Pengertian Olahraga Bulu Tangkis : Sejarah Teknik Ukuran Aturan

Posted on

Permainan bulu tangkis sangat populer di kalangan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua. Olahraga ini termasuk dalam kategori olahraga atletik dan telah menjadi salah satu kompetisi yang diadakan dalam Olimpiade. Selain itu, bulu tangkis juga sering dijadikan ajang kompetisi di berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi bulu tangkis di Indonesia melibatkan persaingan antar daerah, kecamatan, provinsi, bahkan antar negara. Pasti Anda mengenal beberapa tokoh terkenal dalam dunia bulu tangkis Indonesia yang telah mencatatkan prestasi gemilang di negeri ini. Mereka telah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih sejumlah medali emas dan perak yang mengesankan.

Indonesia telah melahirkan banyak pemain bulu tangkis profesional yang terkenal saat ini, seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simun Santoso, dan masih banyak lagi pemain bulu tangkis baik dalam nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran yang terus menjaga keunggulan dalam olahraga ini.

Pengertian Olahraga Bulu Tangkis

Olahraga bulu tangkis adalah salah satu cabang olahraga yang populer dan mendunia. Dikenal dengan sebutan “badminton” di banyak negara, olahraga ini memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi salah satu cabang olahraga favorit di berbagai tingkatan usia. Artikel ini akan membahas pengertian dasar olahraga bulu tangkis, termasuk aturan, tujuan, dan manfaatnya.

Bulu tangkis adalah olahraga yang dimainkan oleh dua pemain (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda), yang saling beradu keterampilan di lapangan yang dibatasi oleh jaring di tengahnya. Tujuan utama permainan adalah mencetak poin dengan cara menghantarkan bulu (shuttlecock) melintasi jaring ke area lawan, sehingga lawan tidak dapat mengembalikannya. Bulu tangkis memadukan unsur-unsur kecepatan, kelincahan, kekuatan, dan taktik.

Pengertian Bulu Tangkis Berdasarkan keterangan dari Para Ahli

  • Berdasarkan keterangan dari Depdikbud (1978/1979: 129) mengaku bulutangkis ialah cabang olahraga yang tergolong ke dalam kumpulan olahraga permainan, bisa dimainkan di dalam maupun di luar ruangan di atas lapangan yang diberi batas dengan garis-garis dalam ukuran yang panjang dan lebar yang telah ditentukan.Lebih lanjut menurut keterangan dari Depdikbud (1978/1979: 129) lapangan dipecah dua sama besar dan diceraikan oleh net yang terenggang di tiang net yang di tanam di pinggir lapangan.
  • Sedangkan menurut keterangan dari Grice Tony (1996: 1) Permainan badminton adalah salah satu cabang olahraga yang familiar di dunia. Olahraga ini unik minat sekian banyak kelompok umur, sekian banyak tingkat ketrampilan, baik lelaki maupun perempuan memainkan olahraga ini di dalam atau di luar ruangan guna rekreasi pun sebagai persaingan.Bulutangkis ialah olahraga yang dimainkan dengan menggunakan, net, raket dan shuttlecock dengan kiat pukulan yang bervariasi mulai dari yang relatif lambat hinggga paling cepat di sertai dengan gerakan tipuan.
  • Berdasarkan keterangan dari Herman Subardjah (1999: 13) permainan badminton adalahpermainan yang mempunyai sifat individu yang bisa di kerjakan dengan teknik satu orang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang. Dalam urusan ini permainan badminton mempunyai destinasi bahwa seseorang pemain berjuang menjatuhkan shuttlecock di wilayah permainan lawanan dan berusaha supaya lawan tidak bisa memukul shuttlecocok dan menjatuhkan di wilayah sendiri.
  • Berdasarkan keterangan dari M.L Johnson (1984: 5) badminton atau bulutangkis dapat disebutkan sebagai olahraga hiburan dan pertandingan yang di gemari tua muda di semua dunia. Tidak bisa di pungkiri bahwa permainan olahraga bulutangkis selain guna olahraga dapat pun di jadikan di antara objek yang memiliki tidak sedikit manfaat. Contohnya laksana dalam kenyataan, badminton dapat dijadikan hiburan untuk sekelompok orang yang tidak memiliki tidak sedikit waktu guna bertemu. Dengan adanya bulutangkis, semua pemainnya bisa saling berinteraksi sampai-sampai akan terjadi komunikasi yang akhirnya bisa nenjadi sebuah hubungan yang berkelanjutan dalam urusan di luar lapangan misalnya dalam urusan bisnis.

