5 Contoh Proposal Usaha Makanan Lengkap

Posted on

Contoh proposal usaha makanan – Berikut #jatikom berikan contoh nya, jangan lupa kasih kata pengatar, daftar isi dan cover yah dapat dilihat di halaman yang lain, gunakan search

BAB I
PENDAHULULUAN
 
1.1  Latar Belakang

Setelah memperhatikan semakin meningkatnya jumlah pengangguran dan kurangnya pengetahuan di masyarakat untuk memanfaatkan peluang bisni, di karenakan kurangnya pengetahuan akan pemanfaatan sumberdaya yang ada dan menyebabkan semakin meningkatnya kerisis ekonomi di masyarakat, di karenakan kurangnya pemikiran yang luas untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, yang dapat membantu meningkatkan perekonomian bagi keluarga dan masyarakat.

Berwirausaha merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan jalan keluardari permasalahan tersebut, banyak cara yang dilakukan dalam berwirausaha, misalnya mengolah barang mentah menjadi produk ataupun barang setengah jadi menjadi suatu produk yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi sehingga dapat dinikmati para konsumen. Oleh karena itu penulis menciptakan suatu hasil atau produk yang memiliki nilai jual, penulis membuat kue “BOBICO” kue ini berbahan dasar ubi yang sangat mudah di dapatkan, akan tetapi masyarakat kurang akan pengolahannya, sehingga tidak menyadari bahwa ubi ini jika di olah menjadi kue yang menarik dapat memiliki harga jual yang cukup tinggi.

1.2  Visi
Menjadikan makanan tradisional menjadi yang utama

1.3  Misi
1.Selalu berinovasi dengan produk tradisonal
2.Meningkatkan kualitas makanan tradisional
3.Mengutamakan kualitas dalam pelayanan sehingga konsumen puas

1.4  Tujuan kegiatan usaha
Tujuan penulis memilih jenis usaha ini yaitu :
1.Mendapatkan keuntungan.
2.Menarik minat konsumen untuk merasakan produk yang penulis buat, agar mencapai target penjualan.
3.Dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
4.Membantu mempertahankan makanan tradisional agar tidak hilang.

1.5  Maksud kegiatan usaha
Dari hal membuka usaha ini penulis bermaksud ingin menyalurkan ilmu yang penulis miliki yaitu Kemampuan di bidang kuliner,  di dunia usaha bentuk dari pengalaman dan menambah wawasan atas ilmu yang telah penulis ketahuai dan ingin berinovasi dengan makanan tradisional sehingga makanan tradisional tida akan kalah dalam kualitas dengan makanan makanan di jaman yang moden ini, penulis akan berenovasi dengan mengembangkan kembali kue tradisional yaitu obi menjadi lebih menarik dan lebih berkualitas. Penulis akan membuat “BOBICO” yaitu bola bola obi coklat yang hasil dari pengembangan dari kue obi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil

Bobico adalah brand dari kegiatan usaha penulis, karena bahan bakunya adalah ubi, ubi biasanya di kenal dengan makanan pedesaan, namun kini penulis ingin mengebangkan kembali dengan cara mengolah ubi ini menjadi makanan yang menarik, sehingga ubi dapat di kenal luas oleh masyarakat, cara penulis memperkenalkan ubi ini secara luas yaitu dengan cara membuat hasil olahan dari ubi yang semenarik mungkin tanpa mengurangi isi nutrisi yang terkandung di dalamnya.Ubi banyak sekali mengandung nutrisi penting bagi kesehatan, kandungan yang termasuk dalam ubi yaitu : vitamin A, C, E, betakeroten, magnesium, kalium dan kaya oksige, sehingga makanan ini dapat di konsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak anak hingga orang lanjut usia.

“>
2.2 Strategi pasar

Agar rencana mendirikan usaha ini berjalan dengan lancar,
upaya yang dilakukan dalam melakukan strategi pasar antara lain :


2.2.1 Segmenting

Segmenting pasar adalah dengan menjadikan pembeli sebagai target yang akan di capai, produk yang harus penulis buat adalah produk yang dapat di nikmati oleh berbagai kalangan dari masyarakat dengan tingkatan berbeda, produk ini juga bisa di nikmatin dari anak anak hingga orang dewasa.


2.2.2 Targeting

Target pasar yang penulis bidik adalah pada kalangan masyarakat setempat, sekolah penulis sendiri, serta warung warung kecil.

2.2.3 Positioning

Agar produk penulis ini mudah dikenali oleh masyarakat, penulis berinovasi dengan cara menambahkan bahan baru yang membedakan makanan ini dengan yang ada, bahan yang penulis tambahkan yaiu seperti kacang, coklat dan seres mix, sehingga tampilan lebih menarik rasa lebih unggul dan kulitas sangat baik, sehingga konsumen dapat mengenali dengan mudah produk ini.

2.3 Analisis SWOT Sebagai kelayakan Usaha

Yaitu sebagai acuan untuk menghadapi persaingan dalam bidang usaha Setiap kegiatan untuk memulai usaha penulis harus mengukur kemampuan penulis terhadap lingkungan atau pesaing melalui SWOT.

2.3.1 Kekuatan ( Strength )

Rasa percaya bahwa produk ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat luas, karena produk yang penulis buat ini mempunyai kualitas yang cukup tinggi karena bahan dasarnyaa menggunakan ubi yang banyak mengandung nutrisi juga pembuatan yang higienis.

2.3.2 Kelemahan ( Weakness )

1.    Produk tidak tahan lama.
2.    Produk mudah di tiru.
3.    Harga bahan baku tidak stabil.

2.3.3 Peluang ( Oportunity )

Produk ini memang sudah ada di kalangan masyarakat akan tetapi usaha bobico ini berbeda dengan obi yang biasa, bobico ini produk hasil modivikasi yang sedemikian sehingga menjadi produk baaru serta menarik yang dapat bersaing dengan makanan-makanan modern, obi di jaman sekarang sudah  jarang sekali yang memproduksi, sehingga penulis mempunyai peluang yang cukup baik, dalam pemasaran, apalagi obi ini merupakan varian baru yang dapat menarik minat konsumen unuk merasakan sensasi baru dari obi ini.

