3 Contoh Makalah Yang baik & benar Singkat Lengkap

Posted on

Makalah menjadi urusan  yang umum di kalangan murid  atau juga  mahasiswa. Penyusunan makalah tidak jarang  kali menjadi tugas sekolah, tugas kuliah, pelajaran  Ujian Akhir, bahkan menjadi di antara  syarat kelulusan.

Pentingnya mencatat  makalah sebab  mulai digencarkannya kebiasaan  membaca, menulis, dan beranggapan  ilmiah. Umumnya, makalah mengandung  permasalahan, isu terkini, studi permasalahan  yang lantas  diteliti.

Namun, tidak tidak banyak  yang masih mempertanyakan bagaimana teknik  dan bentuk  penulisan suatu  makalah. Padahal makalah menjadi mimpi buruk  yang me sti segera ditamatkan  sebelum deadline datang menghantui.  Pada intinya, masih tidak sedikit  yang belum paham bagaimana teknik  membuat karya ilmiah yang baik dan benar.

Artikel ini akan beri panduan  Anda yang sedang bingung. Simak misal  makalah inilah  ini.

Pengertian Makalah Menurut Para Ahli

Adapun definisi makalah menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Panuti Sudjiman, Makalah dapat didefinisikan sebagai karangan prosa, bukan cerita rekaan yang membicarakan pokok tertentu. Biasanya makalah dimuat di majalah atau koran, tapi makalah bisa juga merupakan sebuah buku antologi.
  2. W.J.S Poerwadarminta, Makalah dapat didefinisikan sebagai uraian tertulis yang membahas tentang suatu rumusan masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapatkan pembahasan lebih lanjut.
  3. Tanjung dan Ardial, Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.
  4. Surakmad, Makalah dapat didefinisikan sebagai segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang sesuatu pokok permasalahan.
  5. Zaenal Arifin, Makalah dapat didefinisikan sebagai karya tulis ilmuah yang menyajikan tentang suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan pada data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.

Perbedaan Makalah dan Paper

Paper adalah suatu tulisan yang membahas topik tertentu dengan tambahan argumen yang valid juga kuat dari sisi data.

Apa itu makalah? Makalah adalah jenis karya tulis yang berisi pemikiran tentang suatu masalah dengan topik tertentu, ditulis dengan sistematis serta runtut, disertai analisis yang logis dan objektif. (Tanjung dan Ardial (2010:7))

  • Makalah terdiri dari bab perbab, sedangkan paper tidak harus memiliki bab atau dapat disampaikan lebih ringkas.
  • Makalah membahas masalah/ topik tertentu, pada dasarnya papar juga sama, tetapi menitikberatkan pada analisa masalahnya.
  • Makalah umumnya memiliki sistematika penulisan yang sudah baku, tetapi paper menyesuaikan penulis dalam penyusunannya.

Ciri-Ciri Makalah

Makalah memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali. Berikut beberapa ciri-ciri yang dimiliki makalah yang bisa diketahui:

  • Isinya adalah menjabarkan tentang seberapa besar pemahaman siswa atau mahasiswa mengenai suatu permasalahan.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
  • Berisi tentang gabungan dari beberapa referensi yang telah di filter sesuai dengan topik bahasan.

Makalah Berdasarkan Jenisnya

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang mengulas pokok kasus tertentu yang tercakup didalam ruang lingkup tertentu. Makalah termasuk dapat diambil kesimpulan sebagai karya akademis yang umumnya diterbitkan atau dipublikasikan terhadap jurnal yang bersifat ilmiah.

Serta memiliki sebuah karya tulis yang berisi anggapan tentang suatu kasus topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai anggapan yang logis dan objektif tetapi menurut Surakhmad makalah adalah segala type tugas kuliah yang mesti diselesaikan secara tertulis baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok permasalahan.

Dalam membedakan jenis makalah setidaknya ada tiga jenis yang dapat membedakan berdasarkan bagaiman cara pengerjaan dan penggunaan tata bahasa yang digunakan:

  • Makalah Dedukatif 

Pengertian Makalah dedukatif merupakan, dimana pembahasan isi laporan makalah berdasarkan dengan data primer, seperti hasil rapat, survei atau data lapangan yang benar-benar real. Dalam penggunaan jenis makalah dedukatif sering digunakan oleh mahasiswa yang sedang duduk di bangku universitas.

  • Makalah Indukatif

Dalam menyajikan makalah indukatif, laporan makalah berdasarkan data sekunder, seperti buku, tesis atau kajian teoritis lain, dalam pembuatan contoh makalah induktif biasa dilakukan oleh murid sekolah dasar.

