6 Contoh Naskah DRAMA 3 Orang Singkat Berbagai Tema

Posted on

Contoh Naskah DRAMA 3 Orang – Diskusi mempunyai banyak guna dalam karya sastra ataupun dikala menulis fiksi. Diskusi tidak cuma menggambarkan obrolan kepribadian, namun pula bisa memanggil kepribadian tiap- tiap kepribadian.

Diskusi pula bisa menyoroti perbandingan budaya dari tiap- tiap kepribadian. Misalnya dengan dialek ataupun bahasa yang berbeda. Pula berperan selaku deskripsi pengaturan/ setting dalam suatu cerita.

jatikom hendak mengantarkan modul pendidikan dengan judul Contoh Diskusi 3 Orang Tentang Pembelajaran. Dimana modul pendidikan ini hendak diulas bersumber pada Penafsiran serta Contoh.

Diskusi merupakan obrolan antara 2 orang ataupun lebih, ataupun diskusi pula bisa dimaksud selaku komunikasi yang mendalam yang mempunyai tingkatan serta mutu besar, tercantum keahlian buat mencermati serta berbagi pemikiran mereka.

Dalam warga, diskusi ini bisa jadi fasilitas silih penafsiran, penerimaan serta kerja sama antara bermacam kelompok orang dengan latar balik budaya, pembelajaran, tingkatan ekonomi, pandangan hidup, keyakinan serta pula agama yang berbeda.

Pada tingkatan individu, diskusi ini bisa tingkatkan toleransi serta pula meningkatkan kebersamaan serta kehidupan yang damai dan silih menghormati serta yakin.

Selama kehidupan bangsa, diskusi ini bisa menuntaskan permasalahan nasional, merancang serta mengimplementasikan pembangunan bangsa, serta pula memastikan arah kehidupan bangsa mengarah masa depan.

Di tempat kerja, diskusi ini pula bisa berkontribusi pada kelancaran strategi, implementasi serta penilaian pekerjaan.

Berikut ini aku hendak membagikan contoh diskusi yang dipandu oleh 3 orang

Contoh Naskah Drama 3 Orang Tema Persahabatan

Judul  :  Salah paham

Tema  :  Persahatan

Casting : 3 orang

Karakter

  • Ella merupakan sahabat Idah dan Nani yang seringkali berspekulasi.
  • Idah adalah sahabat Ella dan Nani yang paling bijak dan berpikiran luas
  • Nani adalah sosok sahabat yang sederhana dan lurus.

Sipnopsis Drama

Pada suatu haris Ella sedang menceritakan sesuatu kepada Idah. Ella mengatakan kepada Idah bahawa Nani adalah sosok sahabat yang tidak baik. Ella menganggap Nani sangat tidak peduli dengan sahabatnya, bahkan dia bisa bersikap seperti tidak kenal ketika dimintai pertolongan oleh temannya. Namun, Idah tidak serta merta percaya dengan pernyataan Ella. Idah meyakini bahwa Ella hanya salah paham.

Naskah Dialog Drama (Mulai)

Ella :

Kamu tahu tidak, ternyata Nani itu bukanlah seorang teman yang baik.

Idah :

Memangnya kenapa? Kenapa kamu bilang kalau Nani itu bukan seorang teman yang baik? Apa yang sudah dilakukan oleh Nani?

Ella :

Jika Nani itu benar-benar ssosok teman yang baik, dia tidak mungkin membiarkan aku kehujanan ditengah-tengah malam.

Idah :

Maksud kamu membiarkan kamu kehujanan ditengah-tengah malah bagaimana? Aku kurang paham maksud kamu itu?

Ella :

Begini, kemarin aku kan berkunjung ke rumah tanteku. Aku pulangnya agak malam karena cuaca kebetulan lagi gerimis terus. Kemarin itu aku juga tidak bawa motor karena pas perginya dianterin sama temenku, Erni. Waktu aku berada dijalan… untuk menunggu taksi, taksinya tidak ada yang muncul. Eh.. ternyata aku lihat Nani sedang mengendarahi sepeda motor, entah dia darimana. Nah, ketika aku berhentikan dia, dia malah terus jalan saja.

