Mengapa Persebaran Penduduk Tidak Merata pada Setiap Kondisi Geografis?

Mengapa Persebaran Penduduk Tidak Merata pada Setiap Kondisi Geografis?


Mengapa Persebaran Penduduk Tidak Merata pada Setiap Kondisi Geografis? -
Kondisi geografis suatu wilayah merupakan lingkungan alam yang terdiri dari daratan dan perairan. Daratan dan perairan sebenarnya bukan dua tempat yang saling terpisah karena dasar perairan pada hakikatnya bersambungan dengan daratan. Keadaan daratan tidak rata atau tidak datar, tetapi ada perbedaan ketinggian antara satu tempat dan tempat lain. Perbedaan tegak lurus antara tempat yang tinggi dan tempat rendah disebut relief bumi. Perbedaan bentuk muka bumi ini memiliki ciri atau kondisi yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Penduduk adalah orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah. Penduduk dapat dibedakan menjadi penduduk tetap dan penduduk tidak tetap. Penduduk tetap adalah penduduk yang sudah bertempat tinggal di suatu wilayah, minimal selama enam bulan atau lebih dan bermaksud menetap di daerah itu. Penduduk tidak tetap adalah penduduk yang bertempat tinggal di suatu wilayah kurang dari enam bulan dan tidak bermaksud untuk menetap di wilayah itu.

Persebaran penduduk di permukaan bumi relatif tidak sama. Persebaran penduduk sesuai dengan kondisi geografisnya berbeda-beda. Permukiman penduduk di daerah dataran lebih padat atau lebih banyak dibandingkan dengan daerah pegunungan. Penduduk lebih banyak bermukim di dataran karena wilayah ini lebih mudah dalam hal penyediaan fasilitas kehidupan. 
Adanya perbedaan jumlah permukiman penduduk antarwilayah juga disebabkan oleh faktor penarik antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Tentunya alasan ini sangat subjektif dan berbeda-beda bagi tiap penduduk. Adanya kondisi geografis yang mendukung suatu wilayah untuk dipilih penduduk sebagai tempat tinggalnya merupakan faktor geografis. Pada dasarnya, penduduk memilih tempat permukiman dengan memerhatikan faktor lingkungan alam dan faktor lingkungan budaya di suatu daerah. Faktor lingkungan alam yang diperhatikan adalah keadaan tanah, bentuk muka bumi, sumber daya alam, iklim, dan air. Faktor lingkungan budaya yang diperhatikan adalah kesempatan kerja, pendidikan, transportasi dan komunikasi, politis, serta sejarah. Kedua faktor tersebut termasuk demografi yang berpotensi ekonomi tinggi merupakan faktor utama dalam pemilihan suatu wilayah sebagai permukiman. Jika unsur tersebut di suatu daerah baik maka daerah itu menarik minat penduduk untuk memilihnya sebagai tempat tinggal.

Sumber data untuk memperoleh jumlah penduduk di suatu negara, yaitu registrasi, sensus penduduk, dan survei penduduk. Berdasarkan ketiga sumber data penduduk itu, yang paling tepat dan hasilnya dapat dipercaya adalah sensus penduduk karena dilakukan dengan cara pencacahan perseorangan secara menyeluruh, serentak, dan dalam jangka waktu tertentu. Jumlah dan susunan penduduk yang berubah dari waktu ke waktu disebut dinamika penduduk. Perubahan jumlah penduduk ini disebabkan oleh adanya kelahiran dan kematian. Kedua faktor ini memengaruhi jumlah penduduk. Faktor itu ditambah dengan migrasi suatu wilayah atau negara. Kelahiran dan kematian memengaruhi dunia secara keseluruhan. 

Jumlah penduduk yang meningkat dengan cepat ini disebut ledakan penduduk (population explosion). Ledakan penduduk adalah suatu keadaan kependudukan yang memperlihatkan perkembangan jumlah penduduk melonjak. Lonjakannya naik dua kali lipat dalam waktu 30–50 tahun akibat angka kelahiran tinggi dan angka kematian rendah. Ledakan penduduk terjadi pada masa transisi demografi. Transisi demografi adalah pola pergeseran tingkat kelahiran dan kematian tinggi ke kelahiran dan kematian rendah. Dampak ledakan penduduk terjadi pada pemenuhan kebutuhan pokok, kesehatan, perumahan, pendidikan, lapangan kerja, dan transportasi meningkat. Bila kebutuhan penduduk tersebut tidak terpenuhi maka akan mengurangi kualitas penduduk dan akan menimbulkan kriminalitas di masyarakat. Ledakan penduduk dapat diatasi dengan mengupayakan agar pertumbuhan penduduk 0 atau zero population growth (ZPG). Artinya, pertumbuhan penduduk 0% per tahun, yaitu jumlah penduduk lahir sama dengan jumlah penduduk mati. Dengan demikian, jumlah penduduk tetap stabil. Setiap keluarga secara rata-rata mempunyai anak dua saja untuk mencapainya.

Advertisements
Back To Top