Tips Memilih Komputer Yang Baik Dan Benar

Tips Memilih Komputer Yang Baik Dan Benar





Tips Memilih Komputer Yang Baik Dan Benar - Ketika kita memutuskan untuk membeli sebuah komputer, ada beberapa hal berikut yang layak untuk dijadikan pertimbangan guna mengantisipasi agar kita terhindar dari kekeliruan di dalam memilih komputer yang kita inginkan. Harga komputer yang mahal tetapi memiliki kinerja yang tidak sesuai dengan yang diharapkan akan mengecewakan si pengguna komputer tersebut.
Berikut hal-hal yang dapat dijadikan referensi di dalam memilih komputer berdasarkan prioritasnya:
1. Processor
Carilah processor yang memiliki L2 cache internal pada processornya (on-die). Jika ditemui 2 processor dengan frekuensi (MHz) yang sama, maka pilihlah processor yang memiliki FSB (Front Side Bus) paling tinggi.
2. Socket Processor
Tentukanlah jenis processor yang akan digunakan, cari yang memiliki banyak variasi kecepatan (up-grade) processornya.
3. Motherboard
Pilih motherboard yang selain menawarkan FSB yang tinggi, juga harus mendukung kecepatan processor yang akan digunakan.
4. Cache Memory
Processor saat ini sudah memiliki cache memory L2 internal. Namun demikian kecepatan cache dapat berbeda antara masing-masing processor. Pilihlah processor dengan kecepatan cache L2 yang sama dengan kecepatan inti processor.
5. Memory SIMM/DIMM/RIMM
Kini standar minimal untuk sebuah memory adalah SIMM. Akan lebih baik jika memiliki fasilitas ECC (Error Cheking and Correcting) terutama untuk penggunaan aplikasi krisis. Pililah motherboard yang memiliki socket untuk SDRAM, DDR-SDRAM, atau RDRAM. Pilihan ini dipengaruhi oleh chipset yang digunakan, karena tidak semua chipset mendukung semua jenis memory termasuk fasilitas ECC. Pilihan terbaik adalah RDRAM, kemudian DDR-SDRAM, dan SDRAM itu sendiri.
6. Bus Type
Motherboard saat ini kebanyakan tidak dilengkapi dengan slot ISA. Pertimbangkan apakah masih ada kartu ekspansi ISA yang akan dipasang atau tidak. Jumlah slot ekspansi menjadi pertimbangan jika akan memasang banyak piranti tambahan untuk aplikasi yang kita miliki.
Pastikan juga bahwa PCI yang ada merupakan versi 2.1 atau yang lebih baru (tergantung chipset yang digunakan). Tata letak slot harusnya tidak akan menyulitkan kita ketika akan memasang suatu pheripheral lain pada matherboard. Untuk sistem yang tidak mempunyai video on-board, maka keberadaan slot AGP 4x akan memberikan performa yang lebih baik.
7.  BIOS
BIOS yang baik adalah BIOS yang mampu untuk di update, yakni jenis Flash ROM atau EEP-ROM. Beberapa motherboard dengan Flash BIOS telah dilengkapi jumper untuk setting ataupun recover. Carilah jumper ini karena jumper tersebut berfungsi untuk write-protect. Kemudahan di dalam mengupdate BIOS juga menjadi nilai tambah untuk diperhatikan di dalam memilih komputer.
8. Form Factor
Jelas bahwa ATX merupakan jenis yang lebih baik jika dibandingkan dengan AT.
9. Built-in Interface
Hendaknya carilah motherboard dengan interface on-board sebanyak mungkin. Network adapter yang built in sudah mencukupi, demikian juga dengan modem. Jika output suara dari komputer sangat dibutuhkan (misal untuk kebutuhan game) maka cari sound-card yang terpisah dengan motherboard.
Demikian juga dengan video AGP yang on-board tidak akan lebih bagus jika dibandingkan dengan video AGP yang eksternal. Semua peripheral built-in ini harus dapat di disable jika suatu saat kita ingin mengganti dengan kartu add-on.
10. Onboard IDE Interface
Terdapat beberapa versi interface IDE diantaranya UDMA/33 (ATA-33), UDMA/66, UDMA/100, dan UDMA/133. Kebanyakan kesemuanya on-board (ada pada chipset). Angka yang tertinggi merupakan interface IDE yang terbaik. Untuk kecepatan dan juga keamanan yang lebih tinggi, controller IDE RAID dapat menjadi pertimbangan.
11. Power Management
Tidak semua motherboard mendukung standar akhir power management, yaitu ACPI. Sistem dengan Energy Star-Compliant akan menggunakan daya listrik kurang dari 30 watt saat dalam mode sleep guna menghemat energi.
12. Chipset Motherboard
Chipset yang digunakan harus merupakan jenis high-performance. Yang berarti chipset tersebut mendukung minimal DDR SDRAM DIMMS ataupun RDRAM RIMM (termasuk fasilitas ECC), AGP 4x atau yang lebih cepat.
13. Documentation
Yang dimaksud dengan dokumentasi disini adalah sertifikat produk, buku manual, dan driver. Misal jika akan mengupdate BIOS maka dokumentasi dalam hal ini adalah buku manual sangat diperlukan. Jarang ada yang menyertakan data-book dari produsen atas semua komponen yang terpasang di motherboard, namun jelas akan lebih baik jika hal ini ada.
Advertisements
Back To Top