Idah :

Yang benar saja? Jangan-jangan Nani tidak tahu kalau kamu memanggilnya?

Ella :

Tidak tahu bagaimana? Dia itu dekat sekali waktu aku mencoba memberhentikan dia. apalagi aku juga sangat keras waktu memanggilnya.

Idah masih tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Idah, karena menurut Idah selama ini Nani dianggapnya sebagai sosok teman yang sangat peduli dengan teman-temannya.

Idah :

Ya sudah, kalau begitu nanti aku akan coba menayakan masalah ini sama Nani. Mungkin besok aku akan ketemu dia.

Ella :

Ya, silakan saja. Eh.. sebentar lagi aku ada janji sama Erni. Okay, kalau begitu aku pulang dulu ya…

Idah :

Okay. Hati-hati dijalan!

Ella pun beranjak menghampiri motornya yang dia parkir dibawah pohon beringin.

Pada keesokan harinya Idah pun bertemu dengan Nani. Idah dengan segera menanyakan kebenaran perkataan Ella terkait sikapnya kepada Ella.

Idah :

Nani, aku mau nanya sama kamu.

Nani :

Mau nanya apa? Silakan, sepertinya kamu serius amat!

Idah :

Apa iya kemarin kamu main jalan saja waktu si Ella sedang kehujanan dijalan pas malam-malam dia habis datang dari tumah tantenya?

Nani pun sangat terkejut dengan pertanyaan Idah, karena dia merasa tidak keluar rumah sama sekali pada waktu itu.

Nani :

Yang benar saja? Kemarin aku tidak kemana-mana. Aku dirumah saja, soalnya waktu itu aku kurang enak badan. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya ke mamaku.

Seperti yang diyakini Idah, bahwa Ella salah paham dengan Nani, karena  Nani bukanlah sosok seperti yang dianggap Ella.

Idah :

Tidak usah.. aku percaya sama kamu. Aku hanya ingin memastikan apakah benar apa yang dikatakan oleh Ella, atau hanya salah paham saja.

Nani :

Memangnya Ella yakin sekali kalau yang dilhitanya kemarin malam itu aku? Bagaimana dia bisa yakin sekali?

Idah :

Ya sudah, tak usah dipikirkan. Nanti aku ngomong sama dia kalau yang dia lihat malam itu bukanlah kamu.

Nani pun merasa tidak nyaman dengan Ella. Dia melarang Idah utuk menemui Ella untuk menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya. Nani memutuskan untuk menjelaskannya sendiri kepada Ella.

Nani :

Idah, kamu tidak usah menjelaskan masalah ini sama Ella ya.. biar aku saja yang ngomong sama dia, soalnya aku merasa tidak enak sama dia.

Idah :

Ya sudah, kalau begitu kamu bisa temui dia besok ditempat kita bisa ngumpul. Kamu jelaskan ke dia bahwa yang dia lihat kemarin malam itu bukan kamu.

Baca :  Pengertian Teknik Dasar Sejarah Olahraga Anggar

Nani :

Ya, tentu.

Keesokan harinya, pada sore hari Nani pun mendatangi tempat dimana dia dan Ella serta Idah sering ngumpul bersama. Kebetulan pada saat itu Ella memang sudah berada disana.

Ella :

Eh, kamu Nani.. sendirian saja? Memangnya Idah kemanan?

Nani :

Aku tidak tahu, mungkin dia lagi bantu-bantu ibunya dirumah. Aku mau nanya sama kamu. Apa iya kemarin kamu melihat aku di jalan….

Ella :

Kok kamu malah nanya aku? Memang benar kan, kemarin kamu bawa motor malam-malam dan waktu ku panggil kamu diam saja?

Nani :

Ella, kamu itu salah orang. Bagaimana mungkin itu aku, soalnya aku lagi dirumah. Waktu itu aku kurang enak badan.

Ella lantas sangat terkejut dengan penjelasan Nani.

Ella :

Yang benar saja kamu!

Nani :

Iya benar, kalau kamu kurang yakin silakan tanya ke mamaku, adikku, atau tanya ke ayahku. Mereka pasti bilang aku memang sedang dirumah.

Ella tediam sejenak, karena dia merasa yakin sekali bahwa yang dilihatnya kemarin adalah wajah Nani.

