Konsep Berpikir Sinkronik : Pengertian , Konsep, Tujuan, Ciri, Contoh

Posted on

Banyak di antara kita yang menempuh hidup ini secara abstrak. Abstrak yang diartikan di mari merupakan asal menempuh hidup tanpa hirau serta tanpa terdapat dorongan apa saja buat menekuni hakikat hidup kita di bumi ini, sementara itu bila kita melatih berpikir sinkronik hendak terdapat banyak perihal yang dapat kita temukan di situ.

Kita hendak menciptakan banyak sekali pelajaran hidup yang bermakna. Salah satunya merupakan menekuni tentang sejarah masa dulu sekali. Sejarah masa dulu sekali tidak melulu berdialog sejarah dalam makna sesungguhnya. Tetapi, menekuni tentang pola, peristiwa, serta lain sebagainya.

Berkat berpikir sinkronik, kita yang dikala ini lagi hadapi pandemi Covid- 19 lebih kilat mengatasinya. Dalam waktu 2 tahun, Covid- 19 mulai mereda, sementara itu pada era dulu pandemi mematikan semacam Covid- 19 sempat terjalin serta bersama membunuh ratusan juta korban jiwa. Dikala itu, waktu pandemi juga dapat lebih lama dari dikala ini.

Banyak diantara kita yang menempuh hidup ini secara abstrak. Abstrak yang diartikan merupakan asal menempuh hidup tanpa hirau serta tanpa terdapat dorongan buat menekuni hakikat hidup kita di bumi ini.

Sementara itu bila kita melatih berpikir sinkronik, banyak perihal yang hendak dapat kita temukan di situ. kita hendak menciptakan banyak sekali pelajaran hidup yang bermakna. Salah satunya menekuni tentang sejarah masa dulu sekali.

Sejarah masa dulu sekali tidak melulu berdialog sejarah dalam makna sesungguhnya. Namun menekuni tentang pola, peristiwa serta lain sebagainya.

Berkat berpikir sinkronik, kita yang dikala ini lagi hadapi pandemic covid- 19 lebih kilat mengatasinya. Dalam waktu 2 tahun, Covid- 19 mulai reda.

Sementara itu, di jaman dulu pandemic mematikan semacam covid- 13 sempat terjalin, serta bersama membunuh puluhan apalagi ratusan juta korban jiwa. Waktu pandemic juga dapat lebih lama dari dikala ini.

Dengan kata lain, kecepatan proses serta penindakan dunia terhadap pandemic( pagebluk) ini berkat khasiat berpikir sinkronik. Lalu, apa sih yang diartikan dengan berpikir sinkronik? Kalian dapat ikuti ulasannya berikut ini.

Pengertian Berpikir Sinkronik

Berpikir sinkronik secara bahasa diambil dari bahasa Yunani, yang diambil dari kata syn yang bermakna“ dengan”, serta diambil dari kata chronos yang bisa dimaksud selaku“ waktu”. Sedangkan itu, berpikir sinkronik secara universal bisa dimaksud selaku tata cara berfikir terhadap masa kemudian bersumber pada analisis secara runtut.

Berpikir sinkronik bisa pula dimaksud selaku metode berpikir yang mementingkan penggambaran ruang yang lebih luas, namun tidak terfokus kepada ukuran waktunya. Pada biasanya, konsep berpikir sinkronik merupakan ilmu yang kerap digunakan dalam cabang ilmu, politik, sejarah, ekonomi, antropologi, sampai ilmu sosial.

Secara mudahnya, berpikir sinkronik merupakan suatu tata cara pengembangan peristiwa yang terjalin pada masa kemudian. Sesungguhnya berpikir sinkronik pula dapat dibilang selaku tata cara analisis terhadap suatu yang terjalin pada masa kemudian. Dengan terdapatnya tata cara berpikir sinkronik ini bisa dikatakan analisis yang dicoba hendak dibedah secara runtut. Runtut di mari merupakan tiap aspek yang dapat berhubungan peristiwa yang terjalin pada masa kemudian. Karena, tiap peristiwa tentu terdapat banyak perihal yang berkaitan.