Sejarah Bulu Tangkis

Permainan bulu tangkis, yang juga dikenal dengan nama badminton, memiliki sejarah yang berakar di India dengan nama “Poona.” Namun, permainan ini tidak berkembang di India. Malah, perwira perang Inggris membawa bulu tangkis ini ke Inggris, dan permainan tersebut pertama kali dimainkan secara resmi di Badminton House, Gloucestershire, tempat tinggal Duke of Beaufort.

Pada tahun 1934, didirikan Federasi Bulu Tangkis Dunia (IBF). Saat itu, anggota IBF terdiri dari beberapa negara, termasuk Inggris, Denmark, Perancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, dan Wales. Sir George Thomas dari Inggris terpilih sebagai ketua IBF.

Pada tahun 1949, diadakan pertandingan beregu putra untuk memperebutkan Piala Thomas, yang dinamai dari Sir George Thomas. Kemudian, pada tahun 1957, diadakan pertandingan beregu putri untuk memperebutkan Piala Uber, yang dinamai dari Ny. Betty Uber. Kedua piala ini diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.

Di Indonesia, badminton disusun sebagai olahraga pada tanggal 5 Mei 1951 dengan pembentukan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Prestasi cemerlang Indonesia dalam badminton mencapai puncaknya pada tahun 1968, ketika Rudi Hartono memenangkan gelar juara dunia tunggal putra untuk pertama kalinya bagi Indonesia.

Permainan bulu tangkis melibatkan penggunaan raket dan shuttlecock yang dipukul melalui net. Permainan ini dapat dimainkan dalam berbagai format, termasuk tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Setiap pertandingan terdiri dari tiga set, tetapi jika seorang pemain atau pasangan memenangkan dua set pertama secara langsung, maka set ketiga tidak perlu dimainkan.

Berikut secara detail :

Sejarah bulu tangkis, yang juga dikenal dengan nama badminton, merupakan kisah perkembangan olahraga raket yang menarik dan berakar sejak berabad-abad yang lalu. Berikut adalah detail sejarah bulu tangkis dari awal mula hingga menjadi olahraga internasional yang disukai:

Asal Mula di India:

  • Asal usul bulu tangkis dapat ditelusuri ke India pada abad ke-18. Awalnya, permainan yang disebut “Poona” dimainkan di lapangan terbuka dengan menggunakan tangan untuk menghantarkan bola.
  • Poona adalah permainan yang melibatkan bola kecil dan jaring yang terbuat dari tali.
  • Pengenalan di Inggris:
  • Selama era kolonial, tentara Inggris yang bertugas di India membawa permainan Poona kembali ke Inggris pada pertengahan abad ke-19.
  • Permainan ini mulai dimainkan di Badminton House, Gloucestershire, Inggris, dan akhirnya dikenal dengan nama “badminton.”

Perkembangan Pertama:

  • All England Championship, turnamen bulu tangkis pertama di dunia, pertama kali diadakan pada tahun 1873 di Guildford, Inggris. Turnamen ini membantu mempopulerkan olahraga ini.
  9 Sejarah Biografi Walisongo Gambar Penjelasan Cara Berdakwah

Aturan dan Organisasi:

  • Pada tahun 1877, aturan dasar pertama untuk badminton dibuat. Aturan ini mencakup aspek-atribut permainan, seperti pemilihan aturan untuk gim tunggal dan ganda serta ukuran lapangan.
  • Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation) didirikan pada tahun 1934, yang menjadi otoritas dalam mengatur aturan dan kompetisi bulu tangkis di tingkat internasional.

Penyebaran Global:

  • Bulu tangkis mulai menyebar ke negara-negara Eropa pada awal abad ke-20, terutama di Denmark dan Skotlandia. Kompetisi bulu tangkis antarnegara pun semakin berkembang.
  • Selama tahun 1930-an, pertandingan internasional resmi antara negara-negara mulai digelar, membuka jalan bagi perkembangan kompetisi internasional.