2.3.4 Ancaman ( Treath )

Ancaman yang dapat timbul dari usaha BOBICO ini antara lain :
1.      Pesaing tidak sehat.
2.      Bahan baku yang tida stabil.
3.      Adanya produk serupa dengan kualitas baik dan harga murah sehingga menjatuhkan produk penulis.


BAB III
MANAGEMEN PRODUKSI


3.1 Proses Produksi

Kegiatan yang penulis lakukan dalam
kegiatan produksi yaitu :

1.Mengembangkan ide pembuatan produk dengan membaca kebutuhan konsumen terhadap sebuah produk yang sedang populer yaitu kuliner.

2.Melalui bagian produksi, penulis mulai mentukan bahan baku penunjang selain bahan baku utama dalam hal ini, penulis melakukan survei ke pasar guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif dasar pasar.

3.Proses produksi, proses produksi dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang mengedepankan kan azas higenis guna terciptanya kepercayaan terhapat konsumen akan produk yang penulis pasarkan.

4.Menyusun laporan keuangan, tahapan ini di lakukan untuk membuat sistem managemen yang baik dalam kegiatan usaha. Penulis percaya, jika penangana keungan tersusun dengan baik maka semua kegiatan produksi akan berjalan lancar dan maksimal.   

3.2 Bahan Baku

Dalam proses produksi penulis menggunakan bahan baku rincian sebagai berikut :

Nama Bahan Banyaknya Harga Satuan Harga total
1. Ubi jalar 16 kg Rp. 2.500 Rp. 40.000
2. Tepung  tapioka 4 kg Rp. 8.000 Rp. 32.000
3. Gula merah 1 kg Rp. 14.000 Rp.14.000
4. Kacang 1 kg Rp. 25.000 Rp. 25.000
5. Garam 1 pcs Rp.1.000 Rp. 1000
6. Coklat 5 pcs Rp. 1.0000 Rp. 50.000
7. Seres 5 pcs Rp.5.000 Rp. 25.000
Total Rp. 187.000

Table 1.1 ( Daftar bahan baku )
3.3 Peralatan Dan Perlengkapan
Dalam kegiatan produksi penulis, peralatan dan perlengkapan yang penulis gunakan sebagai berikut


3.3.1 Peralatan

No Nama Barang Banyaknya
1. Dulang 1
2. Gelas ukur 1
3. Baskom 1
4. Pisau 1
5. Panci 1
6. Wajan 1

Tabel 1.2. ( Daftar Peralatan)

3.3.2 Perlengkapan

No Nama Barang Banyaknya Harga Satuan Jumlah
1. Label 5 lbr Rp. 3000 Rp. 15.000
2. Sarung
Tangan Plastik
2 Rp. 1000 Rp. 2000
3. Cup Plastik 10 pack Rp. 8.500 Rp. 85.000
Total Rp .102.000

Tabel 1.3 ( Daftar Perlengkapan )
3.4 Biaya Lain – Lain

No Nama Biaya Jumlah
1. Transportasi Rp. 15.000
2. Isi Ulang
Gas
Rp. 18.000
Total Rp. 33.000


3.5 Cara Pembuatan

1.Siapkan bahan-bahan dan peralatan yang di butuhkan

2.Kupas ubi kemudian cuci lalu kukus hingga matang atau melunak.

3.Halus kan ubi dengan cara di tumbuk dengan menggunakan dulang sampai halus.

4.Setelah ubi halus hingga berbentuk adonan masukan garam, tepung tapioka,  kemudian tumbuk kembali hingga tercampur rata.

5.Setelah selesay ambil adonan sesendok dan masukan gula merah sedikit atau coklat sesuai slera, sebagai isiannya, lalu bulatkan sehingga menjadi bola bola kecil.

6.Panaskan minya dengan api sedang, jika minyak sudah siap baru goreng adonan yang telah di benuk hingga berwarna coklat keemasan, setelah matang angkat lalu tiriskan.

7.Setelah dingin bobico bisa di toping sesuai selera.

BAB IV
RENCANA ANGGARAN


4.1  Modal / Pemasukkan
Modal yang penulis keluarkan dalam sekali produksi ialah sebesar Rp. 322.000
Total biaya         = bahan baku + perlengkapan + biaya lain – lain
= Rp. 187.000 + Rp. 102.000 + Rp. 33.000 = Rp. 322.000
Total pengeluaran yang digunakan dalam satu kali produksi yang menghasilkan 100 produk dengan modal pengeluaran Rp. 322.000


4.2Penentuan Harga Jual

Harga Pokok Produksi   = total biaya / hasil produksi = 322.000 x 100 = Rp. 3220,/pcs
Harga jual =  harga pokok+laba yang di inginkan              =Rp.3220+Rp.1780             =Rp.5000,-
Jadi harga jual nya yaitu (Rp.5000/pcs)

4.3 Perhitungan Laba/Rugi
Laba          = ( hasil produksi x harga jual) – modal = ( 100x Rp. 5000) – Rp.322.000 = Rp. 500.000 – Rp. 322.000 = Rp. 178.000,-

Persentase Laba =   laba / modal x 100%  x 100% = 178.000 / 322.000 x 100% =  55,27%

Persentase dari laba bersih yang didapat dalam satu kali produksi yaitu 55,27%

BAB V
PENUTUP


5.1 Kesimpulan

“BOBICO” merupakan brand produk yang di ciptakan oleh penulis dalam bidang ini, penulis menciptakan produk ini atas survey yang penulis lakukan unuk mencari peluang bisni yang baik dan bermanfaat (yang di butuh kan) oleh masyarakat, penulis sangat mengharapkan produk yang penulis buat dapat diterima dan dapat disenangi olehpara konsumen dantertanam dibenak masyarakat luas dengancara konsinyasinya ditoko cemilan.


