50 Cabang Ilmu Kimia Pengertian Menurut Para Ahli

Posted on

secara umum Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa atau fenomena yang terjadi dialam, lebih spesifiknya lagi mempelajari tentang materi dan perubahan yang menyertainya.

Ilmu kimia seringkali dikatakan sebagai central sain karena pada disiplin ilmu apapun selalu berkaitan dengan kimia. Seorang ahli yang melakukan eksperimen tentang kimia dikatakan sebagai ilmuwan, dimana ilmuwan tersebut melakukan peneletian tentang perubahan materi dan perubahan yang menyertainya.

Pengertian dan Cabang ilmu kimia menurut para ahli

Pengertian ilmu kimia menurut para ahli

  • Menurut Brady ( 1994 : 3 ), ilmu kimia merupakan ilmu mengenal bahan kimia. Bahan kimia bukanlah zat abstrak yang perlu ditakuti oleh manusia biasa.Bahan ini mencakup benda yang ada di sekitar kita. Selanjutnya ilmu kimia dapat didefinisikan sebagai ilmu murni yang mempelajari bahan-bahan yang ada di alam semesta, interaksi diantaranya dan perubahan energy yang berhubungan atau disebabkan oleh adanya perubahan-perubahan alam.
  • Irfan Anshory (2000: 3) ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi lain, serta energy yang menyertai perubahan materi.
  • Wikipedia : Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi.
  • Merriem :  ilmu yang berhubungan dengan komposisi, struktur, dan sifat zat dan dengan transformasi yang mereka alami
  • Oxford : Cabang ilmu yang berkaitan dengan substansi yang materi dikomposisikan, menyelidiki sifat dan reaksi mereka, dan melihat sebuah reaksi untuk membentuk zat-zat baru.

Kimia dalam kehidupan kita

Kimia dalam kehidupan sehari – hari terdapat dimana-mana, seluruh yang kamu rasakan, kamu cium, kamu cicipi ialah kimia. Ketika anda menangis terjadi reaksi kimia, ketika anda laper terjadi reaksi kimia, sampai-sampai mempelajari kimia sangat urgen untuk memahami sebenarnya apa yang terjadi didunia ini.

Kebanyakan orang salah paham dengan kimia, urusan ini butuh diluruskan ( Baca: Jangan salah paham dengan kimia). Mereka menggap bahwa kimia cuma ada di labor, kimia cuma ada pada makanan berhaya. Padahal para berpengalaman atau para ahli meyakini bahwa segala sesuatu di Alam ini ialah kimia

  Pengertian Aqidah Tujuan Fungsi Manfaat Dalil

Cabang Ilmu kimia

Kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari sifat-sifat, komposisi, struktur, reaksi, dan perubahan materi. Cabang-cabang ilmu kimia melibatkan fokus pada aspek-aspek tertentu dari bidang ini. Berikut adalah beberapa cabang ilmu kimia utama:

1.Kimia Anorganik:

  • Mempelajari sifat dan perilaku unsur-unsur non-organik (tidak mengandung karbon).
  • Melibatkan senyawa anorganik dan reaksi kimia yang terkait.

2.Kimia Organik:

  • Mempelajari struktur, sifat, reaksi, dan sintesis senyawa organik yang mengandung karbon.
  • Terfokus pada molekul organik, seperti hidrokarbon, senyawa aromatik, dan senyawa biologis.

3.Kimia Fisik:

  • Mempelajari dasar-dasar fisika yang terkait dengan kimia, seperti termokimia, kinetika kimia, termodinamika, dan elektrokimia.

4.Kimia Analitik:

  • Berfokus pada teknik dan metode analisis untuk mengidentifikasi dan mengukur komponen-komponen dalam suatu sampel.
  • Termasuk analisis kualitatif dan kuantitatif.

5.Kimia Biologis:

  • Mempelajari kimia yang terkait dengan sistem biologis dan kehidupan.
  • Melibatkan penelitian tentang struktur dan fungsi biomolekul seperti protein, asam nukleat, dan lipid.

6.Kimia Teoretis:

  • Menggunakan metode matematika dan komputasi untuk memodelkan dan memahami sifat dan perilaku molekul serta reaksi kimia.

