Kamus Translate Bahasa Batak Online

kamus translate bahasa batak online – Bagi Anda yang ingin belajar bahasa batak, disini kami coba untuk memaparkan langsung tentang bahasa batak (Toba) dengan topik yang sederhana dalam contoh percakapan beserta terjemahan bahasa Batak ke bahasa Indonesia.

Sejarah bahasa Batak

Beberapa ahli linguistik berpendapat aksara Batak berasal dari aksara Semit Kuno yang telah menurun ke wilayah utara, Aramea, ke Brahmi di India Selatan, Pallawa, baru kemudian ke Pulau Sumatra.

Dasar penulisan aksara Batak terdiri dari dua perangkat huruf; Ina Ni Surat dan Anak Ni Surat. Tradisi penulisan aksara Batak diduga berkembang abad ke-13 Masehi.

Dari cerita lisan yang berkembang pada masyarakat Batak, bahwa nenek moyang mereka, Siraja Batak yang pertama mengukir aksara Batak agar dapat menuliskan bahasa Batak. Siraja Batak ini tidak mengetahui bahwa ada bahasa-bahasa lainnya selain bahasa ibunya. Barulah setelah masyarakat Batak menyebar, mereka tahu bahwa ada bahasa dan aksara yang mereka temui di luar Tano Batak. Berdasarkan cerita rakyat tersebut, sedikitnya bisa diambil sebuah gambaran bahwa bahasa dan aksara batak itu asli, tidak dipinjam, dan merupakan hasil cipta-karsa orang batak sendiri.

Aksara Batak

Aksara / huruf Batak atau disebut ‘Surat Batak’ adalah huruf-huruf yang dipakai dalam naskah-naskah asli suku Batak (Toba, Angkola/Mandailing, Simalungun, dan Karo). Kelompok bahasa sub suku ini mempunyai kemiripan satu sama lain dan sebenarnya adalah cabang dari suatu bahasa Batak tua (Proto Batak). Naskah asli itu sebagian besar berupa pustaha (laklak), sebagian kecil lainnya dituliskan pada bambu dan kertas. Hampir semua orang Batak yang menulis buku tentang Batak selalu memasukkan satu bab atau bagian bukunya tentang Surat Batak atau paling tidak ia membuat sebuah tabel abjad Batak. Ini menunjukkan mereka bangga akan warisan budaya leluhurnya itu. Tetapi sayang sekali karena kurangnya pemahaman kerap kali salah kaprah dan tidak jelas. Kekeliruan ini akan nyata kalau kita terapkan untuk membaca suatu naskah asli Pustaha. Berani saya bertaruh, pasti akan sulit kita baca, alias membuat kita bingung sendiri. Bahkan dalam buku-buku wajib pelajaran aksara Batak yang dipakai di sekolah di daerah Tapanuli banyak dijumpai kekeliruan ini. Soalnya sekarang bagaimana membenahi ini semua ? Banyak buku bermutu dari pakar asing yang sangat baik bisa dipakai sebagai rujukan. Tetapi masalahnya adalah semuanya ditulis dalam bahasa asing, Jerman atau Belanda. Sekarang ini sudah jarang kita yang menguasainya.
Syukurlah beberapa tahun lalu, Dr. Uli Kozok, seorang ahli bahasa kuno (filolog) berkebangsaan Jerman, yang menyunting putri Tanah Karo, telah menulis sebuah buku panduan ringkas Surat Batak yang sangat baik dalam bahasa Indonesia “Warisan Leluhur, Sastra Lama dan Aksara Batak”, 1999. Kozok yang pernah menjadi pengajar di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (1990-1991) menulis disertasi tentang sastra Batak Ratapan (andung-andung). Dengan buku panduan Dr.Kozok ini diharapkan putra asli Batak yang berminat bisa memiliki bahan acuan yang baik untuk meneliti naskah-naskah tua yang hampir punah, dan masih tersebar di berbagai tempat di luar ataupun di dalam negeri. Ia juga telah membuat suatu font Surat Batak sehingga sekarang kita boleh melakukan pengetikan komputer dengan aksara Batak. Naskah pustaha sekarang sudah sangat langka dan tersebar di beberapa perpustaakan di Eropa. Diperkirakan jumlahnya hanya 2000 buah. Bagaimana caranya mengembalikannya ke tanah air perlu dipikirkan. Naskah batak yang ditemukan dalam bentuk bambu ataupun tulang kerbau dan kertas sangat kecil jumlahnya. Perlu dicatat, sastra Batak kebanyakan tidak ditulis melainkan dialihkan turun temurun secara lisan. Surat Batak hanya dipergunakan untuk ilmu kedukunan, surat menyurat (ancaman). Di daerah Karo, Simalungun, Angkola juga dipakai untuk menulis syair/nyanyian ratapan. Jadi legenda, mitos, cerita rakyat (turi-turian), umpama, umpasa, teka-teki (torhan-torhanan), silsilah (tarombo) tidak akan anda jumpai dalam bentuk naskah Batak asli. Khusus mengenai silsilah marga yang diturunkan dengan tradisi lisan, belakangan menimbulkan berbagai versi.