Olimpiade dan Prestasi:

  • Bulu tangkis diakui sebagai cabang olahraga resmi dalam Olimpiade pada tahun 1992, dengan nomor tunggal dan ganda. Pada tahun 1996, nomor ganda campuran juga ditambahkan ke program Olimpiade.
  • Pemain-pemain bulu tangkis dari berbagai negara telah mencapai prestasi luar biasa di berbagai tingkatan kompetisi, termasuk All England Championship dan Olimpiade.

Sejak awal mula permainan “Poona” di India hingga perkembangannya menjadi olahraga badminton modern, sejarah bulu tangkis menunjukkan evolusi yang mengesankan. Olahraga ini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang paling populer di dunia, dengan pemain-pemain terbaiknya yang meraih prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional. Sejarah bulu tangkis terus berkembang dan menginspirasi generasi berikutnya untuk menjadikan olahraga ini sebagai bagian penting dari kehidupan mereka.

Perlengkapan Bulu Tangkis

a. Ukuran Lapangan Bulu tangkis Panjang Lapangan Bulu Tangkis = 13.40 m Lebar Lapangan Bulu Tangkis = 6.10 m Bentuk Lapangan Bulu Tangkis = Empat persegi panjang Tebal garis tepi = 5 cm Bahan Lapangan Bulu Tangkis : – tebuat dari tanah atau pasir – tercipta dari semen atau tegel – tercipta dari papan kayu – tercipta dari karpet sintetis tinggi net badminton = 1.55 m, tepi net diberi pita yang lebarnya 0.05 m dan lebar net 0.75 m dan panjang net 6.10 m

b. Raket tercipta dari bahan yang powerful dan ringan, boleh tercipta dari kayu seluruhnya, kepala kayu batang logam, atau seluruhnya logam. Berat raket tidak boleh tidak cukup dari 150 gr. Jenis raket terbagi atas : – Raket yang berat unsur kepala (untuk tipe permainan keras) – Raket yang berat unsur pegangannya (untuk tipe pemain halus/main didepan net) – Raket yang beratnya sebanding (untuk tipe pemain yang netral)

c. Senar Jenis yang digunakan dalam raket beragam seperti: – senar yang tercipta dari usus hewan (babi) : lentingan baik sekali dan gampang putus – senar yang tercipta dari nilo : lentingan baik dan sewaktu-waktu bisa putus – senar yang tercipta dari plastik senar : lentingan tidak cukup baik dan lumayan kuat

d. Shuttlecocks Kok permainan badminton tersebut dari unsur kepala dan bulu. Kepala tercipta dari gabus yang dibalut dengan lapisan kulit yang tipis dan kuat, sementara bulunya dari bulu itik, angsa, dan bulu ayam yang jarang dipakai. Adapun ukuran kok merupakan: Panjang bulu kok / shuttlecocks = 60 x 70 mm Diameter gabus shuttlecocks = 25-28 mm Jumlah bulu kok /shuttlecocks = 14-16 helai Berat bola kok / shuttlecocks = 4.73-5.5 gr Garis tengan lingkaran bulu = 54 mm


Lebar Lapangan dan Ukuran Bulu Tangkis Standar Nasional Internasional BWF

  • Panjang lapangan : 13,40 meter.
  • Lebar lapangan : 6,10 meter.
  • Jarak antara garis net sampai garis servis : 1,98 meter.
  • Jarak antara garis servis tengah dengan garis samping lapangan : 3,05 meter.
  • Jarak antara garis servis belakang (untuk pertandingan ganda) dengan garis belakang lapangan : 0,76 meter.
  • Jarak antara garis samping pada permainan tunggal dengan garis pinggir lapangan : 0,46 meter.
  • Tinggi tiang net : 1,55 meter.
  • Tinggi net : 1,55 meter.

Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Standar BWF Untuk Kategori Tunggal Putra atau Putri :

  • Panjang lapangan : 13,40 meter.
  • Panjang lapangan : 4,72 meter.
  • Lebar lapangan : 5,18 meter.
  • Lebar lapangan permainan penerima servis : 2,59 meter.

Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Standar BWF Untuk Kategori Ganda Putra, Putri atau Campuran :

  • Panjang lapangan : 13,40 meter.
  • Lebar lapangan : 6,10 meter.
  • Panjang lapangan permainan penerima servis : 3,96 meter.
  • Lebar lapangan permainan penerima servis : 3,05 meter.

Teknik Dasar Bulu Tangkis

1. Cara Memegang Raket (Grip)

Teknik sangat dasar dari permainan olahraga bulu tangkis ialah cara memegang raket. Hal ini ialah faktor utama yang paling dominan terhadap kualitas pukulan yang dihasilkan. Seorang pemula yang belajar bermain badminton harus benar-benar menguasai kiat dasar ini terlebih dahulu supaya bisa melanjutkan ke kiat dasar permainan badminton berikutnya. Adapun teknik memegang raket ini terdiri dari 2 jenis teknik, yaitu inilah ini :

  • Teknik Forehand

Cara memegang raket dengan kiat forehand dapat dilaksanakan dengan memakai tangan kanan atau kiri. Adapun rinci cara-caranya, inilah ini :

  1. posisi kepala raket menyamping
  2. pegang raket laksana halnya saat kita berjabat tangan dengan orang lain
  3. antara jempol dan jari telunjuk ada jarak yang berbentuk laksana huruf V
  4. jari yang lainnya (kelingking, jari manis, jari tengah) menggenggam raket
  • Teknik Backhand

Sama halnya dengan kiat forehand, teknik memegang raket dengan kiat backhand ini pun dapat dilaksanakan dengan tangan kanan atau kiri. Pada dasarnya teknik memegang raket dengan kiat backhand ini tak berbeda dengan kiat forehand, melulu ada tidak banyak perbedaan yaitu posisi jempol dan jari telunjuk lebih dekat. Adapun rinci cara-caranya, inilah ini :

  1. posisi kepala raket menyamping
  2. posisi jempol sedikit terpisah dengan keempat jari lainnya
  3. empat jari (jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking) memegang raket

2. Pukulan

Jenis pukulan yang lazim dipakai dalam permainan olahraga badminton atau badminton ialah teknik forehand. Pukulan dengan memakai teknik forehand dilaksanakan dengan teknik mengayunkan badan dari arah belakang bergerak mengarah ke arah depan raket, dimana posisi telapak tangan menghadap ke shuttlecock. Adapun detail teknik melakukan pukulan dengan kiat forehand ini, ialah sebagai inilah :

  1. pegang raket dengan teknik pegangan raket kiat forehand
  2. posisi kaki kanan dan kiri menyilang (kaki kanan di belakang dan kaki kiri sedang di depan)
  3. miringkan badan ke sebelah kanan
  4. pukul shuttlecock seraya menggerakkan bahu ke depan
  5. biarkan tangan bergerak terus ke bawah
  6. ketika kamu ingin mengerjakan pukulan clear, maka pukullah shuttlecock sekeras mungkin

3. Gerakan Kaki (Footwork)

Dalam permainan olahraga badminton ada satu kemahiran dasar atau basic skill yang mesti dipunyai yakni kelincahan. Seorang pemain badminton dituntut guna lincah dalam bergerak, tidak melulu tangan yang mengerjakan pukulan saja tetapi pun anggota tubuh lainnya tak terkecuali pergerakan kaki. Hal ini sebab untuk mengerjakan dan menghasilkan pukulan berbobot | berbobot | berkualitas sekaligus mematikan, antara tangan, tubuh dan kaki mestilah terjadi sebuah harmonisasi. Kerja sama yang baik antara anggota-anggota tubuh ini tidak melulu kita butuhkan saat mengerjakan serangan, tapi pun untuk bertahan dari serangan lawan main.

