Karya Ilmiah dan Karya Ilmiah Populer

Karya Ilmiah dan Karya Ilmiah Populer


Karya Ilmiah dan Karya Ilmiah Populer - Sesuatu yang dituliskan oleh seseorang disebut dengan tulisan atau karangan, atau karya tulis. Sebagian orang membedakan pengertian tulisan dan karangan. Istilah tulisan sering dikaitkan orang dengan ide ilmiah, sedangkan karangan sering dikaitkan orang pada ide non ilmiah. Dengan demikian, untuk tulisan-tulisan yang bersifat fiksi, orang cenderung mengatakannya sebagai karangan, sedangkan untuk tulisan non fiksi orang cenderung mengatakannya sebagai karya tulis atau tulisan. 
Bagaimana dengan karya ilmiah? Ada orang yang berpendapat bahwa karya ilmiah adalah karya tulis yang didasarkan atas karya penelitian yang seksama. Ali Sastrohoetomo (1997:11), misalnya memberikan batasan karya ilmiah (beliau memakai istilah karangan ilmiah) sebagai suatu karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan ilmiah yang didapat dari penyelidikan-penyelidikan, seperti penyelidikan pustaka, laboratorium, atau penyelidikan lapangan. Tetapi apakah benar demikian? Umar Kayan dengan tegas menjawab "tidak seluruhnya benar". Beliau mengilustrasikan hal tersebut dengan mengambil contoh novel Shogun karya James Clavell yang ditulis pengarangnya berdasarkan serangkaian penelitian (baik itu penelitian lapangan maupun studi pustaka) terlebih dahulu yang memakan waktu berbulan-bulan. Dengan diluncurkannya novel ini tidak seorangpun berani mengatakan bahwa karya James Clavell tersebut sebagai karya ilmiah. Ia hanyalah karya sastra, suatu karya rekaan, karya fiksi.
 
