Sejarah Ciri Khas Daftar Peninggalan Kerajaan Budha

Posted on

Kerajaan Budha atau kerajaan yang bercorak Budha merupakan bentuk pemerintahan yang memegang prinsip-prinsip agama Budha dalam pelaksanaannya. Kerajaan ini muncul di berbagai wilayah di Asia, terutama di India, Sri Lanka, Nepal, Tibet, dan Tiongkok, pada periode antara abad ke-3 SM hingga abad ke-15 Masehi. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang kerajaan Budha dan kekhasan pemerintahan di dalamnya.

Sejarah Kerajaan Budha

Pada abad ke-6 SM, seorang pangeran bernama Siddharta Gautama mencapai pencerahan dan memulai ajaran-ajaran agama Budha di India. Ajaran Budha yang disebarkan oleh Siddharta Gautama ini dikenal sebagai Dhamma atau Dharma. Konsep-konsep dari agama Budha seperti kebijaksanaan, kesederhanaan, dan karma, telah mempengaruhi kebudayaan dan politik di wilayah Asia selama berabad-abad.

Beberapa kerajaan Budha yang terkenal antara lain kerajaan Maurya di India, kerajaan Gupta di India, kerajaan Srivijaya di Sumatera, kerajaan Sukhothai dan Ayutthaya di Thailand, kerajaan Khmer di Kamboja, kerajaan Chola di India Selatan, kerajaan Lanna di utara Thailand, dan kerajaan Pagan di Myanmar.

Sejarah Kerajaan Budha di Indonesia

Kerajaan Budha adalah kerajaan yang didirikan dan dipimpin oleh raja-raja yang menganut agama Budha. Kerajaan Budha berkembang di Asia, termasuk di Indonesia. Pada masa lalu, terdapat beberapa kerajaan di Indonesia yang bercorak Budha, di antaranya adalah Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Medang, dan Kerajaan Majapahit. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai sejarah kerajaan Budha di Indonesia.

  • Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan Budha terbesar di Asia Tenggara yang berdiri sekitar abad ke-7. Kerajaan ini didirikan di daerah Sumatera Selatan, dengan ibu kota di Palembang. Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan, dan memiliki pengaruh besar di seluruh Asia Tenggara.

Kerajaan Sriwijaya membangun banyak kuil dan stupa sebagai pusat kegiatan keagamaan. Kuil-kuil ini menjadi tempat untuk mengajar agama Budha kepada rakyat, dan menjadi pusat pengembangan seni dan budaya. Selain itu, Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat penyebaran ajaran Budha ke seluruh Asia Tenggara.

Kerajaan Sriwijaya juga memiliki kekuatan militer yang besar, dan mampu menguasai wilayah-wilayah lain di sekitar Sumatera. Selain itu, mereka juga memiliki flotila kapal dagang yang kuat, yang memungkinkan mereka untuk mengendalikan perdagangan di seluruh Asia Tenggara.

  • Kerajaan Medang

Kerajaan Medang adalah kerajaan Budha yang berdiri sekitar abad ke-8 hingga abad ke-10. Kerajaan ini berlokasi di Jawa Tengah, dengan ibu kota di daerah Prambanan. Medang dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan di Jawa pada masa itu.

Kerajaan Medang memiliki banyak kuil dan candi yang dibangun untuk kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Candi Borobudur, yang merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia, dibangun di masa pemerintahan raja Sailendra pada abad ke-8. Candi Borobudur menjadi simbol keagungan kerajaan Medang, dan menjadi salah satu objek wisata terkenal di Indonesia.

Selain itu, kerajaan Medang juga terkenal karena kemajuan dalam bidang pendidikan. Mereka mendirikan banyak universitas dan sekolah, seperti Universitas Nalanda di India. Universitas-universitas ini menjadi pusat studi agama, ilmu pengetahuan, dan filsafat.

  • Kerajaan Majapahit
  Pengertian Lembaga Ekonomi Fungsi Tujuan Ciri Contoh

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Budha terakhir yang berkembang di Indonesia sebelum masa penjajahan. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-13 hingga abad ke-16, dengan ibu kota di daerah Trowulan, Jawa Timur.

Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan yang sangat kuat dan berhasil mengekspansi wilayahnya hingga ke Nusantara bagian timur dan wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Di masa pemerintahan raja Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

Di masa pemerintahan Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit menjadi pusat pengembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan. Banyak candi dan kuil yang dibangun sebagai pusat kegiatan keagamaan. Candi Penataran dan Candi Sukuh adalah contoh candi Budha yang terkenal dari kerajaan Majapahit.

Selain itu, kerajaan Majapahit juga mendirikan banyak sekolah dan universitas untuk mengembangkan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Mereka juga mendukung perkembangan seni dan budaya, seperti seni tari, musik, dan sastra. Contoh karya sastra terkenal dari kerajaan Majapahit adalah kakawin Ramayana dan kakawin Arjuna Wiwaha.