  • Makalah Campuran

Sesuai dengan namanya, bahwa makalah campuran dibuat berdasarkan dengan data gabungan antara sekunder dan primer . Pengabungan antara data dilakukan dengan bertujuan supaya menemukan hasil dari laporan yang valid, jenis makalah campuran lebih sering dilakukan di jenjang perguruan tinggi.

Susunan Kerangka Makalah

Sebuah tubuh atau satu keseluruhan atau juga unit pasti memiliki kerangka. Tanpa kecuali dalam penyusunan makalah agar bisa dijadikan contoh makalah yang benar kerangka makalah akan dibahas dibawah ini. Selanjutnya jangan sampai salah dalam menulis makalah agar tidak banyak terjadi revisi dari guru pengampu.

1. Cover

Cover/Sampul atau juga halaman paling depan makalah memuat judul makalah serta nama penulis, logo lembaga/institusi, tempat dan tahun terbit atau tahun pembelajaran. Dalam penulisannya nama penulis ditulis dengan jelas, nama asli dan nama lengkap tanpa disingkat serta tanpa menyebutkan gelar dan juga mengunakan huruf kapital.

2. Daftar Isi

Daftar isi adalah memuat informasi halaman isi makalah. Tujuan dari ini adalah bahwa setiap bab dan sub-bab dalam makalah diberikan keterangan halaman agar memudahkan pembaca menemukan bahan yang akan dibaca. Daftar isi juga memuat daftar gambar, daftar table,daftar lampiran (jika ada).

Biasanya dalam pembuatan daftar isi harus mengedit headingnya dulu, agar nanti saat membuat daftar isi bisa dengan otomatis. Di office word juga sudah ada dan bisa menggunakan cara di menu references dan table of content. Dengan ini bisa menjadi makalah yang baik dan mungkin bisa dijadikan contoh makalah yang benar.

3. Kata Pengantar

Isi dari kata pengantar yaitu mencakup isi dari keseluruhan esensi makalah. Atau kata pengantar bisa diartikan membahas isi makalah secara menyeluruh namun umum. Hal ini perlu dilakukan agar pembaca mempunyai pandangan atau arah dari penulisan dalam makalah itu.

4. Pendahuluan

Pendahuluan adalah bahasan awal topik penelitian atau observasi di dalam makalah yang disusun oleh dan dari sudut pandang penulis. Pendahuluan tidak ditulis secara luas, namun cukup cakupan dari luarnya saja asalkan sudah mencakup esensi umum dari makalahnya.Pendahuluan juga dapat menjelaskan tentang pokok dari permasalahan awal yang ditemui.

5. Latar Belakang

Untuk lebih jelasnya disini akan dibahas lagi tentang latar belakang. Latar belakang adalah suatu hal untuk menjelaskan secara umum permasalahan yang ditemukan, serta mengapa masalah tersebut perlu untuk diteliti kemudian di analisa dalam sebuah makalah.penulisan latar belakang harus ditulis dengan sejelas-jelasnya dengan penjelasan yang umum dan juga mudah dipahami.

6. Rumusan Masalah

Untuk rumusan masalah isinya yaitu pokok dari masalah yang ditemukannya. Biasanya rumusan masalah sangat singkat dan juga padat, tidak lebih dari satu paragraph serta berisi poin pertanyaan. Biasanya Antara 2 sampai 3 pertanyaan. Untuk menjadi contoh makalah yang baik maka harus sesuai antara rumusan masalah, isi dan juga kesimpulan.

7. Tujuan Pembahasan

Sub-bab ini masih masuk dalam bab pendahuluan dan untuk bisa dijadikan contoh makalah yang baik dan benar tujuan dari pembahasan ini berisi dari jawaban rumusan masalah. Misalnya rumusan masalahnya adalah apa saja yang termasuk dalam penulisan kata. Terus isinya adalah untuk mengetahui macam dari penulisan kata.

8. Isi

Dalam bab 2 hanya berisi beberapa sub-bab berisi isi dari pembahasan. Dalam hal ini isi menjelaskan tentang permasalahan, penelitian yang dilakukan, metode penelitian, tempat dilakukannya penelitian, sasaran penelitian, serta penjabaran hasil data yang diperoleh di lapangan.

Yang perlu diperhatikan dalam bab isi agar menjadi contoh makalah yang baik dan benar adalah penulisan dengan spasi atau paragraph yang menjorok. Kan tetapi juga bile tanpa menggunakan paragraf yang menjorok tapi menggunakan enter sebagai jeda dan pengganti paragraph.