Lebih lengkap Umar Kayam mencontohkan karya-karya jurnalis besar seperti Times Out of Hands karya Robert Shaplen. Tulisan tersebut terlahir atas dasar hasil penelitian yang seksama, pengamatan yang cermat, serta hasil wawancara yang akurat. Akan tetapi orang menyebut karya Shaplen ini bukan karya ilmiah melainkan karya jurnalistik yang cemerlang atau mungkin sering diistilahkan dengan Karya Ilmiah Populer.
Seorang ahli bernama Jones (1960) membedakan kedua istilah tersebut dari sasaran pembacanya. Menurutnya, karya ilmiah ditujukan untuk masyarakat pembaca tertentu atau dari kalangan profesional. Sedangkan karya ilmiah populer ditujukan untuk masyarakat atau pembaca umum.
Slamet Suseno (1980) memberikan batasan tulisan ilmiah populer sebagai sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi sekaligus juga ditulis dengan cara penuturan yang mudah dimengerti. Lebih jauh beliau menjelaskan istilah "bersifat ilmiah" yang menurutnya tulisan tersebut tidak harus selalu berupa hasil penelitian ilmiah, petunjuk teknik, cerita pengalaman nyata, hasil pengamatan biasa, yang bukan hasil penelitian ilmiah tetapi disajikan dalam bentuk tulisan yang mendalam sebagai hasil kajian dengan metode ilmiah merupakan karya tulis yang dipandang memiliki nilai ilmiah.
Ciri utama dari metode ilmiah adalah keobjektifan pandangan yang dikemukakan, dan kedalaman cerita yang disajikan. Dilihat dari segi tujuannya, karya/tulisan ilmiah memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan tersebut meliputi;
  1. memberikan penjelasan (memeriksa)
  2. memberikan komentar dan atau penilaian
  3. memberikan saran dan usulan
  4. memberikan sanggahan dan penolakan
  5. membuktikan hipotesis
  6. membuat suatu rancangan. 
Macam-Macam Karya Ilmiah
Jenis karya ilmiah yang paling sering atau paling umum kita jumpai dalam kehidupan akademik antara lain;
1. Laporan
Yang dimaksud dengan laporan disini adalah tulisan yang dimaksudkan untuk melaporkan hasil kegiatan ilmiah yang berupa penelitian atau percobaan, baik di laborat, di lapangan, atau penelitian kepustakaan. Oleh karena itu, istilah laporan ini diberi istilah yang lebih operasional sesuai dengan objek kajiannya. Jika karya ilmiah ini dimaksudkan untuk melaporkan hasil penelitian atau praktek di laboratorium, maka karya tulisnya disebut laporan praktikum. Jika tulisan tersebut digali dari hasil penelitian lapangan, maka disebut laporan praktik. Jika tulisan merupakan hasil dari kajian pustaka, tulisan itu disebut laporan buku.
Perlu diingat bahwa tulisan ilmiah jenis ini masih dalam lingkup yang sangat terbatas yang memerlukan pengkajian teori dan kajian pustaka yang lengkap dan luas. Kadang praktek semacam ini tidak menambah atau menghasilkan suatu penemuan baru, melainkan mempraktikan teori yang sudah ada. Karena keterbatasan lingkup penelitian tersebut, maka tulisan ilmiah jenis ini dibedakan dari tulisan sebagai hasil dari suatu penelitian yang dapat menghasilkan simpulan-simpulan yang relatif baru. Jenis tulisan seperti itu layak ditempuh oleh para cendekiawan sebagai syarat untuk memperoleh gelar akademik  tertentu. Karya ilmiah seperti itu misalnya kita kenal sebagai skripsi, tesis atau desertasi.
2. Kertas Kerja atau Makalah
Kertas kerja atau paper ini sebenarnya dapat diklasifikasikan kedalam dua jenis, yaitu term-paper dan working-paper. Untuk kedua jenis tersebut orang sering menyebutnya dengan istilah yang sama yaitu makalah. Makalah pada umumnya disajikan secara deskriptif atau secara ekspositoris, meskipun ada juga yang bersifat argumentatif. Panjang tulisannya berkisar antara 5 sampai 20 halaman.
Lalu apa perbedaan antara term-paper dan working-paper? Term-paper merupakan tulisan ilmiah yang berkenaan dengan pembahasan suatu persoalan tertentu dari bidang disiplin ilmu tertentu, dan sumber pokok dari jenis tulisan ilmiah ini adalah kepustakaan. Tulisan ilmiah jenis ini biasa dikerjakan para mahasiswa untuk memenuhi tugas terstruktur dari dosennya guna memperdalam pengetahuan tentang disiplin ilmu tertentu secara lebih mendalam. 
Sedangkan Working-paper atau kertas kerja berisi prasaran, pendapat, gagasan-gagasan yang didalamnya membahas suatu pokok persoalan untuk disajikan dalam sebuah seminar, lokakarya, simposium, dan lain-lain. Pada working-paper, si penulis tidak hanya sekedar menyarikan suatu teori tertentu dari pustaka yang dibacanya, melainkan menyodorkan gagasan sebagai hasil dari pemahaman, penafsiran, dan internalisasinya terhadap bacaan yang dibacanya. Jadi working-paper ini memiliki jangkauan pembahasan yang lebih luas dibandingkan dengan term-paper.
3. Skripsi
Skripsi merupakan tulisan ilmiah sebagai hasil dari kerja ilmiah berupa penelitian baik itu penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan. Skripsi ini biasanya dijadikan prasyarat akademis untuk mencapai gelas sarjana strata-1 (S1) yang dalam pembuatannya memerlukan bimbingan dari dosen yang dianggap memiliki kualifikasi dalam bidangnya. Karya ilmiah ini harus dipertanggungjawabkan pembuatnya di hadapan dewan penguji. 
Dibandingkan dengan makalah, skripsi relatif lebih panjang dengan uraian yang lebih mendalam. Tidak ada ketentuan yang baku tentang panjang tulisan dari sebuah skripsi, namun pada umumnya minimal berkisar antara 50 halaman, sedangkan batas jumlah halaman maksimalnya bergantung pada permasalahan yang diteliti.
Secara umum, unsur kerangka karya ilmiah yang lengkap (skripsi atau tesis misalnya) adalah;
1. Pembukaan (preliminaries) yang terdiri atas;
a. halaman judul, 
b. lembar pernyataan khusus (bersifat manasuka), 
c. kata pengantar, 
d. ucapan terima kasih, 
e. abstrak, 
f. daftar isi, 
g. daftar tabel/gambar/diagram.