Contohnya merupakan pada peristiwa 17 Agustus 1945. Peristiwa tersebut saja dapat dianalisis mulai dari tempat peristiwa, tokoh yang terdapat di dalamnya, akibat yang terjalin dari peristiwa tersebut, serta bermacam perihal yang lain. Dari satu contoh tersebut pula dapat disimpulkan bila berpikir sinkronik memanglah dapat membuat sesuatu peristiwa pada masa kemudian dianalisis secara melebar.

Tidak hanya itu, pendekatan sinkronik ini mayoritas digunakan dalam ilmu sosial. Tiap analisis yang dicoba dengan pendekatan sinkronik hendak senantiasa berpusat kepada titik waktu yang sama. Tetapi, terdapat sebagian perihal yang diperlebar dari tiap peristiwa masa kemudian yang lagi dianalisis tersebut.

Baca :  Contoh resensi buku, Tujuan, Jenis, Unsur

Tidak hanya itu, terdapatnya analisis dengan tata cara pendekatan sinkronik pula tidak berupaya buat membuat suatu kesimpulan terhadap suatu yang sudah terjalin di masa kemudian. Tetapi, pendekatan sinkronik cuma berupaya buat melaksanakan suatu analisis terhadap suatu yang sudah terjalin pada masa kemudian.

Dengan 2 makna tersebut, sinkronik bila disimpulkan secara totalitas berarti menyempit dalam waktu, namun meluas dalam ruang. Pastinya bila dilihat dari contoh lebih dahulu makna dari menyempit dalam waktu, namun meluas ataupun melebar dalam ruang hendak lebih gampang dimengerti.

Makna Dari Berpikir Sinkronik

Bila telah mengenali gimana uraian terpaut dengan penafsiran berpikir sinkronik. Hingga tidak lengkap rasanya bila tidak mangulas terpaut dengan apa sesungguhnya arti butuh dicoba pendekatan berpikir sinkronik pada sesuatu peristiwa yang terjalin di masa kemudian.

Secara mudahnya arti dari pendekatan berpikir sinkronik pada peristiwa ataupun peristiwa yang terjalin pada masa kemudian merupakan buat memandang apa sih sesungguhnya aspek yang pengaruhi ataupun dipengaruhi oleh sesuatu peristiwa yang terjalin di masa kemudian.

Pastinya semacam uraian lebih dahulu bila tiap peristiwa ataupun peristiwa pada masa kemudian yang hendak dicoba analisis dengan pendekatan berpikir sinkronik hendak senantiasa berfokus pada satu waktu tertentu. Tetapi walaupun berfokus pada satu waktu, peristiwa tersebut senantiasa dapat dibedah secara luas.

Mulai dari siapa saja yang dipengaruhi oleh jejadian, apa yang pengaruhi peristiwa, apa saja yang terdapat didalamnya serta bermacam perihal yang lain.

Nyatanya bila dimengerti lebih dalam berpikir sinkronik sesungguhnya sangat berarti sekali. Dengan terdapatnya pendekatan berpikir sinkronik tiap peristiwa yang sudah terjalin di masa kemudian dapat diperlihatkan secara mendetail merata.

Apalagi peristiwa yang sudah dianalisis tersebut pula dapat dijadikan tata cara pendidikan dikala ini. Ah nyatanya menarik pula ya topik berpikir sinkronik bila dibahas lebih dalam lagi.

Tujuan Berpikir Sinkronik

Kita hidup dikala ini dengan baik berkat terdapatnya masa kemudian. Masa kemudian ataupun sejarah muncul buat mengajak kita berbenah, penilaian, serta membenahi sistem jadi lebih baik. Ada pula tujuan berpikir sinkronik tidak lain merupakan buat menekuni masa dulu sekali( sejarah) dengan metode memandang apa yang terjalin pada masa dulu sekali serta menekuni banyak perihal dari peristiwa- peristiwa yang sempat terjalin.

