan dan administratif.

 

Kewajiban Anggota MPR RI :

  • melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menaati peraturan perundang-undangan
  • memegang teguh dan mengamalkan Pancasila
  • mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan.
  • melaksanakan peranan sebagai wakil rakyat dan wakil daerah.
  • mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah salah satu lembaga tinggi yang ada dalam Negara Indonesia. Anggota MPR dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilihan umum langsung yang diselenggarakan dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Anggota DPR juga merupakan anggota partai politik peserta pemilu.

Tugas dan Wewenang DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) :

  • Membahas dan memberikan atau tidak memberikan persetujuan terhadap Peraturan Pernerintah Pengganti Undang-Undang
  • Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama
  • Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pajak, pendidikan, dan agama
  • Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan undang-undang.
  • Mengundang DPD pntuk melakukan pembahasan rancangan undang-undang yang diajukan oleh DPR maupun oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada huruf c, pada awal pembicaraan tingkat I
  • Menerima dan membahas usulan Rancangan UndangUndang yang diajukan oleh DPD yang berkaitan dengan bidang otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi Iainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah dan mengikut sertakan dalam pembahasannya dalam awal pembicaraan tingkat I
  • Memperhatikan pertimbangan DPD atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Rancangan Undang-Undà ng yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama dalam awal pembicaraan tingkat I
  • Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD
  • Mengajukan, memberikan persetujuan, pertimbangan/konsultasi, dan pendapat
  • Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD
  • Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
  • Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat

 

Hak-Hak Anggota DPR RI :

  • Mengajukan rancangan undang-undang
  • Menyampaikan usul dan pendapat
  • Memilih dan dipilih
  • Mengajukan pertanyaan
  • Membela diri
  • Protokoler
  • Imunitas
  • Keuangan dan administrative

 

Kewajiban Anggota DPR RI :

  • Melaksanakan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan mentaati segala peraturan perundang-undangan
  • Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah
  • Menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga yang terkait.
  • Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat
  • Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia
  • Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat
  • Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan
  • Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya
  • Mentaati kode etik dan Peraturan Tata tertib DPR

 

Fungsi Anggota DPR RI :

 

  • Legislasi

Fungsi legislasi dilaksanakan sebagai perwujudan DPR selaku pemegang kekuasaan untuk membentuk undang-undang.

  • Pengawasan

Fungsi pengawasan dilaksanakan melalui pengawasan atas pelaksanaan undang-undang serta APBN.

  • Anggaran

Fungsi anggaran dilaksanakan untuk membahas dan memberikan persetujuan atau tidak memberikan persetujuan terhadap rancangan undang-undang tentang APBN yang diajukan oleh Presiden.

3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ialah lembaga negara yang dinyatakan secara konstitusional mewakili aspirasi serta kepentingan wilayah terutama dalam pemungutan keputusan politik pada tingkat nasional. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) disusun untuk lebih mengembangkan demokratisasi di Indonesia. Dewan ini disusun untuk menampung aspirasi daerah supaya mempunyai wadah dalam mendengungkan kepentingannya dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia.
Berdasarkan keterangan diatas, maka Dewan Perwakilan Daerah dapat ditafsirkan sebagai di antara lembaga tinggi di Negara dalam jangkauan sistem ketatanegaraan Indonesia guna mewakili aspirasi masyarakat dalam pemungutan keputusan.

Tugas DPD (Dewan Perwakilan Daerah):

  • Dapat mengajukan kepada DPR rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya,serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
  • dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama.
  • ikut membahas bersama DPR dan Presiden rancangan undang-undang yang diajukan oleh Presiden atau DPR.
  • memberikan pertimbangan kepada DPR atas rancangan undang-undang tentang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.
  • menyampaikan hasil pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan undang-undang APBN, pajak, pendidikan, dan agama kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.
  • ikut membahas bersama DPR dan Presiden rancangan undang-undang yang berkaitan dengan hal sebagaimana dimaksud dalam penjelasan diatas

 

Wewenang Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) :

  • Memberikan pertimbangan kepada DPR mengenai pemilihan anggota BPK.
  • Dapat mengajukan ke DPR RUU yang terkait dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemerkaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah.
  • Memberi pertimbangan kepada DPR atas RUU PABN dan RUU yang terkait dengan pajak, pendidikan dan agama.
  • Melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU yang terkait otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah serta menyampaikan hasil pengawasan kepada DPR.
  • Menerima hasil pemeriksaan keuangan dari BPK.
  • Ikut membahas RUU yang terkait dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah.

