Ilmuwan Muslim yang Paling Menonjol Serta Karyanya yang Menjadi Rujukan Ilmuwan Eropa Modern

Ilmuwan Muslim yang Paling Menonjol Serta Karyanya yang Menjadi Rujukan Ilmuwan Eropa Modern


Ilmuwan Muslim yang Paling Menonjol Serta Karyanya yang Menjadi Rujukan Ilmuwan Eropa Modern -
1) Bidang Pendidikan
  • Di Bagdad berdiri Universitas al Mustan iriyyah, Khalifah Hakam bin Abdurrahman An-Na ir mendirikan Universitas Cordoba yang menampung Mahasiswa Muslim dan Barat. Gratis.
  • Para khalifah mendirikan sarana umum untuk sarana pendidikan berupa perpustakaan, auditorium, observatorium dll.
  • Ja’far bin Muhammad (940 M) mendirikan perpustakaan di Mosul yang sering di kunjungi para ulama baik untuk membaca atau menyalin. Pengunjung perpustakaan mendapat segala alat yang diperlukan (pena, tinta, kertas dll) secara gratis. 
2) Bidang Sosial
  • Khalifah Walid ibn ‘Abdul Malik membuat kebijakan dengan memberikan kepada setiap orang jompo dan orang-orang cacat/buta seorang pelayan untuk membantu mereka menjalankan kehidupannya sehari-hari.
  • Masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, tidak seorangpun yang dipandang berhak menerima zakat. Beliau sampai harus memerintahkan para pegawainya berkali-kali untuk menyeru di tengah-tengah masyarakat ramai, kalau-kalau di antara mereka ada yang membutuhkan harta, namun tidak ada seorangpun yang memenuhi seruannya.
  • Pada masa beliau pula tidak ada satu orangpun penduduk Afrika yang mau mengambil harta zakat.
  • Gaji para pegawai negara hingga ada yang mencapai 300 dinar (1275 gram emas) atau setara 114.750.000 rupiah
  • Masa al Hakim bin Amrillah, di Kairo, khilafah membangun 20.000 unit kios untuk disewakan kepada para pedagang dengan harga yang murah.
  • Negara juga membangun perumahan untuk rakyat dan berbagai bangunan besar yang dilengkapi
  • dengan suplai air, dengan menyediakan 50.000 ekor unta untuk mendistribusikan air ke perumahan dan bangunan lainnya.
  • Khalifah Sultan Abdul Hamid (1900) berhasil membangun jaringan kereta api Hijaz dari Damaskus ke Madinah dan dari Aqaba ke Maan.Pada masa beliau juga dibangun jaringan fax/telegraph antara
    Yaman, Hijaz Syiria, Irak dan Turki; lalu jaringan tersebut dihubungkan dengan jaringan fax India dan Iran, semua jaringan diselesaikan hanya dalam waktu 2 tahun. 
3) Bidang Kesehatan
  • Bani ibn ulun di Mesir memiliki Masjid yang dilengkapi dengan tempat-tempat mencuci tangan, lemari tempat menyimpan minuman, obat-obatan dan dilengkapi dengan ahli pengobatan (dokter) untuk memberikan pengobatan gratis.
  • Khalifah Bani Umayyah banyak membangun rumah sakit yang disediakan untuk orang yang terkena lepra dan tuna netra.
  • Bani Abbasyiah banyak mendirikan rumah sakit di Bagdad, Kairo, Damaskus dan mempopulerkan rumah sakit keliling.
  • Ar-Razi orang pertama yang mengidentifikasi penyakit cacar dan campak dan menggeluti bidang operasi
  • Ibnu Al-Haisam ahli optik yang menemukan perbandingan antara sudat pemantulan (refleksi) dan pembiasan (refraksi). 
4) Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Ilmu Bumi
  • Masa Khalifah Al-Makmun (abad XI Masehi) Al-Khawarizmi dan 99 orang asistennya membuat peta bumi sekaligus peta langit (peta dengan menggunakan petunjuk bintang), pada saat yang sama bangsa eropa masih berkeyakinan bumi itu datar.
  • Pemetaan bumi (informasi alam, hasil bumi, dan barang tambang) dimulai abad IX oleh al Muqaddisi (Abu Abdulah- 985 M) sehingga tersusun ensiklopedi sederhana mengenai ilmu bumi.
  • Al-Astakhri (Abad X M) menerbitkan buku tentang ilmu bumi negeri-negeri Islam yang disertai dengan peta berwarna untuk membedakan potensi masing-masing negeri.