Secara simpel, berpikir sinkronik bertujuan buat berpikir evaluatif serta kritis. Bila dari peristiwa masa kemudian terdapat suatu yang baik, dapat diterapkan pada dikala ini. Kebalikannya, bila peristiwa masa kemudian terdapat yang kurang, butuh dianalisis serta dibenahi supaya pas digunakan pada dikala ini.

Tujuan berpikir sinkronik itu kita menekuni pola yang terjalin. Contohnya dahulu sempat terdapat peristiwa wabah flu burung, influenza, malaria, serta sebagainya. Sehabis sekian lama, setelah itu timbul lagi permasalahan yang mirip, ialah virus corona. Wujud kegiatan ataupun kejadiannya yang berbeda, namun polanya yang sama.

Ciri-ciri Berpikir Sinkronik

Setelah mengerti apa arti dari berpikir sinkronik dan makna adanya pendekatan berpikir sinkronik pada kejadian masa lalu. Berikutnya adalah tentang ciri-ciri dari berpikir sinkronik. Pada poin ini penting sekali agar kalian bisa lebih paham sebenarnya bagaimana sih berpikir sinkronik secara lebih dalam lagi.

Nah tak perlu berlama-lama nih, kalian bisa baca penjelasan terkait dengan ciri-ciri berpikir sinkronik pada penjelasan dibawah ini.

  • Mengkaji kejadian yang terjadi di masa lalu

Ciri-ciri yang pertama dari berpikir sinkronik adalah adanya kegiatan untuk mengkaji pada kejadian yang telah terjadi pada masa lalu. Tujuan dari proses mengkaji kejadian masa lalu adalah untuk bisa lebih mendalami apa yang terjadi pada masa lalu namun tetap fokus pada waktu yang telah ditentukan.

Sebagai contohnya adalah proses pelaksanaan terjadinya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam hal ini tugas dari mengkaji kejadian masa lalu adalah membuat kita semua tahu apa saja yang terjadi pada kejadian kemerdekaan Indonesia saat itu.

Namun fokus waktu yang digunakan hanyalah pada tanggal 17 Agustus 1945 saja. Dengan begini tentunya bisa disimpulkan mengkaji kejadian masa lalu bisa memberikan banyak sekali pengetahuan atau informasi hal yang mempengaruhi kejadian tersebut pada waktu tertentu.

  • Memiliki sifat horizontal
Baca :  34 Provinsi Permainan Tradisional,Cara Bermain, Gambar,Keterangan

Berikutnya adalah bersifat horizontal. Meski hanya berfokus pada waktu tertentu. Namun kejadian masa lalu yang sedang diproses atau dianalisis dapat diperlebar. Artinya dalam proses analisis suatu kejadian masa lalu akan melihat berbagai aspek yang mempengaruhi maupun dipengaruhi terjadinya kejadian tersebut.

Dimulai dari aspek ekonomi, sosial, politik, hingga aspek budaya. Setiap kejadian seperti sejarah memang terkadang dipengaruhi oleh beberapa aspek tersebut. Lalu setelah kejadian tersebut benar-benar terjadi. Maka akan ada beberapa hal lain yang dipengaruhinya.

Tentunya dengan adanya pendekatan sinkronik bisa membuat kita lebih mengetahui satu kejadian dalam waktu tertentu namun ruang lingkup yang dianalisis bisa tercakup semua. Pada poin ini juga menggambarkan arti dari sinkronik yakni meluas dan menyempit dalam jangkauan waktu tertentu.

  • Kajian yang lebih sempit

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika proses analisis yang dilakukan dalam pendekatan berpikir sinkronik pada suatu kejadian masa lalu hanya berfokus pada satu waktu saja. Hal tersebut akan membuat suatu kajian yang dilakukan juga bisa saja menjadi lebih sempit.

Sebagai contohnya adalah dua kejadian pada masa lalu dengan ruang waktu yang berbeda. Dimana satu kejadian terjadi dalam satu hari, sedangkan kejadian yang kedua terjadi pada waktu kurang lebih 7 hari.

Tentunya untuk bisa menerapkan pendekatan berpikir sinkronik akan dipilih suatu kejadian atau peristiwa masa lalu dengan ruang lingkup waktu satu hari.