 

Hak-Hak Anggota DPD RI :

  • Menyampaikan usul dan pendapat
  • Memilih dan dipilih
  • Membela diri
  • Protokoler
  • Imunitas
  • Keuangan dan Administratif

 

Kewajiban Anggota DPD RI :

  • Mengamalkan Pancasila
  • Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dam menaati segala peraturan perundang-undangan
  • Menjaga etika dan norma adat daerah yang diwakilinya
  • Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan
  • Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan
  • Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat
  • Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan daerah
  • Menaati kode etik dan peraturan tata tertib DPD
  • Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya

 

4. Komisi Yudisial (KY)

Komisi yudisial adalah suatu lembaga yang mempunyai sifat berdikari yang mempunyai wewewnagn di dalam menggagas pengangkatan hakim agun dan pun mempunyai wewenang beda di dalam rangka mengawal dan pun menegakkan sebuah martabat, kehormatan, keluhuran, dan pun perilaku hakim.

Komisi yudisial atau KY ini terbentuk dari UU No. 22 Tahun 2004, dengan destinasi untuk dapat mengisi harapan masyarakat akan dominasi hakim yang transparan, merdeka, serta partisipatif. Di dalam pembentukan komisi yudisial maka dimulai dengan adanya sebuah kesepakatan guna dapat mengerjakan suatu pemindahan wewenang (administrasi, organisasi,personel, dan keuangan) pengadilan dari sebuah Departemen Kehakiman dan Juga Hak Asasi Manusia Ke Mahkamah Agung.
Susunan dari anggota komisi yudisial atau KY terdiri dari pimpinan dan pun anggota. Pimpinan komisi sendiri terdiri dari seorang ketua dan seorang wakil ketua yang bisa merangkap sebagai anggota. Anggotanya sendiri ada 7 orang yang seluruh berasal dari pejabat Negara laksana akademisi hukum, hakim, praktisi hukum, dan pun anggota masyarakat. Anggota komisi yudisial dapat diusung dan di berhentikan pun oleh presiden dengan melewati persetujuan DPR.

Tugas Komisi Yudisial ( KY ) :

  • Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung
  • Mengusulkan calon hakim agung kepada DPR untuk mendapat kan persetujuan dan selanjut nya ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden
  • Menjaga dan menegakkan kehormatan, kleluhuran martabat, serta perilaku hakim.
  • Mengajukan Calon Hakim Agung ke DPR
  • Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung
  • Melakukan seleksi terhadap Calon Hakim Agung
  • Menetapkan calon Hakim Agung

 

Wewenang Komisi Yudisial ( KY ) :

 

  • Memutuskan pengangkatan hakim agung
  • Mempunyai wewenang lain dalam rangka menegakkan kehormatan,keluhuran,martabat serta perilaku hukum.

 

5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Badan Pemeriksa Keuangan merupakan suatu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang mana mempunyia wewenang mengelola dan bertanggung jawab terhadap finansial negara. BPK dalam urusan ini tergolong dalam kelompok lembaga yang berdikari dan bebas yang cocok tercantum dalam UUD 1945
Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Didalam pembentukannya, lembaga ini mempunyai sejarah tersendiri dan pun dimaksudkan untuk memiliki tugas dan wewenang.

