KBBI Online Kamus besar bahasa indonesia sehari-hari

Posted on

KBBI Online – Kamus ialah buku yang berisi susunan kosakata sebuah bahasa yang dibentuk secara alfabetis dengan disertai penejalsan arti dan penjelasan lain yang dibutuhkan serta dilengkapi dengan misal pemakaian entri (KBBI, 2008:671). Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah kamus ekabahasa yang berisi mengenai makna kata yang ada dalam bahasa Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Wikipedia, Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah kamus sah bahasa Indonesia yang dibentuk oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Kedudukan kamus ini menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia baku. Undang-undang Dasar 1945 menanam bahasa Indonesia pada posisi yang amat kuat. Bab XV Pasal 36 menyatakan, “Bahasa negara merupakan Bahasa Indonesia, tidak hanya sebagai bahasa penghubung tetapi menjadi bahasa sah kenegaraan”.

Dewasa ini, kekayaan khazanah kosakata yang idealnya memiliki jumlah kata yang tidak terbatas. Ketidakterbatasan merupakan dampak dari entri kamus yang tidak jarang kali berkembang dan paling dinamis. Istilah kamus besar yang menjadi judul kamus bahasa Indonesia ini bukan semata-mata menyiratkan ukuran atau mutu fisiknya, tetapi lebih memiliki makna yang terkaitdengan banyaknya informasi yang terdapat di ekskavasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta kemajuan Indonesia. Bukan persoalan gampang bila kekayaan sebuah bahasa hingga pada masa-masa tertentu yang dibentuk dalam lema menyeluruh dengan segala nuansa maknanya. Nuansa arti diuraikan dalam format definisi, deskripsi, contoh, sinonim, atau parafrasa.

Pada ketika Indonesia menyatakan kebebasan pada tanggal 17 Agustus 1945, kata yang hendak digunakan untuk “pernyataan kemerdekaan” tersebut dalam bahasa Indonesia belum ada. Konsepnya ada, yaitu pengakuan kemerdekaan, namun istilah yang akan digunakan untuk tersebut belum ada. Peristiwa serperti tersebut tidak terdapat dalam bahasa Melayu dan bahasa wilayah seluruh Indonesia. Untuk kebutuhan tersebut, bahasa Indonesia mesti menggali sebuah kata yang dapat memenuhi konsep itu. Kita kesudahannya memilih kata proklamasi yang anda serap dari bahasa Inggris, proclamation. Pemunculan kata proklamasi adalahhasil pekerjaan pengembangan bahasa.

Sejarah KBBI

Pusat Bahasa dulunya adalah lembaga bahasa di Universiteit van Indonesia. Namun sebelum itu, lembaga bahasa berdiri di Nusantara, sekumpulan susunan kata telah lebih dulu ada. Karya leksikografi tertua dalam sejarah studi bahasa di Indonesia ialah daftar kata Tionghoa-Melayu pada mula abad ke-15 yang mengandung 500 lema (kata). Ada juga susunan kata Italia-Melayu yang dibentuk oleh Pigafetta pada 1522. Kamus antarbahasa tertua dalam sejarah bahasa Melayu ialah Spraeck ende woord-boek, Inde Malaysche ende Madagaskarsche Talen met vele Arabische ende Turcsche Woorden karya Frederick de Houtman yang diterbitkan pada 1603.

Nah, kamus ekabahasa bahasa Melayu kesatu di Nusantara ditulis oleh Raja Ali Haji. Judulnya Kitab Pengetahuan Bahasa, yakni Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang kesatu. Kamus ini keluar pada abad ke-19. Baru pada pertengahan abad ke-20, Pusat Bahasa yang masih mempunyai nama Lembaga Penyelidikan Bahasa dan Kebudayaan Universitas Indonesia mengeluarkan Kamus Umum Bahasa Indonesia atau KUBI (1953) karya Wilfridus Joseph Sabarija Poerwadarminta.

KUBI selanjutnya mengalami sejumlah revisi hingga edisi ke-5 pada tahun 1976. Tim penyusunnya yaitu Tim Bidang Perkamusan Pusat Bahasa Republik Indonesia, terdiri atas Harimurti Kridalaksana (konsultan), Sri Timur Suratman (koordinator), Sri Sukesi Adiwimarta (koordinator), serta sejumlah anggota lain merangkai dan menyesuaikan ejaannya. Seribu lema ditambahkan pada Kamus Umum Bahasa Indonesia edisi ke-5 ini.

Dari KUBI ke KBI

Setelah KBBI, sebetulnya Pusat Bahasa sempat mengeluarkan kamus yakni Kamus Bahasa Indonesia. Hanya beredar di kalangan tertentu. Sayangnya, jumlah lema dan informasi yang disajikan di dalamnya masih sedikit,

Dari KBI ke KBBI

Pusat Bahasa menyusun sebuah kesebelasan yang bertugas merangkai sebuah kamus besar. Tim ini dipimpin oleh Anton M Moeliono yang beraksi sebagai penyunting penyelia. Kamus yang diberi nama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini diterbitkan ketika Kongres Bahasa Indonesia V pada 28 Oktober 1988.
Di KBBI edisi kesatu ini terdapat tidak cukup lebih 62.100 lema. KBBI edisi kesatu dicetak ulang sekaligus merasakan empat kali revisi, yakni 1988, 1989, 1990, dan 1990.

KBBI Edisi Kedua

KBBI edisi kedua pada 1991 dibentuk di bawah pimpinan Hasan Alwi. Jumlah lema yang terdapat dalam edisi ini selama 72.000.

KBBI Edisi Ketiga

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga keluar pada 2001. KBBI ini dibentuk di bawah pimpinan Dendy Sugono. Jumlah lema yang terdapat dalam edisi ini tidak cukup lebih 78.000 dan 2.034 peribahasa. KBBI edisi ketiga ini dicetak ulang dan tiga kali direvisi, yakni pada 2001, 2002, dan 2005.

KBBI Edisi Keempat

Pada tahun 2008, Pusat Bahasa KBBI edisi keempat terbit. Di edisi keempat ini terdapat penambahan jumlah lema. Dalam edisi keempat ini, terdapat 90.049 lema yang terdiri dari 41.250 buah lema pokok dan 48.799 buah sublema. Di samping itu, peribahasa dalam edisi ini juga meningkat dua buah menjadi 2.036 buah peribahasa.

Tak cuma perkembangan jumlah lema dan sublema, KBBI edisi keempat pun mengalami perbaikan pengertian atau keterangan lema dan sublemanya. Di antaranya, peningkatan makna, perbaikan guna penulisan nama Latin fauna dan tumbuhan, evolusi urutan sublema, dan perbaikan isi lampiran.



KBBI ONLINE

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Online dikenal dengan sebutan KBBI keluar kesatu 28 Oktober 1988 ketika Pembukaan Kongres V Bahasa Indonesia. Sejak tersebut kamus tersebut sudah menjadi sumber rujukan yang diandalkan  baik di kalangan pemakai di dalam maupun di luar negeri. Setiap ada persoalan tentang kata, selalu dirasakan sebagai solusi penyelesaiannya. Di samping muatan isi, memang dibentuk tidak sekadar sebagai sumber rujukan, namun menjadi sumber ekskavasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta kemajuan Indonesia. Pada situs ini kami hanya sebagai perantara yang tidak menyimpan data apapun.Oleh sebab itu, rujukan tersebut lantas semakin mengakar di dalam kehidupan berbahasa Indonesia walaupun upaya penyempurnaan isi tidak selamanya mengimbangi pertumbuhan kosakata.

 

KBBI Online
KBBI Online










 

Share