Pengertian, Unsur, Ciri, Naskah Drama, Struktur, Jenis, Cara Penulisan

Posted on

Pengertian, Unsur, Ciri, Naskah Drama, Struktur, Jenis, Cara Penulisan -Dalam kehidupan tiap hari, baik akademis ataupun warga biasa tentu sempat mendengar, memandang, ataupun mendengar menimpa naskah. Terdapat bermacam naskah yang tersebar, baik di novel, majalah, web online, serta lain sebagainya. Tetapi pasti tidak seluruhnya ketahui sesungguhnya apa naskah itu mulai dari penafsiran naskah serta apa saja yang tercantum naskah.

Untuk akademisi yang aktif menulis ataupun terjun ke dunia penyusunan, pasti saja naskah bukan perihal yang asing. Tiap harinya, Kamu hendak dihadapkan dengan naskah, sehingga wajib memahami secara merata menimpa naskah mulai dari penafsiran naskah, jenis- jenis naskah, tata metode penyusunan naskah, serta lain sebagainya.

Oleh karena itu, hingga Kamu wajib mengenali seluk- beluk menimpa naskah mulai dari penafsiran naskah sampai contoh naskah. Buat butuh dikenal, naskah umumnya berupa lembaran ataupun sebagian bagian yang dijadikan dalam satu novel ataupun satu file. Naskah dapat disusun dalam suatu novel ataupun disusun tidak dalam wujud novel bergantung gunanya.

Naskah drama terdiri dari 2 kata, ialah naskah serta drama. Naskah bagi KBBI( Regu Redaksi, 2008: 998) merupakan karangan yang masih ditulis dengan tangan. Ada pula drama dimaksud selaku komposisi syair ataupun prosa yang diharapkan bisa menggambarkan kehidupan serta sifat lewat tingkah laku( kedudukan) ataupun diskusi yang dipentaskan.

Bentuk drama secara raga merupakan naskah drama. Naskah drama pada dasarnya merupakan“ bahan mentah” buat pementasan( Yudiaryani, 2007). Bagi Wiyanto dalam Magdalena( 2017: 25) drama merupakan karangan yang berisi cerita ataupun lakon. Ada pula bagi Leksono dalam( Subekti, 2013) naskah drama ialah sesuatu rangkaian perucapan ataupun obrolan, dalam wujud tulisan yang tersusun sedemikian rupa, dengan memikirkan tema, isi, alur cerita, ataupun irama.

Jadi, bisa disimpulkan kalau, naskah drama merupakan karangan ataupun tulisan berupa diskusi serta disusun sedemikian rupa dengan mencermati faktor intrinsik sastra yang menggambarkan kehidupan serta sifat makhluk hidup.

Pengertian Naskah Drama Menurut Para Ahli

  • Menurut KBBI naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan yang belum diterbitkan.
  • Menurut Imam Suryono Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalam suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama dimana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
  • Menurut Molton drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action).
  • Menurut Ferdinand Brunettierre drama haruslah melahirkan kehendak dengan action.
  • Menurut Baltazhar Vallhagen drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sikap manusia dengan gerak.
  • Menurut Sendrasik naskah drama merupakan bahan dasar sebuah pementasan dan belum sempurna bentuknya apabial belum dipentaskan. Naskah drama juga sebagai ungkapan pernyataan penulis (play wright) yang berisi nilai-nilai pengalaman umum juga merupakan ide dasar bagi actor

Pengertian Naskah Drama

Naskah drama merupakan Naskah cerita yang dipentaskan di atas panggung yang menggambarkan kehidupan lewat adegan tokoh. Drama juga

bisa dimaksud selaku cerita ataupun cerita yang menggambarkan kehidupan ataupun sifat lewat tingkah laku tokoh dan diskusi yang dipentaskan.

Naskah drama pada biasanya digunakan selaku naskah lakon dari para pemeran drama, berbentuk alur- alur cerita, serta elemen apapun yang menunjang dalam suatu pementasan drama.

Ciri Ciri Naskah Drama

Jadi bagimana sih identitas Naskah drama? Apakah sama dengan Naskah yang lain? Nah, supaya kita dapat membedakan Naskah drama dengan Naskah yang lain, ikuti identitas Naskah drama berikut ini yah!

  • Mempunyai cerita berupa diskusi, baik yang dituturkan oleh narator ataupun tokoh.
  • Mempunyai instruksi spesial yang wajib dicoba oleh aktor dikala memerankan tokoh di dalamnya serta umumnya ditulis dalam ciri kurung.
  • Membuat banyak konflik serta aksi.
  • Naskah drama terletak di atas ataupun samping kiri diskusi.
  • Naskah drama wajib diperankan ataupun dipentaskan oleh manusia lewat lisan, ekspresi wajah, serta gerakan badan.
  • Umumnya didukung oleh pencahayaan serta musik.
  • Umumnya dipentaskan dengan durasi kurang dari 3 jam.
  • Membutuhkan latihan spesial saat sebelum dipentaskan.