  • Bersifat serius dan lebih sulit

Dalam poin ini lebih ditekankan pada keadaan detail analisis yang dilakukan dalam suatu kejadian dengan pendekatan berpikir sinkronik. Dimana peristiwa yang terjadi dalam satu waktu harus dianalisis lebih dalam.

Tentunya keadaan mengkaji lebih dalam dengan kurun waktu tertentu atau singkat memiliki tingkat kesulitan yang cukup. Selain itu hasil yang didapatkan juga akan lebih serius atau lebih lengkap.

Sebab semua aspek yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh suatu kejadian akan bisa didapatkan secara lebih lengkap jika menggunakan pendekatan berpikir sinkronik.

  • Titik berat kajian pada struktur

Terakhir adalah ketika analisis suatu kejadian masa lalu. Maka titik berat yang dijadikan fokus adalah pada bagian struktur. Mulai dari struktur sosial, masyarakat, politik, ekonomi, hingga budaya.

Dengan adanya beberapa titik berat tersebut, data atau informasi yang dihasilkan dari analisis suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu akan lebih lengkap. Tentunya kalian juga akan lebih memahami apa yang telah terjadi di masa lalu.

Penggunaan Pendekatan Berpikir Sinkronik Pada Sejarah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika pendekatan berpikir sinkronik juga bisa diterapkan dalam analisis peristiwa sejarah. Meskipun suatu peristiwa sejarah hanya terjadi dalam satu waktu saja. Namun dengan adanya pendekatan berpikir sinkronik dapat menghasilkan informasi yang begitu lengkap.

Tujuannya adalah agar setiap kejadian dari suatu peristiwa sejarah tersebut bisa dipahami lebih dalam lagi. Selain itu adanya sebuah pendekatan berpikir sinkronik pada sebuah peristiwa sejarah juga akan mempermudah kita mengetahui informasi bukan hanya sekedar dari kronologi kejadian saja namun dari aspek lainnya.

Penerapan Pendekatan Berpikir Sinkronik

Dalam pendekatan berpikir sinkronik ternyata diperlukan beberapa cara lho. Cara ini sebenarnya sudah banyak diajarkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia sejak sekolah dasar. Cara yang digunakan tersebut adalah dengan 5W+1H atau What, Who, When, Why, Where, dan How.

Namun untuk lebih memahami kembali beberapa cara yang dibutuhkan dalam pendekatan berpikir sinkronik. Maka pada penjelasan di bawah ini akan membantu mempermudah kalian ketika akan melakukan sebuah analisis kejadian masa lalu dengan pendekatan berpikir sinkronik.

  • What ?

What atau apa yang terjadi dalam peristiwa yang terjadi pada masa lalu ? Pada poin ini kalian harus mengerti secara garis besar dari peristiwa yang terjadi tersebut.

  • Who ?

Berikutnya adalah Who ? Dimana titik berat pada poin ini adalah siapa saja yang turut andil dalam kenjadian pada masa lalu yang akan dianalisis.

  • When ?
Baca :  Prinsip Ekonomi : Pengertian, Jenis, Tujuan, Ciri-Ciri, Manfaat

When atau kapan ini adalah waktu dari kejadian pada masa lalu tersebut. Seperti yang dijelaskan jika pendekatan berpikir sinkronik adalah berfokus pada waktu. Maka dari itu penting sekali untuk menentukan waktu dari kejadian yang akan dilakukan analisis.

  • Why ?

Why atau mengapa kejadian pada masa lalu tersebut dapat terjadi. Aspek apa saja yang mempengaruhi terjadinya peristiwa pada masa lalu tersebut.

  • Where ?

Where atau dimana kejadian masa lalu tersebut terjadi. Tentunya tempat terjadinya peristiwa tersebut dapat dijelaskan dalam analisis yang sedang dilakukan.



  • How ?

How atau bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Pada poin ini akan dititik beratkan pada jalannya peristiwa terjadi. Tentunya aspek yang dipengaruhi oleh terjadinya peristiwa tersebut juga akan dijelaskan dalam proses analisis yang telah dilakukan.