Ella :

Apa iya orang lain? Ya sudah kalau itu memang bukan kamu, lalu dia itu siapa? Kenapa wajahnya sama pesis seperti kamu.

Nani :

Begini saja, warna motor itu apa? Nomor platnya berapa?

Ella :

Kalau warnanya aku ingat, motor itu warna biru. Nomor platnya aku tidak tahu karena waktu itu kan hujannya lumayan deras.

Nani :

Warna biru? Kamu kan tahu kalau aku tidak memiliki motor berwarna biru. Kamu sering datang kerumahku, satu-satunya motor dirumahku itu kan berawarna hitam.

Ella pun mulai yakin bahwa yang dilihatnya memang bukanlah Nani, melainkan orang lain yang memiliki kesamaan rupa dengan Nani. Ella akhirnya meminta maaf sama Nani.

Ella :

Nani, kamu benar. Kamu tidak punya motor berwarna biru. Maaf, aku sudah menyangka kamu yang tidak-tidak. Kamu mau kan memaafkan aku?

Nani :

Dengan senang hati. Sekarang aku sudah merasa enakan, karena akhirnya kamu tahu bahwa itu bukanlah aku. Bagaimana mungkin aku tega mentelantarkan kamu di jalan malam-malam hari, apalagi pada saat itu hujan deras.

Contoh Naskah Drama 3 Orang tentang Persahabatan

Tema: Persahabatan

Judul: Janji

Sinopsis:

Bercerita tentang 3 orang sahabat, yaitu Filuna, Saragas, dan Kalalan yang harus merasakan manis pahitnya kehidupan persahabatan. Namun ternyata selama ini Filuna menderita penyakit sirosis hati dan membuat kedua temannya secara bergantian merawatnya dirumah sakit. Kondisi Filuna semakin memburuk dan hal itu membuat mereka mengingat janji yang mereka buat sewaktu kecil. Siapa sangka, janji yang mereka buat dahulu menjadi boomerang bagi persahabatan mereka bertiga.

Dialog Drama:

(tempat les musik)

Saragas : “Halo Lan? Ada apa?” kata Saragas setelah menjawab panggilan dari sahabatnya, Kalalan.

Kalalan : “Filuna masuk rumah sakit. Cepat kesini” Jawab Kalalan diseberang telefon.

Saragas : “A-apa? Oke! Aku ke sana sekarang!”

(rumah sakit)

Saragas : “Bagaimana keadaan Filuna?”

Kalalan : “Kata dokter kondisinya semakin memburuk. Dia harus dirawat dalam beberapa waktu”

Saragas : “Hah, Aku sudah mencemaskan hal ini akan terjadi”

Kalalan : “Gas, kita bergantian saja menjaga Filuna dirumah sakit. Kau pulang saja dulu hari ini”

Saragas : “Okelah. kita bergantian menjaga Filuna selama dia di Rumah Sakit. Aku pulang dulu. Aku akan kembali besok pagi. Sampai jumpa.”

Selama Filuna dirawat, Saragas dan Kalalan selalu bergantian menjaga Filuna. Mereka akan saling menutupi kesibukan satu sama lain agar memastikan Filuna tidak sendirian di Rumah Sakit. Namun, tiga bulan berlalu Saragas lebih sering absen dan membuat Kalalan mau tidak mau mengorbankan kesibukannya untuk menemani Filuna. Hal itu membuat Kalalan kesal.

Kalalan : “Ternyata kamu masih ingat sama Filuna? Ku pikir kau sudah bosan menemani Filuna di Rumah Sakit.” Singgung Kalalan ketika Saragas baru saja datang setelah dua minggu menghilang.

Saragas : “Filuna sahabatku. Kau pun begitu. Maaf, aku terlalu sibuk dengan acara sekolah. Aku tidak bisa lari dari tanggung jawabku sebagai ketua Osis.”

Kalalan : “Kau tidak bisa lari dari tanggung jawabmu sebagai ketua Osis, tapi kau seenaknya lari dari tanggung jawabmu sebagai sahabat? Kau lupa perjanjian kita?”

