Ayat Kursi : Sejarah Arab Arti Latin Pengertian Keistimewaan Keutamaan Kandungan

Posted on

Ayat Kursi : Sejarah Arab Arti Latin Pengertian Keistimewaan Keutamaan Kandungan – Tidak begitu banyak umat muslim mengetahui tentang keutamaan membaca ayat kursi. Jikalau begitu tentulah membuat kesadaran akan minat menghafal dan membaca ayat kursi tidak begitu intens. Kenyataan nya ayat kursi dikenal sebagai ayat yang memiliki banyak keistimewaan dan manfaat nya.Di antara surat-surat atau doa-doa lainnya, ayat kursi dinilai sebagai salah satu doa yang memiliki derajat paling tinggi. Dalam Alquran, ayat kursi merupakan bagian dari surah Albaqarah ayat ke-255.

Ayat kursi mempunyai keutamaan nya sendiri meskipun seluruh ayat dari semua surat di Alquran mulia. Keutamaan membaca ayat kursi erat kaitannya dengan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.Ayat kursi sebagai salah satu doa yang memiliki derajat paling tinggi berisi tentang keesaan Allah SWT beserta kekuasaan Allah yang mutlak. Banyak sekali arti dan makna yang terkandung dalam ayat kursi.

Membaca ayat kursi diyakini dapat memengaruhi jiwa dan keimanan hidup seseorang. Ayat tersebut diturunkan pada suatu malam setelah peristiwa hijrah di Madinah.Saat diturunkannya, beribu-ribu malaikat mengiringinya karena kemuliaan serta kebesaran firman Allah SWT. Ketika ayat kursi diturunkan, Muhammad bin Al-Hanafiyah meriwayatkan bahwa seluruh berhala yang ada di bumi berjatuhan, mahkota-mahkota para pembesar saling berjatuhan, para penguasa menjatuhkan wajah-wajah mereka ke bumi, para setan berlarian, dan para malaikat bersujud mengiringinya.

Artikel ini sangat pas bagi anda yang bertanya-tanya mengapa ayat tersebut diberi nama ayat kursi? Para ulama memaknai nama ayat kursi berbeda-beda. Namun, perbedaan-perbedaan tersebut justru saling menguatkan satu sama lain.Nama ayat kursi dapat diartikan sebagai ruangan dengan kapasitas sangat besar melebihi langit dan bumi. Kemudian sebagai pemerintahan, kekuasaan, serta kerajaan yang dimiliki Allah menjadi salah satu alasan pemberian nama ayat kursi.

Selain itu, nama “kursi” dapat dikatakan sebagai salah satu sifat Allah SWT untuk mengatur seluruh ciptaan-Nya. Sedangkan beberapa ulama berpendapat bahwa penamaan ayat kursi diartikan sebagai simbol keagungan dan kebesaran Allah SWT.Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa penamaan ayat kursi merupakan sebuah hukum-hukum Allah SWT atau pondasi kebijakan dan simbol kekuasaan yang dimiliki-Nya. Secara mutlak, turunnya ayat tersebut dapat memberikan petunjuk atas sifat-sifat Allah SWT. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Tirmidzi yang berbunyi:

لِكُلِّ شَىْءٍ سَنَامٌ وَإِنَّ سَنَامَ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَفِيهَا آيَةٌ هِىَ سَيِّدَةُ آىِ الْقُرْآنِ هِىَ آيَةُ الْكُرْسِىِّ

Artinya: “Segala sesuatu itu mempunyai puncaknya dan puncak Alquran ialah surat al-Baqarah, di dalamnya terdapat sebuah ayat pemimpin semua ayat al-quran yaitu ayat kursi.” (HR. Tirmidzi)

Sebagai ayat paling utama di Alquran, sebuah hadis riwayat Ubay bin Ka’ab mengatakan bahwa keesaan dan kekuasaan Allah terkandung di dalamnya. Arti dan makna tentang keutamaan serta manfaat ayat kursi ada di setiap kalimatnya.

Sejarah Turunnya Ayat Kursi

Sirah Turunnya Ayat Kursi Dan Keistimewaannya

Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam setelah Rasulullah saw hijrah dari kota Makkah ke Madinah. Ayat Kursi ini dibawa oleh beribu ribu Malaikat. Untuk diwahyukan kepada Rasulullah saw.

Kenapa sampai dibawa oleh beribu ribu Malaikat?