9. Bab Penutupan

Dalam bab ini terdapat sub-bab berupa kesimpulan dan saran. Agar menjadi contoh makalah yang benar maka bab ini berisi tentang harapan penulis kepada pembaca, yaitu agar penelitiannya bermanfaat bagi pembaca. Selain itu juga penulis bisa memberikan kesan dan pesan dan juga ucapan terimakasih kepada pihak pendukung penulis untuk menyelesaikan penelitiannya.

10. Kesimpulan

Kesimpulan adalah penjabaran dari hasil penelitian yang diperoleh. Dalam kata lain adalah jawaban dari rumusan masalah. Hasil penelitian didapatkan dari analisa rumusan masalah yang ditemukan, selanjutnya dianalisis menggunakan teori dan metode penelitian yang dilakukan, sehingga didapatkanlah hasil kesimpulannya.

Baca :  Pengertian Ukuran Teknik Sejarah Baseball bisbol

11. Daftar Pustaka

Halaman akhir adalah daftar pustaka mesti masih ada tambahan halaman jika menggunakan lampiran (jika ada lampirannya). Dalam daftar pustaka berisi tentang daftar dari referensi yang dicantumkan atau dipergunakannya dalam menyusun makalah tersebut. Dalam daftar pustaka biasanya paling sedikit adalah 25 referensi.

Contoh Susunan Makalah

Ada beberapa poin dan unsur dalam struktur makalah yang harus terpenuhi untuk membuat makalah yang baik dan benar, beberapa diantaranya yang harus dan wajib dalam makalah ada delapan poin, sebagai berikut ini poin-poin yang akan saya susun pada contoh makalah beberapa diantaranya.

  1. Cover (Sampul Depan)
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Bab I Pendahuluan
  5. Bab II Pembahasan
  6. Bab III Penutup
  7. Daftar Pustaka
  8. Lampiran

Sebenarnya masih ada, beberapa macam variasi dalam membuatan kerangka susunan makalah seperti motto, lampiran, lembar persembahan dan lain-lain. Namun pada dasarnya pembuatan format makalah harus ada 8 poin seperti diatas, yang selalu ada pada sebuah kerangka makalah.

Nah untuk pembahasan selanjutnya akan saya terangkan, yang berkaitan dengan contoh susunan makalah, tetapi sebelum itu harus kalian tahu terlebih dahulu yang berkaitan dengan format kertas dan sampul makalah, tidak boleh asal menggunakan kertas sembarangan dalam menjilid makalah, berikut ini kertas yang digunakan dalam membuat makalah:

  • Kertas A4 (digunakan sebagai isi tulisan dari dalam cover makalah)
  • Sampul Makalah menggunakan Kertas Buffalo Warna
  • Font : Times New Roman
  • Size : 12
  • Spasi :1,5
  • Margin
     Atas      : 4 cm
     Bawah  : 3 cm
     Kiri       : 4 cm
     Kanan  : 3 cm

Dalam penulisan isi makalah yang benar, harus ditulis minimal 10 halaman dan itu belum termasuk dari  judul makalah, daftar isi makalah, lampiran makalah dan daftar pustaka Makalah.

Anda bisa membuat pembahasan makalah dengan penjabaran yang jelas sehingga ketika seseorang membaca contoh makalah anda dapat memahami dengan jelas, tanpa ada rasa penasaran.

Cara Membuat Makalah yang Baik Dan Benar

Dalam membuat contoh susunan makalah, kamu harus memperhatikan terlebih dahulu bagian penting, yang berkaitan langsung dengan susunan pada format makalah, sehingga kalian akan bisa membuat makalah yang baik dan benar.

Kemudian tahapan apa saja yang perlu untuk persiapkan dalam menyusun sebuah contoh makalah, nah, berikut ini, beberapa bagian penting dalam menentukan sebuah makalah. yang sudah saya urutkan bedasarkan urutkannya, setidaknya kamu nanti dapat mengetahui isi makalah keseluruhan dan bagian makalah yang harus kita buat.

1. Cover Makalah

Silahkan anda tentukan judul makalahnya misalnya dengan cara berpedoman pada tugas sekolah atau kuliah. Sesuaikan dengan mata pelajaran atau mata kuliah yang sedang anda tempuh, atau tidak menutup kemungkinan juga makalah ini anda kerjakan untuk kebutuhan lainnya.