Tugas Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK ) :

  • Memeriksa tanggungjawab tentang keuangan Negara. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada DPR
  • Memeriksa tanggung jawab keuangan Negara apakah telah digunakan sesuai yang telah disetujui DPR.
  • Memeriksa tanggungjawab pemerintah tentang keuangan Negara
  • Badan Pemeriksa Keuangan memeriksa semua pelaksanaan APBN
  • Hasil pemeriksaan BPK diberitahukan kepada DPR
  • Memeriksa semua pelaksanaan APBN
  • Pelaksanaan pemerintah dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan UU

 

Wewenang Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK ) :

  • Meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan oleh setiap orang dan atau unit organisasi yang mengelola keuangan negara.
  • Meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan pemerintah atau badan swasta sepanjang tidak bertentangan terhadap undang – undang.
  • Menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara dan kode etik pemeriksaan
  • Menilai dan/atau menetapkan jumlah kerugian Negara
  • Menentukan objek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyajikan laporan pemeriksaan.

 

Fungsi BPK

Tugas pokok BPK dibagi menjadi 3 macam fungsi yakni:

  • Fungsi Operatif: adalah pemeriksaan, pengawasan dan penyelidikian terhadap penguasaan pengurusan dan pengelolaan kekayaan negara.
  • Fungsi Yudikatif :adalah kewenangan yang menuntut perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap bendaharawan dan pegawai negeri bukan bendahara yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melainkan kewajibannya sehingag merugikan keuangan negara
  • Fungsi Rekomendatif: Yiatu memberikan pertimbangan terhadap pemerintah tentang pengurusan dan pengelolaaan keuangan negara.

 

6. Mahkamah Konstitusi (MK)

Mahkamah Konstitusi ialah salah satu pelaku dominasi kehakiman sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sementara peran MK urgen dalam mengharmoniskan hubungan antar lembaga negara yang tidak jarang berbenturan. Untuk memastikan akuntabilitas putusannya, hakim MK butuh dilengkapi kelompok berpengalaman yang bermanfaat memberikan wawasan dan pertimbangan untuk MK. Banyaknya lembaga negara baru yang hadir pasca reformasi memunculkan konflik antar lembaga yang mengganggu penyelenggaraan negara. Konflik antar lembaga negara sebetulnya dapat ditunjukkan menjadi sesuatu yang konstruktif untuk perkembangan demokrasi pada masa depan.

Makamah Konstitusi adalahsalah satu lembaga yang berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia. Dan tentang susunan MK menurut keterangan dari UU RI No. 24 Tahun 2003 Pasal 4 Ayat 1, 2, 3, 4, 5 Tentang Susunan MK yang berbunyi :



  1. Makamah Konstitusi memiliki 9 (sembilan) orang hakim konstitusi yang diputuskan dengan Keputusan Presiden.
  2. Susunan Makamah Konstitusi terdiri atas seorang Ketua merangkap anggota, seorang Wakil Ketua merangkap anggota, dan 7 (tujuh) orang anggota hakim konstitusi
  3. Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh hakim konstitusi guna masa jabatan sekitar 3 (tiga) tahun.
  4. Sebelum Ketua dan Wakil Ketua Makamah Konstitusi terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (3), rapat pemilihan ketua dan wakil Ketua Makamah Konstitusi dipimpin oleh hakim konstitusi yang tertua usianya.
  5. Ketentuan tentang tata teknik pemilihan Ketua dan Wakil Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditata lebih lanjut oleh Makamah Konstitusi.

Tugas Mahkamah Konstitusi ( MK ) :

 

  • Wajib memberi keputusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai digaan pelanggaran oleh Presiden dan Wakil Presiden Menurut UUD 1945.
  • memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945
  • memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum.
  • Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final
  • untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Ungang Dasar
Baca :  Pengertian Globalisasi dan Dampak Negatif Positif, Penyebab Menurut Para Ahli

 

Wewenang Mahkamah Konstitusi ( MK ) :

  • Menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945
  • Memutus perselisihan tentang hasil Pemilu
  • Memutus pembubaran partai politik
  • Memutus sengketa kewenangan antara lembaga-lembaga Negara, yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945

 

Kewajiban Mahkamah Konstitusi ( MK ) :

Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga:
1. Telah melakukan pelanggaran hukum berupa
a) penyuapan
b) korupsi
c) penghianatan terhadap negara
d) atau tindak pidana lainnya
2. atau perbuatan tercela, dan/atau
3. tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Hak Mahkamah Konstitusi ( MK ) :