Karena Ayat ini adalah Ayat yang paling mulia didalam Al-Qur’an sehingga para Malaikat mengiringinya atas perintah Allah SWT.

Karena keagungan Ayat Kursi ini, Iblis dan Setanpun gempar, Sebab Ayat ini akan jadi penghalang usaha mereka menggoda dan menjerumuskan manusia.

Maka Rasulullah saw memerintahkan Zaid bin Tsabit (juru tulis) untuk segera mencatat dan menyebarkannya kepada seluruh ummat. Agar bisa diamalkan dalam kehidupan nyata, disebabkan keistimewaan ayat ini.

Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal. Lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang ada di depan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. Al-Baqarah 255)

Ayat Kursi adalah Ayat paling mulia didalam Al-Qur’an sebagaimana disebut dalam Hadits Rasulullah saw:

“Dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya :

“Ayat apakah yang paling agung di dalam Kitabullah (Al-Qur’an)?”

“Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” sahut Ubay bin Ka’ab.

Maka Rasulullah SAW terus mengulang-ulang pertanyaan tersebut.

Dan akhirnya Ubay bin Ka’ab menjawab,”Ayat Kursi.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda,”Engkau akan dilelahkan oleh ilmu wahai Abu Mundzir (sebutan Rasulullah kepada Ubay). Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya Ayat Kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang selalu mensucikan Al-Malik (Allah) di sisi tiang ‘Arsy.” (HR. Ahmad)

Baca :  Pengertian Contoh Hak dan kewajiban Lengkap

AYAT KURSI DAN LATIN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin :

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

Artinya :

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Kandungan Ayat Kursi

Sebagai salah satu ayat yang agung dalam Al-Qur’an, ayat kursi memiliki kandungan yang sangat detail dan mendalam. Di dalam ayat tersebut disebutkan tauhidullah (keesaan Allah), nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta keumuman ilmu dan kemampuan Allah Azza Wajalla. Hal ini terkandung dalam ayat “Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm”.

Demikian pula Allah Azza Wajalla adalah dzat yang Maha Hidup dengan kehidupan yang maha sempurna; tidak terkena ngantuk, tidak tidur, tidak mengalami kekurangan dan kelalaian, tidak mengalami kematian dan yang lainnya dari berbagai jenis jenis kekurangan. Hal ini terkandung dalam firman Allah “lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm”.

Di dalam ayat tersebut juga disebutkan tentang kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi beserta seluruh isinya, serta tidak ada seorangpun yang bisa memberikan syafaat kecuali setelah mendapatkan izin dari-Nya.

Disebutkan pula di dalamnya tentang Ilmu Allah yang melingkupi hamba-hamba-Nya, sehingga Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di depan, di belakang, serta di sekeliling hamba-hamba-Nya, baik yang mereka tampakkan atau sembunyikan. Tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan para hamba, tidak akan bisa menjangkau ilmu Allah Ta’ala, kecuali apa yang Allah tampakkan bagi mereka.

Disebutkan pula tentang Kursi Allah yang melingkupi langit dan bumi. Kursi sendiri merupakan makhluk Allah yang sangat besar, selain dari Arsy. Letaknya di atas langit yang ketujuh.

Kemudian ayat istimewa ini ditutup dengan penegasan bahwa penjagaan terhadap langit dan bumi beserta seluruh isinya, tidak memberatkan Allah Azza Wajalla sama sekali, tidak membuat Allah Azza Wajalla merasa capek dan letih. Sebab, Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Keistimewaan Membaca Ayat Kursi

Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim kita berzikir dan berdoa hanya kepada Allah SWT. Keutamaan membaca dan mengamalkan ayat kursi sungguh luar biasa, mulai dari kedudukan ayat ini sebagai pemimpin ayat Alquran, sebagai ayat paling agung, untuk mendapatkan balasan surga, pahala mati syahid, memohon perlindungan, hingga rezeki. Berikut keutamaan membaca ayat kursi dalam kehidupan.