5.2 Saran

Baca :  Kerajaan Islam di Indonesia,Sejarah,Bukti Peninggalannya

Penulis menyadari bahwa proposal ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi penyempurnaan prososal ini. Demikian proposal ini, semoga kegiatan usaha penulis ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan penulis berharap dalam mengembangkan kreatifitas dapat bermanfaat bagi penulis dan masyarakat. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan proposal ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik dantepat pada waktunya, sekian terimakasih.

 

PROPOSAL USAHA “RISOL MAYONAISE”

BAB I

PROFIL PERUSAHAAN

 

Deskripsi Umum Perusahaan

Latar Belakang

Siapa yang tidak mengkenal risol? Risol merupakan jajanan yang sebenarnya sudah begitu lama dikenal. Sebagai jajanan pasar, risol dijual dalam bentuk siap saji sudah memiliki permintaan pasar yang relatif stabil.Tetapi risol yang sekarang banyak dijual di pasaran yaitu berisi sayuran.Terdengar  biasa saja karena kebanyakan orang sering membeli  risol yang berisi sayuran. Kami memilih jenis usaha “RISOL MAYONAISE” agar para penikmat jajanan/kuliner lezat ini dapat memilih beberapa isi sesuai kesukaan mereka dari risol ini dengan isi beef asap atau sosis sapi. Harganya pun terjangkau bagi semua kalangan sesuai dengan rasa gurih dan bercampur rasa manis dan gurih yang ditawarkan pada risol  ini.

Usaha ini merupakan suatu kegiatan usaha yang bergerak di bidang makanan ringan khususnya “Risol”. Kegiatan usaha ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis usaha rumahan dengan tujuan memenuhi keinginan konsumen.

Riwayat Perusahaan

Usaha ini dibentuk oleh kami untuk berwirausaha dan sebagai implementasi dari mata kuliah Komunikasi Bisnis.

Visi dan Misi Perusahaan

VISI

Memproduksi dan menjual Makanan yang Sehat, Halal, Enak, Bermutu, dan berbeda dari makanan lain. Kepuasan pelanggan adalah prioritas kami.

 

MISI

  1. Makanan yang berbeda dengan yang lain
  2. Dari bahan berkualitas segar dan halal
  3. Kerjasama yang baik adalah pedoman kami
  4. Membangun hubungan yang baik antara Produsen dan Konsumen
  5. Melayani dengan Etika yang baik
  6. Kepuasan Konsumen penghargaan tertinggi kami
  7. Mengutamakan kualitas dalam hal apapun yang dilakukan (pelayanan) dan disajikan (makanan).
  8. Mengembangkan inovasi-inovasi baik dalam produk maupun pelayanan dengan Professional.
  9. Menumbuhkan ketrampilan dan pengetahuan produsen guna mencapai performa operasional yang maksimal.
  10. Mengembangkan usaha di beberapa tempat yang strategis untuk menjadi usaha terbaik di Indonesia.

Jenis Usaha yang Dikelola

Usaha ini bergerak di bidang makanan yaitu pembuatan Risol Mayonaise. Kami memilih usaha di bidang makanan karena usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan skill  yang saya miliki serta faktor pendukung yang memadai untuk megembangkan usaha ini.

Jenis Usaha yang Direncanakan

Kami membuat suatu usaha di bidang makanan yaitu pembuatan “Risol Mayonaise”. Yang isinya berbeda dari risol pada umumnya, dimana risol ini berisi beef asap atau sosis sapi, telur, bawang bombay yang kemudian dipadukan dengan mayonaise.

Tujuan

  1. Untuk mencoba mengembangkan ide, kreatifitas dan inovasi
  2. Untuk mencari peluang bisnis melalui kegiatan berwirausaha
  3. Menambah pengalaman berwirausaha bagi pemula
  4. Menarik minat agar mahasiswa/i lainnya agar mengembangkan diri di bidang kewirausahaan
  5. Mengembangkan usaha Risol Mayonaise agar semakin bisa menjangkau konsumen

 

BAB II

KEGIATAN PASAR DAN PEMASARAN

Lingkungan Usaha

Hal-hal yang menjadi pendukung dalam kegiatan pengembangan pemasaran yang kami jalankan adalah dari segi lokasinya. Selain dari segi lokasi, harga yang kami tawarkan juga relatif murah dengan kualitas dan kuantitas produk. Di lokasi wilayah kami sendiri jenis usaha di bidang makanan khususnya Risol Mayonaise memiliki peluang yang sangat menjajikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia. Oleh karena itu kami bertekad mengembangkan usaha pembuatan Risol Mayonaise karena ditunjang dari banyaknya  peluang  dalam mengembangkan jenis usaha ini.

Kondisi Pasar

Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk  yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi rasa yang lebih enak dan banyak, ukuran yang kecil (unik), harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat dan higienis. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran.

 

Rencana Pemasaran

Dengan usaha Risol Mayonaise yang sudah memiliki pelanggan tetap, maka kami akan menambah pemasarannya dengan membuat brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya , sehingga akan ada banyak yang membantu untuk mengembangkan usaha ini. Kami juga menerima delivery order melalui media sosial yang kami share, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

Lokasi, harga, promosi, dan yang paling penting produk . Produk ini juga sangat akan kami sesuaikan seperti pada kemasannya. kami sebagai penjual juga sangat memperhatikan guna melayani konsumen. Manajemen yang baik akan kami terapkan di antara anggota dalam perusahaan agar perusahaan ini berjalan dengan baik dan berkembang sesuai harapan.

 

BAB III

FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG

 

Faktor Penghambat

  1. Banyaknya usaha yang sama
  2. Harga bahan baku yang tidak stabil.

Tapi kami sudah merencanakan untuk memecahkan masalah faktor penghambat tersebut diantaranya yaitu dengan berhati–hati dalam mengelola setiap anggaran dana yang akan dikeluarkan. Sedangkan untuk mengatasi faktor yang kedua, yakni harga bahan baku tidak stabil, kami menyiasatinya dengan membeli bahan di tempat langganan kami belanja.