Induk Huruf
Sistem tradisi penulisan didalam bahasa Batak Toba diduga telah ada sejak abad ke-13, dengan aksara yang mungkin berasal dari aksara Jawa Kuna, melalui aksara Sumatera Kuno.
Aksara ini bersifat silabis artinya tanda untuk menggambarkan satu suku kata/silaba atau silabis. Jumlah lambang/tanda itu sebanyak 19 buah huruf yang disebut juga induk huruf dan ditambah 7 jenis anak huruf. Pada dasarnya huruf /ka/ tidak pernah ditemukan dalam bahasa Batak Toba, misalnya orang Batak Toba pada mulanya bila menyebutkan kopi adalah hopi, dan hoda (bukan kuda). Tetapi sekarang ini orang Batak tidak lagi menyebutnya hopi melainkan kopi, itulah perubahan pelafalan dalam bahasa Batak Toba.
Penjelasan :
1. Untuk menuliskan semua kata-kata asli bahasa Batak. Sebenarnya hanyalah dipergunakan aksara-aksara yang telah diperkenalkan itu. Tetapi karena pengaruh bahasa asing maka terpaksalah dibuat aksara-aksara yang lain untuk melengkapi aksara yang sudah ada itu, yaitu : wa, ka , ya, nya dan ca.
2. Karena menulis garis yang agak melengkung jauh lebih mudah dan merasa senang dari pada membuat garis lurus, maka bentuk aksara-aksara Batak “Surat Barak” itu menjadi melengkung.
3. Cara menulis aksara Batak sama saja dengan menulis huruf latin, yaitu dari kiri ke kanan.
4. Surat Batak tidak mempunyai tanda baca seperti koma, titik koma dan lain sebagainya. Yang ada hanya tanda untuk menyatakan sebuah kalimat berakhir dengan bentuk seperti [ ]
5. Pada surat Batak tak ada huruf besar atau kecil, sebab aksara Batak itu bentuknya sama. Anak huruf, Hatadingan (-) “e”; dan hamisaran/paninggil (..-) “ng” berada pada induk huruf dan hamisaran/paninggil “ng” dapat melekat dengan anak huruf seperti haluaan (o), singkora (x)
6. Hamisaran; Paninggil “ng” selalu melekat pada anak huruf, seperti haluaan (o), singkora(x).
Anak Huruf
Anak huruf dalam aksara Batak Toba terdiri atas 7 buah yang dipergunakan untuk mengubah bunyi induk huruf, misalnya bunyi /i, u, o,e/ dan menambah bunyi /ng/ pada induk huruf tersebut . Perhatikan anak huruf di bawah ini.
1. Haluaan (…. o) bunyi /i/, yakni mengubah bunyi induk huruf menjadi bunyi /i/.
2. Haboruan atau haborotan (…>) bunyi /u/, yakni mengubah bunyi induk huruf menjadi bunyi /u/.
3. Singkora atau siala (…x) bunyi /o/, yakni mengubah bunyi induk huruf menjadi bunyi /o/.
4. Hatadingan (-…) bunyi /e/, yakni mengubah bunyi induk huruf menjadi bunyi /e/.
5. Paninggil atau hamisaran bunyi /ng/, yakni menambah tanda garis di atas induk huruf sebelah kanan yang menjadi bunyi /ng/ atau tanda diakritis yang menutup suku kata dengan bunyi.
6. Sikorjan (…=) bunyi /h/ yang terikat. Selain bunyi “h” yang dapat berdiri sendiri ada juga bunyi “h”. yang terikat kepada induk huruf (ina ni surat). Dahulu kala dalam pustaha Batak tidak mengenal huruf “h” yang terikat, akan tetapi mengenal huruf “h” yang bebas (tidak terikat) pada ina ni surat (induk huruf). Tanda huruf “h” (sikorjan) yakni membubuhi tanda garis dua diatas induk huruf agak ke sebelah kanan, yang pada akhirnya berbunyi /h/.