Ayat Paling Agung dalam Alquran

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Muslim yang berbunyi:

عن أُبي هو ابن كعب أن النبي – صلى الله عليه وسلم – سأله أي آية في كتاب الله أعظم قال: الله ورسوله أعلم فرددها مرارا ثم قال: آية الكرسي قال” ليهنك العلم أبا المنذر والذي نفسي بيده إن لها لسانا وشفتين تقدس الملك عند ساق العرش   (وقد رواه مسلم .. وليس عنده زيادة والذي نفسي بيده إلخ

Artinya: “Dari Ubay bin Ka’ab, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya tentang ayat apakah yang paling agung dalam Kitabullah, beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau ulang pertanyaannya beberapa kali. Kemudian dia menjawab, “Ayat kursi.” Maka beliau mengatakan, “Selamat bagi anda wahai Abu Mundzir dengan ilmu anda. Demi yang jiwaku yang ada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat Kursi) mempunyai mulut dan dua bibir yang disucikan para Malaikat di kaki Arsy.” (HR. Muslim).

Umat muslim akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dengan membaca dan mengamalkan ayat kursi. Karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yakni pada bait Alhayyu dan Alqayyum, ayat kursi disebut sebagai ayat yang paling agung dan menjadi raja dari sebagian ayat di dalam Alquran.

Membuka Pintu Hikmah dan Rezeki

Umat muslim yang membaca Alquran akan dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Kemudian Allah akan membukakan pintu hikmah bagi siapapun yang membaca ayat kursi sebanyak 18 kali setiap harinya.

Selain itu, barang siapa yang membacanya akan dinaikkan derajatnya dan dimudahkan rezekinya oleh Allah di dunia dan akhirat. Dengan membaca ayat kursi sebanyak 18 kali sehari, Allah akan memberikan pengaruh besar sehingga orang akan senantiasa menghormatimu. Allah juga akan menjaga orang tersebut dari segala bencana yang akan menimpanya pada hari itu.

Baca :  Biografi penemu email Raymond Samuel Tomlinson dan Sejarah

Ayat Paling Diberkahi

Dengan membaca dan mengamalkan ayat kursi, umat muslim akan diberkahi, dijauhkan dari kesulitan, disingkirkan dari bencana, dan kesedihan dengan cepat.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Imam Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghozali yang memiliki arti:

Artinya: “Ayat kursi merupakan ayat yang diberkahi, tidak ada yang membukakan kesulitan, menyingkirkan bencana dan menghilangkan kesedihan lebih cepat daripada ayat kursi.” (HR. Imam Abu Hamid Bin Muhammad Al-Gozhali).

Ayat Kursi sebagai Penghulu Alquran

Keutamaan ayat kursi ialah sebagai surat yang paling unggul, paling, tinggi, dan penghulu ayat-ayat Alquran. Dengan membaca serta mengamalkan ayat kursi, Allah SWT akan menjaga umat muslim dari gangguan setan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Artinya: “Segala sesuatu pasti ada yang lebih unggul dan lebih tinggi. Sesungguhnya yang lebih unggul dan lebih tinggi dari Al-Quran adalah Surat Al-Baqarah. Dan di dalam Surat Al-Baqarah ada ayat yaitu Penghulu Ayat-Ayat Al-Quran, dialah Ayat Kursi.”

Ayat Pembuka bagi Segala Kesusahan

Bagi umat muslim yang tidak pernah berhenti berzikir dengan ayat kursi akan memperoleh banyak kemenangan dan dibukakan pintu-pintu kemudahan. Allah akan mempermudah segala hajat yang dimilikinya agar dipermudah segala urusannya.

Sesuai sabda Rasulullah SAW:

Artinya: “Barangsiapa yang belajar Ayat Kursi dan tahu hak-haknya Allah akan membuka 8 pintu syurga untuknya, masuk pintu yang mana saja dipersilahkan.”

Sebagai Pertolongan bagi Umat Muslim

Keutamaan ayat kursi ialah sebagai pertolongan bagi umat muslim. Allah SWT akan mendatangkan pertolongan bagi seseorang yang sedang dalam kesulitan. Dengan mengamalkan atau membaca ayat kursi sesudah salat wajib atau salat sunah, segala kesulitan akan hilang. Allah juga akan melindungi dan membebaskan mereka dari segala hal yang tidak diinginkan dengan membaca ayat kursi.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila engkau mendatangi tempat tidur (pada malam hari) maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu, dan setan tīdak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Bukhari).

Memudahkan Sakaratul Maut

Allah SWT akan mendatangkan sesuatu yang diinginkan dan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dengan mengamalkan ayat kursi. Bagi umat muslim yang membaca ayat kursi, akan Allah mudahkan sakaratul mautnya.