  • Kesatuan masyarakat hukum adat (untuk pengujian UU)
  • Perorangan warga negara Indonesia (untuk pengujian UU)
  • Pemerintah (untuk pembubaran partai politik)
  • Peserta pemilihan umum, baik pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD, maupun pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden (untuk perselisihan hasil pemilu)
  • Badan hukum publik atau privat (untuk pengujian UU)
  • Lembaga negara (untuk pengujian UU dan sengketa antar lembaga)

 

Fungsi Mahkamah Konstitusi ( MK ) :

  • menjaga konstitusi guna tegaknya prinsip konstitusionalitas hukum.
  • untuk menjamin tidak akan ada lagi produk hukum yang keluar dari koridor konstitusi sehingga hak-hak konstitusional warga terjaga dan konstitusi itu sendiri terkawal konstitusionalitasnya Untuk menguji apakah suatu undang-undang bertentangan atau tidak dengan konstitusi.
  • pengujian undang-undang itu tidak dapat lagi dihindari penerapannya dalam ketatanegaraan Indonesia sebab UUD 1945 menegaskan bahwa anutan sistem bukan lagi supremasi parlemen melainkan supremasi konstitusi.

 

7. Mahkamah Agung (MA)

Mahkamah Agung (disingkat MA) ialah lembaga tinggi negara dalam sistem keatanegaraan Indonesa yang adalahpemegang dominasi kehakiman bersama-sama dengan mahkamah konstitusi. Mahkamah agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara.

Fungsi Anggota Mahkamah Agung ( MA ) :

Fungsi Peradilan
  • Sebagai Pengadilan Negara Tertinggi, MA ialah pengadilan kasasi yang bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi & peninjauan kembali guna menjaga agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah Indonesia diterapkan secara tepat, adil dan benar.
  • Berkaitan dengan fungsi peradilan adalah hak uji materiil, yaitu wewenang menguji dan menilai secara materiil peraturan perundangan dibawah Undang-undang tentang hal apakah suatu peraturan perlu ditinjau dari isinya (materinya) dan bertentangan dengan peraturan dari tingkat yang lebih tinggi (Pasal 31 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985).
  • Disamping tugasnya sebagai Pengadilan Kasasi, Mahkamah Agung berwenang memeriksa dan memutuskan pada tingkat pertama dan terakhir.

 

Fungsi Mengatur
  • Mahkamah Agung dapat mengatur lebih lanjut hal-hal yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan apabila terdapat hal-hal yang belum cukup diatur dalam Undang-undang tentang Mahkamah Agung sebagai pelengkap untuk mengisi kekurangan atau kekosongan hukum yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan (Pasal 27 Undang-undang No.14 Tahun 1970, Pasal 79 Undang-undang No.14 Tahun 1985)
  • Mahkamah Agung dapat membuat peraturan acara sendiri bilamana dianggap perlu untuk mencukupi hukum acara yang sudah diatur Undang-undang

Fungsi Pengawasan

 

  • Mahkamah Agung menjalankan pengawasan tertinggi terhadap jalannya peradilan di semua lingkungan peradilan dengan tujuan agar peradilan yang dilakukan Pengadilan-pengadilan diselenggarakan dengan seksama dan wajar serta berpedoman pada azas peradilan yang cepat, sederhana dan biaya rendah, tanpa mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara (Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-undang Ketentuan Pokok Kekuasaan Nomor 14 Tahun 1970).
  • Mahkamah Agung melakukan pengawasan, kepada penegak pengadilan serta tingkah laku para Hakim dan para pejabat pengadilan dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok kekuasaan, Kehakiman, yaitu dalam hal Memeriksa, menerima, mengadili, dan menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya dan menerima keterangan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan teknis peradilan serta memberi teguran, peringatan serta petunjuk yang diperlukan tanpa mengurangi Kebebasan Hakim (Pasal 32 Undang-Undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985).