  • Abu Rayhan Biruni atau Al-Biruni (Abad XI M) mengekspose bukunya tentang Ilmu bumi Rusia dan Eropa.
  • Al-Idrisi (Abad XII M) membuat peta langit dan bola bumi berbentuk bulat, kedua karyanya dibuat dari perak dan dihadiahkan kepada raja Roger II dari Sisilia.
  • Karya Al-Idrisi yang lain adalah Peta Sungai Nil yang menjelaskan asal sumbernya yang kemudian dijadikan acuan pengelana Eropa dalam menemukan hulu sungai Nil pada abad XIX M.
  • Qu buddin As Syirazi (tahun 1290 M) membuat peta laut Mediterania yang kemudian dihadiahkan kepada Gubernur Persia.
  • Yaqut Ar-Rumi menyusun ensiklopedi bumi setebal 6 Jilid yang dikemas dengan judul Mu’jam al Buldan 

5) Astronomi
  • Al-Farabi (796-806) pada masa khalifah Al-Mansur menerjemahkan buku astronomi sidhandta. Yang kemudian terkenal dengan astronom pertama sejarah Islam.
  • Pakar astronomi di masa khalifah : Ahmad Nihawand; Habsi ibn Hasib (831 M); Yahya Ibn Abi Man ur (870-970). Az-Zarqali (1029-1089 M) di barat dikenal dengan Arzachel, Na iruddin At-Tusi (Wafat 1274 M) membangun observatorium di kota Maraga atas perintah Hulagu.
  • An-Nayruzi (922 M) pengulas buku Euclides dan penulis beberapa buku tentang instrumen untuk mengukur jarak di udara dan laut.
  • Pakar astronom di masa khalifah Al-Makmun, Al-Majriti (1029-1087 M) Ta’dil Al-Kawakib.
  • Ibnu Jabir Al-Battani (858-929 M) di Eropa dikenal Al-Batanius, mengembangkan beberapa penyelidikan yang pernah dilakukan Ptolemeus.
  • Ali Ibnu Yunus (Wafat 1009 M) mempersembahkan sebuah buku Al-Zij Al-Kabir Al-Hakimi yang disalin ke bahasa Persia sehingga Umar Khayan berhasil menyusun sistem penanggalan yang lebih teliti dan akurat daripada penanggalan Gregorian.
  • Al-Biruni (1048) memaparkan teorinya mengenai rotasi bumi, perhitungan serta penentuan bujur dan lintang bumi dengan akurasi yang sangat teliti.
 6) Matematika atau Ilmu Pasti
  • Al-Khawarizmi menerbitkan bukunya yang termahsyur “Hisab Al-Jabar wa Al-Muqabalah” diterjemahkan ke bahasa Latin dan menjadi rujukan/referensi Barat.
  • Al-Battani (858-929 M) ahli dalam aljabar yang digunakan dalam ilmu ukur sudut, menguraikan persamaan sin Q/cosQ dan menjabarkan lebih lanjut formulasi cos a = cos b cos c + sin b sin c cos a pada sebuah segitiga.
  • Abu Al-Wafa’ (940-998) pakar matematik yang mengungkapkan teori sinus dalam kaitannya dengan segitiga bola, dan orang pertama menggunakan istilah tangent, cotangent, secant dan cosecant dalam ilmu ukur sudut.
  • Jabir ibnu Aflah (wafat 1150 M) dikenal barat dengan Geber, orang pertama yang menyusun formulasi cos B =cos b sin A, cos C = cos A cos B.
7) Ilmu Fisika
  • Al-Kindi (abad IX M) pakar Fisika yang menguraikan hasil eksperimen tentang cahaya , karyanya tentang fenomena optik diterjemahkan ke bahasa Latin yang memberikan pengaruh besar dalam proses pendidikan Roger Bacon.
  • Ibnu Haytam (965-1039 M) di barat dikenal dengan Alhazen, pakar dalam bidang optik dan pencahayaan, 200 judul buku tentang optik dan pencahayaan dinisbatkan kepada beliau. Teorinya lebih dulu ada 5 abad sebelum teori yang sama dikeluarkan Torricelli. Beliau pula yang mulai melakukan eksperimen tentang gravitasi bumi jauh sebelum Newton merumuskan teorinya tentang gravitasi bumi.
  • Badi’uz-Zaman Ismail (Al-Jazari – awal abad XIII) membahas tentang mekanika dituangkan dalam buku yang berjudul Kitab fi Ma’rifah, diuraikan di dalamnya berbagai fenomena mekanika sederhana yang menjadi dasar bagi para sarjana modern dalam menyusun ilmu mekanika modern.