7.Kimia Lingkungan:

  • Meneliti dampak kimia terhadap lingkungan, termasuk polusi air, udara, dan tanah.
  • Melibatkan penelitian tentang cara-cara untuk mengatasi masalah lingkungan dengan pendekatan kimia.

8.Kimia Material:

  • Memahami sifat dan aplikasi material kimia, seperti polimer, logam, dan keramik.

9.Kimia Nuklir:

  • Mempelajari perilaku nuklir dari materi, termasuk reaksi nuklir dan aplikasi energi nuklir.

10.Kimia Industri:

  • Berfokus pada pengembangan dan produksi kimia secara massal untuk aplikasi industri.

11.Kimia Komputasional:

  • Menggunakan metode komputasional untuk memodelkan dan memahami struktur molekuler serta reaksi kimia.
  • Berkontribusi pada desain molekul dan pengembangan obat.

12.Kimia Bioinorganik:

  • Mempelajari peran unsur-unsur kimia dalam sistem biologis dan proses biokimia.
  • Meneliti interaksi logam dalam organisme hidup.

13.Kimia Kuantum:

  • Mengkaji perilaku partikel sub-atom dan energi dalam sistem kimia.
  • Melibatkan konsep-konsep mekanika kuantum untuk menjelaskan fenomena kimia.

14.Kimia Hijau:

  • Bertujuan untuk mengembangkan proses kimia yang lebih ramah lingkungan.
  • Meneliti cara mengurangi limbah kimia dan dampak negatif pada lingkungan.

15.Kimia Bioorganik:

  • Mempelajari interaksi kimia dalam sistem biologis, terutama pada tingkat molekuler.
  • Melibatkan penelitian pada senyawa-senyawa organik yang berperan dalam proses biologis.
  Pengertian Pesawat Sederhana : Jenis Manfaat Contoh Gambar

16.Kimia Supramolekuler:

  • Mempelajari entitas kimia yang terbentuk dari asosiasi molekuler yang lebih kecil.
  • Fokus pada struktur dan sifat-sifat agregat molekuler.

17.Kimia Ilmu Bahan:

  • Meneliti hubungan antara struktur dan properti bahan kimia.
  • Mencakup riset pada bahan baru dan inovatif untuk berbagai aplikasi.

18.Kimia Ilmu Pangan:

  • Memahami sifat kimia makanan dan pengaruhnya terhadap kesehatan.
  • Meneliti cara-cara untuk mempertahankan kualitas dan keamanan makanan.

19.Kimia Forensik:

  • Menggunakan prinsip-prinsip kimia untuk menganalisis bukti-bukti dalam kasus-kasus hukum.
  • Berkontribusi pada penyelidikan kejahatan dan identifikasi korban.

20.Kimia Energi:

  • Mempelajari konversi energi kimia menjadi bentuk energi lain, seperti energi panas atau listrik.
  • Terlibat dalam pengembangan sumber energi baru dan berkelanjutan.

21.Kimia Klinik:

  • Menyelidiki dan menganalisis komponen kimia dalam tubuh manusia.
  • Terlibat dalam diagnostik dan pemantauan kondisi kesehatan melalui uji laboratorium.

22.Kimia Radiofarmasi:

  • Mengkaji aplikasi senyawa kimia radioaktif dalam diagnosis dan pengobatan penyakit, terutama dalam bidang kedokteran nuklir.

23.Kimia Aromatik:

  • Mempelajari senyawa kimia aromatik, termasuk senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap konjugasi.
  • Terlibat dalam penelitian tentang bau dan rasa, serta aplikasi dalam industri parfum dan flavor.

24.Kimia Polimer:

  • Meneliti struktur, sifat, dan aplikasi polimer (makromolekul) seperti plastik, karet, dan serat sintetis.

25.Kimia Sumber Daya Alam:

  • Mempelajari kimia yang terkait dengan sumber daya alam seperti minyak, gas, batu bara, dan mineral.
  • Terlibat dalam pemrosesan dan pemanfaatan sumber daya ini.

26.Kimia Atmosfer:

  • Menyelidiki komposisi kimia atmosfer bumi dan dampak aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan polusi udara.

27.Kimia Medisinal:

  • Mempelajari rancangan, sintesis, dan pengembangan obat-obatan baru.
  • Terlibat dalam penelitian untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan obat.