Fungsi Administratif

 

  • Badan-badan Peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara) sebagaimana dimaksud Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang No.14 Tahun 1970 secara organisatoris, administrative dan finansial sampai saat ini masih berada dibawah Departemen yang bersangkutan, walaupun menurut Pasal 11 (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 sudah dialihkan dibawah kekuasaan Mahkamah Agung.
  • Mahkamah Agung berwenang mengatur tugas serta tanggung jawab, susunan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan Pengadilan (Undang-undang No. 35 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman).

Fungsi Nasehat

  • Mahkamah Agung berwenang meminta keterangan dari dan memberi petunjuk kepada pengadilan disemua lingkunga peradilan dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 25 Undang-undang No.14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. (Pasal 38 Undang-undang No.14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung).
  • Mahkamah Agung memberikan nasihat kepada Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka pemberian atau penolakan grasi (Pasal 35 Undang-undang Mahkamah Agung No.14 Tahun 1985).
  • Mahkamah Agung memberikan nasihat dan pertimbangan dalam bidang hukum kepada Lembaga Tinggi Negara lain (Pasal 37 Undang-undang Mahkamah Agung No.14 Tahun 1985).
  • Selanjutnya Perubahan Pertama Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 Pasal 14 Ayat (1), Mahkamah Agung diberi kewenangan untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden selaku Kepala Negara.

 

Fungsi Lain-lain
  • Selain tugas pokok untuk memeriksa, menerima dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya, berdasar Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 serta Pasal 38 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985, Mahkamah Agung juga diserahi tugas serta kewenangan lain berdasarkan Undang-undang.

 

Kekuasaan Mahkamah Agung ( MA ) :

  1. memeriksa dan memutus : a) permohonan kasasi; b) sengketa tentang kewenangan mengadili; c) permohonan peninjauan kembali putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  2. memberikan pertimbangan dalam bidang hukum baik diminta maupun tidak, kepada Lembaga Tinggi Negara.
  3. menguji secara materiil hanya terhadap peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang.
  4. memberikan nasehat hukum kepada Presiden selaku Kepala Negara untuk pemberian atau penolakan grasi.
  5. melaksanakan tugas dan kewenangan lain berdasarkan Undang-undang.

 

Hak Mahkamah Agung (MA) :

  • Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangundangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang;
  • memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan rehabilitasi.
  • mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi

 

8. Presiden

Kata presiden berasal dari Bahasa latin. Dalam Bahasa latin presiden berasal dari dua kata yakni pre dan sedere. Pre berarti sebelum dan sedere berarti menduduki. Jika ditinjau dari makna katanya santap presiden berarti sebelum menduduki. Kata menempati disini merujuk pada arti duduk yang lebih luas yakni jabatan. Presiden adalahsuatu nama jabatan sah yang dipakai untuk pimpinan sebuah organisasi, perkumpulan, perusahaan, perguruan tinggi, atau pimpinan sebuah negara. Umumnya istilah presiden dipakai untuk seseorang yang memimpin sebuah acara atau rapat atau biasa dinamakan ketua. Namun istilah ini secara keseluruhan terus berkembang menjadi istilah yang tujukan guna seseorang yang memiliki dominasi atau jabatan eksklusif. Secara lebih spesifik. Istilah presiden lebih utama dipakai untuk melafalkan nama kepala Negara sebuah negara yang menganut pemerintahan yang berbentuk Republik, baik dipilih secara langsung maupun tak langsung.
Indonesia adalahnegara yang berbentuk republik sampai-sampai sebutan guna kepala negaranya ialah Presiden Presiden Indonesia. Presiden Indonesia ialah kepala negara yang merangkap menjadi kepala pemerintahan.