Unsur-Unsur Naskah Drama

Naskah drama memiliki sebagian faktor di dalamnya. Apa saja? Ayo, ikuti rincian tiap- tiap faktor dari Naskah drama!

  1. Tema

Perihal awal serta yang terutama dari suatu drama, yakni tema. Tema merupakan gagasan utama yang menjalakan struktur isi drama. Tema berkaitan dengan proses jalur cerita suatu drama.

Baca :  5 Contoh Proposal Usaha Makanan Lengkap

Sebagian contoh tema drama antara lain, kemanusiaan, nasionalisme, kasih sayang, persahabatan, serta sebagainya. Gimana suatu drama di informasikan, hendak tergantung dari gimana tema drama tersebut diseleksi oleh penulisnya.

  1. Latar

Sehabis tema telah diresmikan, faktor Naskah drama berikutnya yakni bagiamana latar dari drama tersebut. Latar merupakan penjelasan tentang tempat, waktu, serta atmosfer dalam drama.

  1. Tokoh

Masuk ke faktor ketiga yang pula tidak kalah berartinya, ialah menimpa tokoh. Tokoh merupakan pemegang kedudukan yang terdapat dalam cerita serta menggambarkan kepribadian ataupun sifat dari kedudukannya.

Suatu drama hendak tergantung pada tokoh, sebab merekalah yang memerankan tiap kepribadian dalam cerita disebuah drama. Tokoh- tokoh tersebut pula yang bertanggung jawab dalam mengantarkan ilham ataupun gagasan dari suatu drama, supaya bisa di cerna oleh pemirsa drama.

  1. Penokohan

Berikutnya, penulis drama pula wajib menetapkan penokohan dalam Naskah drama. Penokohan merupakan proses, metode, ataupun perbuatan menokohkan, bisa dimaksud selaku proses penciptaan citra tokoh dalam karya sastra.

Terdapat 3 tipe penokohan dalam drama. Awal, tokoh protagonis ataupun tokoh utama. Kedua, tokoh antagonis, ialah tokoh penentang protagonis. Ketiga, tokoh tritagonis, ialah tokoh pendukung cerita.

Penokohan ini yang setelah itu berarti buat menetapkan sifat, sikap, ataupun watak utama dari tiap- tiap tokoh yang memerankan cerita dalam Naskah drama.

  1. Dialog

Apa yang awal kali kalian bayangkan terdapat di dalam suatu Naskah drama? Pastinya merupakan obrolan ataupun diskusi dari pemerannya, bukan?

Diskusi dalah obrolan antara 2 tokoh ataupun lebih dalam suatu drama. Bagian ini ialah faktor yang berarti buat terdapat dalam suatu Naskah drama, spesialnya pada drama yang adegannya ada obrolan diantara para tokohnya.

  1. Babak

Berikutnya, yakni babak. Babak merupakan bagian dari lakon drama. Dalam satu lakon ataupun pementasan, terdiri dari satu ataupun sebagian babak.

Batasan antara babak satu dengan babak berikutnya diisyarati dengan turunnya layar ataupun padamnya lampu pementasan. Babak dalam sesuatu drama dibutuhkan supaya pemirsa bisa menjajaki alur cerita secara jelas serta runut.

Tidak hanya itu, babak jadi berarti apabila penulis Naskah drama mau memainkan suatu pementasan drama yang terdiri dari sebagian latar waktu ataupun tempat yang berbeda.

  1. Konflik

Menurutmu, apa perihal yang membuat sesuatu cerita jadi seru serta sanggup menarik emosi pemirsa? Yup, bagian tersebut yakni konflik dari suatu cerita.

Konflik merupakan ketegangan ataupun pertentangan dalam drama yang diisyarati dengan terdapatnya permasalahan. Pertentangannya terjalin pada satu tokoh ataupun antara satu tokoh dengan tokoh lain.

Konflik ini relatif diperlukan, sebab pada dasarnya suatu cerita tentu mempunyai tujuan ataupun pesan tertentu yang mau di informasikan. Konflik ataupun permasalahan bisa membawakan suatu pesan tersebut dalam alur cerita di dalam suatu drama.

  1. Amanat

Semacam yang kita bahas lebih dahulu, bila terdapat sesuatu konflik ataupun permasalahan, tentu hendak terdapat pesan yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut. Disitulah guna dari amanat.