Halaman sampul depan makalah sama bersama dengan skripsi dan karya ilmiah lainnya. Setidaknya ada empat unsur yang dicantumkan di halaman depan:

  • Judul makalah
  • Logo universitas, sekolah atau institusi
  • Nama penulis makalah
  • Fakultas, jurusan, kelas atau divisi kerja beserta tahun kerja

Berikut ini contoh cover makalah, yang bisa kalian jadikan sebagai bahan refrensi dalam membuat cover pada makalah, karena faktor yang paling menonjol, dalam sebuah contoh makalah ada pada cover, jika cover makalah baik dan benar.

Maka sudah terlihat secara langsung bahwa isi makalah pasti juga akan terlihat baik pula, dan begitu pula sebaliknya juga sama, maka dari itu kalian juga harus memperhatikan cover makalah yang akan kalian buat, berikut ini contoh cover makalah yang bisa kalian gunakan sebagai ide bahan makalah.

2.Kata Pengantar Makalah

Tulislah kata pengantar dengan isi pasti akan berkaitan dengan judul makalah yang diambil, makalah disusun untuk kebutuhan apa saja dan lain-lain. Kata pengantar bisa kita anggap sebagai kata pembuka, dalam sebuah makalah.

Kata pengantar makalah yang baik berisi tentang:

  • kalimat-kalimat syukur kepada Allah SWT
  • ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan makalah
  • alasan pembuatan makalah
  • harapan dan juga kesediaan menerima kritik dan saran
  • Penutup

Itulah hal-hal yang kebanyakan dituliskan dalam kata pengantar. Namun ada juga pemakalah yang menambahkan unsur lain seperti doa-doa, kelebihan bahkan kekurangan makalah. Agar semakin faham sebaiknya kamu simak contoh kata pengantar berikut ini:

Kata pengantar makalah dapat diisi, sama seperti ucapan terima kasih, halangan dan harapan penulis sepanjang pembuatan. Jika tetap bingung, silahkan lihat cara menggunakan kata pengantar beserta contoh kata pengantar makalah yang dapat kalian kalian lihat sebagai berikut.

3.Contoh Daftar Isi Makalah

Penulisan contoh daftar isi makalah sebenarnya bisa kita buat setelah makalah sudah selesai, karena di dalamnya terdiri dari urutan isi makalah seperti judul bab lengkap beserta sub judul dan keterangan halaman berikut ini contoh daftar isi makalah.

Pasti seluruhnya udah paham. Diawal artikel ini pun terdapat daftar isi. Yakni berisi seluruh point-point yang dibahas didalam makalah yang berguna untuk memudahkan pembaca mendapatkan halaman atau judul yang dituju.

Sedikit tidak sama dari daftar ini buku atau novel, di daftar isi makalah terdapat titik-titik sebelum nomer halaman. Di Microsoft Word tersedia fitur untuk sebabkan halaman dan titik-titik berikut secara otomatis.

4. Pendahuluan Makalah

Bab I : Pendahuluan Makalah

Pada Bab I Pendahuluan Makalah biasanya dalam menuliskan latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, dengan tujuan penulisan.

1.1 Latar Belakang
Berisi mengenai sebuah alasan pemilihan tema dalam pembuatan paper atau makalah.

1.2 Tujuan
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan makalah .

1.3 Ruang Lingkup Materi
Berisi tentang ilmu atau teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dalam makalah atau paper.

5. Contoh Pembahasan Makalah

Pembahasan contoh makalah berisi tentang rangkuman kegiatan yang dperoleh dilapangan, atau pengalaman sesuai kenyataan, serta dikaitkan dengan ilmu dan teori yang sudah ada. Jika memiliki kesesuaian yang dibahas lebih lanjut biasanya hanya pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema, usulan,  saran, gagasan dan ide.

Jika dalam pembahasan makalah tidak sesuai dengan kenyataan yang berada dilapangan, maka hal seperti ini dapat ditinjau ulang kenapa dapat terjadi seperti itu. karena dalam pembahasan sebuah makalah harus bisa dijelaskan dengan baik dan rinci.

Berisi mengenai pembahasan serta penelitian yang berkaitan tentang ilmu atau teori yang sudah pernah dibahas, oleh para ahli yang berkaitan topik dan tema pembahasan pada contoh makalah atau paper yang hendak dipilih.

Pembahasan materi yang dipilih dalam pembuatan makalah harus yang dibahas secara praktis yang mudah untuk dimengerti dan teoritis yang bisa berkaitan dengan pelaku praktis teori dan ilmu tersebut bisa sesuai kenyataan dalam kehidupan keseharian.

Dalam penulisan yang diambil dan bersumber dari para ahli, jangan lupa untuk mencantumkan nama, tahun dari sumber yang kalian jadikan referensi membuat isi makalah. Jika kalian mencontoh dari sumber buku, maka tulis juga nama dan tahun buku tersebut.