Pada akhirnya, kerajaan Majapahit runtuh akibat konflik internal dan serangan dari luar. Namun, warisan kebudayaan dan keagamaan dari kerajaan Budha di Indonesia masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Daftar peninggalan Kerajaan Budha di Indonesia

Di Indonesia, terdapat banyak peninggalan Kerajaan Budha yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. Beberapa di antaranya antara lain:

  1. Candi Borobudur – terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi Budha terbesar di dunia dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  2. Candi Mendut – juga terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi Budha yang berusia lebih tua dari Candi Borobudur dan memiliki arca Buddha yang terkenal.
  3. Candi Pawon – juga terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi kecil yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan upacara keagamaan.
  4. Candi Kalasan – terletak di Sleman, Yogyakarta, merupakan candi Budha yang digunakan sebagai tempat upacara.
  5. Candi Sari – terletak di Sleman, Yogyakarta, merupakan candi Budha yang juga digunakan sebagai tempat upacara.
  6. Candi Plaosan – terletak di Klaten, Jawa Tengah, merupakan kompleks candi yang terdiri dari dua bangunan candi Budha dan satu bangunan candi Hindu.
  7. Candi Sewu – terletak di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, merupakan kompleks candi yang terdiri dari seribu candi kecil yang tersebar di sekitar candi induk.
  8. Candi Bajang Ratu – terletak di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, merupakan candi kecil yang digunakan sebagai tempat pemujaan.
  9. Candi Gedong Songo – terletak di Bandungan, Jawa Tengah, merupakan kompleks candi yang terdiri dari sembilan bangunan candi kecil yang tersebar di kaki Gunung Ungaran.
  10. Candi Muaro Jambi – terletak di Muaro Jambi, Jambi, merupakan kompleks candi Budha yang merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Melayu.
  11. Candi Batujaya – terletak di Karawang, Jawa Barat, merupakan kompleks candi yang terdiri dari sembilan bangunan candi kecil.
  12. Candi Jago – terletak di Malang, Jawa Timur, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang sangat khas dengan gaya Hindu dan Budha yang menyatu.
  13. Candi Jambu – terletak di Boyolali, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki relief-relief yang menggambarkan cerita-cerita Jataka.
  14. Candi Ceto – terletak di Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki gaya arsitektur yang unik dengan lingkungan yang alami dan indah.
  15. Candi Sukuh – terletak di Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki arsitektur dan relief yang sangat berbeda dengan candi-candi lainnya.
  16. Candi Lara Jonggrang – terletak di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, merupakan kompleks candi yang terdiri dari tiga candi utama yaitu Candi Shiva, Candi Vishnu, dan Candi Brahma.
  17. Candi Bima – terletak di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah dari Mahabharata.
  18. Candi Arjuna – terletak di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang sangat khas dengan relief-relief yang indah.
  19. Candi Ratubaka – terletak di Padang Lawas, Sumatera Utara, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang mirip dengan candi Borobudur.
  20. Candi Bukit Batu Pahat – terletak di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan candi yang merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  21. Candi Muara Takus – terletak di Kampar, Riau, merupakan kompleks candi Budha yang merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Melayu.
  22. Candi Gua Maria Kerep – terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan candi yang memiliki unsur Budha dan Kristen dalam satu bangunan.
  23. Candi Ngawen – terletak di Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan candi yang memiliki arsitektur khas dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  24. Candi Tikus – terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, merupakan candi yang dibangun di era Kerajaan Majapahit dengan gaya arsitektur Jawa Klasik.
  25. Candi Kidal – terletak di Malang, Jawa Timur, merupakan candi yang memiliki arsitektur khas dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  26. Candi Jabung – terletak di Lumajang, Jawa Timur, merupakan candi yang memiliki arsitektur khas dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  27. Candi Tegowangi – terletak di Mojokerto, Jawa Timur, merupakan candi yang memiliki relief-relief yang menggambarkan cerita-cerita dari Mahabharata dan Ramayana.
  28. Candi Penataran – terletak di Blitar, Jawa Timur, merupakan kompleks candi yang terdiri dari beberapa bangunan candi kecil yang berbeda-beda.
  29. Candi Bubrah – terletak di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, merupakan candi kecil yang memiliki arsitektur yang unik dan berbeda dengan candi-candi lainnya.
  30. Candi Lumbung – terletak di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, merupakan candi kecil yang digunakan untuk menyimpan hasil panen.
  31. Candi Penanjakan – terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki gaya arsitektur yang mirip dengan Candi Borobudur.
  32. Candi Gedong Songo – terletak di Semarang, Jawa Tengah, merupakan kompleks candi yang terdiri dari delapan bangunan candi yang tersebar di atas bukit.
  33. Candi Gampingan – terletak di Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang khas dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  34. Candi Karmawibhangga – terletak di Singosari, Malang, Jawa Timur, merupakan candi yang memiliki relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  35. Candi Rimbi – terletak di Blitar, Jawa Timur, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang sederhana dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha.
  36. Candi Sari – terletak di Yogyakarta, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang mirip dengan Candi Kalasan dan Candi Sambisari.
  37. Candi Sewu – terletak di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, merupakan kompleks candi yang terdiri dari 249 candi kecil.
  38. Candi Plaosan – terletak di Klaten, Jawa Tengah, merupakan kompleks candi yang terdiri dari dua candi utama yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.
  39. Candi Mendut – terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang mirip dengan Candi Borobudur.
  40. Candi Pawon – terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi yang memiliki arsitektur yang mirip dengan Candi Borobudur.
  Penggolongan Musik Ansambel