28.Kimia Nano:

  • Mempelajari struktur dan perilaku materi pada skala nanometer.
  • Terlibat dalam pengembangan teknologi nanomaterial dan aplikasinya.

29.Kimia Air:

  • Meneliti komposisi kimia air, baik air permukaan maupun air tanah.
  • Terlibat dalam pemahaman kualitas air dan pengelolaan sumber daya air.

30.Kimia Sosial:

  • Mempelajari dampak sosial, ekonomi, dan etika dari aplikasi kimia dalam masyarakat.
  • Terlibat dalam penelitian dampak teknologi kimia pada kehidupan manusia.

31.Kimia Katalisis:

  • Mempelajari katalis dan mekanisme reaksi kimia untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan reaksi.
  • Terlibat dalam pengembangan katalis baru untuk industri kimia dan pembuatan obat.
  Penemu Matematika Awal dalam Islam Sejarah Perkembangan

32.Kimia Forensik Digital:

  • Menggunakan prinsip kimia dalam mengumpulkan dan menganalisis bukti digital, seperti dalam kasus kejahatan siber.

33.Kimia Hijau Industri:

  • Mempelajari cara mengurangi dampak lingkungan industri dengan menggunakan proses produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

34.Kimia Matematika:

  • Menggunakan pendekatan matematika untuk memodelkan fenomena kimia dan mengembangkan metode analisis.

35.Kimia Keberlanjutan:

  • Mempelajari cara meningkatkan keberlanjutan dalam produksi dan penggunaan bahan kimia untuk mengurangi dampak lingkungan.

36.Kimia Ruang Angkasa:

  • Mempelajari kimia yang terjadi di luar angkasa, termasuk komposisi planet, bintang, dan medium antarbintang.

37.Kimia Makanan dan Gizi:

  • Mempelajari sifat kimia makanan, reaksi-reaksi yang terjadi selama pengolahan makanan, dan dampaknya terhadap kesehatan manusia.

38.Kimia Warna dan Pigmen:

  • Meneliti pigmen dan zat warna dalam kimia, termasuk aplikasinya dalam seni, industri tekstil, dan makanan.

39.Kimia Kebugaran dan Olahraga:

  • Mempelajari bagaimana kimia memengaruhi kinerja fisik, pemulihan, dan kesehatan dalam konteks kebugaran dan olahraga.

40.Kimia Sintetis:

  • Mempelajari metode sintesis kimia untuk menciptakan senyawa baru dengan sifat-sifat tertentu.

41.Kimia Kognitif:

  • Mempelajari keterkaitan antara proses kimia dalam otak dan fungsi kognitif, membuka pintu untuk pemahaman lebih dalam tentang neurokimia.

42.Kimia Lingkungan Laut:

  • Meneliti dampak kimia pada ekosistem laut, termasuk polusi laut, perubahan iklim, dan kesehatan organisme laut.

43.Kimia Farmasi:

  • Terlibat dalam penelitian dan pengembangan obat-obatan baru, melibatkan sintesis senyawa dan pemahaman interaksi obat dalam tubuh.

44.Kimia Api:

  • Mempelajari sifat-sifat kimia dari bahan yang terbakar dan reaksi kimia dalam proses pembakaran.

45.Kimia Terapan:

  • Menggabungkan prinsip-prinsip kimia dalam pengembangan teknologi dan inovasi di berbagai industri.

46.Kimia Keamanan Pangan:

  • Meneliti zat-zat kimia yang digunakan dalam produksi makanan dan dampaknya terhadap kesehatan manusia.

47.Kimia Kesehatan Masyarakat:

  • Mempelajari dampak zat kimia pada kesehatan masyarakat, termasuk aspek-aspek seperti polusi udara dan air.

48.Kimia Ekologi:

  • Meneliti interaksi kimia dalam ekosistem dan peran kimia dalam dinamika populasi dan komunitas organisme.

49.Kimia Eksperimental:

  • Mempelajari desain dan pelaksanaan percobaan kimia untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang sifat materi dan reaksi kimia.

50.Kimia Etnobotani:

  • Meneliti interaksi antara manusia, tumbuhan, dan senyawa kimia yang digunakan dalam kebudayaan tradisional dan obat-obatan herbal.