  Pengertian Demokrasi Pancasila : Prinsip Ciri Asas Sistem Sejarah Tujuan Fungsi Implementasi

4. Sikap dan Posisi Badan

Teknik dasar permainan badminton sikap dan posisi badan ini merujuk pada konsep keseimbangan. Tidak melulu kelincahan, keseimbangan pun adalahunsur yang tak kalah urgen dalam permainan olahraga bulu tangkis. Hal yang simpel dan terkadang di anggap sebelah mata oleh masyarakat awam. Namun untuk seorang pemain badminton profesional, mereka paham betul alangkah pentingnya unsur ekuilibrium ini dalam permainan. Bukti nyata dari pentingnya unsur ekuilibrium dalam permainan badminton dapat anda lihat pada pertandingan-pertandingan badminton profesional, baik yang bertaraf lokal, nasional maupun internasional. Sering kali seorang pemain badminton kurang maksimal atau bahkan tidak berhasil menghasilkan pukulan yang berbobot | berbobot | berkualitas hanya sebab keseimbangan mereka yang tidak baik.
Adapun teknik yang mesti dilakukan supaya memiliki ekuilibrium yang baik, ialah sebagai inilah :

  • posisikan badan bertumpu pada kedua kaki kanan dan kiri (hal ini berlaku pada ketika menyerang ataupun bertahan)
  • tekuk atau bengkokkan kedua lutut, selanjutnya berdiri dengan ujung kaki sampai pinggang berada pada posisi tegak
  • kedua kaki tersingkap selebar bahu dengan posisi sejajar atau di antara kaki sedang di depan
  • salah satu lengan siku yang tidak memegang raket sedang di samping badan, supaya tangan lainnya yang memegang raket bebas bergerak

5. Posisi Badan Ketika Memukul (Hitting Position)

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam permainan olahraga bulu tangkis, tidak hanya teknik memukul namun posisi tubuh pada saat mengerjakan pukulan pun sangat memprovokasi kualitas pukulan yang dihasilkan. Adapun rinci posisi badan saat memukul yang benar, ialah sebagai inilah :

  • usahakan posisi badan menyamping ke arah net
  • kaki kiri sedang di depan kaki kanan
  • posisi badan sedang di belakang shuttlecock
  • bahu kanan tidak banyak ditarik ke belakang
  • ketika sedang melakukan sejumlah pukulan, maka mesti ada peralihan pada posisi bahu kanan dan kaki kanan

6. Service

Secara umum, kiat service dalam permainan badminton dilakukan dengan teknik mengarahkan shuttlecock ke kanan, kiri, depan ataupun belakang pemain lawan. Hal yang mesti dihindari saat melakukan service ialah posisi shuttlecock yang tanggung dan berada tepat di depan lawan. Hal ini sama saja dengan bunuh diri sebab dengan begitu lawan bakal dapat dengan mudah membalikkan service sekaligus mematikan pergerakan kita. Dalam mengerjakan service pada permainan olahraga badminton ada 3 jenis teknik, yaitu inilah ini :
6.1 Forehand Service

Forehand Pendek


Teknik service forehand pendek berarti mengerjakan service dengan memakai sedikit tenaga saja yang mengakibatkan buaian pada raket tidak terlampau kuat. Ketika mengerjakan service dengan kiat ini maka posisi jatuhnya shuttlecock tidak bakal jauh dari net, dan berada di lokasi depan pemain lawan.

Forehand Tinggi

Teknik forehand tinggi memakai tenaga sarat pada saat mengerjakan service. Akibatnya, posisi jatuhnya shuttlecock bakal berada paling jauh dari net. Teknik service forehand tinggi menyebabkan pergerakan shuttlecock bakal melambung tinggi melalui tubuh pemain lawan dan lantas jatuh di lokasi belakang pemain lawan tersebut. Biasanya saat melakukan jenis service dengan kiat forehand tinggi, pemain tidak banyak lebih memperkokoh posisi badan dan berdiri mereka yaitu dengan membuka kedua kaki selebar pinggang kaki dan posisi tubuh menyamping.