2. Isi (batang tubuh), terdiri atas; 
a. Pendahuluan (introduction), 
b. Induk tulisan (main body), terdiri atas;
- Bahan (kajian teori) dan metodologi,
- Data hasil penelitian, 
- Diskusi/pembahasan hasil analisis,
- Kesimpulan/saran
3. Penutup, terdiri atas;
a. Daftar pustaka,
b. Lampiran, 
c. Indeks,
d. Curiculum Vitae (riwayat hidup)
4. Tesis
Pada dasarnya tesis tidak jauh berbeda dengan skripsi. Perbedaan utama adalah terletak pada kedalaman dan ketajaman pengkajian serta kadar kompleksitas masalahnya. Masalah yang disajikan dalam tesis hendaknya memperlihatkan keaslian atau boleh dikatakan belum pernah diteliti orang lain sebelumnya. Pengkajian dan pembahasannya dapat mempergunakan teori-teori yang sudah ada. Karya ilmiah jenis ini biasanya dibuat oleh para mahasiswa strata-e (S2) sebagai prasyarat memperoleh gelar magister.
5. Disertasi
Dalam hal tertentu, disertasi merupakan lawan dari skripsi. Jika skripsi merupakan karya akademik pertama yang mengawali karier kesarjanaan seseorang, maka disertasi merupakan karya akademik terakhir sebagai karya puncak dari perjalanan akademik seseorang di bangku kuliah. Disertasi merupakan laporan penelitian yang jauh lebih mendalam dan tajam dari skripsi (S1), dan Tesis (S2). Karya ini merupakan prasyarat untuk mencapai gelar doktor (S3). Penulis disertasi disebut promovendus dibawah beberapa orang guru besar sebagai promotornya. Promovendus harus mempertahankan dan mempertanggungjawabkan disertasinya di hadapan dewan penguji.

6. Teksbook
Buku teks (teksbook) termasuk dalam karya ilmiah yang bersumber dari kajian pustaka. Didalamnya dikupas tentang prinsip-prinsip atau hukum-hukum ilmiah yang diakui dan diterima secara umum. Selain itu, buku teks dapat juga merupakan panduan dari prinsip-prinsip ilmiah yang sudah diterima dengan hasil penemuan-penemuan penulis yang diakui di bidangnya. Karya ini disusun untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran. Pengenalan dan penanaman pengertian-pengertian ilmiah menjadi ciri ilmiah dari buku teks atau teksbook.

Ciri-ciri Karya Ilmiah Populer
Sebuah tulisan yang berlandaskan metode ilmiah dilandasi oleh dua ciri utama yakni (a) Keobjektifan pandangan,dan (b) keadaan kupasan. Ciri keobjektifan sebuah tulisan distandari oleh hal-hal berikut.
  1. berisi fakta empiris yang sudah teruji dan dapat diuji kebenarannya,
  2. tidak subjektif,
  3. tidak mengandung unsur spekulasi dan tidak bersifat sensasional.
Sementara, ciri kedalaman sebuah tulisan ditandai oleh hal-hal berikut;
  1. memperlihatkan kerja nalar dan bersifat analitis,
  2. mampu menjelaskan mengapa dan bagaimana sesuatu yang disajikan itu terjadi
  3. bahasan tidak menyimpang atau melebar dari pokok/tema tulisan. 
Perbedaan yang menonjol dari karya ilmiah dan karya ilmiah populer terletak pada penggunaan istilah "populer" itu sendiri. Perbedaan yang paling jelas terletak pada penggunaan bahasa sajian. Bahasa yang digunakan dalam kupasan tulisan ilmiah populer lebih cair, tidak kaku, dan enak dibaca, menarik serta mudah dipahami. Tetapi jug abukan berarti mencerminkan penggunaan bahasa yang ceroboh dan tidak beretika.

Penggunaan kosakata atau istilah dipilih sesuai dengan perkembangan dinamika perbendaharaan kosakata dan istilah yang terjadi dan berlaku secara umum di masyarakat pada saat itu. Meskipun begitu, tidak berarti juga penulis boleh menggunakan kosakata atau istilah yang tidak mewakili makna secara tepat. pertimbangan ketepatan dan kesesuaian makna yang diusung dalam menggunakan kosakata harus tetap diprioritaskan.
Advertisements
Back To Top