7. Pangolat (\), merupakan garis miring berfungsi untuk merubah bunyi vokal menjadi bunyi konsonan atau tanda diakritis yang menghilangkan bunyi dari huruf induk pada akhir suku kata.
8. Untuk pemenggalan di akhir kata, dipakai tanda kurung tutup misalnya tanda [ ) ].
9. Untuk mengakhiri kalimat dipergunakan tanda kembang [ ]
10. Semua aksara ditulis di bawah garis dengan tujuan agar kelihatannya rapi dan mudah ditulis. Huruf besar dan huruf kecil tidak ada perbedaan.
11. Kata dalam aksara Batak ditulis tanpa jarak, tidak mempunyai batas permisah antar kata.
12. Untuk menulis aksara Batak ditulis agak melengkung sedikit (punggungnya agak bungkuk sedikit).
13. Patik dohot poda ni surat Batak :
· Ingkon jumolo do ina ni surat bahenon, misalnya morhamisaran “ng” ipe asa maranak; morhatadingan “e”; morhaboruan “o” morhauluan “i”; morhaboritan “u”.
· Ingkon jumolo do ina ni surat marhajoringan “h” (di Simalungun dohot Karo) ipe asa maranak; hatalingan “e” ; haboruan “o” hauluan “i”.
· Ingkon jumolo do ina na tu inana tongonon “manongan “, ipe asa mangihut anakna bahenon.
· Ndang jadi tu anak ni surat ampe hamisaran i, ingkon tu ina ni surat do parjolo, ipe asa maranak, morhauluan manang morhaboruan.
Pengembangan Akasara atau Tulisan Batak
Pada awalnya nenek moyang kita Siraja Batak mengukir aksara Batak untuk dapat menulis bahasa Batak, bukan untuk dapat menulis bahasa-bahasa yang lain. Barangkali pada waktu aksara Batak itu disingahon Siraja Batak, mereka tidak teipikir bahwa masih ada bahasa-bahasa yang lain selain bahasa daerah Batak. Akan tetapi setelah Siraja Batak marpinompari, mereka menyebar ke desa na uwalu, barulah mereka tahu bahwa sebenarnya masih ada bahasa daerah selain bahasa Batak. Hal ini terjadi setelah datangnya sibontar mata (bangsa asing), kemudian menyusul dengan perang Batak dan perang Padri, barulah terbuka mata para pendahulu kita bahwa sebetulnya masih banyak bahasa-bahasa yang mereka temui di luar Tano Batak. Kemudian kita merdeka, maka semakin banyak pula pergaulan orang Batak dalam rangka mencari upaya-upaya peningkatan taraf hidup. Mereka bisa sekolah di negeri masing-masing bahkan bisa di luar Tano Batak dan akhirnya bisa ke Batavia. Pengetahuan kita semakin terbuka sehingga selain bahasa Indonesia masih banyak bahasa-bahasa daerah lain dibumi persada kita ini. Kalau kita melihat bahasa daerah Sunda, Jawa, Bali dan lain-lain, aksara Batak itu hanya bisa menulis bahasa Indonesia selain bahasa Batak. Aksara Batak tidak bisa menulis bahasa Sunda, Jawa, Aceh, Bali dan sebagainya maupun bahasa-bahasa asing seperti bahasa Inggris, Perancis, Jerman. Untuk mengantisipasi perkembangan zaman, sesuai dengan amanat GBHN, maka tokoh-tokoh masyarakat Batak melalui seminar pada tanggal 17 Juli 1988, telah mencoba mengembangkan aksara Batak dari 19 induk huruf menjadi 29 induk huruf. Dengan demikian, maka bahasa Indonesia akan dapat dituliskan dengan aksara Batak. Surat Batak yang di sepakati 17 Juli 1988 dikembangkan oleh masyarakat Batak Angkola-Sipirok-Padang Lawas-Mandailing-Toba-Toba-Dairi-Simalungun dan Batak Karo.