Dengan bantuan 5W+1H tersebut, tentunya proses analisis peristiwa masa lalu dengan pendekatan berpikir sinkronik juga akan lebih mudah dilakukan.

Contoh Berpikir Sinkronik

Contoh berpikir sinkronik sebenarnya dapat dilihat dari contoh di bawah ini. Yang menceritakan kasus masa lalu tentang pandemi yang ternyata sudah pernah terjadi jauh-jauh hari. Hanya saja bentuk virusnya saja yang berbeda.

Contoh pertama:

  • Pada tahun 430 SM, kala itu sedang terjadi perang Peloponnesia. Perang yang terjadi antara kota Yunani Kuno, Athena dan Sparta. Lagi-lagi terkena pandemi selama empat tahun lamanya. Sepertiga warga dan militer athena meninggal di hari ketujuh atau hari kedelapan. Virus tersebut adalah influenza A subtipe H1N1, yang kemudian dinyatakan sebagai pandemi selama 4 tahun lamanya.
  • Pada tahun 1918, tepatnya awal bulan Maret munculah yang disebut dengan flu spanyol. Flu spanyol benar-benar hilang di bulan Juni 1920. Para tentara AS tiba di Eropa hendak perang, dan setiba di sana terserang flu spanyol ini. Dalam waktu singkat, para tentara jatuh sakit. Virus ini ternyata menyebar sampai ke Arktik dan kepulauan Pasifik. Jumlah yang meninggal pun tidak tanggung-tanggung, diperkirakan 50 – 100 juta orang di seluruh dunia. Itu sebabnya kalau itu virus spanyol dinyatakan dalam pandemi.

Dari dua cerita di atas, yang terjadi di tahun yang berbeda dan jenis virus yang berbeda, dengan masa usai pandemi juga berbeda. Dan sekarang di tahun 2020 terjadi lagi pandemi yang kita kenal dengan Covid-19. Berkat dari pola masa lalu, ada keuntungan yang dapat dipelajari di era sekarang, yaitu kecepatan membuat vaksin. Dulu untuk menciptakan sebuah vaksin butuh waktu lama. Sekarang, tidak sampai setahun, vaksin bisa diciptakan dan menekan laju korban. Inilah manfaat dan pentingnya berpikir sinkronik sejarah.

Meski sebelumnya sudah dijelaskan berdasarkan contoh di atas, tetapi agar kalian bisa lebih paham kembali dalam mempelajari konsep sinkronik, kami berikan sebuah contoh lagi. Dikutip dari halaman resmi Kompas, berikut adalah contoh sebuah pendekatan berpikir sinkronik pada kejadian masa lalu.

Contoh kedua:

Dilihat dari sebuah peristiwa pada tahun 1950 hingga 1959 meski Indonesia sudah merdeka. Namun keadaan ekonomi Indonesia bisa dibilang dalam keadaan buruk, Dimana keadaan ekonomi yang buruk tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek di dalamnya seperti.

  • Hasil bumi merupakan andalan kegiatan ekspor yang dilakukan oleh Indonesia.
  • Dalam konferensi meja bundar menetapkan jika Indonesia harus menanggung beban ekonomi dan keuangan.
  • Pada waktu itu defisit yang harus ditanggung Indonesia adalah sekitar Rp. 5.1 miliar.
  • Pemerintahan Belanda tidak menurunkan nilai-nilai yang cukup agar bisa mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
  • Situasi politik dalam negeri yang tidak stabil membuat pengeluaran di luar rencana menjadi lebih mudah terjadi.
  • Keamanan yang ada di dalam negeri tidak begitu menguntungkan.
  • Pertumbuhan dalam negeri begitu besar kala itu.

Dari contoh soal atau kasus tersebut dapat dianalisis sebuah kejadian ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1950 hingga 1959 dengan pendekatan berpikir sinkronik. Tentunya hasil analisis yang dilakukan akan begitu mudah membantu pada kehidupan masa sekarang.


Bagikan di Sosial Media