interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan & perpecahan

Posted on

Proses sosial yang dicoba oleh tiap orang tidak hendak terjalin bila tidak terdapat interaksi sosialnya. Interaksi sosial merupakan ikatan timbal balik yang silih membagikan pengaruh. Ikatan ikatan sosial yang terjalin di area warga inilah jadi perihal berarti untuk keberlangsungan persatuan serta kesatuan bangsa. Dengan terdapatnya interaksi sosial hingga seorang hendak silih memerlukan, proses sosial berjalan dengan baik.



Begitu pula struktur, dinamika, dan pola- pola yang menuju kepada aksi serta sikap berjalan secara bertahap dalam kegiatan sosial tersebut. Kontak serta komunikasi sosial yang dicoba dalam kehidupan bermasyarakat jadi salah satu ketentuan supaya terbentuknya interaksi sosial tersebut. Tiap kehidupan sosial dimanapun warga terletak, dimana juga kalian terletak hendak menjumpai kontak serta komunikasi sosial. Kontak serta interaksi sosial ini dicoba dengan aksi dan sikap yang nampak ataupun dengan memakai simbol pula dapat dicoba.

Oleh sebab itu, interaksi sosial jadi bagian berarti dalam suatu struktur warga di lingkungannya. Gimana juga serta kapan juga seorang manusia ataupun orang hendak melakukan proses sosial ialah interaksi sosial di kehidupan warga.

Semenjak lahir hingga wafat dunia, manusia tidak sempat terlepas dari kebutuhan hendak interaksi sosial. Interaksi hendak terjalin, baik antar- individu, orang dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok. Seseorang sahabat lagi bermain dengan seseorang temannya ialah salah satu contoh interaksi antara orang dengan orang. Seseorang guru lagi mengajar di kelas ialah contoh interaksi antara orang dengan kelompok. Regu sepak bola Persija Jakarta lagi bertanding dengan regu sepak bola Persikota Tangerang ialah salah satu contoh interaksi kelompok dengan kelompok. Kenapa manusia, membutuhkan interaksi dengan manusia lain?.

Manusia melaksanakan interaksi dengan manusia lain, sebab tidak bisa memadai seluruh kebutuhan hidupnya sendiri. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Apapun yang hendak dicoba oleh manusia tentu memerlukan orang lain. Contoh: dikala kita hendak mandi dari mana kita mendapatkan air? Siapa yang membuat sabun? Siapa yang menjual gayung ataupun apalagi siapa yang cuci handuk yang kamu pakai? Contoh tersebut, ialah perihal simpel yang kita hadapi tiap hari. Itu merupakan salah satu fakta, betapa berartinya interaksi dengan sesama. Apabila tidak berhubungan dengan orang lain hendak terasa betapa susahnya hidup kamu apabila seluruh wajib dicoba seseorang diri.

Baca :  Pengertian, Bentuk, Penyebab Disintegrasi Sosial Contoh

Makan bersama, ialah media yang baik buat berhubungan dalam keluarga. Interaksi pula ialah salah satu fasilitas buat menggapai tujuan bersama. Selaku contoh, bapak, bunda, serta kanak- kanak, mempunyai tujuan yang sama ialah menggapai keluarga senang serta sejahtera. Buat menggapai tujuan tersebut, seluruh anggota keluarga pasti wajib berhubungan dengan baik, sehingga tiap- tiap silih menguasai serta menolong. Interaksi di sekolahmu pula ialah contoh lain interaksi antarmanusia, buat menggapai tujuan bersama. Misalnya, interaksi antara pengurus kelas yang membicarakan tentang kegiatan sosial yang hendak dicoba sepanjang satu tahun.

Dalam berhubungan, tidak seluruh orang menuju pada kebersamaan ataupun persatuan. Kalian bisa jadi menciptakan watak interaksi yang menuju kepada perpecahan, semacam: pertengkaran antar orang di dekat tempat tinggalmu, tawuran pelajar, perang antara Indonesia serta Jepang pada masa kemudian, serta lain sebagainya. Interaksi yang menuju kepada persatuan, diucap pula interaksi yang bertabiat asosiatif. Sebaliknya interaksi manusia yang terjalin menuju kepada perpecahan, diucap dengan interaksi disosiatif.

Kehidupan manusia berlangsung senantiasa berubah- ubah ataupun dinamis. Interaksi yang positif pada waktu kemudian, bisa berganti jadi interaksi negatif pada dikala ini. Interaksi yang positif pada dikala ini, diwaktu lain bisa berganti jadi interaksi negatif. Perselisihan antar- teman serta antar- kelompok pula terjalin, apalagi antar bangsa. Contohnya Dikala ini Jepang ialah salah satu teman perdagangan Indonesia. Bermacam produk Jepang, sudah masuk ke Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, mereka jadi musuh bangsa Indonesia. Kebencian serta perlawanan, dicoba oleh bangsa Indonesia. Konflik terbuka, terjalin di bermacam wilayah.