6.2 Backhand Service


Jenis kiat service backhand sedikit bertolak belakang dengan kedua kiat sebelumnya. Teknik service backhand ini dilaksanakan dengan memakai tenaga yang sedang dan buaian yang sedang pula (tidak terlampau pelan dan tidak terlampau kuat). Ketika mengerjakan service dengan kiat backhand posisi kaki mesti dicocokkan dengan tangan mana yang memegang raket. Jika yang memegang raket ialah tangan kanan maka kaki kanan sedang di depan, dan kaki kiri sedang di belakang. Service yang Salah/Dilarang :

  • ketika memukul shuttlecock, posisi kepala raket lebih tinggi atau sejajar dengan pegangan raket
  • posisi kepala raket lebih tinggi dari pinggang
  • posisi kaki sedang di atas garis tengah (garis depan lokasi permainan sendiri)
  • kaki kiri melangkah
  • kaki kanan melangkah ketika shuttlecock belum dipukul
  • gerakan membuai raket dan memukul shuttlecock dilaksanakan dalam susunan gerakan yang terputus
  • penerima service bergerak saat shuttlecock belum dipukul oleh pemain yang mengerjakan service

Service yang Benar :

  • pada ketika memukul shuttlecock, kepala raket mesti sedang di bawah (lebih rendah) dari posisi pegangan raket
  • pada ketika memegang shuttlecock, ia mesti diposisikan lebih rendah dari pinggang
  • kaki kiri mesti dalam suasana diam (tidak melangkah sedikitpun)
  • kaki dapat bergeser namun tetap jangan terangkat dari tanah/lantai
  • mengayun raket dan memukul shuttlecock mesti dilaksanakan dalam satu susunan gerakan
  • si penerima service melulu dibolehkan bergerak saat shuttlecock sudah dipukul oleh pemain yang mengerjakan service

7. Pengembalian Service

Tidak melulu tata teknik melakukan service, kiat pengembalian service pun perlu dikuasai dalam permainan olahraga bulu tangkis. Gerakan pengembalian service ini dapat dilaksanakan dengan sekian banyak cara yaitu dropshot dan netting. Gerakan yang paling dihindari saat melakukan pengembalian service ialah gerakan smash. Hal ini sebab pergerakan shuttlecock pada gerakan service ini tidak terlampau kuat/tajam, sehingga andai kita mengerjakan gerakan smash maka pukulan smash yang didapatkan kurang/tidak tajam. Dan akibatnya pemain lawan bisa dengan mudah membalikkan pukulan smash kita, bahkan dalam sejumlah kasus malah pemain lawanlah yang bakal diuntungkan dengan urusan ini sebab pukulan smash yang lemah akan dijawab dengan pukulan smash yang paling tajam. Hingga kesudahannya mematikan pergerakan permainan anda sendiri.

8. Overhead

Dalam permainan olahraga bulu tangkis, overhead dilaksanakan ketika arah posisi jatuhnya shuttlecock menuju belakang posisi tubuh anda berdiri. Selanjutnya overhead ini dilaksanakan dengan teknik memukul shuttecock laksana halnya melempar, dan raket dipegang dengan memakai teknik forehand.

9. Smash

Dalam permainan olahraga bulu tangkis, smash adalahsuatu kiat gerakan yang mempunyai sifat menyerang dan bertujuan guna mematikan pergerakan pemain lawan. Pukulan smash terbaik akan terbuat jika dilaksanakan dengan lompatan tinggi, sebab dalam posisi tersebutlah kita dapat mendapatkan posisi pukulan smash yang sempurna. Pukulan smash ini dilaksanakan dengan sarat tenaga dan shuttlecock dipukul menuju arah bawah lokasi lawan. Karena dilaksanakan dengan sarat tenaga, maka pergerakan shuttlecock pada pukulan smash ini paling tajam.

10. Dropshot

Dropshot adalahgerakan dalam olahraga badminton yang sifatnya nyaris sama dengan gerakan smash, atau lebih tepatnya versi lembut dari gerakan smash. Gerakan dropshot juga mempunyai sifat menyerang dan bertujuan guna mematikan pergerakan pemain lawan. Berbeda dengan gerakan smash yang dilaksanakan dengan sarat tenaga, dropshot dilaksanakan dengan sentuhan halus atau tidak banyak dorongan. Target jatuhnya shuttlecock saat mengerjakan gerakan dropshot ini ialah berada tak jauh dari net.
Gerakan dropshot ini sering dipakai untuk mengecoh pemain lawan, yaitu dengan melompat tinggi laksana akan mengerjakan smash tetapi ternyata ialah gerakan dropshot yang shuttllecock-nya jatuh tak jauh dari net dan bergerak secara halus (tidak tajam laksana halnya pukulan smash). Melakukan pukulan dropshot memiliki kendala tersendiri bila dikomparasikan dengan pukulan smash. Ketika mengerjakan pukulan dropshot terdapat sejumlah faktor yang saling sehubungan satu sama beda dan dominan terhadap sukses atau tidaknya pukulan dropshot tersebut.