Sehingga dalam penulisan daftar isi makalah dapat tertulis dengan jelas dan tidak diragukan, kalau kamu juga mengambil kutipan makalah dari orang lain, maka cantumkan pula halaman dimana kutipan tersebut kalian gunakan sebagai contoh makalah.

6. Penutup Makalah

Bab IV : Penuntup

Pada penulisan penutup makalah berisi tentang kesimpulan dan saran, bisa anda tulis apa saja yang meurut kalian poin-poin penting, berdasarkan kesimpulan atas tinjauan pustaka pada saat peninjauan penelitian yang telah kalian lakukan dan yang telah kalian pecahkan dalam rumusan masalah.

Silahkan juga dalam penulisan saran, bisa kalian lengkapi dengan penjelasan yang berkaitan sengan apa saja yang bersifat membangun, mengenai penelitian contoh makalah anda, untuk bahan koreksi jangka pendek atau juga sebagai bahan perbaikan kedepannya nanti.

4.1. Kesimpulan
Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.

4.2. Usulan Dan Saran
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.

7. Daftar Pustaka Makalah

Dalam membuat daftar pustaka makalah, biasa berisi tentang semua refrensi atau sumber isi makalah yang dgunakan dalam proses pembuatan makalah. Daftar pustaka makalah bisa berupa informasi dari buku, surat kabar, majalah dan internet.

Dalam penulisan daftar pustaka jangan sampai ada yang terlewatkan, mulai dari nama, sumber dari mana, tanggal pengambilan sumber, serta dalam penulisan daftar pustaka harus lengkap dan mengikuti dengan penulisan bahasa indonesia yang baik dan benar.

8. Lampiran Makalah

Lampiran makalah dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan, seperti lampiran yang mendukung contoh makalah ini jika memang ada.

Baca :  Pengertian Tujuan dan Isi Trikora Tri Komando Rakyat


Contoh Makalah

Makalah Tentang Pendidikan Karakter

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahnya dan tentunya nikmat sehat sehingga penyusunan makalah ini selesai sesuai dengan apa yang diharapkan. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW dan tak lupa saya ucapkan terimakasih atas semua pihak yang ikut membantu penyusunan makalah tentang pendidikan karakter. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pendidikan karakter baik itu dari sisi pengertian pendidikan karakter maupun keberadaan serta peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan sebuah bangsa khususnya Indonesia. Semoga apa yang kami sampaikan melalui makalah ini dapat menambah wawasan baik itu untuk kami pribadi sebagai penulis maupun dunia pendidikan pada umumnya.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharap adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang sudah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Makassar, 02 April 2019

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I          PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan

1.4. Ruang Lingkup

BAB II        PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pendidikan Karakter

2.2. Contoh Program Pendidikan Karakter

2.3. Peran Pendidikan Karakter

BAB III       PENUTUP

3.1. Kesimpulan

3.2. Saran

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sebagai Negara yang besar dan dengan sumber daya alamnya yang melimpah pada dasarnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu Bangsa yang maju, bermartabat dan lebih baik dari saat ini, dan itu semua dapat terwujud tentunya dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif dan memiliki visi yang jelas dan terarah untuk kemajuan Bangsa. Untuk memenuhi tujuan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tentunya pendidikan adalah faktor terpenting yang tidak dapat dipisahkan.

Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 3 (tiga) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan dari pendidikan nasional tidak saja hanya mencetak sumber daya manusia yang cerdas akan tetapi juga mampu mencetak kepribadian yang berkarakter, berakhlak, kreatif, memiliki misi visi dan bertanggung jawab serta sebagai warga negara yang baik. Kesuksesan seseorang tidak pernah lepas dari potensi yang dimiliki oleh orang tersebut, potensi dalam arti tidak saja berbicara tentang skil akan tetapi meliputi kemampuan seseorang mengimplementasikan potensi yang dimiliki untuk orang banyak, kemampuan mengelola diri dan orang lain.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ( Ali Ibrahim Akbar, 2000) mengungkapkan bahwa kemampuan teknis (Hard Skill) hanya memberikan kontribusi sekitar 20% terhadap kesuksesan seseorang, selebihnya sekitar 80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh soft skill dan itu artinya karakteristik seseorang memiliki porsi yang lebih besar sebagai penentu sukses tidaknya seseorang dimana karakteristik seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan karakter yang ia serap.