Faktor Pendukung

  1. Kondisi tempat, dan peralatan yang memadai
  2. Higienis dan harga yang relatif terjangkau
  3. Merupakan salah satu bagian produk yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

ANALISIS SWOT

  1. Strength (kekuatan)

– Menjual produk untuk semua kalangan (anak anak, remaja, dan orang tua)

–  Memiliki keunikan rasa dari semua risol yang berbeda dari risol biasanya

  1. Weakness (kelemahan)

– Sangat mudah di buat sendiri, sehingga biasannya orang memilih untuk membuatnya sendiri

– Cara pembuatannya mudah di tiru

  1. Opportunity (peluang/kesempatan)

– Mudah dalam pemasaran, karena makanan banyak orang yang tertarik kepada makanan camilan, disbandingkan makanan berat

– Alat dan bahan mudah di temukan, sehingga kami tidak merasa kesulitan dalam pembuatan camilan ini

– Modal yang di butuhkan tidak besar, sehingga kami mampu memproduksinya terus-menerus.

– Harga terjangkau.

  1. Threat ( hambatan)

– Jika ada produsen baru yang membuat produk sama seperti kami.

– Pesaing menambah varian dari isian risol

– Melakukan strategi pemasaran yang lebih kompetitif.

 

BAB IV

ASPEK PRODUKSI

Alokasi Usaha

Usaha ini  berlokasi di Bekasi, kami memilih lokasi tersebut, karena tempatnya dekat dengan daerah pemasaran. yaitu disekitar pusat belanja, dan warung-warung kampus dan dekat dengan lokasi usaha tersebut. Kami juga berproduksi di wilaya Bekasi, sehingga dapat memudahkan proses distribusi.

Fasilitas dan Peralatan Produksi

Dalam kegiatan usaha ini kami menggunakan fasilitas yang diperoleh dari modal sendiri, yaitu sebagai berikut :

PERALATAN JUMLAH HARGA
Kompor gas 1 buah Rp. 0,-
Susuk 1 buah Rp.0,-
Tabung Gas 1 buah Rp.0,-
Pengocok 1 buah Rp.0,-
Plastik Rp. 10.000,-
Baskom 4 buah Rp. 0,-
Wajan 1 buah Rp.0,-
Nampan 1 buah Rp.0,-
Lain-lain Rp. 50.000,-
TOTAL JUMLAH Rp. 60.000,-

 

Bahan Baku

Bahan baku yang kami gunakan adalah:

No Bahan Harga
1 Tepung terigu 1 kg 1kg = Rp 8.500,-
2 Tepung  Sagu ¼ kg ¼ kg = Rp 4.000,-
3 Tepung maizena ¼ kg ¼ kg = Rp 4.000,-
4 Mentega 1 bh 1 bh  = Rp 6.500,-
5 Gula pasir ½ kg ½ kg = Rp 6.500,-
6 Telur ayam 1kg Rp 20.500,-
7 Mayonaise 1kg Rp 25.000,-
8 Bawang Bombay 2buah Rp 5.000
13 Minyak Goreng 1kg Rp23.000
14 Air Mineral           –
Total Rp 103.000,-

 

Proses Produksi

Dalam proses produksi usaha ini diantaranya :

  1. Menyiapkan bahan yang akan digunakan
  2. Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan
  3. Memulai proses pengerjaan
  4. Membersihkan hasil pekerjaan agar lebih baik (finishing).

Proses Pengerjaan

Dalam melakukan pekerjaan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:

Hari             : Senin – sabtu

Waktu         : 05.30 – 07.30 WIB

 


BAB V

ASPEK KEUANGAN

 

Rencana produksi

  1. Jenis produk                       = Risol Mayonaise
  2. Jumlah produksi                 = 150biji/hari
  3. Biaya tetap
  4. Peralatan                             = Rp. 60.000,-
  5. Bahan baku                        = Rp.103.000,- +

Jumlah                                     = Rp.163.000,-

Modal                                      = Rp.163.000,-

Harga jual                                = Rp 2.500

Pendapatan                              = Rp.2.500 x 150

= Rp. 375.000

Keuntungan                             = Rp. 375.000 – Rp. 163.000

= Rp. 212.000

 

BAB VI

PENUTUP

 

ANTISIPASI MASA DEPAN

Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami, agar para peminat dan konsumen puas atas jajanan risol buah yang kami buat. Karena apabila kualitas jajanan kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju, dan terancam bangkrut.

 

KESIMPULAN

Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.

 

Contoh Proposal Usaha Keripik Singkong

Adapun metode pembelajaran membuat proposal usaha yang paling efektif adalah dengan menganalisa contohnya secara langsung. Jadi, Anda tidak perlu terlalu lama membaca teori, namun bisa langsung mempraktekkannya. Berikut contohnya:

BAB I

PROFIL PERUSAHAAN

Deskripsi Umum Perusahaan

Keripik singkong masuk dalam jajaran jajanan lezat legendaris di Indonesia. Tidak diketahui pasti kapan pertama kali keripik singkong ditemukan pertama kali, namun kelezatannya sudah hampir bisa dipastikan puluhan tahun memanjakan lidah masyarakat kita. Perjalanan sejarahnya membuat kedudukan camilan ini tak akan tergantikan.

Meskipun sudah lama dikenal, faktanya keripik singkong tidak membosankan. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya minat masyarakat untuk membeli keripik singkong, baik itu keripik singkong biasa ataupun keripik singkong dengan variasi rasa baru yang saat ini banyak bermunculan.

Diantara berbagai variasi rasa baru tersebut, keripik singkong keju adalah salah satunya. Berbeda dengan konsep keripik singkong pada umumnya yang memiliki rasa renyah, keripik singkong keju memiliki tekstuk renyah di luar dan lembut di dalam, Tetap disebut keripik karena bentuknya tetap pipih dan tipis.