Saragas : “Aku masih mengingatnya dengan jelas. Kita berjanji untuk bergantian menemani Filuna di Rumah Sakit. Sudahlah, lagipula aku sudah kembali. Jangan memperbesar masalah”

Kalalan : “Oke, lupakan soal itu. Satu hal yang harus kau tahu selama kau tidak datang dua minggu ini”.

Saragas : “Apa?”

Kalalan : “Hidup Filuna tinggal menghitung hari jika tidak segera mendapatkan donor hati. Dan kau tahu apa artinya itu?”

“Perjanjian yang kita buat 15 tahun yang lalu tidak akan tertepati jika salah satu diantara kita pergi”

Saragas seketika mengingat perjanjian yang dimaskud Kalalan. Mereka bertiga pernah menulis perjanjian bahwa apapun yang akan terjadi, kita harus tetap bersama. Saragas tampak syok dan memberikan tatapan kosong kepada Kalalan.

Saragas lagi-lagi menghilang. Sementara itu Filuna sadar dan mencari kedua sahabatnya. Kalalan berusaha menghubungi Saragas namun tidak mendapat jawaban.

Filuna : “Saragas kemana Kalalan?”

Kalalan : “Hah? Emm, tadi pagi Saragas pulang, dia ada les musik. Mungkin sore nanti dia akan kembali ke sini. Kau istirahatlah dulu.”

Filuna : “Kalalan? Kau ingat janji yang kita buat waktu kita bertiga kecil?”

Kalalan : “Tentu. Ada apa kau menanyakan itu?”

Filuna : “Kurasa aku orang yang akan jadi pengecut diantara kita bertiga. Aku tidak bisa menepati janji kita. Maafkan aku Kalalan, sampaikan juga maafku kepada Saragas. Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaikku”

Kalalan : “kau jangan bicara begitu. Kau pasti akan sembuh, percayalah”

Filuna tersenyum.

Dua hari setelah Filuna sadar, kondisinya kembali memburuk dan terpaksa masuk ke ICU. Saragas pun masih belum bisa dihubungi oleh Kalalan. Namun disamping itu, Kalalan mendapat kabar dari dokter kalau Filuna mendapatkan donor hati yang cocok, dan akan segera melakukan transplantasi hati.

Baca :  Pengertian Entrepreneur, Contoh, Kelebihan, Menurut Para Ahli

Satu minggu selang operasi Filuna yang berjKalalan lancar, ia pun sadar dan melihat hanya Kalalan yang berada di sampingnya.

Filuna : “Saragas kemana Kalalan?”

Kalalan yang mendengar pertanyaan Filuna itu pun seketika terdiam dan menahan kesedihannya.

Filuna : “Lan, kenapa wajahmu sedih?”

Kalalan : “Filuna, mengenai janji kita 15 tahun yang lalu, selamat, janji itu berhasil ditepati”

Filuna : “iya, aku tidak menyangka aku akan mendapat donor hati. Aku sangat berterimakasih kepada orang yang mendonorkan hatinya kepadaku. Aku harus tanya dokter siapa nama orang yang mendonorkan hatinya kepadaku”

Mendengar hal itu, Kalalan seketika memberikan secarik kertas kepada Filuna.

Filuna : “Apa ini, Kalalan?”

Kalalan : “Surat dari orang yang mendonorkan hatinya untukmu”

Ternyata surat itu dari Saragas. Saragas yang mendonorkan hatinya pada sahabatnya sendiri. Kalalan tidak pernah tahu bahwa saat-saat sahabatnya itu absen menjaga Filuna dirumah sakit atau hilang kabar, disaat itu pula Saragas berjuang melawan sakitnya juga. Ia ternyata mengidap kanker otak stadium akhir, namun selama ini ia sembunyikan. Mengetahui hidupnya sudah tidak tertolong, ia membuat surat wasiat untuk mendonorkan hatinya kepada sahabatnya, Filuna.

Kalalan : “Saragas berpikir bahwa ia harus tetap kuat untuk menjagamu. Bahkan aku sangat marah pada diriku. Kenapa aku tidak bisa peka terhadap keadaan Saragas?”

