Pengertian,Jenis,sifat sifat koloid, Contoh Ciri dan Manfaat

Pengertian,Jenis,sifat sifat koloid, Contoh Ciri dan Manfaat- Dalam kehidupan keseharian ini, tidak jarang kita temui sejumlah produk yang merupakan gabungan dari sejumlah zat, namun zat itu dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja ketika ibu membuatkan susu guna adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Ini adalahsalah satu misal koloid .

Pengertian koloid

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak.Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel.

Ciri-ciri koloid

  • Dua fase
  • Terlihat Keruh
  • Antara homogen dengan heterogen
  • Diameter partikel: 1 nm<d<100 nm
  • Tidak dapat disaring dengan penyaring biasa
  • Tidak memisah jika didiamkan

Jenis-jenis Koloid

Secara umum koloid ada terbagi menjadi dua :
1. Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
2. Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
Berdasarkan fase terdispersi dan pendispersinya, jenis koloid dapat dibagi menjadi 8 golongan seperti pada tabel berikut.



Fase Terdispersi Fase Pendispersi Jenis Koloid Contoh Koloid
Cair Gas Aerosol Kabut, awan, hair spray
Padat Gas Aerosol Asa, debu di udara
Gas Cair Buih Buih sabun, krim kocok
Cair Cair Emulsi Susu, santan, mayonnaise
Padat Cair Sol Sol emas, tinta, cat, pasta gigi
Gas Padat Buih padat Karet busa, Styrofoam, batu apung
Cair Padat Emulsi padat (gel) Margarin, keju, jelly, mutiara
Padat Padat Sol padat Gelas berwarna, intan hitam

Sifat-Sifat Koloid

1. Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah fenomena penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini diakibatkan karena ukuran molekul koloid yang lumayan besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang berpengalaman fisika Inggris. Oleh karena tersebut sifat tersebut disebut efek tyndall.
Efek tyndall ialah efek yang terjadi andai suatu larutan terpapar sinar. Pada ketika larutan disinari dengan cahaya, maka larutan itu tidak bakal menghamburkan cahaya, sementara pada sistem koloid cahaya bakal dihamburkan. urusan tersebut terjadi sebab partikel-partikel koloid memiliki partikel-partikel yang relatif besar guna dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sampai-sampai hamburan yang terjadi melulu sedikit dan paling sulit diamati.

2. Gerak Brown
Gerak Brown merupakan gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus namun tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika anda amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka anda akan menyaksikan bahwa partikel-partikel itu akan bergerak menyusun zigzag. Pergerakan zigzag ini disebut gerak Brown. Partikel-partikel sebuah zat senantiasa bergerak. Gerakan itu dapat mempunyai sifat acak laksana pada zat cair dan gas( disebut gerak brown), sementara pada zat padat melulu beroszillasi di lokasi ( tidak tergolong gerak brown ). Bagi koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel bakal menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid tersebut sendiri. Tumbukan tersebut dilangsungkan dari segala arah. Oleh sebab ukuran partikel lumayan kecil, maka tumbukan yang terjadi ingin tidak seimbang. Sehingga terdapat sebuah resultan tumbukan yang mengakibatkan perubahan arah gerak partikel sampai-sampai terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan kenapa gerak Brown sulit dicermati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam gabungan heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga diprovokasi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dipunyai partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.

3. Adsorpsi
Adsorpsi merupakan peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa beda pada permukaan partikel koloid yang diakibatkan oleh luasnya permukaan partikel. (Catatan : Adsorpsi mesti dipisahkan dengan absorpsi yang dengan kata lain penyerapan yang terjadi di dalam sebuah partikel). Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif sebab permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif sebab permukaannya menyerap ion S2+.
4. Muatan koloid
Dikenal dua macam koloid, yakni koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif. Contohnya terdapat pada gambar diatas, yakni Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif dan Koloid As2S3 bermuatan negatif.

5. Koagulasi koloid
Koagulasi ialah penggumpalan partikel koloid dan menyusun endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi menyusun koloid. Koagulasi bisa terjadi secara jasmani seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti peningkatan elektrolit, pencampuran koloid yang bertolak belakang muatan.