Amanat merupakan simpulan tentang ajaran ataupun pesan moral yang ada dalam drama. Amanat dalam drama bertabiat ajaran moral serta mendidik. suatu drama bisa mempunyai lebih dari satu amanat.

Cara Penyusunan

Cara penyusunan naskah drama dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu naskah asli dan naskah saduran. Berikut adalah cara penyusunan tiga jenis naskah tersebut.

  • Naskah Asli

Menurut Nuryanto (2017:191) setidaknya terdapat tujuh tahap yang harus dilakukan untuk membuat naskah drama, yaitu menentukan tema, menentukan persoalan, membuat sinopsis (ringkasan cerita), menentukan kerangka cerita, menentukan protagonis, menentukan cara penyelesaian, dan menulis.

  • Naskah Saduran

Naskah saduran adalah naskah yang diubah secara bebas dari jenis sastra lain, cerita, atau bahasa lain tanpa merusak garis besar cerita aslinya. Berikut adalah tahap yang diperlukan untuk menyadur sebuah cerita ke dalam bentuk drama. (1) Membaca naskah asli. (2) Memahami unsur intrinsik sebuah cerita. (3) Menandai dengan cara mencatat hal penting dalam naskah. (4) Membuat kerangka naskah berdasarkan unsur/struktur naskah. (5) Menulis naskah drama. (6) Evaluasi naskah drama.

Struktur Naskah Drama

Jika kamu ingin menulis Naskah drama, tentunya ada beberapa hal yang harus kamu ikuti, yakni struktur penyusun dari Naskah drama itu sendiri. Berikut struktur dari Naskah drama:

 1. Prolog

Prolog adalah bagian berupa kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang yang umumnya disampaikan oleh dalang, narator, atau tokoh tertentu.

2.Dialog

Dialog adalah percakapan antartokoh dalam drama. Dialog terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  • Orientasi → bagian awal cerita
  • Komplikasi → bagian pengembangan cerita
  • Resolusi → bagian akhir cerita
Baca :  Pengertian Sudut Istimewa dan Tabel

3.Epilog

Epilog adalah kata-kata penutup yang berupa simpulan maupun amanat tentang keseluruhan isi dialog.

Jenis-Jenis Naskah

Sehabis memahami serta menguasai tentang penafsiran naskah, saat ini saatnya menguasai pula menimpa jenis- jenis naskah yang ada di dalam penafsiran naskah. Pada dasarnya, penafsiran naskah mempunyai sebagian tipe naskah yang dibedakan bagi metode pembuatannya.

Bagi Pamusuk Eneste dalam bukunya ialah Novel Pintar Penyuntingan Naskah, berikut ini merupakan 6 tipe naskah yang diketahui di dunia penerbitan lengkap dengan penjelasannya.

  • Naskah Spontan

Penafsiran naskah otomatis merupakan naskah yang dikirimkan penulis kepada penerbit buat setelah itu bisa dipertimbangkan apakah naskah tersebut dapat terbit ataupun tidak. Misalnya bila Kamu mempunyai naskah drama yang ditulis sendiri serta mau diterbitkan ataupun dikirimkan ke penerbit, itu namanya penafsiran naskah otomatis.

Penafsiran naskah otomatis pula dimengerti selaku naskah yang ditulis seluruhnya atas inisiatif serta keinginan dari penulis, sehingga tidak terdapat paksaan ataupun perintah dari pihak luar yang pengaruhi penulis buat menulis naskah tersebut. Misalnya Kamu mau menulis menimpa gimana metode membenahi perabot rumah tangga yang rusak.

Penulis menuliskannya hingga berakhir tanpa dimohon siapa juga, itu namanya naskah otomatis. Maksudnya penulis menulis murni atas kemauan penulis ataupun bersumber pada pertimbangan dari penulis sendiri. Sebab sifatnya inisiatif, hingga naskah otomatis wajib lewat proses pilih serta penilaian terlebih dulu saat sebelum diterbitkan oleh penulis.

Nantinya, penerbit hendak memikirkan apakah naskah tersebut baik ataupun kurang baik buat diterbitkan serta gimana penafsiran naskah bagi isi naskah apakah cocok tidak dengan isi yang ditulis, gimana karakteristiknya, serta lain sebagainya. Tipe naskah otomatis ini umumnya kesempatan diterimanya lebih besar bila dikirimkan ke penerbit yang pas.

Misalnya Kamu mau menerbitkan naskah novel kanak- kanak, hingga kirimkanlah ke penerbit yang menerbitkan novel kanak- kanak. Sehingga butuh dipertimbangkan pula gimana style ataupun ciri penerbit yang hendak dituju.