Baca :  12 Macam Urutan Zodiak Sejarah Arti Sifat Karakter

Keripik singkong keju menjadi konsep keripik singkong yang benar-benar baru dan mungkin belum pernah dikenal di masyarakat. Meskipun istilah ‘singkong keju’ sendiri bukanlah hal baru, karena sudah ada ‘singkong goreng keju’, namun keripik singkong keju sudah memiliki ciri khas sendiri sebagai jenis keripik.

 

Riwayat Perusahaan

Usaha rumahan dengan nama ‘Surya Mentaram’ ini berdiri sejak tahun 2010. Khusus memproduksi olahan makanan yang berasal dari singkong, yakni keripik singkong aneka rasa(asin, manis, pedas, balado, sapi panggang, jagung bakar, dan original), singkong bakar, singkong bakar, dan singkong rebus.

Masing-masing produk memiliki penanganan produksi dan pemasaran yang berbeda-beda. Contohnya khusus olahan singkong rebus dan bakar, kami memasarkan secara langsung melalui gerai yang buka setiap sore sampai malam. Sedangkan produk keripik kami pasarkan secara langsung dan melalui media sosial.

Selama 11 tahun berdiri, tempat usaha ini telah memproduksi ribuan olahan singkong dengan jumlah karyawan yang bertambah setiap tahun. Pada tahun ini, perusahaan mulai menerbitkan produk singkong baru yaitu keripik singkong keju.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Memproduksi makanan dengan bahan baku singkong berkualitas, sehat, dan ekonomis, Laba secukupnya, berkah sebanyak-banyaknya.

Misi

  1. Konsisten mengembangkan makanan berbahan baku singkong
  2. Produk makanan dengan bahan-bahan yang sehat dan berkualitas
  3. Bekerja sambil meningkatkan kemampuan ber-wirausaha
  4. Pelayanan konsumen adalah prioritas
  5. Jenis Usaha yang Dikelola

Perusahaan konsisten mengolah singkong sebagai bahan baku menjadi banyak jenis makanan lezat. Jenis usaha ini dipilih atas pertimbangan bahwa singkong adalah bahan baku makanan yang mudah didapatkan, ekonomis, dan memiliki citarasa tinggi.

Jenis Usaha yang Direncanakan

Terbaru, kami menelurkan produk baru berupa keripik singkong keju pada akhir bulan Februari tahun 2021. Ide ini direalisasikan dalam rangka memenuhi tuntutan inovasi produk yang sudah ditargetkan oleh perusahaan. Selebihnya, produk keripik singkong keju diproyeksi akan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.

  1. Tujuan
  2. Memenuhi tuntutan inovasi produk dari perusahaan setiap satu tahun sekali
  3. Mengembangkan kualitas dan kreatifitas perusahaan
  4. Meningkatkan profit perusahaan
  5. Meningkatkan daya saing perusahaan
  6. Melayani konsumen / pelanggan dengan produk-produk baru

 

BAB II

KEGIATAN PASAR DAN PEMASARAN

 

Lingkungan Usaha

Lokasi usaha ini terletak di perempatan pasar Paciran Kecamatan Pacitan Kabupaten Lamongan. Wilayah ini sangat strategis, karena sangat mudah dijangkau oleh konsumen maupun para tengkulak. Spesifik di wilayah ini, juga belum ada pesaing dengan produk yang serupa.

Bahan baku singkong sendiri cukup mudah didapatkan. Kami mengambil singkong dari para pemilik kebun singkong di beberapa wilayah kecamatan Paciran. Supplier tangan pertama menjadi keuntungan tersendiri bagi usaha ini karena memungkinkan perusahaan memberikan harga terbaik pada produk.

Kondisi Pasar

Saat ini, perusahaan memiliki 20 tengkulak tetap yang memasarkan produk keripik singkong keju ke berbagai wilayah di Lamongan. konsumen produk ini kebanyakan berasal dari kalangan pemuda dan orang dewasa. Dominan konsumen membeli produk ini sebagai cemilan ringan atau suguhan acara.

Persaingan produsen keripik singkong di Lamongan terbilang cukup besar. Fakta ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk senantiasa mengeluarkan produk baru, minimal setiap satu tahun sekali. Selain itu, pemasaran dan jaminan mutu terus digalakkan untuk menciptakan kualitas produk dan perusahaan yang konsisten.

Rencana Pemasaran

Pemasaran keripik singkong keju meliputi pemasaran langsung dan melalui perantara media sosial. Pemasaran langsung dilaksanakan dengan mengadakan promo 50%, membuka gerai drive thru, hingga menyediakan layanan pesan antar sampai ke rumah konsumen.

Promosi melalui media sosial menggunakan media Instagram, Facebook, Tiktok, dan Whatsapp. Rancangan promosi lebih jauh adalah mengambil layanan iklan berbayar, membuka sistem reseller untuk wilayah luar kota, serta bekerjasama dengan public figure daerah untuk melakukan endorsement.

  1. Keunggulan Keripik Singkong Keju
  2. Jajanan lezat dengan harga ekonomis

Keripik singkong keju memiliki rasa unik, yakni citarasa singkong terbaik dengan kerenyahan diluar dan kelembutan di didalam. Kedua tekstur ini dipisahkan oleh batas yang sangat tipis karena secara keseluruhan, bentuk keripik ini memang tidak tebal.

Keripik singkong keju cocok dimakan sendiri ataupun beramai-ramai. Untuk pembelian dalam jumlah besar (kiloan), terdapat potongan harga sehingga jauh lebih murah. Cocok sebagai alternatif suguhan dalam acara keluarga atau pertemuan-pertemuan lainnya.

  1. Camilan dengan kandungan gizi tinggi

Singkong memiliki banyak kandungan gizi, yaitu protein, karbohidrat, serat, vitamin C dan vitamin A, mineral, dan air. Selain itu, proses penggorengan menggunakan minyak berkualitas yang sehat dan tidak menimbulkan serik di tenggorokan.