  Pengertian Sensor : Macam Jenis Penjelasan Contoh Gambar

Faktor-faktor yang memprovokasi pukulan dropshot :

  1. posisi tubuh
  2. pegangan raket
  3. pergerakan kaki
  4. perpindahan berat badan yang bergerak secara harmonis

Langkah-langkah mengerjakan teknik dropshot :

  1. pegang raket dengan memakai teknik forehand
  2. posisi tubuh menyamping ke arah bahu
  3. pergerakan tubuh mesti lincah sampai posisi tubuh sedang di belakang shuttlecock
  4. memukul raket dengan posisi tangan lurus, lantas lakukan gerakan laksana halnya mengerjakan smash tetapi lumayan berikan sedikit desakan dan sentuhan pada shuttlecock
  5. arahkan shuttlecock ke posisi yang kosong dari lokasi pemain lawan (daerah yang kira-kira tidak dapat dijangkau oleh pemain lawan), baik ke kanan, kiri ataupun depan

11. Netting

Netting adalah salah satu gerakan yang susah dalam permainan olahraga bulu tangkis. Bahkan seorang pemain yang sudah terhitung sebagai pemain profesional ruang belajar nasional dan internasional sekalipun tidak memastikan ia selalu sukses melakukan kiat netting ini. Hal ini sebab gerakan netting memerlukan sense yang tinggi serta teknik dan arah penempatan bola yang mesti tepat. Teknik netting dilaksanakan dengan teknik melakukan pukulan pelan pada shuttlecock lantas mengarahkan posisi jatuhnya sedekat barangkali dari net.

Aturan Bulu Tangkis

Cara melakukan servis yang benar:

  • Servis dilakukan segera untuk menandakan dimulainya permainan.
  • Servis dilakukan hanya jika semua pemain telah siap.
  • Server atau penerima servis berada pada posisi menyilang.
  • Server atau pun penerima tidak boleh berada di atas garis ketika servis dilakukan.
  • Raket mengenai kok bagian bawah serta perkenaannya di bawah pinggang.
  • Raket harus mengarah ke bawah saat servis dilakukan dan kepalanya berada lebih rendah dari tangan pemegang raket.
  • Gerakan raket adalah kontinu ke depan setelah melakukan servis.
  • Pemain boleh bergerak ketika kepala raket server sudah menyentuh kok.

Pelanggaran dalam servis bulu tangkis:

Pukulan, sebuah pukulan akan dikatakan melanggar peraturan apabila :

  • Menyangkut di net
  • Terpukul, namun masih jatuh di bidang permainan sendiri
  • Keluar bidang permainan lawan
  • Untuk ganda, bola sebelumnya terpukul/terkena raket salah satu pemain dan tidak menyebrang

Pemain, seorang pemain dikatakan melanggar perturan apabila ia melakukan hal hal berikut ini :

  • Saat menerima service, pemain bergerak duluan sebelum shuttlecock terpukul oleh lawan.
  • Saat melakukan service forehand, shuttlecock dipukul dengan ujung raket melebihi dada.
  • Saat melakukan service backhand, shuttlecock dipukul dengan ujung raket melebihi pusar.
  • Saat melakukan atau menerima service, pemain menginjak garis.
  • Raket melebihi net dan masuk ke daerah permainan lawan saat memukul shuttlecock
  • Raket menyentuh net saat memukul shuttlecock.
  • Pemain mengulur waktu terlalu lama (kerjasama wasit sangat berperan).