  • Naskah Pesanan

Penafsiran naskah pesanan sederhananya merupakan naskah yang dipesan oleh penerbit. Perihal ini kerap terjalin. Misalnya lagi hendak diselenggarakan tes nasional SMP sampai SMA di Indonesia, hingga penerbit hendak memohon penulis pilihannya buat menulis menimpa kisi- kisi ataupun teori menimpa modul yang muat bermacam pelajaran yang hendak diujikan pada tes nasional tersebut.

Penafsiran naskah pesanan pula hendak lebih gempar lagi kala penerbit merasa persediaan novel miliknya sedikit ataupun terdapat bermacam data yang wajib diperbarui sehingga memerlukan penulis buat menulis novel yang baru. Walaupun demikian, penulis yang hendak menemukan naskah pesanan ini tidak sembarangan.

Penulis umumnya hendak mempercayakan naskahnya kepada penulis yang memanglah pakar di bidang tersebut. Misalnya penulis novel yang hendak diserahkan pada sastrawan, naskah menimpa ilmu fisika diserahkan pada pakar fisika, serta lain sebagainya. Perbandingan penafsiran naskah pesanan ini nantinya hendak jadi tumpuan penerbit kala pasarnya lagi lesu.

Keuntungan yang hendak didapatkan oleh penulis naskah pesanan ini merupakan naskah yang dia tulis telah tentu hendak diterbitkan sebab memanglah diperlukan oleh penerbit. Tidak hanya itu, keuntungan yang lain dari menulis naskah pesanan merupakan naskah yang telah berakhir hendak diterbitkan tidak lama sehabis naskah tersebut diberikan ke penerbit.

Sehingga penulis tidak butuh menunggu lama buat kepastian kapan naskahnya hendak terbit. Tetapi walaupun demikian, penulis naskah pesanan wajib sangat handal serta mengerjakan ataupun menuntaskan sasaran tulisannya cocok yang didetetapkan sebab kala telah mendekati sasaran, tidak tidak sering penerbit hendak menagih naskah pesanan tersebut.

Penulis naskah pesanan pula dituntut wajib pakar serta menguasai bermacam isu serta tema yang hendak ditulisnya, terlebih sebab umumnya naskah pesanan ini wajib kilat berakhir, isinya wajib pas serta sepatutnya tidak sangat lama dalam mengerjakannya.

  • Naskah yang Dicari Editor

Penafsiran naskah yang dicari editor merupakan tipe naskah ketiga. Penafsiran naskah yang dicari editor ini artinya naskah yang diperlukan editor sehingga editor butuh mencari naskah terbaik buat diterbitkan. Sifatnya, naskah yang dicari editor ini nyaris mirip dengan penafsiran naskah pesanan, kelainannya ini dari editor.

Tipe naskah yang dicari editor ini belum lama mulai terjalin serta ramai di sebagian tahun terakhir. Umumnya para penerbit hendak memohon dorongan ataupun mengutus editor tertentu mencari naskah dari luar ataupun dari penulis serta memohon penulis kepercayaannya menulis naskah.

Penafsiran naskah yang dicari editor ini umumnya hendak disesuaikan dengan kontrak penerbitan sehingga ketentuan kerja antara penerbit, editor, serta penulis ini jelas. Tidak heran bila dikala ini banyak editor mengadakan ataupun mendatangi seminar demi menciptakan penulis yang sempurna.

Baca :  Pengertian, Tujuan Organisasi, Manfaat, Unsur Unsur Organisasi

Penulis yang mau pula diajak berkolaborasi dengan editor pula umumnya dapat memandang jejak para editor ini di forum kepenulisan ataupun umumnya editor hendak tetap jadi pembaca serta memantau Wattpad ataupun web kepunyaan penulis tertentu.

  • Naskah Terjemah

Tipe naskah yang berikutnya merupakan naskah terjemah. Penafsiran naskah terjemah ialah naskah yang berasal dari bahasa asing serta butuh diterjemahkan ke dalam bahasa bunda. Umumnya dalam perihal ini penerbit memohon penulis ataupun mencari penulis yang mahir menerjemahkan Naskah dengan bidang yang linear dengan bidang naskah yang hendak diterjemahkan.

Terdapat 2 tipe naskah terjemahan, ialah naskah yang telah leluasa hak cipta serta pula naskah yang masih terikat hak cipta. Perbandingan dari penafsiran naskah leluasa hak cipta merupakan penerbit leluasa menerjemahkan serta menerbitkan tanpa membayar royalti kepada penulis naskah asli, umumnya ini dicoba pada naskah klasik saat sebelum 1990- an.