  1. Tidak berminyak

Sudah menjadi karakteristik umum bahwa keripik singkong mengandung minyak yang cukup banyak. Oleh karena itu, banyak orang tidak berani mengonsumsi keripik ini terlalu banyak karena alasan kesehatan.

Keripik singkong keju telah melalui proses pengeringan minyak sederhana untuk mengurangi kandungan minyak yang terdapat dalam keripik. Sehingga, kemasan keripik tidak berminyak dan tidak akan menimbulkan gejala buruk pada kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak (selama tidak terlalu berlebihan).

  1. Camilan unik (keripik singkong keju pertama di Indonesia)

Hingga detik ini, produk keripik singkong keju usaha kami adalah yang pertama kali di Indonesia. Dengan kata lain, Anda tidak dapat menemukannya di tempat lain. Sesuatu yang unik cenderung mengundang orang untuk mencoba mencicipi.

 

BAB III

FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG

 

Setiap usaha tentu memiliki dinamika. Perjalanan menuju keberhasilan     niscaya menemukan kesulitan dan kemudahan, pendorong ataupun penghambat. Demikian pula usaha keripik singkong keju ini. Dinamika usaha  keripik singkong keju ini mengalami dinamika sebab beberapa faktor berikut:

Faktor Penghambat Usaha

  • Dana yang minim untuk memperluas pasar ke luar wilayah Lamongan
  • Banyak usaha yang sama (keripik singkong)
  • Permintaan produk yang kurang terorganisir

Upaya mengatasi beberapa faktor diatas, perusahaan berusaha mencari investor dan donatur untuk bekerjasama mengembangkan produk keripik singkong keju ke pasar yang lebih besar. Selain itu, perusahaan berupaya menciptakan produk-produk unik dan perdana.

Perusahaan juga berupaya melakukan pendataan ketat terhadap permintaan para tengkulak agar cepat tersesuaikan dengan kegiatan produksi.

Faktor Pendukung Usaha

  • Memiliki 20 tengkulak tetap
  • Pemasaran yang luas, baik secara langsung maupun media sosial
  • Harga yang ekonomis
  • Gerai strategis

Analisis SWOT

  1. Strength (kekuatan)
  • Memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan
  • Memiliki harga sangat ekonomis
  • Produk awet dan memungkinkan untuk didistribusi ke luar kota
  1. Weakness (kelemahan)
  • Keawetan lebih pendek daripada keripik singkong biasa (maksimal 20 hari)
  • Proses produksi lebih lamban daripada keripik biasa
  1. Opportunity (peluang / kesempatan)
  • Peralatan yang dibutuhkan sederhana
  • Pasar tidak terbatas, hampir dapat diproduksi di wilayah manapun
  • Modal produksi tidak terlalu besar
  • Karena progress penjualan yang bagus, proses recruitment reseller menjadi lebih mudah.
  1. Threat (hambatan)
  • Persaingan yang ketat

 

BAB IV

ASPEK PRODUKSI

 

Alokasi Usaha

Gerai usaha terletak di perempatan utama Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Tulungagung. Gerai terletak di area pertokoan yang mudah diakses oleh siapa saja.

Fasilitas dan Peralatan Produksi

Dalam kegiatan usaha ini, kami mempergunakan uang kas untuk membeli fasilitas dan peralatan produksi. Peralatan yang saat ini kami miliki yaitu:

  • Alat pemotong singkong 3: Rp. 90.000
  • Kompor gas 1: Rp. 100.000
  • Panci 2: Rp. 40.000
  • Baskom 3: Rp. 30.000
  • Pisau 3: Rp. 0 (milik pribadi)
  • Sendok 5: Rp. 0 (milik pribadi)
  • Tabung gas 1: Rp. 18.000
  • Spatula 2: Rp. 0 (milik pribadi)
  • Kertas kemasan: Rp. 20.000
  • Lain-lain : 100.000
  • TOTAL JUMLAH: Rp. 400.000

Bahan Baku

  • Singkong: Rp. 15.000/kg
  • Minyak goreng: Rp. 48.000/kg
  • Kapur sirih: Rp. 10.000
  • Air mineral: Rp. 6.000/galon
  • Garam: Rp. 2.000/bungkus
  • Gula pasir: Rp. 10.000/bungkus
  • Bawang merah dan putih: Rp. 10.000
  • TOTAL JUMLAH: Rp. 101.000

Proses Produksi

  • Menyiapkan bahan dan peralatan
  • Memulai proses pengerjaan
  • Mensortir hasil pekerjaan untuk menjaga kualitas
  • Melakukan pengemasan

Proses Pengerjaan

Proses pengerjaan produk ini kami jadwalkan sebagai berikut:

Hari: Senin-Minggu

Waktu: 08.00-15.00

 

BAB V

ASPEK KEUANGAN

 

Rencana Produksi

Jenis produk: keripik singkong keju

Jumlah produk: 300 bungkus/hari

  1. Biaya Tetap
  2. Peralatan: Rp. 400.000
    2. Bahan baku: Rp. 101.000
    3. Jumlah: Rp. 501.000
    4. Modal: Rp. 501.000
    5. Keuntungan: Rp. 30% x 501.000 = Rp. 15.300
    6. Modal + keuntungan = 501.000 + 15.300 = Rp. 515.300
    7. Harga jual= 515.300:300
    = 17. 176 rupiah
    = 17,.500

 

BAB VI

PENUTUP

 

ANTISIPASI MASA DEPAN

Setiap wirausaha suatu saat akan bertemu dengan beberapa momen yang sebelumnya tidak bisa diprediksi, baik itu momen baik ataupun buruk. Kedua kemungkinan tersebut membutuhkan tindakan antisipasi sedini mungkin supaya tidak menyebabkan perubahan yang ekstrim pada kehidupan perusahaan.

Salah satu upaya kami untuk tetap memenangkan pasar adalah menetapkan target inovasi produk minimal satu tahun sekali. Dengan demikian, perusahaan dituntut selalu mengupgrade produknya menjadi lebih variative.