1.2. RUMUSAN MASALAH

Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antaralain :

  • Apa pengertian pendidikan karakter
  • Bagaimana Contoh program pendidikan karakter
  • Bagaimana peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

1.3. TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut:

  • Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter
  • Untuk mengetahu contoh program pendidikan karakter
  • Untuk mengetahui peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER

Pengertian karakter

Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia Karakter adalah Sifat – sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain.

Menurut (Ditjen Mandikdasmen-Kementerian Pendidikan Nasional) karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Pengertian pendidikan

Berdasarkan (UU SISDIKNAS No 20 tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pengertian pendidikan karakter

Pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilai karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai – nilai baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa. Sementar itu menurut Lickona pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai – nilai etika yang inti.

2.2 CONTOH PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER



  1. Lingkungan Sekolah

Training Guru

Program ini tujuannya adalah memberikan wawasan dan pelatihan kepada guru untuk memahami para anak didiknya dari segi psikologis yang kemudian dapat mempermudah dalam menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melaui pendekatan psikologis sehingga para anak didik dapat menyerap materi yang disampaikan tanpa adanya beban ataupun rasa takut karena perbedaan status antara guru dan siswa namun tentunya tanpa mengurangi kode etik dan norma etika dan sopan santun

Program Kurikulum Pendidikan Karakter

Program ini di khususkan untuk suksesnya pendidikan karakter di sekolah, disamping pemberian materi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para siswa.

  1. Lingkungan Keluarga

Karakter akan terbentuk dari apa yang kita lihat, kita rasakan, dan dari sebuah aktifitas yang sering kita lakukan yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan dan pada akhirnya akan menjadi sebuah kepribadian yang juga disebut dengan karakter.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki 3 hubungan yaitu hubungan dengan diri sendiri, hubungan sosial dan alam sekitar dan hubungan dengan Tuhan YME. Dari ketiga hubungan tersebut akan menciptakan pemahaman kepada anak yang selanjutnya menjadi sebuah keyakinan dan dari sebuah pemahaman tersebut akan menentukan cara anak dalam memperlakukan dunianya.

Positf atau negatif perilaku anak sangat tergantung dengan positif atau negatifnya pemahaman anak tersebut dalam memahami atau memandang sebuah permasalahan atupun objek dan segala sesuatu yang terdapat disekitarnya.

Membangun karakter anak sejak usia dini memiliki efek yang membekas dan akan tetap tertanam sampai anak itu tumbuh lebih dewasa dan mampu menjadi filter dari apa yang ia temukan di lingkungan sosial yang lebih luas yaitu masyarakat. Dari lingkungan keluarga ini lah persespsi anak akan terbentuk oleh karena itu berikanlah pemahaman yang positif terhadap baik dalam bentuk komunikasi maupun sikap dan berikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan tetap adanya kontrol yang seimbang.



2.3. PERAN PENDIDIKAN KARAKTER

Dunia pendidikan adalah sebagai instrumen penting sekaligus sebagai penentu maju mundurnya sebuah bangsa dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan pendidikan karakter. Keduanya merupakan satu kesatuan yang seharusnya berjalan seiring dan berimbang karena seperti yang sudah diungkapkan pada bab pendahuluan bahwa kesuksesan seseorang 80% ditentukan dari karakteristik seseorang apakah mampu mengelola potensi yang dimiliki serta mampu mengelola orang lain. Makna dari mengelola tentunya bersifat psoitif yaitu mampu bekerjasama dan mengimplementasikan potensi yang dimiliki dalam sebuah tindakan yang kreatif.

Kemajuan suatu bangsa tidak akan tercapai hanya dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan orang-orang cerdas tanpa didukung dengan kepribadian yang positif. Di sinilah peran pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif dan berpepribadian yang luhur agar mampu mengelola sumber kekayaan alam sesuai dengan semestinya yaitu untuk membangun sebuah bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi atau tangguh dalam militer akan tetapi tidak mencerminkan bangsa yang bermartabat melainkan menjadi bangsa yang besar, mandiri dalam segala aspek dan bangsa yang berbudaya luhur dan bermartabat.

BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang mencakup tentang pendidikan karakter yaitu bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk pengembangan pendidikan karakter melalui berbagai program baik itu yang ditujukan kepada para pengajar maupun kepada para anak didik atau siswa.

Pendidikan karakter suatu sistem untuk menanamkan nilai nilai kpribadian yang luhur yang meliputi hubungan terhadap diri sendiri, terhadap lingkungan sekitar dan hubungan terhadap Tuhan YME dimana semua itu terbentuk dari sebuah pemahaman terhadap apa yang dilihat, dirasa, dan didengar.