Sedangkan itu, naskah terjemahan yang terikat hak cipta, penerbit wajib memohon izin kepada penulis ataupun penerbit naskah aslinya serta umumnya penerbit wajib menghasilkan bayaran selaku izin reproduksi karya asing ke bahasa bunda ataupun bahasa Indonesia. Metode ini dapat dicoba lewat email, telepon, ataupun berkunjung langsung ke penulis ataupun penerbit yang bersangkutan.

  • Naskah Sayembara

Penafsiran naskah sayembara merupakan naskah yang dicari lewat proses sayembara ataupun bahasa kekiniannya merupakan lomba serta ajang menulis. Sayembara ini umumnya terbuat oleh penerbit buat memperoleh penulis- penulis baru. Pasti saja, terdapat syarat serta pula tata tertib yang wajib dipatuhi penulis yang mau naskahnya lolos.

Penafsiran naskah sayembara ini dapat dicoba buat bermacam tipe naskah, misalnya naskah kumpulan cerpen, naskah novel, naskah puisi, naskah esai, ataupun apalagi naskah menimpa data serta pengetahuan. Prosedur yang diresmikan penerbit umumnya jadi acuan penulis mana yang kira- kira cocok dengan kriterianya serta naskahnya dapat diterbitkan.

  • Naskah Kerja Sama

Penafsiran naskah kerja sama merupakan naskah yang diterbitkan atas bawah persetujuan ataupun kerja sama yang dijalin penerbit dengan lembaga ataupun institusi ataupun lembaga tertentu. Umumnya, lembaga tertentu tersebut hendak membagikan naskahnya kepada penerbit buat diterbitkan.

Berbeda halnya dengan naskah- naskah lain, dalam naskah kerja sama ini lembaga tertentulah yang hendak membayar beberapa duit kepada penerbit selaku bayaran cetak ataupun penerbitan novel. Sederhananya, lembaga ataupun lembaga ini menawarkan naskah serta membayar penerbit supaya tulisannya terbit.

Ataupun dapat pula, baik penerbit ataupun lembaga tersebut menanggung bayaran penciptaan sama rata. Perihal ini pasti wajib cocok persetujuan kedua belah pihak saat sebelum kesimpulannya penerbit menyetujui kerja sama.

Tata Cara Penulisan Naskah

Ada empat tahap utama dalam pengertian naskah dan cara menulis naskah yaitu (1) menentukan tema, (2) menetapkan premis, (3) menyusun plot atau kerangka, dan (4) menulis sinopsis. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat bagaimana tata cara penulisan dalam pengertian naskah.

1. Menentukan Tema

Penulis harus terlebih dahulu menentukan tema atau ide apa yang akan dipilih sebagai dasar atau landasan menulis naskah. Biasanya tema atau ide ini berangkat dari satu topik sederhana dan singkat, yaitu mengenai kekerasan. Kemudian penulis akan melakukan tahap selanjutnya untuk menulis naskah dengan tema kekerasan.

2. Menetapkan Premis

Premis yang dimaksud dalam pengertian naskah merupakan sebuah kalimat yang secara umum menggambarkan tentang tema cerita yang dituliskan atau lebih detail dan lebih spesifik dibandingkan tema. Misalnya tadi adalah tema kekerasan, maka kekerasan terhadap apa yang akan diangkat dan bagaimana strukturnya.

3. Menyusun Plot atau Kerangka

Artinya, pengertian naskah dalam hal ini berhubungan dari detail yang sudah dibuat dari tema dan premis, kemudian penulis mengembangkan menjadi susunan atau rangkaian kerangka cerita yang terdiri dari:

  • pendahuluan
  • konflik
  • klimaks
  • solusi
  • kesimpulan

Dari poin di atas, penulis bisa melanjutkan dengan menulis naskah berdasarkan poin-poin yang sudah ditentukan.

4. Sinopsis

Pengertian naskah yaitu sinopsis merupakan gambaran cerita yang harus dibuat berisi mengenai ringkasan atau gambaran singkat dari isi naskah yang ditulis menggunakan bahasa yang menarik, lugas, jelas, dan juga tidak bertele-tele. Sinopsis ini bertujuan sebagai pengantar.

Bagian-Bagian Naskah

Pada naskah, ada beberapa bagian dari pengertian naskah yang harus diketahui, yaitu:

  • dialog para tokoh
  •  catatan atau anotasi tiap adegan atau tindakan dari para tokoh atau stage director
  • deskripsi tokoh
  • deskripsi waktu dan tempat
  • pembagian babak dan adegan
Bagikan di Sosial Media