KESIMPULAN 

Sebuah usaha dapat berkembang ketika memiliki dedikasi dan konsistensi yang tinggi   untuk mengembangkan diri, melakukan evaluasi kinerja, dan menjadikan pelayanan     konsumen sebagai prioritas.

 

PROPOSAL USAHA MAKANAN DONAT

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

Latar Belakang Pembuatan Proposal Usaha

Proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan untuk mengembangkan semua unsur yang relevan, sehingga orang luas tertarik untuk menjalin kerjasama. Dalam pembuatan proposal ini ada dua aspek alasan yang penting, yaitu:

Baca :  Pengertian Macam Jenis Sejarah Atletik Gambar Penjelasan

Alasan Edukasi

  1. Proposal ini merupakan syarat untuk mengikuti ujian praktek kewirausahaan.
  2. Untuk mengukur kemampuan siswa untuk berwirausaha

Alasan Bisnis

  1. Merupakan persyaratan wirausahawan sebagai pemilik dan pemegang inisiatif dalam membuka usaha.
  2. Mengundang orang-orang yang potensial untuk bergabung dan bekerjasama
  3. Mengatur pembentukan kerjasama dengan perusahaan lain yang sudah ada dan saling menguntungkan.
  4. Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan.

 

Alasan Memilih Usaha

Kami memilih usaha ini karena proses-prosesnya cukup mudah untuk pemula bagi kami yang baru mendirikan usaha baru. Selain itu usaha donat ini banyak pengusaha lain yang meminati usaha ini sehingga para pengusaha lainya berlomba-lomba mempromosikan donat dengan harga paling murah tetapi kualitas produk itu kurang terjamin dari segi apapun dengan untung yang didapat masih relative kecil.

Saya berbeda dengan menawarkan produk yang terjamin dari banyak segi baik kesehatan,kualitas,kuantitas dan brand produk tersebut dengan membuat rasa khas dengan bentuk donat berbeda. Maka saya telah menyiapkan semua rencana usaha dengan sedetail detailnya agar usaha ini semakin maju dan berkembang.

 

Visi Dan Misi Perusahaan

VISI

Mampu bersaing di dunia bisnis dan menciptakan lapangan pekerjaan serta menjadi wirausahawan sukses.

MISI

  • Membuat produk yang berkwalitas dan bermanfaat bagi konsumen
  • Lebih menguasai bidang bisnis serta dapat mengembangkan usaha ini
  • Mengembangkan makanan dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat menengah keatas
  • Kreatif dan Inovatif dalam membuat rasa atau model bentuk donat yang baru
  • Teliti dalam berusaha,menciptakan daya tarik baru makanan berkelas,dengan menjamin mutu,kualitas dan kuantitas produk

 

Tujuan

Melalui hal ini saya berusaha untuk:

  1. Belajar dan mencari pengalaman berwirausaha
  2. Berperan sebagai pencipta lapangan pekerjaan
  3. Memenuhi kebutuhan masyarakat
  4. Menanggulangi pengangguran sejak dini

 

Analisa Swot

Strength (Keunggulan)

  • Produk mudah dipasarkan
  • Cita rasa produk yang khas
  • Harga termasuk murah
  • Bentuk panganan yang menarik dan berbeda beda

Weakness (Kelemahan)

  • Membutuhkan tenaga kerja yang mampu membuat rasa khas enak, lezat, bergizi
  • Kerugian akibat barang rusak
  • Kurangnya karyawan dalam produksi

Opprtunity (Peluang)

  • Banyak orang tua ataupun anak-anaak yang menyukai makanan donat yang lembut
  • Proses distribusi mudah
  • Sudah memiliki relasi usaha dalam bidang distribusi atau took
  • Masyarakat yang kini lebih pintar dan modern yang lebih mementingkan kualitas produk dari pada harga yang murah
  • Gaya / Trend masyarakat modern yang tidak mau ketinggalan jaman buat mencoba/membeli sesuatu

Treatment (Ancaman)

  • Adanya pesaing yang membuat Donat jenis lain dangan harga setara.

 

 

BAB II

TINJAUAN UMUM

 

Aspek Manajemen Usaha

Rangkuman Eksekutif

Manajemen Pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai semua tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Fungsi manajemen pemasaran untuk menganalisis pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga diperoleh keuntungan untuk mendapat peluang usaha.

Sasaran Usaha

Sasaran utama (pelanggan) dari bisnis ini adalah semua masyarakat. Sebab jika usaha ini dikenali masyarakat dan disenangi maka keuntungan yang didapat sangat banyak dan dapat mensejahterakan wirausaha serta membuat lowongan pekerjaan bagi pengangguran.

Manajemen

Usaha ini keluarga kami yang mengelola dan kami mengajak kerjasama para tetangga serta saudara yang dapat diandalkan dalam bisnis ini.

Profil Usaha

Nama Usaha               : Rema Fendy Jaya

Jenis Usaha                 : Kuliner

Alamat Usaha             : Jl. Raya Punggur Taman Fajar Purbolinggo

No. Telepon                : 089620519318

 

Aspek Produksi

Kegiatan yang menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru. Dalam masalah ini atau menjelaskan mengenai jenis produksi, bahan baku, dan bahan penolong proses produksi

Nama Produk

Nama produk adalah nama yang diberikan kepada suatu barang dagangan yang fungsinya untuk mengetahui nama panganan tersebut dan barang dapat di ingat lewat nama yang diberikan tersebut. Nama produk pudding ini adalah “ DONAT “. Diharapkan konsumen dapat mengungat apa yang mereka makan dan brand ini diharapkan sebagai keeberuntungan bagi saya. Nama ini saya ambil dari nama perusahaan saya yaitu PramRis.

Bahan Baku Produksi

Usaha yang saya jalankan ini berupa pembuatan distribusi dan penjualan “DONAT”.