Baca :  Contoh Sumber Energi Alternatif pengertian Menurut para ahli

Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk meningkatkat kualitas dari pendidikan itu sendiri untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif , berahlak dan memiliki kepribadian yang positif agar mampu mengelola dan mengambil peran dalam membangun bangsa yang bermartabat.

3.2. SARAN

Pemerintah adalah sebagai kontrol dunia pendidikan karena dari sinilah masa depan bangsa di tentukan, guru sebagai pendidik sudah sepantasnya dapat menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melalui pendekatan psikologis agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kekeluargaan dan yang terakhir adalah orang tua sebagai orang terdekat dan merupakan tempat pertama seorang anak mengenal lingkungan hendaknya memberikan contoh yang positif dalam keseharian baik dalam bentuk sikaf maupun komunikasi yang bersidat searah dan dua arah.

Contoh Makalah Penelitian

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia adalah negara dengan potensi pertanian yang luar biasa. Tomat adalah salah satu hasil pertanian yang melimpah. Data BPS tahun 2012 menunjukkan bahwa tomat merupakan komoditas holtikultural dengan laju produktivitas menempati posisi kedua.

Posisi pertama adalah dari komoditas bawang merah. Laju produksi akan tomat tinggi karena kebutuhan masyarakat akan tomat juga tinggi. Tuntutan akan kualitas tomat yang bagus semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia atau pun mancanegara.

Namun, saat ini, proses pemilihan tomat masih menggunakan cara manual. Cara ini memiliki beberapa kelemahan, di antaranya membutuhkan waktu yang lama, kondisi psikologis pemilih yang berbeda, keterbatasan visual pemilih, sehingga hasil tomat yang dipilih pun tidak konsisten dalam hal kualitas. Apalagi jika cara ini masih dilakukan di sebuah perkebunan yang besar di saat masyarakat sangat membutuhkan tomat untuk kesehariannya.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan bisa menjadi solusi akan hal ini. Gambar atau citra tomat bisa digunakan sebagai langkah awal untuk menciptakan sebuah sistem yang bisa mengklasifikasikan kualitas tomat. Dengan demikian, implementasi cara manual sebelumnya bisa ditambah atau bahkan digantikan dengan cara baru menggunakan teknologi.

Metode yang digunakan yaitu Convolutional Neural Networks (CNN). CNN dipilih karena kualitas analisisnya begitu bagus. Pada penelitian ini menggunakan package Keras pada software Rstudio.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana implementasi metode CNN untuk klasifikasi kualitas buah tomat?
  2. Bagaimana hasil pengklasifikasian yang didapatkan?

Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui cara implementasi metode CNN dalam hal klasifikasi kualitas buah tomat.
  2. Mengetahui hasil klasifikasi yang dilakukan.

Manfaat Penelitian

  1. Diperoleh suatu cara baru untuk klasifikasi buat tomat dengan bantuan teknologi.
  2. Diperoleh suatu pengembangan algoritma analisis pengolahan citra baru.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian 280 citra tomat.

Variabel

Variabel yang digunakan adalah citra tomat dengan kualitas bagus dan tidak.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

  1. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan adalah histogram gambar dan metode CNN.

  1. Hasil dan Pembahasan

Ada beberapa proses yang dilakukan dalam menyelesaikan penelitian ini, antara lain adalah melakukan pengumpulan data citra, melakukan persiapan sebelum citra digunakan untuk dianalisis, serta melakukan pelatihan model dengan menggunakan metode CNN. Selanjutnya, dilakukan pengujian model dengan mengubah parameter-parameter yang digunakan, sehingga diperoleh hasil yang paling baik.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian, adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan adalah :

  • Implementasi metode CNN baik untuk melakukan klasifikasi citra tomat.
  • Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 90% tomat berhasil dilakukan klasifikasi dengan benar.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :

  • Data citra tomat yang digunakan lebih banyak lagi agar sistem yang dibuat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Spesifikasi teknologi yang digunakan lebih tinggi. Misalnya dengan menggunakan komputer dengan Random Access Memory (RAM) yang tinggi dan Graphics Processing Unit (GPU).

 

DAFTAR PUSTAKA

Shafira. Iin, et.al. Citra Tomat. Tugas Akhir. Sekolah Tinggi Statistika

Ara, Tiara. Metode CNN. Diakses pada tanggal 28 Januari 2018 pukul 08.08 WIB darihttp://contohaja.pdf

Contoh Makalah Pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Salah satu cita-cita bangsa Indonesia sejak merdeka adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Upaya mewujudkan cita-cita tersebut yaitu melalui pendidikan. Melalui pendidikan, harapannya akan mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkualitas, unggul, dan akan menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia.