Contoh Percakapan Bahasa Batak Toba “Terima Kasih”

Berikut ini contoh Percakapan bahasa batak mengenai seorang anak yang mengirikan uang untuk ibunya dikampung via telepon.

Jogi: Horas Omak. Hipas-hipas do ho kan omak, marhua nuaeng omak?
Horas ibu. Ibu Sehat-sehat kan, ibu sedang apa sekarang?

Ibu: Horas ma amang. olo, hipas hipas do au nuaeng amang. Omak nuaeng lagi paimahon Tulangmu naeng manggais andaliman on tu onan.
Horas jugak Anakku. Iya ibu sehat-sehat saja. Ibu sedang menunggu Tulangmu mengantarkan ibu ke pasar menjual andaliman.

Jogi: Bah ido hape, ai godang do nuaeng panen ni andaliman i omak?
Oh. Begitu, rupanya banyak penen buah andaliman ibu yah?

Ibu: Ahk. Bahen ma amang, otik do holan sakilo do dapot na piga-piga ari on. Boha do hipas-hipas do nuaeng di Medan?
Ahk tidak begitu banyak anakku, sedikit cuma satu kilo saja dapat dipanen beberapa hari ini. Bagaimana, sehat-sehatkah engkau di Medan?

Jogi: Olo omak, hipas-hipas do au. Omak, nangkin adong hutongos hu rekeningmu tambani pasi boras ma di huta da omak.
Iya Ibu, aku juga sehat-sehat. Bu, tadi aku ada mengirimkan sedikit uang ke rekeningmu untuk nambahin beli berasmu di kampung.

Ibu; Bah, ido poangan. Mauliate ma da amang. Ai sadia ditongos ho amang?
Oh, begitu yah. Terima kasih ya anakku. Berapa banyak kau kirimkan, anakku?

Jogi: Bahen ma omak, otik do hutongos holan 500 ribu do. Adong otik rejeki diparkarejoan.
Ya bu, tidak banyak kok, cuma 500 ribu saja. Ada sedikit rejeki ditempatku kerja.

Ibu: Ue tahe, ai dong ma i amang. Sotung so adong annon balanjom di Medan amang.
Ya ampun, itu banyak sekali. Jangan sampai tidak ada uang belanjamu di Medan nantinya anakku?!

Jogi: Pos roham Omak. Molo adong rezeki haduan, hutongos pe muse da. Songoni ma jolo da omak, asa hununuti muse na karejoon.
Percayalah ibu. Nanti kalau ada rezeki lagi aku kirim lag ya bu. Ya sudah, begitu aja yah bu, aku mau lanjut kerja lagi.

Ibu: Olo amang, bahen ma. Sai hipas-hipas ma ho amang da. Mauliate ma da Amang.
Iya anakku, lanjutkanlah kerjaanmu. Sehat-sehatlah engkai ya anakku. Terima kasih ya anakku.

Jogi: Olo, Mauliate ma di ho Omak, tangianghon au di Medan on anggiat lam denggan karejohu da Omak.
Iya, Terima kasih juga buat ibu, doakan aku di Medan semoga makin bagus pekerjaanku disini ya bu.

Ibu: Olo amang, pos ma roham. Torus do hutangianghon ho amang, hipas-hipas ho. Toe ma, nunuti ma amang na karejo i. Horas ma da.
Iya Anakku, percaya pada ibu. Ibu terus menerus mendoakan engkau anakku, agar engkau tetap sehat-sehat. Baiklah anakku, lanjutkanlah perkerjaanmu. Horas.

Contoh Penggunaan Bahasa Batak

Bagi Anda yang saat ini berminat ingin belajar bahasa Batak, berikut kosa kata yang dapat Anda praktikkan karena sudah lengkap dengan artinya jadi akan lebih mudah untuk menghafalkannya.

Jika Anda ingin mengucapkan kata “makan” maka dalam bahasa Batak yaitu “Mangan”, dengan contoh kalimat “Nunga Mangan Ham Boss?” artinya “apakah kamu sudah makan boss”
Kata “Modom” artinya “Tidur “.
Kata “Pakean” artinya “pakaian”, contoh kalimat “Nunga icuci ho pakean” yang artinya “apakah kamu sudah mencuci pakaian?”
“Karejo” artinya “Bekerja”, misal Anda ingin bertanya sudah pergi kerjakah bapak itu? Maka dalam bahasa Batak yaitu “Nunga lao be karejo bapak i?.
Kata “Maridi” artinya “Mandi “.
Marbadai artinya “Berkelahi”
Kata “Mangindo-indo” dalam bahasa Batak artinya “Meminta-minta”
Berteman dalam bahasa Batak yaitu “Mardongan”
Kata “Mardalani” berarti “Jalan-Jalan”, dengan contoh kalimat “Eta hiita Madallani Hu Bangkok Bulan depan” artinya “Yuk, kita jalan-jalan ke Bangkok bulan depan”.

Kosa Kata dalam Bahasa Batak Untuk Anggota Badan

Kata “ulu” berarti “Kepala”.
“Pamereng” artinya “mata”.
“pat” yang berarti “kaki”
ketika Anda ingin mengatakan “tangan” dalam bahasa Batak maka katanya adalah “Tiput”.
“Bohi” Artinya “Muka”

Nah untuk selengkapnya dengan fitur dari jatikom yang hadirkan kali ini akan mempermudahkan anda dalam perhaulan bahasa batak .Dengan ada nya tools ini moga dapat bermanfaat bagi para siswa/akademisi lain nya untuk mencoba belajar bahasa batak.Cara nya sangat mudah tinggal tuliskan kalimat atau paragraf dan hasil nya akan di translate kan.

Kamus Translate Bahasa Batak Online

Please provide a valid state.



Kamus Translate Bahasa Batak Online | jati | 4.5