Service, pemain dianggap membuat kesalahan dalam service apabila melakukan :

  • Saat dipukul posisi kok lebih tinggi dari pinggang pelaku servis.
  • Pada saat kok dipukul, badan raket menghadap ke bawah, sehingga seluruh bagian kepala raket tidak secara jelas dan nyata berada di bawah tangan pelaku servis.
  • Apabila dalam melakukan servis,kok tidak melewati net atau jatuh pada bidang lapangan yang salah.
  • Kedua kaki pelaku servis tidak berada dalam bidang lapangan yang semestinya atau posisi kaki penerima servis tidak dalam bidang lapangan yang semestinya sampai servis dilakukan.
  • kok jatuh di luar lapangan, atau menerobos lewat bawah jaring.
  • Seorang pemain memukul balik kok yang belum melewati net.
  • Dalam keadaan bola hidup seorang pemain menyentuh net atau talinya ; baik dengan raket, badan atau pakainnya.
  • Apabila kok ditahan dengan raket dan diayunkan lagi, atau kok dipukul dua kali berturut-turut oleh pemain yang sama, maupun oleh seorang pemain dan partnernya.
  • Apabila seorang pemain merintangi lawannya.

Istilah dalam Bulu Tangkis

Berikut adalah beberapa istilah dan frasa umum yang sering digunakan dalam bulu tangkis:

  • Shuttlecock: Bola bulu tangkis, seringkali disebut sebagai “shuttle” atau “kok,” terdiri dari bulu-bulu yang menempel pada kepala berat, yang digunakan dalam permainan.
  • Raket: Alat yang digunakan pemain untuk memukul shuttlecock. Raket biasanya terbuat dari bahan ringan seperti karbon atau aluminium.
  • Servis: Tindakan memulai permainan dengan menghantarkan shuttlecock ke daerah lawan. Servis bisa dilakukan dalam berbagai gaya, seperti servis atas, servis bawah, atau servis samping.
  • Gim: Satu putaran permainan dalam bulu tangkis, dimulai dengan servis. Pertandingan biasanya terdiri dari beberapa gim, dan pemain atau pasangan yang mencapai 21 poin dengan selisih minimal dua poin akan memenangkan gim.
  • Tunggal: Jenis pertandingan bulu tangkis di mana setiap pemain bermain sendirian, melawan satu pemain lawan.
  • Ganda: Jenis pertandingan bulu tangkis di mana dua pemain atau pasangan bermain sebagai tim melawan dua pemain atau pasangan lawan.
  • Ganda Campuran: Jenis pertandingan bulu tangkis di mana satu pemain pria dan satu pemain wanita membentuk pasangan dan bermain melawan pasangan ganda campuran lawan.
  • Lapangan: Area tempat permainan berlangsung, yang memiliki garis-garis dan area yang ditentukan untuk permainan.
  • Jaring: Jaring yang dipasang di tengah lapangan untuk memisahkan area pemain. Jaring ini memiliki ketinggian yang telah diatur sesuai aturan.
  • Deuce: Keadaan di mana kedua pemain atau pasangan mencapai skor 20-20, dan perlu mencetak dua poin berturut-turut untuk memenangkan gim.
  • Drop Shot: Pukulan lembut yang bertujuan untuk mengirim shuttlecock tepat di atas jaring dan menjatuhkannya di depan lawan.
  • Smash: Pukulan kuat yang bertujuan untuk menghantarkan shuttlecock dengan kecepatan tinggi ke arah lawan. Smash sering digunakan sebagai serangan balik untuk mencetak poin.
  • Drive: Pukulan dengan kecepatan tinggi yang menjaga shuttlecock datar dan bergerak dengan cepat, biasanya digunakan untuk mengendalikan lapangan dan membuat lawan bergerak.
  • Teknik Lift: Pukulan tinggi yang bertujuan untuk mengangkat shuttlecock ke udara dan menjaganya tetap dalam permainan.
  • Let: Situasi di mana servis perlu diulang karena terjadi pelanggaran aturan, seperti servis yang tidak sah.
  • Umpire: Wasit yang bertanggung jawab mengawasi pertandingan dan menerapkan aturan.
  • Lineman: Hakim garis yang membantu menentukan apakah shuttlecock keluar dari batas lapangan atau tidak.
  • Rally: Serangkaian pukulan bolak-balik antara pemain atau pasangan dalam satu gim.
  • Match Point: Poin yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan.
  • Birdie: Istilah lain untuk shuttlecock, karena terbuat dari bulu burung.