Tugas Presiden :

  • Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD
  • Memegang kekuasaan yang tertinggi atas angkatan udara, laut dan darat.
  • menjalankan pemerintahannya sesuai dengan UUD dan UU.
  • memastikan apakah jajaran pemerintahannya temasuk kepolisian dan kejaksaan telah patuh kepada UUD dan UU yang berlaku.
  • Mengajukan Rancangan Undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
  • Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan terhadap RUU bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU.
  • Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa)
  • Memberi grasi, rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA (Mahkamah Agung)
  • Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR
  • Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.
  • Menyatakan perang serta membuat perjanjian dan perdamaian dengan negara lain sesuai dengan persetujuan DPR
  • Mengangkat duta dan konsul. Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR
  • Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
  • Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU
  • Meresmikan anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang dipilih oleh DPR dan memperhatikan pertimbangan DPD.
  • Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR.
  • Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR
  • Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden, Mahkamah Agung dan DPR
  • Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial dan sudah disetujui DPR

 

Kewenangan dan Kekuasaan Presiden :

  • Mengangkat duta dan konsul untuk negara lain dengan pertimbangan DPR.
  • Menerima duta dari negara lain dengan pertimbangan DPR.
  • Memberikan Amnesti dan Abolisi Rehabilitasi dengan pertimbangan dari DPR.
  • Memberikan Grasi dan Rehabilitasi dengan pertimbangan dari MA (Mahkamah Agung).
  • Menetapkan dan mengajukan anggota dari hakim konstintusi.
  • Menetapkan calon Hakim Agung yang diusulkan oleh KY / Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR.
  • Memegang kekuasaan tertinggi atas AU / Angkatan Udara, AD / Angkatan Darat dan AL / Angkatan Laut.
  • Menyatakan keadaan bahaya yang syarat-syaratnya ditetapkan oleh Undang-Undang
  • Membuat perjanjian yang menyangkut hajat hidup orang banyak atau mempengaruhi beban keuangan negara.
  • Menyatakan perang dengan negara lain, damai dengan negara lain dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR.
  • Memberi gelar, tanda jasa, tanda kehormatan dan sebagainya yang diatur oleh UU.

 

Tanggungjawab Presiden :

 

  • Membangun sebuah suksesi dengan terus menjaga kontinuitas kekuasaan, dengan memperhatikan konstitusi maupun landasan ideology pancasila.
  • Didorong untuk memperkuat konstitusi yang menjadi kontrak sosial seluruh lapisan masyarakat Indonesia. presiden dan kabinetnya bekerja keras untuk memberi kepastian kepada masyarakat, bahwa pemerintahannya tunduk dibawah konstitusi UUD 1945 ( Hasil Amandemen ).

 

Fungsi presiden sebagai kepala Negara :

  • Memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut.
  • Menyatakan kondisi bahaya, Ketentuan dan akibat kondisi bahaya ditetapkan dengan UU.
  • Dalam membuat perjanjian lainnya yang menimbulkan akibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan / atau mengharuskan perubahan atau pembentukan UU harus dengan persetujuan DPR.
  • Mengangkat Duta dan Konsul, Dalam mengangkat Duta, memperhatikan pertimbangan DPR.
  • Memberi rehabilitasi dan grasi dengan memperhatikan pertimbangan MA.
  • Memberi abolisi dan amnesti dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
  • Memberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan Hukum.
  • Dalam hal lkhwal kegentingan memaksa, Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai pengganti UU.
  • Membahas Rancangan Undang-Undang untuk mendapatkan persetujuan bersama DPR.
  • Mengkonfirmasi Rancangan Undang-Undang yang telah disetujui bersama DPR untuk menjadi UU.
  • Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
  • Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR.
  • Membentuk dewan pertimbangan yang bertugas member nasehat dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dengan Undang-Undang.
  • Mengajukan RUU APBN untuk dibahas bersama DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
  • Menetapkan dan mengajukan anggota hakim konstitusi.
  • Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang telah dipilih oleh DPR atas dasar pertimbangan DPD.
  • Menetapkan Calon Hakim Agung yang diusulkan Komisi Yudisial dan telah mendapat persetujuan DPR untuk menjadi Hakim Agung.
  • Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR.