Terdapat Izmul Azham

Ayat kursi sebagai ayat yang paling agung dalam Alquran mengandung izmul azham. Apabila kamu mengamalkannya, Allah akan mengabulkan segala doa yang diminta. Dalam memenuhi kebutuhan maupun hajat lainnya, ayat kursi menjadi senjata yang paling ampuh tiada tara.

Menghapus Keburukan

Keutamaan lainnya dari ayat kursi ialah menghapus segala keburukan. Allah akan mengutus para malaikat untuk mencatat segala bentuk kebaikan dan menghapus semua keburukan umat muslim yang mengamalkan ayat kursi.

Pahala Mati Syahid

Sesuai sabda Rasulullah SAW dari HR. Hakim yang berbunyi:

من قرأ آية الكرسى دبر كل صلاة كان الذى يلى قبض روحه ذو الجلال والإكرام وكان كمن قاتل عن أنبياء الله ورسله حتى يستشهد

Artinya: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat, maka yang akan mencabut nyawanya adalah Allah sendiri dan ia bagaikan orang yang berperang bersama para nabi hingga mendapatkan mati syahid.” (HR. Hakim).

Umat muslim yang rutin membaca dan mengamalkan ayat kursi setelah salat fardu akan mendapatkan pahala mati syahid.

Dilancarkan Perkara Jodohnya

Memperoleh kelancaran dalam perkara mendapatkan jodoh bagi mereka yang belum menikan menjadi salah satu keutamaan dari ayat kursi. Allah akan mudahkan mereka mendapat jodoh yang baik dan saleh karena membaca dan mengamalkan ayat kursi.

Dihilangkan Kekafiran

Bagi orang yang rutin membaca ayat kursi secara rutin, Allah akan mendatangkan keistimewaan atau keutamaan ayat kursi sebagai penghilang kekafiran. Dengan membaca ayat kursi, Allah akan senantiasa menghilangkan segala kekafiran yang di depan mata.

Alasan Disebut Ayat Kursi

Surat Al Baqarah ayat 255 disebut ayat kursi. Mengapa disebut ayat kursi (آيَةُ الْكُرْسِىِّ) dan apa arti kursi di sini? Berikut ini penjelasannya.
Disebut ayat kursi (آيَةُ الْكُرْسِىِّ)  karena di dalam ayat 255 surat Al Baqarah ini ada kalimat (kata) kursiyyuhu (كُرْسِيُّهُ).

Lalu apa arti kursi pada ayat ini? Dalam Tafsir Al Munir, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa makna asal Al Kursi adalah Al ‘Ilmu (ilmu).

Oleh karena itu para ulama disebut juga dengan sebutan al karaasi karena mereka adalah orang-orang yang dijadikan pegangan atau sandaran.

Pendapat lain yang juga dikutip Syaikh Wahbah menyebutkan, yang dimaksud dengan Al Kursi dalam ayat 255 Surat Al Baqarah adalah keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadi tidak ada apa namanya al kursi (kursi atau tempat duduk), tidak ada al qu’ud(duduk) dan tidak ada al qaa’id (yang duduk). Hal ini seperti firman Allah dalam Surat Az Zumar ayat 67.

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Quran, 39 : 67)

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan Al Kursi di sini adalah kerajaan dan kekuasaan Allah Swt.

Baca :  Gambar & Keterangan Macam-macam tarian Mancanegara

Hasan Al Bashri berpendapat yang dimaksud Al Kursi di dalam ayat ini adalah arsy.

Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “yang benar adalah bahwa Al Kursi bukanlah arsy karena arsy lebih besar dari al kursi sebagaimana dijelaskan oleh beberapa hadits dan atsar

WAKTU UTAMA MEMBACA AYAT KURSI

  • Ketika pagi dan petang

Mengenai orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655)

  • Sebelum tidur

Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.

دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311)

  •  Setelah shalat lima waktu

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.” Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh imu, wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim no. 810)

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Hadits ini adalah dalil akan bolehnya mengutamakan sebagian Al-Qur’an dari lainnya dan mengutamakannya dari selain kitab-kitab Allah. … Maknanya adalah pahala membacanya begitu besar, itulah makna hadits.”

Apa sebab ayat kursi lebih agung? Imam Nawawi menyebutkan, para ulama berkata bahwa hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, sifat kehendak. Itulah tujuh nama dan sifat dasar yang disebutkan dalam ayat kursi. (Syarh Shahih Muslim, 6: 85)

Bagikan di Sosial Media

Leave a Reply