Filuna : “Aku membenci diriku ini, Kalalan. Aku benci”

Kalalan : “Aku pun begitu. Tapi menyesalinya pun akan sia-sia saja”

Filuna pun menangis terpukul mengetahui kenyataan pahit sahabatnya. Ia semakin terpukul setelah membaca tulisan Saragas yang mengatakan “dengan adanya hatiku di tubuhmu, aku berpikir kita bertiga akan tetap bersama. Aku tahu pemikiranku sangat naif, tapi hanya itu yang kupikirkan sekarang. Meski ragaku sudah tidak ada, tapi hatiku selalu ada disetiap langkahmu, berjanjilah untuk selalu bersama Kalalan, dengan begitu kita bertiga akan selalu bersama. Pada akhirnya, janji kita akan tertepati”

Contoh Naskah Drama Singkat 3 Orang Tema Pendidikan

Dialog :

Salahudin : “Whats up bro”

Wildanli.          :” Woi bro, bagaimana dinonton ji debat ?”

Salahudin : “jelas”

Wildanli.           : “saya tetap nomor 2 kupilih”

Salahudin. : “Apa itu nomor 2 tahun lalu dikalah sama kotak kosong”

Wildanli.          : “apa maksud anda mengatakan itu”

Salahudin : “kenyataan bosku”

Wildanli kemudian memukul Salahudin

Ustad : “hei kenapa ini?”

Wildanli : “ini nih ustad dia duluan hina Paslon saya”

Salahudin : “emang kenyataan nya

Ustad : “sudah sudah jangan saling menghina berbeda itu biasa tapi jangan asal menghina dan juga jangan langsung main pukul orang yang jadi walikota kalian yang marahan aduhhhh. Sudah minta maaf”

Mereka kemudian saling memaafkan…

NASKAH DRAMA TENTANG PENDIDIKAN (3 ORANG)

Judul Drama : Pendidikan

Tema Drama : Pendidikan

Jenis Drama : Drama Singkat

Jumlah pemeran : 3 (tiga) orang

Karakter/penokohan :

Yeni Sira sebagai Diva (Inspirator)

Sanah Siti sebagai Sanah (Penyemangat)

Linda Artisa sebagai Sika (Pemalas)

Pada suatu hari mereka bertiga (Diva, Sanah, Sika) sedang berkumpul disebuah taman di sekolah mereka pada saat jam istirahat.

Teks Dialog Drama

Diva :

Apa kabar kalian semuanya hari ini?

Sanah :

Baik

Diva :

Kamu Sika?

Sika :

Aku baik-baik aja, kamu sendiri apa kabar?

Diva :

Alhamdulillah, aku juga baik-baik aja.

Sanah :

Kok pas dianyain sama Pak Darto tadi kamu nggak bisa jawab Rik?

Sika :

Ya emang aku nggak bisa, mau gimana lagi?

Diva :

Itu artinya kamu nggak belajar, iya kan?

Sika :

Iya sih..

Diva :

Belajar itu kan penting Rik, kamu jangan menghabiskan waktu untuk bermain saja dong. Luangkan waktu untuk belajar sewaktu dirumah.

Setelah itu, Diva lantas pamitan sama teman-temannya untuk ke toilet karena dia ingin buang air kecil.

Diva :

Eh.. Rik, Jan, maaf ya.. aku mau ke toilet dulu nih, aku sudah nggak tahan nih,,, maaf ya….

Sanah :

Iya, buruan!

Sanah :

Rik, kamu nggak boleh membuang banyak waktumu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat Rik, kamu harus mau belajar dengan giat biar kalau ditanya bisa jawab. Kamu perhatian teman kita, Diva, dia hampir selalu bsia mengerjakan soal dengan sangat baik, apalagi kalau cuman diatanya hal-hal yang mudah.

Sika :

Betul sih, tapi mau gimana lagi orang aku malas banget kalau mau belajar.

Sanah :

Kalau kamu malas, sampai kapanpun kamu akan seperti itu. Kamu mau nanti kamu tidak lulus?

Sika :

Nggak tau deh, kalian itu gimana sih kok selalu punya semangat untuk belajar gitu? Kalau aku baru mau buka buku aja udah malas banget rasanya.

Sanah :

Mulai setahap demi tahap. Untuk pertama kali mungkin kamu agak kesulitan membiasakan diri dengan belajar dirumah. Kamu harus bisa mengawaliinya secara perlahan.