Dalam proses produksi ini membutuhkan bahan, antara lain :

                                                            1.      Tepung Terigu
                                                            2.      Telur
                                                            3.      Mentega
                                                            4.      Gula Pasir
                                                            5.      Ragi
                                                            6.      Garam
                                                            7.      Air Mineral

Sehingga perlu dilakukan proses pengolahan lebih lanjut untuk menjadi “DONAT” siap jual dan telah dikemas secara rapi dan siap disajikan

Peralatan

Peralatan adaalah alat yang digunakan untuk memproduksi produk yang saya produksi. Berikut adalah beberapa peralatan yang saya butuhkan dalam memproduksi donat

  1. Kompor Gas
  2. Panci dan Pengaduk
  3. Cetakan donat beraneka bentuk
  4. Plastik mika atau plstik bening
  5. Label
  6. Nampan atau Loyang

Proses Produksi

Berikut ini saya akan menguraikan proses produksi pembuatan dan penjualan DONAT :

Pembuatan serta kemasaan sebagai berikut :

  1. Campur tepung terigu, ragi instan, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tambahkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit.
  2. Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 40 gram. Bulatkan dan diamkan 10 menit.
  3. Pipihkan adonan dan lubangi tengahnya. Letakkan diloyang yang ditabur tepung terigu. Diamkan 30 menit sampai mengembang.
  4. Goreng dalam minyak padat yang sudah dipanaskan sampai matang. Angkat dan tiriskan.
  5. Celup ke cokelat masak pekat leleh. Tabur meises.

Tahap selanjutnya yaitu kemasan, cara mengemas Donat sangat mudah, Donat yang telah di celup ke cokelat masak pekat leleh dan di taburi meises dimasukkan kedalam plastik kemasan lalu yang sudah diberi logo.

Biaya Produksi

Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi Pengeluaran biaya produksi pada usaha ini yaitu sebagai berikut :

Biaya bahan baku Donat                                             : Rp. 750.000,-

Biaya kemasan dan Pembuatan                                  : Rp. 250.000,-   +

 

Jumlah biaya                                                               : Rp. 1.000.000,-

Setiap satu kali produksi selama seminggu saya dapat memproduksi 1000 buah donat. Jadi setiap buah saya perkirakan dari awal sampai akhir proses pembuatan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.000 ,-

 

 

BAB III

ASPEK PERMODALAN

 

Keuangan

Keuangan merupakan rincian dari biaya-biaya yang diperlukan dalam memperlihatkan biaya produksi, modal (investasi untuk modal awal berdirinya usaha), rencana penjualan, proyeksi, cashflow (1 bulan), perhitungan rugi dan laba dan neraca. Berikut adalah rinciannya:

 

Sumber Modal

Modal adalah kolektivitas dari barang-barang yang ada dalam proses produksi. Modal adalah suatu yang sangat penting untuk mendirikan usaha.Untuk usaha ini saya memakai 2 sumber modal yaitu dari modal sendiri dan modal luar. Saya mempunyai modal sendiri sebesar 1.000.000,- Saya juga meminjam modal dari Bank Mandiri Syariah sebanyak Rp. 6.000.000,-

 

Aspek Pemasaran

Dalam pemasaran produk menerapkan strategi yaitu “PRODUCT, PRICE, PROMOTION dan PLACE”

Produk

Didalam upaya memperlancar pemasaran produk yang harus senantiasa ditekankan adalah pengembangan produk yang berkesinambungan tanpa mengurangi rasa dan kualitas produk itu sendiri. Disamping itu untuk menarik pelanggan juga dibuat kemasan produk menarik dengan tidak kuno. Sehingga produk tersebut semakin mempunyai karakter.

 

Price (Harga)

Harga dalam strategi pemasaran adalah suatu komponen yang sangat relative untuk dilakukan tergantung jenis konsumen yang mana yang akan saya jadikan sasaran Dalam hal ini saya melihat dan meneliti bahwa kebanyakan pengusaha lainya berlomba-lomba membuat produk donat dengan menawarkan harga yang relative murah,jadi saya mempunyai peluang yang lebih besar untuk menjadikan masyarakat menengah keatas sebagai sasaran pemasaran,masyarakat yang lebih melihat dari segi produk bukan harga yang ditawarkan

Dalam penetapan harga berpegang pada pemikiran bahwa kebijakan harga didasarkan atas tingkat harga yang wajar bagi dua pihak yaitu konsumen dan produsen. Serta lebih penting lagi harus terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

 

Bentuk rincian :

Total penjualan          :  Rp. 48.000.000

Total produksi           :  Rp. 24.000.000  –

Laba Kasar                :  Rp. 24.000.000

Biaya                         :  Rp.      7.500.000  –

Laba Bersih               :  Rp.    16.500.000

 

 

Harga beli per@                      Rp. 1.000,-

Laba per@ dari bahan             Rp. 1000,-

Sehingga saya memutuskan untuk menentukan harga jual produk saya sebesar

Harga Jual : Rp. 2000,-

 

Promosi

Pada tahap awal promosi yang dilakukan melalui promosi dari mulut ke mulut. Meskipun produk yang ditawarkan ini bukan produk baru. Disamping itu promosi juga dapat dilakukan dengan penitipan di warung – warung, dan iklan,saya menggunakan beberapa cara promosi yaitu ;

  1. face to face
  2. melalui media social seperti facebook dan twitter
  3. mount to mount atau dari mulut kemulut
  4. menggunakan situs jual beli online
  5. berkerja sama dengan pemilik market atau took khusus penjual donat ( relasi/rekan kerja )

 

Place

Distribusi adalah suatu kegiatan menyalurkan kepada konsumen yang membutuhkan. Distribusi dibagi menjadi dua macam, yaitu :

  1. Distribusi secara langsung
  2. Distribusi secara tidak langsung

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Melalui peraktik bazar/kewirausahaan diharapkan mampu menjadi motivasi bagi siswa-siswi untuk lebih kretif dan dijadikan pengalaman dalam berwirausaha serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

 

Saran

Demi sempurnanya produk dan proposal yang saya sajikan, dengan kerendahan hati saya menerima saran dan kritik membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang

 

Bagikan di Sosial Media

Leave a Reply