Ciri Khas Kerajaan Budha

  • Konsep Keadilan

Salah satu ciri khas dari kerajaan Budha adalah penerapan konsep keadilan yang sangat kuat. Dalam ajaran agama Budha, prinsip keadilan menjadi sangat penting dan menjadi dasar hukum dan tata kelola pemerintahan. Konsep keadilan ini kemudian diaplikasikan dalam kebijakan-kebijakan pemerintahan seperti pemajakan, pengelolaan sumber daya alam, dan pemilihan pejabat.

  • Penerapan Nilai Kesederhanaan

Nilai kesederhanaan sangat ditekankan dalam ajaran agama Budha, dan hal ini tercermin dalam kebijakan pemerintahan pada kerajaan Budha. Raja-raja di kerajaan Budha hidup secara sederhana, menolak gaya hidup mewah dan ekstravagan. Mereka juga mempromosikan nilai-nilai kesederhanaan pada rakyat mereka, mengajarkan kehidupan yang tidak berlebihan dan mempertahankan prinsip keadilan sosial.

  • Pemajakan yang Adil

Kerajaan Budha dikenal dengan sistem pemajakan yang adil. Raja-raja memastikan bahwa pajak yang dipungut tidak terlalu berat dan dapat dipenuhi oleh rakyat mereka. Selain itu, pajak-pajak yang diterima kemudian digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

  • Perlindungan terhadap Hewan

Dalam ajaran agama Budha, hewan diberikan perlindungan dan dianggap memiliki hak yang sama dengan manusia. Hal ini tercermin dalam kebijakan pemerintahan di kerajaan Budha, di mana raja-raja mempromosikan penjagaan hewan dan melarang tindakan kekerasan terhadap mereka.

  • Pembangunan Stupa

Stupa adalah bangunan keagamaan yang terdiri dari tiang batu yang melambangkan ajaran Budha. Stupa ini dibangun oleh raja-raja kerajaan Budha sebagai tempat ibadah dan menjadi simbol dari keagungan pemerintahan mereka. Stupa-stupa ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan menjadi daya tarik wisata bagi para pengunjung.

  • Kemajuan Pendidikan

Kerajaan Budha juga dikenal karena kemajuan dalam bidang pendidikan. Raja-raja di kerajaan Budha memperhatikan pendidikan sebagai salah satu hal yang penting untuk kesejahteraan masyarakat. Mereka mendirikan banyak sekolah dan universitas, yang menjadi tempat studi bagi para pelajar dari seluruh Asia. Universitas Nalanda di India adalah salah satu universitas paling terkenal di dunia pada saat itu, dan menjadi pusat studi agama, ilmu pengetahuan, dan filsafat.

  • Pemberdayaan Perempuan
  Pengertian Keanekaragaman Hayati Tingkatannya

Kerajaan Budha dikenal sebagai kerajaan yang menghargai perempuan. Raja-raja di kerajaan Budha memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi perempuan seperti halnya laki-laki. Mereka dapat terlibat dalam politik, ekonomi, dan kegiatan keagamaan. Karena ajaran agama Budha yang sangat menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan, perempuan diberikan kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan potensi mereka.

  • Perkembangan Seni

Kerajaan Budha juga dikenal karena perkembangan seni yang signifikan. Raja-raja di kerajaan Budha mendukung perkembangan seni seperti seni lukis, arsitektur, dan seni patung. Mereka membangun banyak kuil dan candi yang dihiasi dengan patung-patung Buddha dan karya seni yang indah. Seni lukis dan arsitektur pada masa itu mencerminkan keagungan kerajaan dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.

Kesimpulan

Kerajaan Budha memiliki ciri khas yang unik dan memengaruhi kebudayaan dan politik di Asia selama berabad-abad. Penerapan konsep keadilan, nilai kesederhanaan, pemajakan yang adil, perlindungan terhadap hewan, pembangunan stupa, kemajuan pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan perkembangan seni adalah beberapa aspek penting dari pemerintahan kerajaan Budha. Kerajaan Budha telah memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan masyarakat Asia dan menjadi salah satu bentuk pemerintahan yang paling berpengaruh dalam sejarah.