Sika :

Caranya gimana?

Sanah :

Luangkan 5-10 menit, dan pastikan kamu memaksakan diri untuk membuka buka selama 5-10 menit tersebut.

Sika :

Gitu ya? Emang 5-10 menit udah bisa buat kita ngerti apa yang kita pelajari? Itu kan kamu, kalau aku mana bisa paham cuman baca buka 5-10 menit?

Sanah :

Maksud aku, 5-10 menit itu cuman sebagai permulaan. Dengan begitu kan kamu akan terbiasa baca buku ampe lama, dan akhirnya kamu akan serasa nyaman belajar hingga berjam-jam.

Sika :

Oh.. gitu… Ya udah deh, aku coba nanti.

Sanah :

Betul ya! Tuh, lihat teman kita, si Diva. Dia selalu menjadi salah satu yang terbaik dikelas kita. Bukan mau membanding-bandingkan kamu dengan dia sih, tapi mestinya Diva kan bisa menjadi inspirasi buat kamu.

Sika :

Iya.. iya, aku akan belajar.

Sanah :

Sip deh kalau gitu. Eh, udah mau masuk kelas nih. Yuk, tar telah lagi. Si Diva kok belum dateng ya?

Baca :  Pengertian Hukum Newton 1, 2, 3, Rumus, Contoh

Sika :

Ya udah, kita tunggu dikelas aja deh, siapa tahu dia malah udah ada dikelas.

Sanah :

Ok, yuuuukkk..

Contoh Naskah Drama 3 Orang tema Pendidikan

Judul : PR

Tokoh :

Neli : Si kaya yang tidak pernah belajar

Siska : Si rempong

Ratna : Si cantik otak kurang setengah ons

Setting/lokasi : Di ruang kelas

Hari ini adalah hari seperti biasanya anak-anak berangkat kesekolah dengan gembira. Ada siswa bernama Neli, Siska, dan Ratna. Mereka adalah anak kelas 3 yang sebentar lagi ujian nasional. Di depan kelas mereka berbincang-bincang.

Siska : Nel, ada PR gak hari ini?

Neli: mana aku tau, aku pernah buka buku pelajaran aja enggak

Ratna : emang hari ini hari apa sih? Kok aku lupa yaa

Siska: ratna enggak tau hari ini, terus tadi pagi kamu liat jadwal pelajaran bawa buku apa

Eatna: aku bawa semua bukunya biar gak ribet

Neli: wah aneh ini anak, untung kamu kawan kita, kalau enggak udah aku retakkan tulang rusuk mu

Bel berbunyi Kring Kring Kring menandakan semua murid masuk sekolah, di dalam kelas yang kacau belum ada guru. Pada saat itu pelajaran pertama adalah fisika. Ada PR yang harus di kerjakan dan ketiga orang ini belum mengerjakan sama sekali.

Neli: buruan masuk, kita nyontek yang lain PR nya

Ratna: emang kita bisa nyontek siapa?

Siska: iya juga, kagak ada yang mau nyontekin kita

Ratna: yaudah sini aku aja yang ngerjain (mengambil buku)

Neli: wah, agak gak percaya aku sama ini anak bisa ngerjain

Ratna: kalian meragukan kemampuan ku

Neli dan  Siska: (saling berhadapan) wkwkwkwkkw (tertawa sekenceng-kencengnya)

Ratna: (mikir keras mengerjakan PR)

Siska : (mengambil kaca dan lipsitik tancap make up) kayaknya lipsitik ku kurang semleheo ya nel

Neli: tancap aja terus itu bibiru dah kayak bibir lohan tau gak sih

Siska: ratna ! udah selesai belum? Keburu datang gurunya

Ratna: (mikir keras) aku gak bisa ! (sambil garuk-garuk kepala)

Neli: kan udah aku bilang, jangan percaya sama ini anak. Nanti kalau di hukum belum mengerjakan PR kita maju aja lah. Namanya PR pekerjaan rumah bukan pekerjaan sekolah

Ratna : malu aku kalau tidak mengerjakan

Siska : ternyata anak ini punya malu nel juga hahaha

Neli : udah pasrah aja, kita emang tidak mengerjakan PR, lain kali kita harus mengerjakan

Ratna: yaudah deh (dengan nada pasrah)

Kemudian ada pengumuman yang di siarkan di mickrofon kantor

Siska: we diem we !