Gimana sehabis Indonesia merdeka? Bangsa Jepang berupaya membina ikatan baik dengan Indonesia. Dikala ini, Jepang jadi salah satu negeri teman berarti Indonesia. Jepang sangat memerlukan Indonesia, serta Indonesia pula sangat memerlukan Jepang. Kedua bangsa, berupaya melindungi ikatan baik yang silih menguntungkan.

Baca :  Contoh proposal usaha kecil

10 Contoh Interaksi Sosial Mengarah Kepada Persatuan

Beberapa contoh interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan di lingkungan kehidupan masyarakat yaitu :

  1. Saling membantu atau tolong menolong saat ada gotong royong atau hajatan rewang
  2. Mentaati dan mengikuti kegiatan pemilihan umum, baik pemilihan presiden, dewan, kepala daerah, dan aktivitas pemilihan lainnya.
  3. Melaksanakan proses belajar di sekolah dengan baik, tekun, serta tidak membuat onar atau rusuh di sekolah.
  4. Saling menghargai, menghormati berbagai perbedaan pendapat, agama, suku, ras, golongan dan budaya adat istiadat yang ada di kehidupan masyarakat.
  5. Ikut aktif dalam berbagai kegiatan dilingkungan rumah, masyarakat atau lingkungan desa, seperti olahraga, yasinan saat membaca doa, dan lainnya.
  6. Mengajak teman untuk melakukan kegiatan diskusi dan kerja kelompok bersama adalah bagian dari interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan.
  7. Bermain bersama teman dengan baik, sportif dan jujur, begitu juga saat ada kompetisi yang diikuti. Tidak melakukan kecurangan atau melakukan penipuan.
  8. Ikut aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, misalnya seperti ekskul, osis, kegiatan akademik lainnya yang ada di sekolah.
  9. Tidak melontarkan kata kata kasar kepada orang lain saat melakukan diskusi ataupun perdebatan yang ada.
  10. Bersikap sopan dan santun kepada orang yang lebih tua, seperti kakak kelas, kakak tingkat, orang tua, paman, dan contoh lainnya.

10 Contoh Interaksi Sosial yang Mengarah Kepada Perpecahan

Ada beberapa contoh interaksi sosial yang dapat menimbulkan perpecahan maupun konflik di masyarakat, yaitu :

  1. Persaingan atau kompetisi pada saat pemilihan umum, baik presiden, gubernur, walikota, bupati, anggota dewan, hingga tingkat dasar yaitu seperti kepala desa/lurah.Perpecahan atau konflik yang terjadi biasanya karena adanya perbedaan pilihan/pendapat yang membuat seseorang bersitegang.Yang bisa saja menimbulkan perpecahan dan konflik sosial terjadi antar sesama individu, maupun kelompok masyarakat.
  2. Adanya kata kata kontroversi yang dilakukan oleh seseorang, seperti melakukan fitnah, mencaci maki, membenci, mengadu domba, yang dilakukan.Baik antar individu, kelompok masyarakat maupun antar suku, etnis, yang bisa saja dengan satu kata ucapan yang kontroversi memicu adanya perpecahan dan konflik terebut.
  3. Adanya pertentangan yang menimbulkan konflik atau ketegangan yang terjadi, seperti terlibatnya ada tawuran, bentrokan, perkelahian antara individu.Baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok antar kelompok masyarakat.Bisa menimbulkan perpecahan dan konflik karena adanya pertentangan yang ada di kehidupan sosial masyarakat.
  4. Adanya informasi bohong atau hoax yang sekarang kian meningkat produksinya di masyarakat. Ini bisa menjadi penyebab interaksi sosial bisa mengarah kepada perpecahan.Apalagi jika informasi itu diterima mentah mentah oleh masyarakat tanpa ada penyaringan lagi dari informasi tersebut.
  5. Adanya perlombaan yang diikuti dengan cara curang atau tidak sesuai ketentuan, maka bisa saja menimbulkan perpecahan yang diakibatkan ketidak terimanya lawan atau orang tersebut.
  6. Adanya ketidak sesuain dalam pembagian sumber daya alam yang dimiliki kepada warga atau masyarakat.Maupun adanya ketidaksesuaian dalam penerimaan dari bagi hasil sumber daya alam, ini juga dapat menimbulkan perpecahan pada proses interaksi sosial di masyarakat.
  7. Ketika ada pembangunan di masyarakat yang tidak adanya lagi diskusi atau musyawarah dengan warga setempat.Dalam pengambilan keputusan atau proses pembangunan itu, bisa saja menimbulkan perpecahan dalam proses interaksinya di kehidupan masyarakat.
  8. Ketidak sepakatan terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat bisa juga menimbulkan perpecahan dalam interaksi sosial di masyarakat.
  9. Ketika seseorang yang sedang berdebat tidak ada yang mengalah dalam diskusinya, bisa juga menjadi pemicu terjadinya perpecahan di masyarakat.
  10. Tidak adanya saling pengertian antara sesama manusia, dan masyarakat juga bisa menjadi penyebab terjadinya pepercahan di masyarakat.
Baca :  Pengertian Negara Fungsi Tujuan Menurut Para Ahli

Bagikan di Sosial Media