6. Koloid pelindung
Koloid pelindung merupakan koloid yang memiliki sifat dapat mengayomi koloid beda dari proses koagulasi.
Sepengetahuan saya koloid pelindung dari cat ialah latex / binder, dimana latex / binder ini akan menyusun lapisan film transparan yang akan mengayomi dan merekatkan cat ke permukaan. Cat sendiri sebenarnya ialah pewarna pigmen yang melulu menempel pada permukaan dan memerlukan latex / binder sebagai pelapis luar guna meningkatkan keawetan lunturnya baik dari air, gosokan maupun cahaya.
7. Dialisis
Dialisis merupakan pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan teknik ini dinamakan proses dialisis. Yaitu dengan menyalurkan cairan yang tercampur dengan koloid melewati membran semi permeable yang bermanfaat sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilalui cairan namun tidak dapat dilalui koloid, sampai-sampai koloid dan cairan bakal berpisah.

8. Elektroforesis
Elektroferesis merupakan peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan memakai arus listrik.

Manfaat Koloid dalam kehidupan Sehari-hari

Kelebihan yang dipunyai oleh sistem koloid dimanfaatkan insan manusia untuk menunjang sendi-sendi kehidupan. Hal ini diakibatkan sifat ciri khas koloid yang penting, yakni dapat dipakai untuk membaur zat-zat yang tidak bisa saling melarutkan secara homogen dan mempunyai sifat stabil untuk buatan dalam skala besar.Beberapa misal penerapan sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya pemutihan gula, penggumpalan darah, penjernihan air, pembentukan delta di muara sungai, dan pengurangan polusi udara.

  • Manfaat koloid guna Pemutihan Gula

Pemutihan gula memanfaatkan sifat adsorpsi dari koloid. Gula tebu yang masih berwarna bisa diputihkan dengan melarutkan gula ke dalam air, lantas larutan dialirkan melewati sistem koloid, tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid bakal mengadorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid itu mengadorpsi zat warna dari gula tebu sampai-sampai gula bisa berwarna putih.

  • Manfaat koloid dalam Penggumpalan Darah

Darah berisi sebanyak koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka itu dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang berisi ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion itu membantu supaya partikel koloid di protein mempunyai sifat netral sampai-sampai proses penggumpalan darah bisa lebih gampang dilakukan.

  • Manfaat koloid dalam Penjernihan Air

Air yang terdapat kadang berisi partikel-partikel koloid tanah liat, lumpur, dan sekian banyak  partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh sebab itu, guna menjadikannya pantas diminum, mesti dilakukan sejumlah langkah supaya partikel koloid itu dapat dipisahkan. Hal tersebut di kerjakan dengan teknik menambahkan tawas Al2(SO4)3. Ion Al3+ yang ada pada tawas itu akan terhidrolisis menyusun partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melewati reaksi berikut.
Al3+ + 3H2O → Al(OH)3 + 3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut lantas mengendap bareng tawas yang mengendap sebab pengaruh gravitasi.

  • Manfaat koloid dalam Pembentukan Delta di Muara Sungai

Pada pembentukan delta di muara Sungai, air sungai berisi partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Adapun air laut berisi ion-ion Na+, Mg2+, dan Ca2+ yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut bakal menetralkan muatan pasir dan tanah liat. Oleh karena tersebut terjadi koagulasi yang akan menyusun delta di muara sungai.

Contoh Koloid

Koloid banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada bidang kosmetik, industri, farmasi dan lain sebagainya. Untuk lebih memahami arti koloid maka lihatlah contoh-contoh dibawah ini :
Kosmetik : Shampoo, pembersih wajah, deodorant, foundation dan lain-lain
Tekstil : Pewarna dalam bentuk sol.
Farmasi : Obat dalam bentuk sol.
Indsutri : Sabun dan detergen.
Makanan dan Minuman : Saus, Kecap, susu, mentega, mayonais dan lain-lain.

Share