8) Ilmu Sejarah Alam
  • Bagdad, Cairo, Cordova dll telah dibangun perkebunan (Botanical Garden) tempat untuk melakukan eksperimen para intelektual Muslim.
  • Abu Zakaria Yahya (Abad XI M) seorang pakar pertanian, menulis buku tentang pertanian berjudul Kitab Al-Falahah.
  • Abu Ja’far Al-Qur ubi (1165 M) menyusun buku yang berisi seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai di daerah Andalusia dan Afrika Utara, setiap nama tumbuhan diberi nama Arab, Latin dan Barbar.
  • Ibn Baytar (1248 M) melakukan eksperimen tentang rumput-rumputan dan berbagai jenis tumbuhan, kemudian menyusun 2 buah buku yang kemudian diterjemahkan ke Bahasa latin pada tahu 1759 di Cremona.
  • Kaum Muslim turut memberikan andil bagi para pakar tumbuhan dan menyediakan informasi yang amat berguna mengenai sekitar 2000 jenis tumbuhan, tumbuh-tumbuhan yang sebelumnya belum dikenal.
  • Al-Jahir pakar zology menulis buku berjudul Kitab Al-Hayawan yang menjelaskan anatomi sederhana, makanan, kebiasaan hidup, serta manfaat yang dapat diperoleh dari berbagai jenis hewan.
  • Ad-Damiri (1405 M) pakar zologi asal Mesir.
9) Ilmu Kesehatan
Ibnu Sina
  • Khalifah Harun Ar-Rasyid (abad IX M) membuka Fakultas khusus tentang Ilmu kedokteran di berbagai perguruan tinggi di Baghdad lengkap dengan rumah sakitnya.
  • Ali At- abari menulis buku kedokteran pertama “Firdaus Al-Hikmah” pada tahun 850 M.
  • Ahmad Ibn At- abari melakukan eksperimen pertama tentang penyakit kurap. Ia pakar kedokteran pertama yang menyingkap penyakit kulit tersebut.
  • Abu Bakar Muhammad ibn Zakaria atau dikenal dengan Ar- Razi (864-932 M), untuk bidang kedokteran saja ia menyusun sekitar 200 judul buku.
  • Ali Ibn Abbas (994 M) menusun buku “Kitab Al-Malik” yang mengupas tentang masalah gizi dan pengobatan dengan rempah-rempah . Juga buku yang memaparkan sistem peredaran darah di dalam pembuluh, kehamilan dan persalinan dan lain-lain.
  • Al-Haysam (965 M) adalah spesialis penyakit mata.
  • Ali Al-Bagdadi, ‘Ammar Al-Moseli menulis buku “Al-Muntakhah fi Al-‘Ilaj Al-Ayn” buku-buku mereka disalin ke dalam bahasa latin dan dicetak berulang-ulang bagi mahasiswa kedokteran Eropa pada abad pertengahan.
  • Ibn Baytar Ad-Dimasyqi (1197-1258 M) peletak dasar Ilmu Farmasi, menyusun buku Al-Adawiyah Al-Mufradah yang berisi kumpulan berbagai resep obat-obatan.
  • Ibn Qasim Az-Zahrawi Al-Qurtubi (lahir 1009 M) spesialis bedah, menyusun buku At-Tasrih yang menjadi referensi di berbagai perguruan tinggi di Eropa.
  • Ibn Sina (1037 M) bukunya yang terkenal Al-Qanun fi At -tibb, dianggap sebagai ensiklopedia ilmu kedokteran dan ilmu bedah terlengkap di zamannya (kurun abad XII s/d XIV M) dan menjadi referensi utama fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi Eropa.
  • Ibn Zuhr (1162 M) spesialis ilmu tulang dan mikrobiologi, dibarat dikenal dengan avenzoar.
  • Lisanuddin ibn Al-Khatib (1313-1374 M) Spesialisasi bidang epidemi dan kesehatan lingkungan, menyusun kitab tentang penularan penyakit.
  • Ibn Jazlah (110 M) di Eropa dikenal dengan Ben Gesla, menyingkap tentang periodisasi dan jadwal berbagai penyakit dengan memperhitungkan cuaca.
  • Perhatian para khalifah dan kaum muslimin terhadap kesehatan direalisasikan dengan pengadaan dokter dan sarana kesehatan, pada saat yang bersamaan di Eropa terdapat kepercayaan bahwa mandi itu dapat mengakibatkan penyakit tertentu, dan menggunakan sabun sebagai alat pembersih sangat berbahaya bagi mereka.

Advertisements
Back To Top