“UNTUK KELAS 3 HARI INI DI LIBURKAN, KARENA SELURUH GURU KELAS 3 AKAN MENGADAKAN RAPAT TERKAIT DENGAN UJIAN NASIONAL”

Neli: yeeeeeee! Bener la insting ku gak usah di kerjain PR ini. Yuk lets go

Ratna: kemana ?

Siska: jangan bilang kamu mau ngajak kita belanja lagi nel? Kagak punya duit aku. Uang saku ku nipis hari ini

Ratna: iya nih

Neli: tenang, nanti aku blanjainin

Ratna: tumben kamu nel, kesambet angin apa?

Neli: udah tidak usah banyak cakap, keburu berubah pikiran nih

Siska: lets go…!

Contoh Dialaog 3 Orang

Santi: Hai Dani, Wildan, apa kabar?

Dani: Alhamdulillah, bagus.

Wildan: Alhamdulillah, bagaimana dengan Anda, Santi?

Santi: Alhamdulillah baik. Dani, kamu akan pulang minggu ini?

Dani: Ya, saya di rumah.

Santi: Sepertinya Anda jarang pulang bulan lalu, bukan?

Dani: Kudus dibanjiri bulan lalu, jadi sulit untuk pulang ke jalan.

Santi: Kenapa kamu tidak datang ke rumahku?

Dani: Di mana rumahmu?

Santi: Kendal

Dani: Mengapa Kendal tidak banjir juga?

Santi: Ya, tetapi hanya di kecamatan Brangsong dan Kendal Kota rumah saya tidak banjir

Dani: Benarkah?

Santi: Ya Nggar, apakah Kudus membanjiri dengan buruk?

Dani: Ya, hampir seluruh wilayah Kudus kebanjiran, terutama di daerah di pantai utara.

Wildan: Jadi jalan raya tidak bisa dilewati jalur Pantura?

Dani: Ya, bahkan ada sebuah kecamatan di mana hampir semua daerah banjir

Wildan: Distrik mana? Lingkungan tempat tinggal Anda?

Dani: Tidak, ada juga banjir di kabupaten saya, tapi alhamdulillah desa saya tidak termasuk yang terkena banjir.

Santi: Terima kasih Tuhan. Apakah itu berarti desamu aman?

Dani: Ya, desaku tinggi, jadi tidak banjir.

Santi: Menurut Anda apa yang menyebabkan banjir di Kudus?

Dani: Ada banyak hal, antara lain karena banyaknya hutan gundul, sampah di sungai, yang berarti airnya tidak mengalir dengan lancar, juga karena curah hujan yang sangat tinggi dalam sebulan terakhir.

Wildan: Lalu apa yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi banjir?

Dani: Salah satu hal yang dilakukan oleh pemerintahan Kudus adalah memperbaiki bendungan di sekitar sungai.

Santi: Oh, jika di daerah Anda Hud, seperti apa musim hujan kemarin?

Wildan: Daerah saya adalah dataran tinggi, jadi tidak ada banjir. Itu hanya rentan terhadap tanah longsor.

Dani: Area mana itu Hud?

Wildan: Bandungan. Apakah kamu di sana?

Dani: Belum Hud.

Wildan: Jika Anda Santi, apakah Anda pernah ke Bandungan?

Santi: Saya pernah ke pasar Bandungan. Daerah mana di Bandungan yang rentan terhadap tanah longsor?

Wildan: Di Desa Junggul

Dani: Saya ingin tahu apa penyebabnya.

Wildan: Sama seperti banjir sebelumnya, karena hujan lebat. Tetapi ketika tanah longsor terjadi pada lereng tertentu, di mana tidak ada tanaman yang tersisa untuk menopang tanah.

Santi: Karena dua masalah ini, bencana di sekitar kita berarti kita tidak peduli dengan lingkungan, kan, Hud?

Dani: Ya, jadi kami harus melindungi lingkungan di sekitar kami sehingga masalah ini dapat diatasi.

Wildan: Benar.

Bagikan di Sosial Media