 

Hak dan Kewaiban Presiden :

  • Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD ( Pasal 4 ayat 1 )
  • Pengangkatan dan pemberhentian menteri-menteri ( pasal 17 ayat 2 )
  • Menetapkan peraturan pemerintahan ( Pasal 5 ayat 2 )
  • Membuat perjanjian internasional lainnya, dengan persetujuan DPR ( pasal 11 ayat 2 )
  • Memegang kekuasaan yang tertinggi atas AD, AL dan AU ( Pasal 10 )
  • Memberi grasi dan rehabilitas dengan memperhatikan pertimbangan MA ( Pasal 14 ayat 1 )
  • Menyatakan keadaan bahaya ( Pasal 12 ) Mengangkat duta dan konsul ( Pasal 13 ayat 1 ).
  • Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR ( Pasal 13 ayat 2 )
  • Menerima penempatan duta Negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR ( Pasal 13 ayat 3 )
  • Memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa ( Pasal 9 ayat 1 )
  • Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR ( Pasal 14 ayat 2 )
  • Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain dengan persetujuan DPR ( Pasal 11 ayat 1 )
  • Memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dalam UU ( pasal 15 )
  • Membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden ( Pasal 16 )
  • Berhak mengajukan RUU kepada DPR ( Pasal 5 ayat 1 )

 

9. Wakil Presiden

Meski Wakil Presiden dan Menteri sama-sama bertindak sebagai “Pembantu Presiden”, namun Wakil Presiden adalah orang pertama yang akan menggantikan apabila Presiden berhalangan untuk menghadiri kegiatan atau melaksanakan tugas atau sesuatu dalam lingkup pemerintahan sehingga kedudukannya lebih tinggi dibandingkan para menteri. Selain itu, kedudukan seorang Wakil Presiden juga tidak dapat dipisahkan dengan Presiden sebagai satu kesatuan pasangan jabatan karena dipilih secara langsung melalui pemilihan umum (PEMILU).
Berikut adalah penjelasan mengenai tugas dan wewenang wakil presiden :

Tugas Wakil Presiden

  • Mendampingi Presiden menjalankan tugas-tugas kenegaraan di negara lain.
  • Membantu Presiden menjalankan tugas sehari-hari, menjalankan tugas Presiden jika Presiden berhalangan, dan menggantikan Presiden jika jabatan Presiden kosong oleh sebab-sebab tertentu yang menyebabkan Presiden tidak dapat menjalankan tugasnya atau karena Presiden menyerahkan jabatan kepresidenan (pengunduran diri) mengalami kematian saat menjabat presiden.
  • Memperhaikan secara khusus, menampung segala masalah-masalah dan mengusahakan pemecahan yang perlu, menyangkut bidang tugas kesejahteraan rakyat.
  • Melakukan pengawasan pembangunan operasional dengan bantuan departemen-departemen.

 

Wewenang utama wakil presiden

  • Sebagai Wakil Dari Presiden – Wewenang Wakil Presiden sebagai Wakil Presiden yaitu mewakili presiden dalam melaksanakan tugas dan kewajiban serta wewenang jabatan presiden dengan terlebih dahulu mendapat perintah atau diberi kuasa oleh Presiden (mandat).
  • Sebagai Pembantu Presiden – Sebagai pembantu Presiden, Wakil Presedin berwenang untuk membantu Presiden menjalankan Undang-Undang.
  • Sebagai Pengganti Presiden – Sebagai pengganti Presiden berarti Wakil Presiden tidak lagi disebut Wakil Presiden melainkan sebagai Presiden dan tidak terjadi rangkap jabatan.
  • Sebagai Jabatan Yang Mandiri – Dilihat dari prakteknya, ketika seorang Wakil Presiden diminta oleh perorangan maupun organisai sebagai pembicara atau sekedar tamu suatu cara, dalam hal ini berarti Wakil Presiden suatu kegiatan secara mandiri dan tidak memerlukan perintah atau persetujuan dari Presiden.

 

Wewenang lain dari wakil presiden

 

  • Melaksanakan tugas teknis pemerintahan sehari-hari
  • Menyusun agenda kerja kabinet dan menetapkan fokus atau prioritas kegiatan pemerintahan yang pelaksanaannya dipertanggung jawabkan kepada Presiden
  • Memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar 1945
Share
WhatsApp chat