Pemerintah telah menyusun sistem di Indonesia sedemikian rupa sehingga terbentuknya sistem seperti saat ini. Ada beberapa jenjang pendidikan formal yang biasanya ditempuh, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Setiap jenjang ini akan menjadi landasan untuk bisa melangkah ke jenjang selanjutnya.

Ada pula pendidikan untuk masyarakat dengan berbagai kekurangan seperti memiliki kelainan fisik dan mental, tinggal di daerah terpencil, mengalami bencana alam/sosial. Pendidikan ini berupa pendidikan khusus, layanan khusus, dan pendidikan jarak jauh.

Selain itu, pemerintah bahkan mengalokasikan dana untuk sektor pendidikan sekitar 444 triliun pada tahun 2018 ini. Biaya yang dialokasikan semakin bertambah untuk dari tahun sebelumnya. Bantuan lain seperti BSM, program Kartu Indonesia Pintar, Dana BOS, bahkan beasiswa juga diberikan untuk para pelajar Indonesia.

Namun, tidak hanya berhenti di pendidikan formal saja. Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dikatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Maka, penting untuk diketahui bagaimana membentuk kepribadian berkarakter pada anak bangsa. Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai pentingnya pendidikan karakter.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana peranan pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa?
  2. Bagaimana pendidikan karakter di Indonesia?

Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui peranan pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa.
  2. Mengetahui pendidikan karakter di Indonesia.

Manfaat Penelitian

  1. Sebagai himbauan mengenai pentingnya penerapan pendidikan karakter.
  2. Sebagai penerapan pendidikan karakter di Indonesia.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan bentuk suatu tindakan yang mendidik dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang mencakup berbagai pengetahuan seperti kesadaran, kemauan, kesadaran, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Tujuan pendidikan karakter yaitu untuk melatih diri dalam membentuk pribadi individu yang lebih baik.

Contoh Program Pendidikan karakter

Program pendidikan karakter sudah banyak dimasukkan ke dalam lingkungan keluarga dan pendidikan formal. Contoh pendidikan karakter di lingkungan keluarga antara lain adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan pemahaman positif pada anak sejak usia dini, serta membiasakan anak untuk bersosialisasi dengan warga sekitar dan lingkungan di luar rumah.

Sedangkan contoh pendidikan karakter di lingkungan pendidikan formal seperti di sekolah antara lain adalah dengan menciptakan kondisi yang aman, nyaman, dan menanamkan nilai-nilai karakter berlandaskan agama dan budaya bangsa. Di samping itu, diadakan program training untuk guru, workshop therapy bimbingan mental untuk siswa, serta sesi seminar khusus untuk orangtua siswa.



Peranan Pendidikan Karakter  

Pendidikan karakter dalam membangun peradaban bangsa sangat digencarkan sampai saat ini. Pendidikan karakter menggambarkan kearifan dan keberagaman nilai-nilai agama serta budaya. Pendidikan karakter tidak hanya sekadar simbol semata, tetapi bisa membangun peradaban bangsa melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini.

Pendidikan Karakter di Indonesia

Implementasi pendidikan karakter di Indonesia baru bisa dilihat dimulai dari kegiatan-kegiatan kecil yang kemudian akan berproses, sehingga terciptanya kondisi yang menggambarkan peradaban bangsa yang santun dan damai. Adapun beberapa contoh pendidikan karakter yang sudah terlihat antara lain seperti :

  • Menunjukkan sikap sopan.
  • Menunjukkan sikap mandiri.
  • Menunjukkan sikap percaya diri.
  • Menghargai karya seni dan budaya nasional.
  • Menunjukkan rasa toleransi antar suku, budaya, ras, dan agama.
  • Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dan generasi penerus bangsa.
  • Memahami hak dan kewajiban sebagai anak yang berbakti kepada orang tua.
  • Meningkatkan budaya membaca.
  • Menjaga dan bertanggungjawab atas lingkungan.
  • Menunjukkan kepribadian yang berpikir logis, kreatif, kritis, dan inovatif.

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian, adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan adalah :

  • Pendidikan karakter merupakan salah satu cita-cita bangsa yang akan terus diperjuangkan.
  • Pendidikan karakter sangat berpengaruh terhadap peradaban bangsa.
  • Implementasi pendidikan karakter di Indonesia akan terus digencarkan di segala lini kehidupan.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :

  • Diperlukan niat dan tekad yang kuat untuk mengimplementasikan pendidikan karakter.
  • Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan harus berperan aktif dalam mewujudkan peradaban bangsa yang baik melalui pendidikan karakter.

Bagikan di Sosial Media